Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
15


__ADS_3

Pagi hari


“Adawww.” Dan lagi, aku terbangun karena kaki Selcia menghantam wajahku. “Haa, apa dia selalu seperti ini saat tidur. Raja iblis yang merepotkan.”


Setelah aku bangun, aku membangunkannya.


Beberapa lama setelah itu.


“Hmmm. Apa kita akan berangkat sekarang?”


“Iya.”


“Yang mulia, anda mau pergi kemana?”


“Ke kerajaan manusia.”


“Yang mulia, tolong pikirkan lagi. Anda sudah berulang kali melakukan hal yang sama, janganlah anda mempermalukan diri anda sampai seperti itu.”


“Tenang saja, kali ini aku pasti akan berhasil.”


“Yang mulia, apa karena manusia ini.”


“Ahhh, aku duluan.” Aku pergi meninggalkannya, aku tak ingin mendengar apa yang ingin dia katakan.


“H-Hiroaki tunggu. Yang penting, kali ini pasti akan berhasil. Percayalah padaku..”


“Yang mulia...”


Beberapa lama setelah itu.


“T-Tunggu, apa kita akan lewat hutan ini?”


“Huh, memangnya kenapa? Saat kemari aku lewat hutan ini, lo.”


“Hutan itu terkenal karena banyak sekali monster-monster yang sangat kuat ada didalam hutan itu. Dan katanya ada naga hitam juga disana.”


“Benarkah? Saat aku melewatinya aku santai saja, bahkan aku tak melihat ada seekor monsterpun datang menghampiriku.”


“I-Itu karena kau sangat kuat.”


“Haa. Baiklah, terserah kau saja. Kita akan lewat dimana?”


“Ikuti aku, ini mungkin akan sedikit memakan waktu. Tapi setidaknya ini adalah jalan yang aman.”


“Tunggu sebentar, berapa lama waktu yang dibutuhkan?”


“2-3 Hari.”


“Ahhh. Sudah, kita lewat sini saja.” Aku langsung masuk kedalam hutan itu.


“T-Tunggu aku!!”


Beberapa lama setelah itu.


“T-Tidak ada monster yang mendekat.”


“Benarkan, apa aku bilang.”


“Hiroaki, statusmu...”


{Nama : Akarui Hiroaki


Job : -


Kelas : -


Status : Lev 1


HP : 1,453,422,923


MP : 23.222.434


STR : 9,434,243


INT : 6,103,244


VIT : 5,222,435


AGI : 9,332,435


DEX : 5,433,224


SKILL : Special item. }


“Kau melihat statusku, ya.”


“Apa itu seluruh kekuatan milikmu?”


“Mana ada, itu hanya 1% dari kekuatan asliku.”


“S-satu persen…”


“Aku sudah bilang sebelumnya, aku ini setengah dewa. Kau tak perlu sampai terkejut seperti itu.”


“Jika statusmu seperti itu, wajar saja tempat seperti ini terasa begitu sepi.”


“Kan, sudah aku bilang. Kau tidak perlu khawatir.”


Beberapa jam setelah itu.


Sore hari.


“Haaa, akhirnya keluar juga dari hutan..”


“Selcia, bisa kau berubah menjadi manusia?”


“Eh? Untuk apa?”


“Penyamaran.”


“Begitu, baiklah.”


Beberapa saat kemudian.


“Huh, sudah?”


“Iya.” Tak ada banyak yang berubah, hanya saja ada beberapa hal yang hilang darinya.


“Sudahlah, ayo.”


“Baik.”


Tujuan kami, kerajaan manusia untuk bertemu dengan raja.


Beberapa lama kemudian.


Di depan gerbang, siang hari.


“Berhenti, aku sama sekali tidak pernah melihat kalian berdua. Apa yang ingin kalian lakukan disini?” (penjaga)


“Hiroaki, bagaimana ini? (bisik-bisik)”


“Tenanglah, serahkan padaku.”


“Baik.”


“Ehem. Aku ini adalah pahlawan yang dipanggil oleh penyihir yang ada di istana. Karena suatu alasan, mereka memberiku perintah untuk menyelidiki dungeon. Dan saat ini aku ingin melapor pada menyihir itu tentang apa yang aku temukan di dungeon itu.”


