
“Sebelumnya saya minta maaf karena saya sudah mengganggu anda, tapi... Kami butuh bantuan anda para pahlawan.” (???) Seorang gadis memulai pembicaraan ini.
“Huh? Pahlawan?”
“Tapi, sepertinya saya sudah melakukan sebuah kesalahan.”
“Kesalahan? Apa yang kau katakan?” (???)
“Seharusnya saya hanya memanggil 4 orang saja, tapi saya sudah membuat kesalahan dengan memanggil 5 orang. Saya mohon maaf.”
“Haa, aku tidak begitu peduli.” Aku lebih memilih untuk tidak mencampuri urusan ini.
“Para pahlawan, saya sebagai raja meminta bantuan kalian. Tolong bantu kami.”
“Bantuan, bantuan apa?” (???)
“Jangan bilang mengalahkan raja iblis atau semacamnya.”
“B-Benar sekali, raja iblis sudah memulai invasinya. Dan jika dibiarkan, akan ada banyak korban yang berjatuhan.”
“Aku tidak peduli. (bergumam)” Aku tidak berniat untuk mencampurinya, tapi karena aku sudah mendengarnya aku ingin mendengar hingga selesai. Setidaknya aku cukup penasaran dengan dunia ini.
“Bagaimana cara kami melawannya?”
“Para pahlawan sekalian, kalian memiliki kemampuan khusus yang bisa digunakan untuk mengalahkan raja iblis.”
“Bagaimana cara menggunakannya?”
Aku hanya mendengarkan apa yang mereka ber-4 bicarakan dengan penyihir dan juga sang raja yang memanggilku kemari itu.
“Kalian hanya perlu berkata ‘Status open’, dengan begitu sebuah jendela status akan memberitahu status anda saat ini.”
“Hee..”
“Status open.”
{Nama : Akechi Rusi
Job : Tombak
Kelas : Pahlawan
Status : Lev 1
HP : 22.422
MP: 21.133
STR : 544
INT : 110
VIT : 322
AGI : 533
DEX : 143
SKILL : Skill Slash, Double Slash, Smash.}
“Hee.. ini sudah mirip seperti game saja.” Aku melihat status dari mereka.
“Status open.”
{Nama : Shieo Hisaru
Job : Pedang 2 tangan
Kelas : Pahlawan
Status : Lev 1
HP : 32.321
MP: 24.234
STR : 744
INT : 101
VIT : 422
AGI : 123
DEX : 243
SKILL : Rampage, Berseker, Guardian.}
“Status open.”
{Nama : Toyomi Akusa
Job : Busur
Kelas : Pahlawan
Status : Lev 1
HP : 15.654
MP: 14.243
STR : 444
INT : 124
VIT : 122
AGI : 433
DEX : 643
SKILL : Rain Arrow.}
“Status open.”
{Nama : Komoa Asuha
Job : Penyihir
Kelas : Pahlawan
Status : Lev 1
HP : 12.442
__ADS_1
MP : 34.222
STR : 114
INT : 780
VIT : 112
AGI : 103
DEX : 323
SKILL : Fire ball, Lightning Strom.}
“Heee..” Status yang mereka miliki luar biasa.
“Wah, pedang 2 tangan. Itu job yang sangat langkah. Tuan pahlawan memang luar biasa.”
“Hahaha. Lalu, bagaimana denganmu? Apa kau sudah melihat statusmu?” (Hisaru)
Aku tak menyangka dia akan menanyakan hal itu padaku. “Hmmm..” Lagipula aku juga penasaran, mau bagaimana lagi. “Status open.”
{Nama : Akarui Hiroaki
Job : -
Kelas : -
Status : Lev 1
HP : 5.422
MP : 2.434
STR : 44
INT : 10
VIT : 22
AGI : 33
DEX : 43
SKILL : Special item. }
Aku sama sekali tidak memiliki kemampuan apapun. Bahkan statusku saja sangat buruk. “Sepertinya, yang salah dipanggil adalah aku.”
“M-Maafkan saya.”
“Ahh, tidak perlu meminta maaf. Tapi, bisa antarkan aku pulang? Aku hanya akan menghambat para pahlawan ini jika aku masih ada disini.”
“S-Saya mohon maaf, tapi saya tidak bisa melakukan itu.”
“Huh? Kenapa?”
“Pemanggilan para pahlawan membutuhkan energy sihir yang sangat banyak. Jadi, saya tidak bisa mengirim anda kembali.”
