
Aku merasakan sesuatu yang begitu berbeda sesaat sesudah menggunakan kekuatan penuhku. “Arrgghhhh!!!!!”
“Hiroaki, ada apa?” (Shiren)
“A-Aku tidak apa-apa.” Kekuatan besar ini seakan menelan kesadaranku. ‘Sial, aku harus melakukan sesuatu.’
“Hiroaki…”
“Haa, haa. aku baik-baik saja.” Aku mengalihkan kekuatan besar itu pada kedua pedangku, dan karenanya aku bisa kembali seperti semula.
“Kekuatan yang hebat.” (Selvi)
Karena aku mengalihkan kekuatanku, efek kehancuran disekitar berkurang dibandingkan dengan saat aku tidak mengalihkannya. “Kalian, bisa tahan mereka. Aku akan mengeluarkan seluruh kekuatanku dipertempuran ini.” (Ersen)
“Baiklah, tapi jika kau tidak memiliki bagian untuk tampil jangan salahkan kami.” (Shiren)
“Haha.”
“Selvi, bisa kau lindungi Ersen. Saat dia mulai melakukan ritualnya, dia tidak bisa diganggu. Kau bisa melindunginya agar tidak diserang oleh para titan itu.”
“Baiklah. Serahkan saja padaku.”
“Kalau begitu, Hiroaki, ayo.”
“Dengan senang hati.”
Step
Ctangg
Sfx : Adu pedang
Pengguna pedang itu menangkis seranganku, tapi kali ini ia terlihat kesusahan. “Gaia!!”
“Lawanmu adalah aku!!” (Shiren)
“Kalau begitu, Gaia!!”
Ctang
Ctang
Ctang
Ctasshhh
Sfx : Adu pedang
Ia berhasil menangkis setiap serangan yang aku arahkan padanya, tapi meskipun begitu tangannya gemetar. ‘Ini bagus..’ Jika seperti ini terus dia pasti akan kalah. Setidaknya itulah yang aku pikirkan. “Gwaaaaahh.” Aku memuntahkan darah. “S-Sial.” Ini adalah pertaruhan, dia atau aku yang terlebih dahulu tumbang.
“Ersen, apa sudah selesai?” (Selvi)
“Sttt, jangan ganggu aku, aku sedang sibuk.”
“T-Tapi. A-Ahhh, I-Ini sangat sulit.” Selvi saat ini sedang menahan 1 orang dari mereka dan juga para titan yang sedang menyerang, serta melindungi Ersen yang sedang mempersiapkan sesuatu yang besar.
Wushhhh
Slashhh
“Itu barusan hampir saja.”
Sementara itu.
“Sepertinya mereka sudah mulai.” (Iras)
“Haa, bagaimana kalau kita mulai saja pertarungannya.” (???)
“Benar juga, aku juga sudah bosan berdiam diri seperti ini. Kalian semua, bersiaplah.”
“Baik.”
“Serang!!” Serangan dibuka oleh sebuah meteor besar yang diciptakan oleh July.
__ADS_1
Ctrakkkk
Ctrassss
Meteor itu pecah menjadi berkeping-keping.
“Gwaaaa. S-Siapa kau sebenarnya.“(???)
“Berhenti menanyakan hal yang sudah kau ketahui, aku ini adalah musuhmu.” (Itsuki) Dia sudah mengalahkan satu dari dua musuh yang ia hadapi sendirian dengan mudah. “Katakan, dimana ketuamu berada.”
“Haha. M-mana mungkin aku mengatakannya.”
“Begitu.”
“Argghhhhh!!!!” Itsuki menusuk salah satu kakinya dengan salah satu pedangnya.
“Kau masih tidak ingin mengatakannya?”
“Hahaha. Meskipun kau membunuhku sekalipun, aku tidak akan pernah mengkhianatinya. Dia adalah salah satu orang yang sangat aku percayai, aku tidak mungkin mengkhianatinya meskipun nyawaku taruhannya.”
“Kau sungguh pelayan yang setia, tapi... Sampai disini saja hidupmu.” Langkah kaki terdengar dari belakang Itsuki.
“Pimpina...”
Srashhh
Dakkk
Kepalanya terlepas dari tubuhnya, ia dipenggal oleh Itsuki. “Akhirnya kau keluar juga.”
“Berani juga kau melakukan hal itu pada para pelayanku.” (???)
“Tenang saja, sebentar lagi kau akan menyusulnya karena aku akan segera mengalahkanmu, dan setelah itu kembali ketempat yang lain lalu membantu mereka. Dan setelah itu, ini semua akan berakhir.”
“Hahaha, kau pikir bisa dengan mudah mengalahkanku.”
“Ya, itu sangat mudah. Bahkan aku sudah tau kekuatanmu. Raja para pahlawan, Riens.”
“Jika seperti itu berarti aku tak perlu menahan diri untuk melawanmu. Raja tanpa mahkota, Arthur.”
Ctang
Sfx : Adu pedang
“Gwaahhh.” Aku terpental. “S-Sial, aku sudah hampir mencapai batasku.” Meskipun aku sudah mengalihkan hampir seluruh kekuatan yang aku keluarkan ke Shirame dan Ryuga, tapi tubuhku masih belum cukup kuat untuk menahan beban kekuatan sebesar ini.
“E-Ersen, apa masih belum selesai?” (Selvi)
“Sebentar lagi, bertahanlah.”
“Aku mohon, cepatlah. Aku tidak bisa menahan mereka lebih lama lagi.”
