
Sfx : Ledakan.
“Wah, tadi itu hampir saja.”
“Hiroaki, kau baik-baik saja?”
“Ya, setidaknya aku tidak apa-apa.” Melawan musuh yang lebih banyak, sudah jelas berbedaan kekuatan yang sangat besar.
Sfx : Adu pedang
Ctang
Ctang
Ctang
“Hiroaki, menyingkir!!” (Ersen)
“Baik.”
Brussshh. Sfx : semburan api.
“Cih, pelindung. Hiroaki, mundur.”
“Baik.” Aku kembali ke tempat Ersen.
“Lawan kita kali ini sepertinya pengguna pedang sama sepertimu, dan juga yang ada di belakangnya adalah seorang penyihir.” Saat ini, aku dan Ersen sedang bekerja sama untuk megalahkan 2 orang ini. Iras, Selvi, dan Karen mereka juga sedang mencoba untuk mengalahkan 3 orang lainnya. Atau bisa dibilang setiap orang mendapatkan 1 musuh. Tapi, ketua sendiri melawan 5 musuh sekaligus.
“Ersen, apa yang harus kita lakukan sekarang.”
“Pertama, serang penyihir musuh. Jika pernyihirnya kalah kita bisa dengan mudah mengalahkan yang satunya.”
“Tapi, bagaimana denganmu? Bukannya seorang penyihir sepertimu tidak bisa berhadapan langsung dengan musuh. Jika pengguna pedang itu menyerangmu, apa yang akan kau lakukan?”
“Tenang saja, aku bisa mengatasinya. Lagipula aku ini bukan penyihir, tapi seorang ahli sihir.”
“Kalau begitu, baiklah.”
Step
Dash
Aku bergerak dengan cepat dan mulai mengincari penyihir itu sesuai yang dikatakan Ersen.
Ctang
“Cih.” Pengguna pedang ini menghalangiku. “Sudah kuduga, pastinya tidak akan semudah itu.” Menggunakan 25% kekuatanku, aku masih belum bisa mengalahkannya. “Bagaimana kalau begini, penggunaan kekuatan. 35%.” Sesaat setelah aku menggunakan kekuatanku, angin besar mulai terbentuk. “Baiklah, waktunya serius.”
Sementara itu.
Melihat ke atas, warna langit mulai menjadi gelap, dan angin besar mulai berhembus kencang. “Wah wah. Sepertinya dia sudah sedikit serius. Haa, bagaimana, apa kita bisa mulai permainan ini.” (Itsuki)
“Kau, apa bisa melawan melawan kami ber-5.”
“Ren, Lui, Think, dan Miko.. aku masih membuka 1 kesempatan untuk kalian ber-4. Jika kalian masih mau bergabung denganku, maka aku akan menerima kalian dan melupakan apa yang sudah terjadi hari ini.”
“Hah. Kau sendirian, tidak mungkin bisa mengalahkan kami. Setelah membunuhmu, sisanya tinggal anggotamu yang lain.” (Ren)
“Begitu, jadi kalian menolak, ya. Miko, Lui, bagaimana dengan kalian?”
“Aku tidak tertarik dengan kelompok lemah kalian..” (Lui)
“M-Maaf, meskipun di kelompokmu sangat menyenangkan, tapi aku tak bisa meninggalkan kelompok ini.” (Miko)
“Begitu. Jika seperti itu, mau bagaimana lagi.” Kurome dan Kamii muncul di tangan kanan dan kiri Itsuki. “Selamat tinggal.”
Srassshh
Seranganku berhasil mengenainya tepat dibagian perutnya. “HIROAKI, CEPAT MUNDUR!!”
Mendengar Ersen berteriak, aku langsung mundur. “Ersen, ada apa?”
“Dia, palsu.”
“Huh?”
“Lihat lukanya.”
“A-Apa…” Tidak ada bekas luka sedikitpun. “Padahal aku yakin sudah mengenainya.”
“Sudah aku bilang, penyihir itu palsu.”
“Palsu?”
“Yang asli pasti sedang bersembunyi disuatu tempat.”