“P-Pahlawan. M-maafkan kami. Silahkan lewat.”


“Terimakasih.” Ini lebih mudah dari apa yang aku bayangkan.


“Menggunakan nama pahlawan untuk bisa masuk ke dalam kerajaan. Kau ternyata licik juga.”


“(tersenyum) Aku tidak berbohong, aku sempat di panggil pahlawan oleh raja dan penyihir yang memanggilku, tapi aku diusir.”


“Diusir? Padahal kau memiliki kekuatan yang sangat luar biasa.”


“Ahhh. Tentang hal itu...” Aku menjelaskannya sambil berjalan.


Beberapa menit kemudian.


“Prffff…”


“Hey, berhenti tertawa.”


“M-Maaf. Aku hanya tak menyangka kalau kau tak sengaja hanya menggunakan sedikit kekuatanmu, dan karena itu mereka mengusirmu.”


“Sudahlah. Sebentar lagi kita akan sampai.”

__ADS_1


“Oh ya Hiroaki, ada yang ingin aku tanyakan.”


“Apa?”


“Skill special item milikmu itu…”


“Ahh. Itu adalah penyimpanan milikku, kau pernah melihat pedangku’kan.”


“Maksudmu pedang biru yang indah itu.”


“Iya, itu namanya Ryuga. Dan aku juga memiliki 1 pedang lagi Shirame.”


“Apa kekuatan kedua pedangmu itu sangat hebat dibandingkan dengan kekuatanmu sendiri?”


“Ya, setidaknya seperti itu. Lagipula, kekuatanku sendiri sangat lemah. Tanpa kedua pedangku, kekuatan milikku mungkin hanya sama sepertimu.”


“S-Sama sepertiku.”


“Iya, seperti itulah.”


“Hiroaki, apa kau tidak masalah mengatakan hal seperti itu padaku?”


“Huh? Memamgnya kenapa? Meskipun aku mengatakannya kau tidak akan bisa melakukan apapun padaku, benar’kan.”


“Haa, aku menyerah.”


Beberapa lama kemudian.


Di depan gerbang istana.


“Berhenti, apa tujuan kalian?”


“Aku adalah pahlawan yang dipanggil oleh penyihir dan sang raja. Aku datang dari tugas rahasiaku untuk menyelidiki dungeon, dan saat ini aku ingin melaporkannya.”


“Lalu, siapa dia?”


“Dia adalah rekanku. Apa ada masalah?”


“Maaf pahlawan. Silahkan masuk.”


Kami masuk, dan kami langsung menuju ke ruangan raja. “Aku harap ini segera selesai.”


Ruangan raja.


Gubrakkk


“Wah, wah. Pemandangan yang menarik.” Aku tak menyangka kalau raja dan penyihir yang memanggilku memiliki hubungan seperti itu.


“A-Apa yang kau inginkan.” (raja)


“Hmm, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.”


“Y-Yang mulia, dia…”


“Tch… Raja iblis.”


“Hoo...” Mereka bisa menyadarinya. “Ada yang ingin dia bicarakan dengan kalian.”


“Aku tidak akan menerimanya. Selamanya, kerajaan manusia dan kerajaan iblis akan tetap bertarung sampai salah satu dari kerajaan musnah.”


“Hee, kedengarannya menarik.”


“H-Hiroaki.”


“Pahlawan yang tak di harapkan sepertimu, silahkan pergi dari kerajaan ini. Kerajaan ini tidak membutuhkan pahlawan lemah sepertimu.”


“Lemah? Sudahlah, aku tak peduli. Tapi, kau tadi mengatakan sesuatu yang menarik. Perang hingga salah satu kerajaan musnah, kedengarnya sangat asik.”


“Apa yang pahlawan lemah sepertimu rencanakan.”


“Y-yang mulia… Orang itu, statusnya tidak biasa.”


“Hee.. Kau melihatnya, melihat tanpa izin. Sepertinya aku harus memberimu hukuman, karena kau melihat sesuatu yang seharusnya pribadi.”


