Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
30


__ADS_3

Pagi hari, jam 06.32


"Hoaamm.. (menguap)" Hari ini pagi yang cerah, dan sudah 1 bulan berlalu aku membangun kerajaan ini.


Selama 1 bulan terakhir, sudah banyak perubahan yang aku lakukan. Mulai dari membuat sekolah hingga meningkatkan perekonomian pasar. Aku cukup beruntung karena kerajaanku berada cukup dekan dengan laut, aku mendapatkan banyak sekali keuntungan dari hal itu, dan juga sudah ada beberapa desa yang dibangun di samping kerajaan ini dan itu membuat kerajaanku terlihat semakin besar. Dan tepat seperti yang dewa Sha katakan padaku waktu itu, kalau aku bisa membuat kerajaan ini berkembang hanya dalam waktu 1 bulan saja.


Berkat sedikit bantuan dari dewa Sha dan juga sedikit pengetahuanku dari duniaku sebelumnya, aku membuat  jam dan juga beberapa barang yang menurutku berguna untuk digunakan sehari-hari. 


"Sebaiknya kau harus menyiapkan dirimu, karena besok kau harus segera berangkat seperti yang sudah aku katakan padamu 1 bulan yang lalu." (telepati dewa Sha) Sudah 1 bulan dewa Sha tidak menghubungiku, dan saat ia menghubungiku ia hanya memberitahu kalau aku harus bersiap untuk berangkat besok.


"Iya iya, aku akan bersiap-siap untuk pergi besok."


"Baiklah kalau begitu, aku akan menghubungimu lagi besok." (menutup telepati)


"Besok, ya. Sepertinya aku memang harus pergi besok." Aku bangun dari tempat tidurku, dan langsung mandi. 'Aku juga menambahkan sedikit perbaikan di kamar milikku, aku menambahkan kamar mandi yang cukup luas yang di isi dengan air panas atau bisa di bilang pemandian air panas pribadiku.'


------- 15 menit kemudian -------


Aku selesai mandi san juga aku sudah selesai bersiap-siap. Hari ini aku berencana untuk mengelilingi kerajaan sebelum aku pergi besok. "Apa sebaiknya aku harus menyamar, ya," Entah kenapa beberapa hari terakhir ini, setiap kali aku keluar istana untuk berjalan-jalan di kota yang ada di kerajaanku, setiap orang yang melihatku menghentikan pekerjaanya dan memberikan hormat padaku. Dan aku merasa tak enak dengan para penduduk yang sedang bekerja, dan oleh karena itu aku mencoba untuk menyamar menjadi orang biasa, lagipula aku merasa tidak nyaman jika harus keluar dengan pakaian yang seperti biasa aku gunakan.


"Ah.. Sepertinya begini juga sudah bagus." Saat ini aku sedang memakai jaket yang aku buat dari penjahit hebat yang ada di kerajaan, hasilnya cukup memuaskan dan yang paling penting, ini terlihat sangat cocok untukku.


Akupun keluar dari kamar, aku tidak lewat pintu keluar melainkan keluar melewati jendela kamarku. Kemudian, aku dengan melompati tembok pembatas istana yang cukup tinggi. Aku rasa kemampuanku sudah cukup meningkat dan aku bisa melakukan hal seperti ini dengan sangat mudah dibandingkan dengan saat pertama kali aku menyusup ke kerajaan Slavic, aku harus menghancurkan tembok dulu untuk menorobos masuk.


{ Kerajaan Riel : Bagian berat area Perkotaan. }


Pagi hari jam, 09.23


Butuh waktu kurang lebih 1 jam untuk sampai di area perkotaan yang ada di bagian barat, biasanya aku hanya membutuhkan waktu kurang lebih 15-20 menit saja untuk sampai di sini tapi itu menggunakan kereta kuda, dan masalahnya saat ini aku sedang berjalan kaki.


Seperti biasa, keadaan di kota ini selalu ramai dengan orang yang berdagang, dan tak jarang juga ada pedagang dari luar kerajaan mampir ke sini untuk membeli ataupun menjual barang yang mereka bawa. "Sepertinya, kerajaan ini sudah berkembang cukup pesat." Akupun melanjutkan jalan-jalan santaiku.