“Hmmm, butuh berapa lama sampai kau bisa mengumpulkan energy sihirmu?”
“Paling tidak, 2-3 tahun. Tergantung kondisi.”
“Wanjirrr... Lama banget.” Jika begitu, mau tak mau aku harus melakukan itu.
‘Dewa Sha, aku butuh bantuanmu.’
‘Tolong, aku butuh bantuanmu. Aku dipindahkan kedunia lain, dan aku tidak bisa kembali.’
‘Haa, aku kan sudah bilang sebelumnya.’
‘Bilang, kap-..” Aku mengingatnya, saat dewa Sha berkata akan ada kejadian menarik yang akan terjadi padaku, aku tan menyangka kalau kejadian yang ia bilang seperti ini.
‘Kalau begitu, aku akan melanjutkan pekerjaanku. Saat aku sudah selesai, aku akan mengirimmu kembali.’
‘Tunggu, kapan itu akan selesai?’
‘Hmmm.. mungkin beberapa hari, atau minggu. Tenang saja, dewa dunia itu saat ini sedang ada didepanku. Ia sedang menjelaskan apa yang terjadi, lagipula kau tidak perlu khawatir dengan waktu. Waktu didunia itu lebih lambat daripada di duniaku.’
‘Haa. Begitu, terimakasih.’
“Kalau begitu, dadah.” Dewa Sha menutup telepatinya.
“Para pahlawan, kami mohon. Pinjamkan kekuatan kalian.”
Karena aku tak memiliki kekuatan apapun, aku hanya diam dan mengikuti alur.
“Baiklah, kami akan membantu kalian.”
“Haa, ini sudah terlihat begitu kodian.” Alurnya sudah terbaca dengan jelas, dan jika dugaanku benar aku pasti akan diusir karena tidak memiliki kekuatan apapun dan akan dianggap tidak berguna.
Beberapa jam setelah itu.
“Ha… Sial amat gua.” Dan tepat seperti apa yang aku duga, aku diusir dari istana dan para pahlawan lainnya tidak ada yang mengetahui hal itu. Dan sepertinya para penyihir yang memanggilku itu mengaggapku sebagai beban. “Sudahlah.” Aku putuskan untuk berjalan, dan aku tak tau kemana arah tujuanku ini.
Hutan.
“Haa, disini sangat tenang dan juga damai.” Meskipun begitu, tidak bisa di pungkiri kalau aku melihat beberapa monster yang ada disini. “Haa, kenapa statusku bisa seperti itu, ya.” Meskipun aku tak begitu masalah dengan status itu, tapi statusnya sangat kecil. “Ahhh.. aku ingat.” Aku melupakan sesuatu yang penting. “Aku mengatur kemampuanku 0,02% saja dari kekuatan asliku. Mungkin itu pengaruhnya.”
Aku mencoba untuk melepaskannya. “Hmmm.. bagaimana dengan 1%. Status open.”
{Nama : Akarui Hiroaki
Job : -
Kelas : -
Status : Lev 1
HP : 1,453,422,923
MP : 23.222.434
STR : 9,434,243
INT : 6,103,244
VIT : 5,222,435
AGI : 9,332,435
DEX : 5,433,224
SKILL : Special item. }
“Wah, statusku meningkat pesat.” Meskipun begitu, aku masih belum memiliki job ataupun kelas. Untuk kelas aku tak begitu mempermasalahkannya, tapi untuk job setidaknya aku memilikinya. Dan lagi. “Special item, apa itu?” Jika dilihat itu bukan skill. “Bagaimana menggunakannya?”
__ADS_1
Beberapa menit kemudian.
“Hmm. Special item.”
{Special item open
Shirame : Katana
Skill : -
Ryuga : Pedang 1 tangan
Skill : - .}
“Ahhh. Jadi ini maksudnya special item.” Tempat penyimpanan pedang Shirame dan Ryuga. “Hmmm, bagaimana kalau aku coba dengan… Shirame.” Shirame muncul di tangan kananku. “Lalu, status open.”
{Nama : Akarui Hiroaki
Job : Katana
Kelas : -
Status : Lev 1
HP : 523,447,788,567,365,422
MP : 435,924,574.454,344
STR : 74,327,542,224
INT : 42,534,786,410
VIT : 17,325,232,832
AGI : 85,442,453,543
DEX : 23,213,424,329
SKILL : Special item, Unknow. }
“Wanjir...” Peningkatannya sangat luar biasa. Aku tak menyangka statusku akan seperti ini. Ini hanya menggunakan Shirame, aku tak membayangkan jika menggunkan Ryuga dengan kekuatan Dragon Lightningnya. Pasti sangat luar biasa.