“Prajurit!!” Para prajurit masuk ke dalam runagan ini dan mengepung kami. “Apa yang akan kau lakukan pahlawan gagal.”


“H-Hiroaki...”


“Haa, kau membuatnya ketakutan. Penggunaan kekuatan, 6%...” Dengan ini, aku bisa menggunakannya. “Dan 1 bahan lagi, Ryuga…”


“K-Kekuatannya meningkat.” (penyihir)


{Nama : Akarui Hiroaki


Kelas : -


Status : Lev 1


HP : -


MP : -


STR : -


INT : -


VIT : -


AGI : -


DEX : -


SKILL : Special item. Dragon Strom. }


“Yare-yare. Melihat statusku lagi, itu tidak sopan tau.”


“Y-Yang mulia, k-kekuatannya tidak terhitung.”


“A-Apa maksudmu!!”


“Baiklah, aku mulai. Dragon, strom...” Seketika suasana menjadi tegang, dan mulai terdengar gemuruh dan petir mulai menyambar.


Aku mengangkat Ryuga. “Y-Yang mulia… S-Seekor naga terbang diatas langit.” (Prajurit)


“A-Apa!! N-NAGA, ras yang sudah lama punah. B-bagaimana mungkin!!”


“(tersenyum) Baiklah. Selcia, pengangan yang erat.”


“Eh?” Aku menacapkan pedangku ketanah, dan…


Duarrrrrrr.


Ledakan yang sangat besar terjadi, dan ledakan itu membuat kaca dan juga bangunan yang ada disini hancur.


Beberapa menit kemudian.


“Haa, rata.” Aku padahal mengarahkannya cukup jauh, atau bahkan sangat jauh tapi aku tak menyangka kalau efeknya akan sebesar ini.


“Selcia, kau baik-baik saja?”


“Aku baik-baik saja.” Setidaknya Selcia yang ada di dekatku tidak tertimpa reruntuhan bangunan ini.


“K-Kekuatan apa itu!!” (raja)


“Wah, anda masih hidup ternyata.” Raja itu terlindungi oleh sihir pelindung yang dibuat oleh penyihir yang ada disampingnya. Tapi, prajurit yang ada disini semuanya mati. “Dengan begini, pertarungan antara ras iblis dan juga ras manusia. Selesai. Selcia, ayo kembali.”


“T-Tunggu, siapa kau sebenarnya?!” (Penyihir)


“(tersenyum) Hmm, anggap saja aku adalah tangan kanan dewa. Jika kalian melakukan hal yang buruk, mungkin bukan bencana kecil seperti ini yang akan menimpa kalian. Tapi, kehancuran abadi yang akan kalian alami.” Aku pergi dari tempat ini.


Beberapa lama setelah itu, di hutan monster.


“Hiroaki, apa tidak apa-apa..”


“Huh? Ada apa?”


“Kau menghancurkan kerajaan manusia itu.”


“Ahhh. Itu, jauh disana masih ada kerajaan lain. Lagipula tidak mungkin 1 benua hanya berisi 1 kerajaan.”


“Tapi, sampai melakukan hal seperti itu.”


“Haa. Selcia, kau itu raja iblis. Seharusnya kau sudah sering melihat kehancuran seperti itu.”


“M-Maaf, tapi sepertinya.. aku tidak cocok dengan hal seperti ini.”


“Haa.” Mau bagaimanapun, dia tetap seorang gadis. Memengang tanggung jawab sebesar ini untuk menjadi raja iblis, pasti membebaninya. “Kenapa kau tidak menyerahkan gelar raja iblis itu ke tangan orang lain saja.”


“Aku tidak bisa melakukan itu. Gelar ini diberikan secara turun temurun dan aku adalah pewaris sah raja iblis.”

__ADS_1


“Terserah kau saja.” Jika dia tidak terbiasa dengan kehancuran seperti itu, ia tidak lebih dari sekedar gadis biasa. Statusnya mungkin luar biasa, tapi aku yakin karena gelar raja iblis yang dimiliknya. Diluar itu, statusnya mungkin sama seperti kekuatan 0,02% milikku.


Beberapa lama kemudian, di sore hari.