------ Beberapa menit kemudian ------


Dan seperti yang aku duga, tak ada orang yang menyadari kalau sang raja sedang berbaur dengan para raknyatnya. Ini semua berkat jaket ini. "Sebaiknya aku pergi kemana lagi, ya?" Aku cukup bingung kemana aku harus pergi selanjutnya. 


"Di guild katanya ada misi yang bagus, apa kau mau mengambilnya." (???)


"Benarkah? Kalau begitu, ayo kita pergi sekarang" (???)


"Guild, ya. Sepertinya itu akan menyenangkan." Aku berencana untuk pergi ke guild, lagipula aku sudah lama tidak datang ke guild, sekitar 1 bulan karena aku cukup sibuk untuk membuat kerajaanku berkembang seperti saat ini. Akupun berjalan menuju ke guild.


------- Beberapa manit kemudian ------


Aku sampai di depan guild. "Ternyata guild di kerajaanku ini besar juga, ya." Ini pertama kalinya aku datang ke guild yang ada di kerajaanku, dan ternyata guildnya besar juga. Guild berada cukup dekat dengan area perkotaan. Akupun masuk ke dalam guild.


Kreekk.


Di dalam cukup ramai, berbagai ras berkumpul di guild ini. Tapi, sapai saat ini aku masih saja tidak pernah melihat ras iblis, aku cukup penasaran, bagaimana sih wujud dari ras iblis itu. 


"Bagaimana dengan quest ini?" (???)


"Sepertinya menarik, baiklah kita ambil ini saja." (???)


Dukk.


Seseorang menyengol bahuku. "M-maaf, apa kau tidak apa-apa?" (???) Ia adalah seorang gadis Elf.


"T-tidak apa-apa." Elf ini terlihat cantik dengan rambut pirang panjangnya.


"Sia, ayo cepat!! Kita akan segera berangkat." (???)


"B-baik!! (membungkuk) Kalau begitu, aku permisi. (pergi)" (Sia)


"Y-ya." Elf itu bernama Sia, aku tak tau nama lengkapnya. Tapi, teman partynya memaggilnya dengan nama Sia, hanya itu yang aku tau. Dan sepertinya ia mengambil sebuah quest dan aku tak tau apa questnya.


------ Beberapa menit kemudian -------

__ADS_1


[ Diluar guild ]


"Baiklah, selanjutnya aku akan pergi kemana lagi?" Terpikirkan 1 tempat yang menurutku menarik. "Bagaimana kalau aku pergi ke sana saja." Akupun berangkat menuju ke tempat yang ingin aku kunjungi itu.


------- 20-30 menit kemudian -------


Aku sampai di tujuanku, sebuah sekolah yang aku bangun. Sekolah ini menyamaratakan semua murid, tak peduli kalau ia adalah seorang bangsawan ataupun anak raja, mereka yang masuk ke sekolah ini akan mendapatkan hak yang sama. Dan sekolah ini juga menerima semua anak yang  ingin mendapatkan pengetahuan tentang sihir, kemampuan berpedang, dan juga hal lainnya, seperti berbisnis.


Aku cukup bersyukur karena aku sudah membuat sekolah, tepat setelah beberapa hari aku menjadi raja di kerajaan ini, aku begitu prihatin dengan anak yang tak bisa mendapatkan pendidikan yang pantas. Oleh karena itu aku mendirikan sekolah ini, agar anak-anak yang hidup di keluarga yang kurang mampu bisa mendapatkan pendidikan yang pantas. Lagipula, sekolah yang aku buat ini tidak meminta biaya sepeserpun, dan itu membuat banyak anak yang ingin masuk ke sekolah yang aku buat ini.


"Maaf, tuan. Ada yang bisa saya bantu?" (penjaga) Salah-satu penjaga menghampiriku.


"Eh.. Tidak apa-apa, aku hanya ingin melihat anak-anak itu."


"Oh begitu. Apa anda juga berfikiran sama denganku?"


"Eh..?"


"Saya bersyukur karena yang menjadi raja di kerajaan ini adalah yang mulia Hikari. Berkat beliau, kerajaan ini berkembang sangat pesat bahkan melebihi kerajaan-kerajaan yang lain. Saya sangat mengagumi beliau."


