
Pagi hari, 08.26.
Dalam perjalanan ke sekolah
“Ha...” Aku menghela panjang. “Tidak ada yang terjadi.” Aku kira hari ini aku akan langsung dicegat oleh para guardian, ternyata tidak. Bahkan tidak ada yang terjadi mulai saat aku pergi tadi.
Beberapa menit kemudian.
Aku hampir sampai di sekolah, dan saat itulah.
Swuuuutt
Dakkk
Sebuah anak panah tertuju kearahku, dan aku berhasil menghindarinya. “Menyerang tepat dititik buta.” Itu lumayan, tapi tidak akan berguna untukku. “Dari mana asalnya?” Aku sama sekali tidak merasakan ada siapapun disini, dan tidak mungkin sebuah anak panah bisa ditembakkan dari kejauhan. “Dia pasti ada disekitar sini.”
Beberapa saat kemudian
“Haa, sudahlah.” Aku tidak bisa merasakan hawa keberadaannya. Akupun masuk kedalam area sekolah, tapi..
Kringgggg Kringggggg
“Haa, datang lagi.” Alarm yang menandakan munculnya monster berbunyi. “Ini masih pagi loh.” Sambil menggerutu, aku kembali berjalan keluar area sekolah.
Beberapa menit kemudian.
Taman
Aku saat ini tengah bersantai di bangku taman, berbaring sambil melihat langit yang cerah hari ini. “Haa, ini sangat membosankan.” Tak ada satupun monster yang mendekat kearahku, dan itu membuatku sangat bosan. “Tidur aja deh.” Aku perlahan mulai menutup mataku. Itu yang ingin aku lakukan, tapi...
Swutttt
Sebuah anak panah hampir saja mengenaiku. “Haa, siapa sih. Menggangu hari tenangku saja.” Aku berganti posisi dari yang semula berbaring, menjadi duduk. “Hmm, tunggu sebentar. Anak panah.” Itu mengingatkanku dengan seorang gadis yang bersama dengan Sylvi Angelia waktu itu. “Kalau tidak salah, senjatanya adalah busur.” Jika itu benar, berarti yang menyerangku tadi dan barusan adalah gadis itu.
“Haa..” Aku berdiri. “Baiklah...” Aku perlahan keluar dari area taman. “Hee, ternyata ada orang lain disini, ya.” Dibelakangku, aku merasakan ada seseorang, dan aku baru menyadari hal itu.
“Sepertinya, kau ini cukup hebat. Apa kau ingin bertarung melawanku?” (???)
__ADS_1
Aku berbalik dan melihat kearahnya. “Pengguna belati, ya.” Ia memengang 2 belati, dan bisa dipastikan kalau dia adalah seorang guardian. “Haa, padahal aku harap bisa mendapatkan lawan yang seimbang denganku. Tapi, sudahlah.” Karena ia sudah menawarkan diri, mau bagaimana lagi
“Shirame.”
“Pengguna pedang, ya. Tepat seperti yang dikatakan olehnya.”
'Dikatakan olehnya? Hmm, begitu.' Sang Shinigami memberikan infomasi pada mereka, tapi itu sama sekali tidak akan merubah apapun. “Apa kau sudah siap?”
“Aku dengar kau sangat kuat, jadi... Hiburlah aku.”
“Sesuai dengan permintaanmu, tapi itu juga berlaku sebaiknya. Hiburlah aku dengan hiburan terbaik yang bisa kau berikan padaku.”
"Dengan senang hati, aku akan menghiburmu." (82 hari lagi sebelum kembali)
Beberapa lama setelah itu.
“Ha, ha, ha...”
“Ada apa? Apa hanya segitu kemampuanmu.” Setelah beberapa menit bertarung, dia mulai kelelahan. 'aku cukup kecewa dengannya.' Aku pikir bisa menghadapinya dengan cukup serius dan aku pikir dia juga akan sedikit mendesakku atau apa. Tapi ternyata tidak.
Swuuutttt
Swuuutt
Aku melemparkan anak panah yang berhasil aku tangkap itu ke arah orang yang menembakku, tapi aku agak sedikit meurbah jalurnya karena aku tidak ingin membunuh guardian didunia ini karena itu mungkin akan menyebabkan masalah.
