
Malam hari, jam 23.23
Kami beristirahat karena mulai dari tadi pagi aku belum makan apapun. "Shura, kau baik-baik saja?"
Groooaarrrr
Aku melihat keadaan Shura, dan sepertinya dia baik-baik saja. Meskipun dia bisa terbang semalaman, tapi aku memilih untuk beristirahat. Lagipula besok mungkin saja sesuatu yang tidak terduga akan terjadi, dan sebaiknya aku harus bersiap akan hal itu.
------ Setelah selesai makan ------
Naga Shura sudah tertidur. "Ha... Sebaiknya aku juga harus tidur." Aku tak tau ini jam berapa, tapi pastinya ini sudah hampir larut malam.
Aku berbaring di atas rumput, dan rasanya cukup nyaman. "Indahnya.." Bintang disini terlihat sangat jelas, dan itu sangat indah.
Perlahan aku mulai menutup mataku dan aku tertidur.
------------
Grooaaarrrr
"Ada apa?" Mendengar suara Shura yang cukup keras, aku membuka mataku. "Shura, ada apa?"
Baru beberapa menit aku memejamkan mata, dan aku sudah terbangun akibat suara yang dibuat oleh Shura.
Groooaarrrr
"Apa ada sesuatu?"
Groooaarrrr
Aku melihat ke sekitar. "Apa ini?" Aku cukup terkejut, karena saat ini kami sedang dikerumuni oleh banyak sekali monster. "Shura, bersiaplah untuk pergi."
Grooaaarrrr
Aku langsung naik ke punggung naga Shura dan setelah itu naga Shura terbang. Dan saat aku melihat ke bawah, ternyata ada banyak sekali monster diarea ini. "Ha, lelahnya aku." Aku sangat mengantuk, dan keputusanku untuk tidak melawan monster itu sepertinya adalah hal yang benar.
Memejamkan mata, aku kemudian tidur di punggung naga Shura. Dan saat aku tidur, Shura tetap terbang menuju ke barat.
-------------------------------
Pagi hari, jam 08.22
Merasakan hembusan angin dingin, aku perlahan membuka mataku. "Hoaamm..." Cuaca pagi ini cukup dingin. "Shura, kau baik-baik saja?"
Grooaaarrrr
Entah apa yang dikatakan oleh Shura tapi sepertinya dia baik-baik saja.
Ini adalah hari ke-2 perjalananku menuju ke kerajaan Anvil, dan aku berharap hari ini tidak ada masalah di perjalanan.
Sore hari, jam 16.33
Hari ini, dari pagi hingga sore hari, tak ada masalah.
Grooaaarrrr
"Shura, ada apa?"
Groooaarrrr
"Hmmm?" Aku sama sekali tidak paham apa yang dikatakan oleh Shura. "Ah, kau ingin istirahat?"
Groooaarrrr
"Baiklah. Tapi, cari tempat yang aman dulu untuk istirahat." Karena disini adalah tempat yang tidak aku kenal, ada baiknya jika mencari tempat yang aman dulu sebelum beristirahat.
Groooaarrrr
-------- Beberapa menit kemudian -------
"Haa, segar." Shura menemukan tempat yang aman dan juga ada aliran sungainya. "Perjalanan ini masih sangat jauh, jadi kau istirahat saja. Saat kau sudah cukup istirahat, kita akan berangkat lagi."
Groooaarrrr
Shura pun beristirahat. "Ha, sebaiknya aku mencari makanan dulu." Makanan yang dibawakan oleh Lia sudah habis, dan sekarang aku tidak punya makanan lagi.
__ADS_1
Grrrrrr
"Shura, ada apa?" Shura menggerang, dan aku tak tau kenapa. "Shura, apa ada sesuatu?" Aku langsung menghampirinya.
Grrrrrr
Aku melihat ke sekelilingku. "Ada apa?"
Grrrrrr
Shura masih saja menggerang. "Cih, aku tak mengerti apa yang kau katakan."
"Huh?" Aku mendengar sedikit suara dari balik semak-semak yang ada di dekat sini. "Monster?"
Aku menyiapkan pedangku, dan sesuatu mulai keluar dari semak-semak itu. "Rusa?"
Seekor rusa tiba-tiba saja keluar dari semak-semak itu, dan itu berarti. "Makanan... Shura, bersiap-siaplah."
Groooaarrrr
Dengan cepat aku langsung berlari menuju ke arah rusa itu. "Rasakan ini..."
Setelah itu...
"Hmm... Ini enak. Shura, bagaimana denganmu?"
Groooaarrrr
"Hahaha, aku tidak mengerti kau berkata apa, tapi sepertinya kau menikmati makanan besar ini."
Saat aku mengejar rusa itu, tiba-tiba saja rusa yang lain ikut muncul dan sudah jelas.
Aku memanggang rusa itu dengan nafas api naga Shura, dengan menambahkan sedikit bumbu yang ada di barang bawaanku, rusa bakar ini menjadi sangat lezat.
"Ha, aku kenyang. Terimakasih atas makanannya." Sambil memengang perutku yang kembung, aku membaringkan tubuhku. "Shura, bagaimana denganmu?"
Groooaarrrr
"Ha... Sudahlah." Karena kekenyangan, aku perlahan menutup mataku. "Hoaam, aku mengantuk."
Aku melihat ke arah Shura, dan ia masih memakan rusa yang aku tangkap tadi. "Shura, saat aku bangun kita akan berangkat."
Groooaarrrr
---------
Tengah malam, jam 23.44
Dalam tidurku yang nyenyak, aku langsung membuka mataku. "Ada sesuatu yang mendekat." Aku merasa kalau ada sesuatu yang mendekat. "Shura, bangun." Aku langsung membangunkan Shura yang tertidur.