“Hmm, kita akan berkemah disini.”


“Ehh. Disini, di hutan ini?”


“Iya.”


“Tapi, hutan ini…”


“Haa, sudahlah. Aku mau mencari kayu bakar dulu.”


“H-Hiroaki, tunggu jangan tinggalkan aku.” Disamping gelarnya sebagai raja iblis, seperti yang aku duga dia juga seorang gadis dan dia juga bisa bersikap seperti gadis pada umumnya.


Beberapa lama setelah itu.


“Hmm.” Aku melihat sesuatu yang begitu besar.


“R-Ras naga…”


“Hmmm.” Seekor naga hitam yang tengah tertidur lelap. “Wah. Disini enak, tempatnya juga hangat. Kita berkemah disini saja.”


“B-B-Berkemah di dekat sarang naga. YANG BENAR SAJA!!”


“Haa, sudahlah, ayo.” Aku menghampiri naga yang tertidur itu. “Hmmm, lebih kecil dibandingkan Shura.” Ukurannya cukup kecil. “Sepertinya naga ini adalah naga remaja, dilihat dari ukurannya yang cukup kecil. Aku juga tidak bisa berbaring di punggungnya.”


“K-Kecil?! I-ini adalah naga dewasa. Dan ukurannya sudah sebesar ini, darimananya keci!!.”


“Naga dewasa, ya? Hmm, ternyata cukup kecil, ya.” Aku tak tau kalau naga kecil ini adalah naga dewasa, atau karena selalu bersama dengan Shura aku jadi mengira kalau naga dewasa seukuran dengannya.


“H-Hiroaki, apa kau yakin akan berkemah disini? Bagaimana kalau naga ini sampai bangun?”


“Haa, tenanglah, aku yang akan mengatasinya.”


“T-Tapi...”


“Sudahlah. Tempat ini sangat nyaman. Selamat tidur.” Aku berbaring disini, dan karena ada bekas terbakar disini rasanya cukup hangat. Aku perlahan memjamkan mataku, dan tidur terlelap.


“Hi-Hiroaki...”


Pagi hari.


“Hoaaammm..” Suasana disini menjadi dingin dan karena itu aku terbangun dari tidur lelapku. “Huh?” Aku tak melihat naga yang tidur bersamaku, mungkin karena itu suhu disini terasa dingin. “Selcia, bangun.”


“5 menit lagi.”


“Haa, cepat bangun, kita harus kembali sekarang..” Aku membangunkan Selcia yang tengah terlelap.


“Hoammm. Baik.”


“Ingat jangan tidur lagi, jika kau tertidur aku akan meninggalkanmu disarang naga ini.”


“Huh? B-benar juga!! dimana naga hitamnya?!”


“Sepertinya dia sudah pergi?”


“Pergi? Itu tidak mungkin, naga hitam tidak akan pernah meninggalkan sarangnya apapun yang terjadi.”


“Terserah apa katamu, tapi itulah kenyataanya.”


“Hi-Hiroaki. Apa yang sudah kau lakukan pada naga hitam itu?”


“Entahlah. Sudah, ayo kembali.”


Kami kembali pulang menuju ke kerajaan raja iblis.


Beberapa lama setelah itu, siang hari.


Tepat di istana raja iblis.


“Ahhh, akhirnya sampai juga.” Perjalanan yang melelahkan ditambah aku sedang lapar saat ini.


“Hiroaki, makannya sudah disiapkan.”


“Tidak terimakasih, makanmu berbeda dengan apa yang aku makan.”


“Benar juga. Apa kau akan berburu lagi?”


“Haa, seperti itulah.” Jika ingin makan aku harus berburu dulu, makanan yang ada disini tidak bisa diknsumsi oleh manusia maka dari itu mau tak mau jika ingin makan aku harus berburu. “Nah, sudah.” Penggunaan kekuatan 0,10% sudah cukup untuk berburu meskipun kekuatannya agak sedikit lebih besar. “Mini Dragon Strom.”


“Wah, imutnya. T-Tunggu, kau mau berburu menggunakan naga imut itu lagi?”