Duarrrrrr
“Lumayan juga.” Jaraknya sekitar 500 meter dari tempatku berdiri sekarang, dan orang yang menembakku ia berada di atas sebuah gedung kecil. “Jika elemen cahaya, melakukan hal seperti itu wajar saja.” Karena elemen yang digunakan adalah cahaya, kecepatan anak panahnya bisa diatur, dan mungkin saja ia bisa menembak dari jarak yang lebih jauh dari ini. Tapi... “Bagaimana caranya ia melihat?” Meskipun bisa menembak, tapi itu tidak akan berguna jika ia tidak bisa melihat targetnya. “Haa, sudahlah, tidak ada gunanya memikirkan hal seperti itu... ... Ehh? Hilang?” Saat aku melihat ke arah orang yang baru saja melawanku, ia menghilang begitu saja. “Membosankan.”
Aku tak tau harus kemana lagi, dan aku putuskan untuk mencari gadis yang harus aku lindungi itu dulu. Meskipun dia adalah seorang guardian, tapi karena dia adalah misi yang diberikan oleh dewa Sha, aku harus melakukannya.
Beberapa menit kemudian.
Kringggggg
Alarm berbunyi, dan itu berarti para monster sudah pergi. Dan ini masih pagi hari.
__ADS_1
“Pergi kemana, ya.” Sejak pertama kali datang kedunia ini, aku sama sekali belum sempat berjalan-jalan. “Ke taman hiburan ajalah.” Karena tak menemukan tujuan, aku putuskan untuk pergi ke taman hiburan. Lagipula mungkin disana aku bisa melihat-lihat sesuatu yang menarik.
Beberapa lama kemudian, di taman hiburan.
“Sudah lama aku tidak ketempat ini. Mungkin sejak aku kecil.” Pergi kesini sedikit mengingatkanku pada kenangan masa lalu.
Karena baru saja alarm perginya monster berbunyi, tak ada seorangpun disini. “Taman hiburan, ya.” Mungkin akan cukup menyenangkan kalau di kerajaanku juga ada tempat seperti ini. Aku perlahan pergi dari tempat ini, karena mungkin tempat ini akan kembali buka nanti.
Beberapa menit kemudian.
Sebuah jalanan yang begitu sepi
Aku merasa kalau aku sedang diikuti. “Keluarlah.” Saat aku berkata seperti itu, tak ada yang keluar. “Hanya perasaanku saja?” Aku kembali melanjutkan perjalanan, tapi...
“Shirame.”
Crittt
Crakkkk
Aku mencoba untuk menangkis serangan yang ditujukan padaku, tapi malah Shirame yang terlepas dari tanganku. “Ugh, ternyata berat juga pedang ini, ya.” (???) Ia memengang Shirame.
“Pengguna rantai, ya.” Ia melilitkan rantainya ke Shirame dan itulah yang membuatku melepaskan Shirame dari tanganku. “Cepat berikan pedangku itu.”
“Hahaha, jangan mimpi, jika tanpa senjata kau tidak akan bisa bertarung. Benar’kan.” Yang dikatakan olehnya memang benar. Tapi...
“Apa kau yakin? Meskipun tanpa senjata, jika hanya kau sendirian masih belum bisa mengalahkanku.”
“Hahaha, kau sangat sombong, siapa bilang aku seorang diri.” Satu persatu teman dari orang itu muncul. “Bagaimana, 8 lawan 1, apa sekarang kau masih bisa menyombongkan dirimu?”
Salah satu dari mereka, terdapat seorang gadis yang harus aku lindungi, dan aku tak melihat sang Shinigami diantara mereka. “Wah wah, ini cukup merepotkan. Tapi... (tersenyum)”
“Kau, kenapa kau tersenyum?!! Apa ada yang lucu!!”
“T-Tidak ada, hanya saja. Aku berharap kalau kalian bisa menghiburku meskipun hanya sedikit.”
“KAU!! Semuanya... Serang!!”
__ADS_1
Kapak, tombak, pedang, belati, panah, rantai, pedang besar, dan juga tongkat. Sepertinya setiap senjata yang mereka gunakan memiliki keuniakannya tersendiri, dan entah kenapa ini sangat membuatku bersemangat. “Aku harap kalian semua bisa menghilangkan rasa bosanku ini.”