"Begitu, ya." Aku cukup kaget karena prajurit ini mengangumiku. Aku besyukur karena aku memiliki sedikit pengetahuan dari duniaku sebelumnya, dan juga aku sangat berterima kasih pada dewa Sha karena tanpa bantuan darinya, aku tak akan bisa membuat kerajaan seperti ini. "Kalau begitu, aku akan melanjutkan perjalananku."


"Baiklah, hati-hati di jalan."


Akupun pergi. "Baiklah, sekarang sebaiknya aku pergi kemana?"


Grrr.. (suara perut)


"Ahh, sial.. Aku lupa tidak sarapan pagi tadi." Aku berjalan  mencari tempat makan.


------- Beberapa menit kemudian -------


Saat ini aku sedang berada di sebuah tempat makan. "Permisi, aku ingin memesan makanan." Aku memanggil pelayan.


"Tolong tunggu sebentar." (pelayan) Tempat ini cukup ramai, dan untuk beberapa alasan sepertinya tempat makan ini adalah tempat makan yang cukup populer dikalangan perempuan. Itu karena hampir seluruh pengunjung yang datang ke tempat ini semuanya adalah perempuan. "Kenapa aku memilih tempat seperti ini?"


"Aku ingin memesan makanan biasa saja." Mengingat aku hanya membawa sedikit uang (50 koin perak) yang aku sengaja taruh di kantong jaket ini untuk persiapan hari ini, dan karena itu aku hanya memesan makanan yang sederhana.


"Baiklah, tuan. Tolong tunggu sebentar."


------ Beberapa menit kemudian -------


"ini pesanan anda, tuan. Semuanya 30 koin perak."


"Ini. (memberi koin)" Aku rasa makanan yang ada di sini cukup mahal, aku hanya memesan makan biasa dan harganya 30 koin perak, apalagi kalau aku memesan makanan spesial yang ada di sini, pasti akan sangat mahal.


Akupun memakan makanan yang aku pesan.


------- 10-15 menit kemudian --------


Aku sudah selesai makan dan aku rasa makanan ini memiliki rasa yang cukup enak, dan sepertinya harga 30 koin perak itu tidak terbuang sia-sia. "Baiklah, sekarang aku akan pergi kemana lagi?" Aku tak menemukan tempat untuk berjalan.


"Hey, apa kau mau ketaman bersama denganku?" (Cowok)


"Sepertinya itu ide yang bagus. Kalau begitu, ayo." (Cewek) Mereka pergi.


"Taman, ya. Sepertinya itu bagus untuk menjadi tempat menenangkan pikiran." Aku membuat sebuah taman yang cukup besar yang berada di tengah-tangah kerajaan. Sebenarnya aku sedikit terinspirasi dengan taman yang ada di kerajaan Chamos, dan aku rasa itu akan cukup bagus jika ada sebuah taman di kerajaanku. "Baiklah, aku akan pergi kesana saja." Akupun berjalan menuju ke taman.


------- Beberapa menit kemudian ------


Aku sampai di taman. Taman ini memang sangat indah dan juga sangat luas, para pekerja yang mengerjakan taman ini juga memberikan tempat duduk di setiap sisi dari taman ini agar para pengunjung yang datang ke taman ini bisa duduk beristirahat maupun hanya untuk menikmati indahnya taman ini.


Akupun mulai menjelajahi taman yang luas ini. 


-------- Setelah beberapa menit -------


Ternyata banyak pasangan muda yang datang ketaman ini hanya untuk menghabiskan waktu, dan aku sedikit cemburu dengan mereka semua. Dan jika aku mengajak Rin ataupun Emilia untuk jalan-jalan ke taman ini, mungkin itu bukan hal yang baik. Karena itu pasti akan menggangu pasangan yang sedang berada ditaman ini, mereka pasti akan meninggalkan taman ini untuk menghormatiku dan juga itu akan terasa tidak asik. 