“Ya, mau bagaimana lagi. Aku malas gerak jika harus berburu, lagipula hewan-hewan akan menyingkir dariku. Mau tak mau aku harus menggunakannya. Sudahlah.” Aku melepaskan mini dragon strom itu. “Selamat berburu naga kecilku.”


Beberapa lama setelah itu.


Taman belakang istana.


“Masakanmu sangat enak.”


“Haa, jangan banyak bicara, makan saja.”


“Baik.” Tangkapan kali ini sedikit lumayan, karena aku berkonsentrasi kejadian kemarin tidak teruang kembali.


“2 Rusa, 3 kelinci, dan… Apa ini?” 1 hewan yang tak pernah aku lihat sebelumnya.


“Itu Alter..”


“Alter?”


“Sejenis unggas, katanya jika pengolahannya benar dia akan menjadi makanan yang sangat enak.”


“Hee, begitu.”


Beberapa lama kemudian.


“Haa, akhirnya kenyang juga.” (Selcia)


“Ehhh, Selcia.”


“Ya Hiroaki, ada apa?”


“Haa, tidak lupakan saja.” Ia memakan makanan yang aku siapkan dan tak menyisakan sedikitpun untukku. Ia memakannya dengan sangat lahap hingga aku tak sempat berkata apapun padanya.


Beberapa lama setelah itu.


Masih di taman belakang kerajaan


“Selcia, di kekuasaan ayahmu. Ehemm, maksudku raja iblis sebelumnya. Apa yang diperbuat olehnya?”


“Huh? Tidak ada, raja iblis sebelumnya adalah raja iblis yang sempurna. Selalu mementingkan rakyatnya lebih dari apapun, tapi…”


“Tapi?”


“Karena suatu insiden, raja iblis sebelumnya dibunuh oleh pahlawan yang datang dari dunia lain tanpa alasan yang jelas.”


“Hmm.” Setidaknya aku sudah paham sebagian besar apa yang ingin dikatakan olehnya. “Jadi intinya, raja dunia manusia hanya ingin memusnahkan para iblis dari dunia ini, begitu.”


“Hiroaki, darimana kau mendapatkan pemikiran seperti itu. Aku bahkan tidak pernah mengatakan itu.”


“Ahh. Lupakan saja, anggap saja itu hanya lelucon dariku.”


“Leluconmu sangat tidak lucu.”


“Hahaha.” Jika ras iblis hilang, keseimbangan dunia ini akan hancur karena hilangnya 1 ras. “Selcia, sejak kau menjadi raja iblis. Apa yang sudah kau lakukan?”


“Tidak banyak, aku hanya memerintah kerajaan ini. Dan jika ada masalah serius kadang aku pergi untuk memeriksanya sendiri.”


“Hmm, begitu. Apa kau pernah membunuh manusia?”


“Hiroaki, apa yang kau katakan.”


“Ahh. Tidak, seharusnya bukan begitu pertanyaanku. Aku akan mengganti pertanyaanya. Apa para iblis sering menyerang manusia?”


“Huh? Itu tidak mungkin, lagipula aku sudah memerintahkan para iblis untuk tidak menyerang. Kecuali jika mereka hanya ingin melindungi diri.”


“Hmm, begitu.” Aku tak tau kebenarannya, tapi entah kenapa aku cukup yakin kalau ia tak berbohong. “Apa ada orang lain yang memerintahkan pasukan iblis untuk menyerang manusia?”


“Itu tidak mungkin terjadi, kendali pasukan iblis hanya dimiliki oleh raja iblis. Jadi mustahil ada iblis lain yang mengendalikan para pasukan iblisku.”


“Hmm.” Itu memang ada benarnya, jadi yang bisa aku simpulkan. “Haa, sangat merepotkan.”


“Hiroaki, ada apa?”


“Tidak ada apa-apa.” Penipuan terhadap para pahlawan yang dipanggil, dan membuat cerita seolah-olah raja iblis yang membuat kekacauan di dunia ini.


“Hiroaki, senyumanmu menakutkan. Apa kau merencanakan sesuatu yeng buruk?”

__ADS_1


“Eh, b-benarkah?” Mendengar itu, entah kenapa aku merasa bernostalgia.


__ADS_2