“A-Apa-apaan kekuatan monster ini.” (Shiren)
“Gaia, serang terus. Kau hebat.” (Lucifer)
“Jika seperti ini terus aku akan dalam bahaya.”
“Cih, ini menyebalkan.” Aku perlahan mulai bangun. “Haa, aku harus mengalahkannya.”
“Yosh, sudah selesai. Kalian semua, mundur!!” (Ersen)
Mendengar aba-aba yang dikatakan Ersen, aku dan Shiren mundur. “Ersen, apa sudah selesai?”
“Ya. (tersenyum) Ini adalah mahakarya terbaikku.”
‘Wah, senyumannya menakutkan.’
Langit menjadi gelap gulita, dan angin besar mulai terbentuk disusul oleh hujan es tapi bukan dingin yang aku rasakan melainkan rasa panas. Ersen mulai mengangkat tangan kanannya. “Datanglah, mahakarya terbaikku. 7 Elemental Dragon.. Gwaaaaah…(muntah darah)”
“Ersen, kau baik-baik saja?” (Shiren)
“A-Aku tidak apa-apa…” Perlahan, 7 sosok naga raksasa mulai muncul dan masing-masing dari naga itu memiliki elemen yang berbeda-beda.
__ADS_1
‘Naga api, air, tanah, udara, petir, lava, dan juga es. Mereka, sangat kuat.’ Aku bisa merasakan kekuatan para naga itu, dan setidaknya masing-masing dari naga itu memiliki kekuatan yang setara dengan 50% kekuatan milikku. Jika jumlahnya hanya satu ekor naga, itu tidak akan berarti apa-apa. Tapi, jika 7 ekor naga itu beda cerita.
Groaaaarrr
Serangan pertama dimulai dari naga es yang menyemburkan es yang begitu padat kearah para titan, dan itu membuat para titan berhenti bergerak dan mereka membeku. Dan serangan dilanjutkan oleh naga api yang membakar es itu dan membuat perubahan suhu yang drastis.
Ctrakkkk
Ctrassss
Sfx : Pecah
Dan membuat para titan itu hancur dengan mudah. “Mereka sangat kuat.” (Selvi)
“Haha, itu adalah mahakarya terhebatku. Kekuatan yang pernah aku gunakan untuk mengguncang seluruh ras yang ada diduniaku. Kekuatan besar itu merupakan hasil dari kerja kerasku untuk menentang para petinggi dunia yang ada diduniaku.”
Grooaaarrr
24 titan itu musnah dengan sangat mudah. “Kau, beraninya menghancurkan karya terbaikku. Kalian harus membayar dengan kematian kalian. Para dewa, penuhilah panggilanku!!” (Lucifer) Seketika suasana yang baru saja gaduh secara tiba-tiba berubah menjadi tenang dan begitu hening.
“Apa yang terjadi?”
“HAHAHAHAHA!!! Rasakanlah kemarahanku! Para dewa, lenyapkan para sampah ini.”
‘Wah, meskipun masih bocah ucapannya kejam juga.’
“Cih, 17 dewa dewi Olympus.” Setidaknya itulah yang aku tau.
‘Zeus, Hera, Poseidon, Ares, Hermes, Hefaitos, Afroid, Athena, Apollo, Artemis, Hebe, Helios, Hestia, Demeter, Dionios, Hades, dan terakhir Persefone.’
Mereka berbaris dengan rapi didepan bocah itu. “Siapa kau sebenarnya?” Bisa memanggil dewa dewi Olympus dengan mudah.
“Hahaha. Para dewa dan dewiku yang terhormat. Bawakan kepala mereka padaku.” (Lucifer)
“Wah, kejam sekali ucapan bocah itu. Tapi...” (Ersen) Suasana kembali seperti semula. “Naga kesayanganku, lenyapkan mereka!!”
Grrooaaarrrr
Dan tepat saat salah satu naga milik Ersen mendekat kearah mereka.
Wusshhh
“A-Apa yang terjadi?!” Tiba-tiba saja naga itu lenyap seketika. “Ersen...”
“Cih, ini menyusahkan. Kalau begitu, kita urus yang lain dulu. Mereka belakangan.”
“Baiklah.” Setidaknya itulah rencananya, tapi... “Dimana mereka?” Mereka berdua menghilang.
“Mereka, ada bersama dengan bocah itu.” (Shiren)
“Ini menyebalkan. Jika seperti ini tidak ada pilihan lain selain mengalahkan bonekanya terlebih dahulu.”
“Ya.” Tapi, melihat naga Ersen yang lenyap seketika membuat kami harus extra hati-hati, jika tidak yang jadi korban selanjutnya pasti adalah kami.”
“Hiroaki, Selvi, Shiren, bersiaplah, kita akan langsung menyerang mereka. Hiroaki, Selvi, Shiren, kalian tangani masing-masing 4 dari mereka.”
“Baik.”
“Eh, bagaimana denganmu? Bukannya jika seperti itu masih ada 1 boneka.” (Selvi)
“Tenang saja, aku yang akan mengatasinya. Kalian fokus saja melawan musuh kalian.. dan jangan gegabah.”
“Baik.”
Dan tepat saat kami ingin menyerang.
Swuuuttt
Duarrrr
Sfx : Benturan
Sebuah benturan mengakitabatkan ledakan yang cukup besar dan itu berasal dari tempat 17 boneka dewa itu. “A-Awww, aku kurang berhati-hati. Barusan itu hampir saja.” (Itsuki)
__ADS_1
“K-Ketua!!”