__ADS_1


------- Setelah beberapa lama menjelajahi taman ------


Siang hari, jam 12.00


Dungggg.. 3x. (Suara bel menara jam)


"Sepertinya sudah tengah hari. Sepertinya aku merasa kalau hari berlalu sangat cepat." Aku sama sekali tak sadar kalau sudah tengah hari. "Apa yang akan aku lakukan, setelah ini? Apa aku akan kembali saja ke istana?" Aku tak menemukan tujuanku selanjutnya. Kerajaan ini sangat luas, dan bahkan aku hanya tau sebagian tempat yang menarik saja dan tempat-tempat itu sudah pernah aku kunjungi sebelumnya.


"Sepertinya aku akan jalan-jalan sebentar lagi." Karena tak menemukan tujuan, akupun memutuskan untuk berjalan-jalan mengelilingi tempat ini (taman).


-------- Berjam-jam kemudian -------


Sore hari, jam 15.44


"Hoaaamm.. (menguap) Sepertinya sudah tidak ada tempat yang aku ingin datangi lagi." Saat ini aku sedang berbaring di salah-satu kursi panjang yang ada di taman ini, dan entah kenapa aku merasa sangat mengantuk. "Aku mengantuk, tidur aja deh." Akupun memutuskan untuk tidur.


------- Setelah berjam-jam tidur ------


Malam hari, jam 19.55


Hawa dingin mulai terasa dan itu membuatku kedinginan dan segera bangun. "Ah.. Sudah malam?" Aku tak sadar kalau aku sudah tidur cukup  lama, dan taman ini semakin malam semakin ramai saja. "Sebaiknya aku segera kembali, mereka pasti menghawatirkanku. Lagipula aku sudah cukup lama berjalan-jalan, dan aku cukup khawatir jika terjadi hal yang buruk kalau mereka tau aku tidak ada di kamar."


"Perhatian!! Yang mulia raja menghilang dari kamarnya sejak tadi pagi!!" (prajurit)


Dan benar saja, apa yang aku duga ternyata terjadi. "Yang mulia raja menghilang? (panik)"


"Iya, oleh kerena itu. Barang siapa yang menemukan yang mulia raja silahkan beritau pihak istana sekarang juga."


"Cih gawat, aku harus segera kembali." Akupun bergegas kembali ke istana, aku menghawatirkan 1 hal yaitu Inori. Aku takut kalau dia akan berubah menjadi serigala raksasa, karena ia tau kalau aku menghilang dari istana sejak pagi.


-------- Beberapa menit kemudian ------


Aku sampai di depan pintu gerbang istana, dan seperti biasa ada penjaga yang menjaga. Akupun membuka jaket yang aku pakai. "Y-yang mulia. (membungkuk memberi hormat)" (para penjaga)


"Aku ingin berita tentang hilangnya raja segera di hapus." Aku tak ingin terjadi keributan karena hal kecil seperti itu.


"B-baik Yang mulia."


Setelah mengatakan itu, aku segera masuk kedalam istana. "Papa!!" Inori langsung melompat dan memelukku, dan karena hal itu membuatku jatuh terduduk. "Papa dari mana saja? Aku khawatir." 


"Hi-chan. Kau darimana saja?! (marah)"


"Hiroaki. Apa kau tau betapa khawatirnya kami, saat tau kau menghilang dari kamarmu?" 


"Ehh.. (memengang kepala dengan satu tangan) Aku hanya berjalan-jalan sebentar."


"Apa kau kira berjalan seharian penuh itu sebentar."


"Wahh. Sepertinya aku akan mendapatkan sebuah ceramah panjang nih." Karena Rin dan Emilia sudah marah padaku, aku pasti akan di ceramahi habis-habisan oleh mereka. "L-Lia.."


"Ya, Hiroaki-sama."


"Bisa kau bawa Inori ke kamarnya." Aku tak ingin Inori mendengar ceramah mereka berdua.


"Baiklah, Hiroaki-sama. Ayo kita kembali ke kamar, Inori."


"B-baiklah." Lia dan Inori pergi kembali kekamar mereka.


"Kemana saja kau seharian ini?!" (Emilia)


"Aku hanya berkeliling saja."


"Katakan yang jujur."


"Ahh. Sepertinya ini akan menjadi malam yang panjang."


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2