“Cih, melakukan hal curang seperti ini.”
__ADS_1
“Ini adalah pertempuran, kau bisa melakukan segala cara untuk bisa memenangkan pertempuran. Mau itu cara licik, atau apapun itu.”
“Sangat menyebalkan.”
“Kita harus cari cara lain.”
“Cara apa?”
“Entahlah. Ayo pikirkan.”
“Tidak ada waktu!!”
Ctang
Aku menahan serangan pengguna pedang itu. “Ugh… K-Kuat..” Serangannya lebih kuat dari sebelumnya.
Ctang
“Hiroaki, tahan dia selama mungkin. Aku akan melakukan sesuatu.”
“B-Baik. akan aku usahakan.” Meskipun begitu, dengan kekuatanku yang sekarang bahkan aku kesulitan untuk mengalahkannya. “Padahal sudah pake yang 35%.” Kekuatannya hampir setara dengan kekuatanku.
Ctangg
Ctanggg
Ctangg
Ctangg
Sfx : Adu pedang
“Ha, ha, ha, apa-apaan itu.” Semakin lama, serangannya semakin kuat. Jika terus seperti ini, kekuatan serangannya bisa jadi lebih kuat dariku. “Ersen, apa kau sudah selesai.”
“Tunggu, sedikit lagi. Jika ingin cepat, jangan ganggu aku. Aku harus fokus.”
“Cih, sial.” Aku tak tau bisa bertahan berapa lama lagi melawannya. Jika tidak cepat, kemungkinan aku akan segera kalah.
Ctang
Ctang
Ctang
Ctrashhh
“Gwaaahhh.” Aku terpental.
“S-Sial. Coba saja tadi langsung pake yang 50%.” Kekuatannya sudah jauh lebih kuat dariku, dan aku tak sanggup melawannya sekarang. Tenagaku sudah mulai habis, dan karena itu aku tak bisa meningkatkan penggunaan kekuatanku lagi.
“Maaf membuatmu menunggu.”
“Kau lama.” Tepat saat itu, persiapan Ersen sepertinya selesai.
“Rasakanlah sihir terkuat ke-3 milikku.” Suasana disini berubah, hening dan hembusan angin yang bertiup kencang tiba-tiba saja menghilang.
“Ersen, apa yang terjadi?”
“Lihat saja.”
“Huh?”
“Rasakan, sihir 6 elemen milikku..” Angin tornado mulai terbentuk, dan bukan hanya satu tapi ada 6 tornado dengan 6 elemen yang berbeda-beda. “Rasakanlah. Six strom elementary.”
“Apa kau tidak punya nama yang lebih bagus lagi dari itu.”
Tornado itu mengelilingi mereka berdua. “Dengan begini, kalian berdua tidak akan bisa lari.”
Mereka mencoba untuk melepaskan diri, tapi itu semua gagal.
Perlahan tornado itu mulai mengecil, dan mulai mengapit mereka.
Wussshhhh
“A-Apa, apa yang terjadi…” (Ersen)
“Ersen, apa yang terjadi?” Seketika tornado elemen itu menghilang, menghilang begitu saja.
“Ahhh. Ersen, maaf mengganggumu.”
“K-Ketua.” Ketua Itsuki muncul entah dari mana dan menghampiri musuh yang sedang kami hadapi.
“Ketua, apa yang kau lakukan?”
“Ahhh. Tunggu sebentar.”
“Huh? Apa yang dilakukan ketua?”
__ADS_1
“Entahlah.” (Ersen) Aku melihat ketua sedang berbicara dengan musuh yang kami hadapi, dan sepertinya banyangan penyihir itu lenyap karena kekuatan serangan Ersen barusan.
Beberapa saat kemudian.
“Yo.” (Itsuki) Ketua menghampiri kami sembari membawa musuh yang kami hadapi.
“K-Ketua, apa yang terjadi?”
“Ahhh. Begini, mulai sekarang dia adalah anggota kelompok ini.”
“A-Apa!! T-Tunggu sebentar ketua.. apa kau sedang bercanda?”