Groooaarrrr
Aku langsung naik ke punggung naga Shura. "Shura, ayo pergi."
Groooaarrrr
Shura terbang menjauh dari tempat ini. Dan dari bawah, aku bisa melihat ribuan monster yang belum pernah aku temui sedang berada di bawahku. "Monster apa itu?" Sepertinya keputusanku untuk pergi dari tempat ini adalah pilihan terbaik.
Shura kembali terbang menuju ke arah barat.
---------
Hari ke-3 perjalanan
Pagi hari, jam 09.33
Matahari sudah terbit cukup tinggi, dan aku masih berbaring di atas punggung naga Shura. "Shura, apa tempatnya masih jauh?"
Groooaarrrr
"Huh..." Aku merasa sangat malas, aku tidak bisa tidur dengan nyenyak kemarin karena diganggu oleh monster itu. "Aku harap kita bisa segera sampai."
Ini adalah hari ke-3 perjalananku, dan masih tersisa 3 hari perjalanan lagi untukku bisa sampai di kerajaan Anvil.
Grooaaarrrr
__ADS_1
"Huh? Shura, ada apa?" Tiba-tiba saja Shura bertingkah aneh. "Shura, apa yang terjadi padamu?"
Groooaarrrr
Shura berhenti bergerak, dan hanya melayang di udara. "Shura, ada apa?"
Groooaarrrr
"Ha... Seharusnya aku kursus bahasa naga dulu." Aku tak tau apa yang dikatakan olehnya, tapi yang pasti Shura sama sekali tidak bergerak.
Dan saat aku melihat ke arah depan. "Kerajaan?" Didepanku, aku melihat sebuah kerajaan yang cukup besar. "Apa kita sudah sampai?"
Groooaarrrr
"Tunggu tunggu tunggu, bukannya ini masih 3 hari perjalanan. Mungkin itu adalah kerajaan lain." Setidaknya itulah yang aku pikirkan, sampai.
"Shura?" Shura tiba-tiba saja perlahan mulai turun. "Shura? Ada apa?"
-------- Beberapa saat kemudian --------
Karena Shura turun, akupun turun dari punggungnya. "Shura, ada apa denganmu?"
Groooaarrrr
"Eeh....." Tiba-tiba saja Shura terbang. "Shura, tunggu!"
Groooaarrrr
"SHURA!!" Shura kemudian terbang menjauh. "Ha... Aku ditinggalkan." Aku kembali berfikir. "Apa aku sudah sampai? Tapi, bukannya dewa Sha sendiri yang bilang kalau untuk sampai di kerajaan Anvil butuh waktu setidaknya 6 hari."
"Ha. Sudahlah, mungkin saja dia akan kembali." Aku kemudian berjalan menuju ke kerajaan itu.
--------- Beberapa jam kemudian ---------
Sore hari, jam 16.24
"Ha, akhirnya aku sampai juga." Setelah hampir beberapa jam berjalan, aku akhirnya sampai juga.
Aku melihat gerbang yang dijaga oleh beberapa prajurit, dan karena aku tidak ingin membuang waktu lagi aku segera mendekat.
—————————————
"Berhenti.!" (Prajurit)
Mengarahkan senjata tombaknya padaku, langkah kakiku terhenti tepat sebelum aku masuk ke dalam kerajaan itu. "Aku belum pernah melihatmu. Siapa kau, darimana asalmu dan katakan apa tujuanmu kemari."
"Waduh, diinterogasi nih." Aku menjawab dengan biasa.
"Aku hanya seorang petualang, dan aku kesini karena ada yang bilang padaku kalau disini ada sesuatu yang menarik." Aku kira saat aku berkata seperti itu aku akan diperbolehkan untuk masuk, tapi...
"Petualang, ya. Kalau begitu, tunjukkan kartu petualangan mu."
"Aduh, merepotkan." Penjagaan disini bisa aku bilang sangat ketat. Tapi, karena aku tidak ingin mencari masalah, aku perlahan mengeluarkan kartu petualang milikku yang aku taruh di kantung. "Ini."
"Petualang tingkat D, ya." Kemudian prajurit itu melirik ke araku.
"Eeeeh, apa ada yang salah denganku?" Karena prajurit itu melirikku, aku merasa sedikit aneh.
"Tidak. Maaf sudah mencurigaimu."
"Ah, tidak masalah. Tapi, memangnya ada apa?" Karena ada yang aneh, aku putuskan untuk bertanya dan siapa tau aku mendapatkan informasi yang berguna di kerajaan ini.
"Beberapa hari lalu, ada iblis yang menyamar sebagai manusia."
"Huh? Iblis yang menyamar sebagai manusia? Bagaimana bisa?" Ini pertama kalinya aku mendengar hal itu.
"Entahlah, tapi iblis itu berhasil membunuh 10% populasi manusia di kerajaan ini."
"10%, ya. Begitu..." Aku jadi tau kenapa prajurit ini memeriksaku dengan cukup ketat, dan jika hal seperti ini terjadi di kerajaanku, aku pasti akan melakukan hal yang sama. "Ah... Maaf sudah mengganggu pekerjaanmu."
"Tidak masalah."
"Kalau begitu, aku akan masuk." Aku rasa prajurit itu cukup ramah, tapi karena kejadian yang pernah menimpa kerajaan ini beberapa hari lalu pasti membuat para prajurit disini sangat waspada. Dan 1 hal yang membuatku terkejut saat prajurit itu kembali berbicara denganku.
"Oh, ya. Selamat datang di kerajaan Anvil.."
__ADS_1
Kerajaan Anvil, tempat dimana ritual pemanggilan akan dilaksanakan dalam beberapa hari setelah kedatanganku.
Bersambung...