Akibat mengeluarkan kekuatan 1% milikku, monster yang semula mengincarku seketika pergi. “Aku sudah terbiasa dengan hal itu.” Dihindari oleh monster entah kenapa membuatku merasa diasingkan.
Beberapa lama kemudian, di sore hari yang cerah, mungkin.
“Haa, dimana ini?” Aku berjalan tanpa arah tujuan, dan aku sampai di sebuah tempat. “Sepertinya aku sampai di kerajaan raja iblis.” Sudahlah.
Perjalanan kesini memakan banyak waktu, setidaknya aku ingin menginap di istana raja iblis dulu. Aku tak memiliki uang atau apapun, jadi menginap menjadi salah satu pilihanku. “Kasur di istana itu pasti sangat empuk.”
Beberapa lama setelah itu.
Di depan istana raja iblis.
“Haa, bisa tolong bukakan gerbangnya, aku ingin bertemu dengan raja iblis.”
“A-Apa yang kau katakan monster, pergi dari kerajaan ini segera!!” (prajurit)
“Haa. Aku mulai mengantuk, jadi tolong bukakan gerbangnya. Jika tidak, aku terobos masuk nih.”
“Kami tidak akan membiarkan monster sepertimu masuk!!”
“Haa, sudahlah.” Aku perlahan masuk.
Duarrrrr
“Ups, maaf. Aku menghancurkan gerbangnya.” Aku tak sengaja menghancurkan gerbangnya dengan sedikit pukulanku. “Aku mau bertemu dengan raja iblis, jika kalian menghalangiku. Mungkin, aku akan bilang. Ups, aku tak sengaja membunuh kalian, begitu.”
“K-Kau monster, kami tidak akan membiarkanmu lewat meskipun harus mengorbankan nyawa kami!! Pasukan!! Serang!!”
“Haa, merepotkan.”
Di dalam istana raja iblis di ruang singgasana.
“Huh? Apa kau raja iblis disini?”
“Ya, ada perlu apa kau denganku? Apa kau ingin membunuhku?”
“Hmmm.. Aku tak menyangkan, kalau raja iblisnya ada seorang gadis.” Tepat seperti yang aku katakan, ternyata raja iblisnya ada seorang gadis.
“K-Kau meremehkanku.”
“Ahh, maaf-maaf. Prajuritmu tadi menghalangiku, tapi tenang saja aku tidak membunuh satupun dari mereka. Aku hanya melumpuhkan mereka saja, jadi mereka akan baik-baik saja.”
“K-Kau. Apa sebenarnya tujuanmu datang kemari. Apa kau ingin menghancurkan kerajaan ini dengan kekuatan besarmu itu?”
“Mana mungkin, aku kesini hanya untuk menumpang tidur.”
“M-Menumpang tidur?”
“Iya, setidaknya hanya untuk beberapa hari atau minggu. Setelah itu aku akan pergi.”
“Hanya menumpang tidur?”
“Iya. Lagipula aku tidak memiliki uang atau semacamnya, jadi aku hanya bisa melakukan ini.”
“Pfftt…”
“Hey. Apa yang kau tertawakan?”
“M-Maaf, aku hanya tidak menyangka kalau kau datang kemari hanya untuk tujuan itu.”
“Hooo. Seorang raja iblis meminta maaf, jarang sekali.”
“Sebelum itu, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu.”
“Huh? Ada apa?”
“Apa kau adalah pahlawan yang dipanggil oleh kerajaan manusia?”
“Iya, setidaknya itulah.”
“Kenapa kau datang kemari?”
“Aku diusir, tanpa di berikan apapun. Aku terus berjalan dan tanpa aku sadari aku sudah ada disini.”
“Lalu?”
“Hmmm. Aku berencana untuk menginap, tapi karena aku tak memiliki uang untuk menyewa penginapan.”
“Kau memilih untuk menginap di istana raja iblis, begitu.”
“Ya, begitulah. Lagipula aku yakin raja iblis sendiri tidak akan berani melawanku.”
“Kenapa kau bisa yakin seperti itu?”
__ADS_1
“(tersenyum) Karena bisa dibilang, kalau aku adalah setengah dewa.”