“Huh? Apa aku pernah bercanda?”
“I-Itu…” Aku sama sekali tidak mengetahui pola pikirnya, apa yang sedang ia pikirkan saat ini.
“Ersen, bawa dia ke Karen Biarkan dia menyembuhkannya.”
“Tapi, Karen masih dalam pertempuran.”
“Pertempuran mereka sudah selesai dari tadi.”
“Eh?”
“Oh, ya. Ada 1 anggota lain lagi yang akan menghampiri kalian. Tolong bawa dia juga.”
“Anggota lain?”
“Kalau begitu, aku akan pergi memeriksa tempat lain dulu, siapa tau ada musuh yang mengintai pertempuran ini.”
“Y-Ya.” Ketua pergi. Yang mengejutkan, ia berhasil menang melawan 5 musuh sekaligus tanpa terluka sedikitpun.
Beberapa saat kemudian.
“Huh?” Sesaat setelah ketua pergi, ada seseorang yang datang mendekati kami. “Miko.” Dia adalah Miko, orang yang menjadi pengintai dari kelompok musuh.
“Shiren, kau baik-baik saja?” (Miko) Dia langsung menghampiri orang yang ada didekat kami.
“Aku baik-baik saja.” (Shiren)
“Semuanya sudah berkumpul, sebaiknya kita pergi ke tempat Karen.” (Ersen)
“Baik.” Meskipun begitu, aku merasa kalau ada yang aneh. Dia yang tadi menjadi pengintai, tiba-tiba saja kembali bergabung dengan kami lagi. Dan aku curiga jika dia merencakan sesuatu.
Sementara itu.
“Wah wah wah. Ternyata ada serangga kecil disini.” (Itsuki)
Srasshh
Sfx : Darah menyembur.
“Grwaaaahhh.” (???)
“Lain kali jika ingin mengintai, gunakan cara yang lebih bagus lagi.” Orang yang sedang mengintai dengan mudah dilumpuhkan oleh Itsuki. “1 sudah beres, dan masih ada 7 orang lagi, ya. Males banget.”
------------------
“Baik, sudah selesai.” (Karen) Karen sudah selesai menyembuhkan Miko dan Shiren.
“Hiroaki, berhentilah menatap mereka seperti itu. Mereka tidak nyaman jika kau menatap mereka seperti itu tau.” (Ersen)
“Tapi, mereka.”
“Haa, aku tau yang kau rasakan. Tapi, ini adalah keputusan ketua. Apa kau berani untuk menentangnya.”
“I-Itu...” Aku tak mungkin bisa menentangnya, jika aku melakukan itu entah apa yang akan terjadi denganku nantinya.
“Kau hanya bisa menerimanya.. ucapan ketua adalah mutlak, kau bisa anggap seperti itu. Lagipula, kau sudah lihat’kan tadi kekuatan ketua. Bisa menghentikan kekuatan milikku yang besar seperti itu dengan mudah, jika seperti ini kemungkinan besar kemenangan sudah ada ditangan kita.”
Meskipun itu benar, tapi aku tak begitu yakin. Bisa saja orang yang kuat seperti ketua tidak hanya ada 1 didunia ini, lagipula didunia ini adal 3 miliar orang, dan mungkin sekarang sudah kurang dari itu. Tapi, aku yakin kalau pasti ada orang yang bahkan lebih kuat dari ketua.
Beberapa lama setelah itu
Di tempat lain.
“Ha, ini yang terakhir, ya.” Itsuki sudah selesai membereskan tikus yang bersembunyi dan mengawasinya.
Ctrsss
Sfx : Sambaran petir.
“Wah wah. Tadi itu hampir saja.”
“Seperti biasa kau masih hebat bisa menghindarinya.”
“Hahaha. Sapaanmu sangat berbahaya seperti biasa. Homura.”
__ADS_1
“Kau juga, lincah dan kuat sama saat seperti pertama kali aku bertemu denganmu, Mantan Ketua Itsuki.”
Mantan ketua dan anggota bertemu di satu tempat, apa yang akan terjadi selanjutya.