Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
59


__ADS_3

“Eh, Ehh!!”


“Bersiaplah.” Aku menyiapkan kuda-kuda, dan langsung menyerangnya.


“T-Tunggu!!”


Beberapa lama setelah itu.


“Ha, ha, ha.. itu tadi hampir saja.”


Nafasnya terlihat sangat berat, dan juga staminanya cukup terkuras. “Latihan hari ini cukup sampai disini saja.” Aku tak menyangka dia bisa menghindari semua seranganku, meskipun serangan yang aku lancarankan tidak serius. Tapi, tidak bisa dipungkiri, ia bisa melakukan itu.


“A-apa mulai besok kita akan melakukan latihan seperti itu?”


“Ya, mulai besok. Tapi, aku juga ingin kau menyerangku sembari menghindari seranganku.”


“Mana mungkin aku melakukan hal itu!! Menghindari setiap seranganmu saja sangat sulit, apalagi sembari menyerang.”


Aku hanya bisa menghela nafas mendengar hal itu darinya. “Aku tidak mau tau, yang pasti kau harus bisa melakukannya tidak peduli bagaimanapun caranya.” Dan saat aku melihat matahari, matahari sudah mulai terbenam. “Sudah sore. Shirayuki, kau kembali saja dulu aku masih memiliki urusan kecil.”


“Eh? Baiklah.” Shirayuki kembali.


“Baiklah, apa yang kau inginkan dariku?” Beberapa saat lalu, aku merasakan keberadaan orang lain disini, dan saat ini dia masih berada disekitaran sini. “Tempat ini memang cocok sebagai tempat persembunyian, tapi sampai kapan kau akan terus bersembunyi seperti itu. Keluarlah, jangan memancing emosiku.” Saat aku berkata seperti itu, ia mulai menampakkan dirinya. “Hee.. Shinigami.”


“Berhenti memanggilku seperti itu, namaku Koujo Kotaro.”


“Terserahlah... Lalu, apa tujuanmu? Apa kau ingin bertarung denganku?”


“Tidak, tapi ada sesuatu yang aku ingin tanyakan padamu.”


“Huh, apa itu?”


“Apa kau, menyukai Sylvi?”


“Huh? Apa yang kau katakan?” Tiba-tiba ia berkata seperti itu, dan sudah jelas itu membuatku bingung.


“Jangan berlagak bodoh. Aku selalu melihatmu mengawasi Sylvi, apa kau punya perasaan padanya?”


'Hee... Ini menarik, bagaimana jika begini saja.' Aku berniat untuk memancingnya. “Ya, seperti yang kau tau. Aku menyukainya.” Saat aku berkata seperti itu, sebuah ekspresi yang tidak diduga ditujukkan olehnya. “Hoy, ada apa denganmu?” Ia terlihat begitu lega.


“Jika seperti itu, tolong lindungi Sylvi. Mulai saat ini, mungkin aku bisa menjauh dari kehidupannya.”


“Cih.” Sebernarnya bukan ekspresi dan jawaban itu yang ingin aku dengar. “Aku bohong."


“Eh?”


“Ya, yang aku katakan barusan bohong. Mana mungkin aku menyukainya.” Jika sampai seperti itu, entah apa yang akan terjadi padaku setelah itu. “Lagipula, aku sudah tidak punya banyak waktu lagi disini.”


“Apa yang kau katakan?”

__ADS_1


“Seperti yang kau dengar barusan, aku tidak memiliki banyak waktu lagi disini, setidaknya waktuku kurang dari 2 bulan.”


“Apa kau mempunyai penyakit serius?”


“Sudahlah, lupakan.” Aku terlalu banyak berbicara padanya. “Sylvi Angelia, dia adalah kekasihmu. Setidaknya begitulah yang harusnya terjadi. Dan memang itu yang harus terjadi.” Aku pergi setelah mengatakan hal itu.


Dan saat aku pergi dari sini. “Shirayuki.” Aku tak menyadari kalau dia masih berada disini, hawa keberadaanya seakan menghilang. “(tersenyum) Kau melakukannya dengan baik.” Ia menggunakan tehknik yang aku ajari padanya untuk menghilangkan seluruh hawa keberadaan milikknya dengan sempurna.


“Akarui-san, apa kau akan pergi?”


“Kau mendengarnya, ya. Ya, begitulah. Waktuku sudah hampir habis.” Aku terlambat bangun selama 2 bulan, seharunya jika tidak terlambat mungkin aku akan disini selama 5 bulan bukannya 3 bulan.


“Apa penyakitmu, ayo cepat pergi kedokter. Keluargamu memiliki dokter hebat, mereka pasti bisa menyembuhkanmu.” Entah kenapa ia terlihat cukup sedih setelah mendengar aku berkata seperti itu.


“Itu tidak perlu...”


“Kenapa? Apa kau akan pergi ketempat lain setelah ini?”


“Ya, begitulah. Tapi, setidaknya aku masih punya waktu kurang dari 2 bulan lagi sebelum pergi.”


Tiba-tiba saja Shirayuki memengang tanganku. “Aku mohon, jangan pergi... Tetaplah disini. Aku mohon.” Matanya berkaca-kaca.


“Sudahlah, ayo kembali.” Meskipun begitu, aku tidak bisa memenuhi permintaanya ini.


Malam hari, 19,33


Makam malam sudah disiapkan. “Maaf selalu merepotkan.” Saat ini aku sedang makan malam bersama dengan ayah dan juga ibu Shirayuki.


“Terimakasih.” Seperti biasa, ibu Shirayuki terlihat begitu ramah, berbeda dengan ayahnya.


“Amane, bagaimana dengan sekolahmu hari ini?”


“Tidak ada yang spesial, masih sama seperti hari-hari sebelumnya.”


“Begitu. Lalu, Hiroaki-kun. Bagaimana denganmu? Apa kau sudah menemukan apartemen yang cocok?”


“Untuk itu, sepertinya seluruh apartemen yang ada didekat sini sudah penuh. Memilih apartemen yang jauh dari sekolah juga kemungkinan akan menghambat pembelaran.”


“Ahh, begitu. Kalau begitu, kau bisa tinggal disini selama yang kau mau.”


“Terimakasih.” Ibu Shirayuki begitu perhatian, dan aku cukup senang dengan hal itu.


Setelah selesai makan.


Aku masih diruang makan bersama Shirayuki, sedangkan ayah dan ibu Shirayuki pergi melanjutkan pekerjaan mereka. “Akarui-san, apa kau tetap akan pergi?”


Entah sudah berapa kali ia berkata seperti itu saat tau kalau aku akan pergi. “Jawabanku tetap sama.”


“Begitu..” Ia terlihat murung.

__ADS_1


“Haa, apa kau mau sesuatu sebagai hadiah perpisahan?”


“Hadiah, kalau begitu. Aduh.” Aku menjitak dahinya. “Kenapa kau lakukan itu?”


“Aku tidak akan mengabulkan permintaan yang tidak mungkin aku kabulkan, seperti memintaku untuk tinggal disini.”


“Haa..”


“Jika kau menginginkan sesuatu, katakanlah. Jika memungkinkan, aku akan membelikannya.”


“Baiklah..” Dan dengan itu pembicaraan malam ini berakhir, setidaknya itulah yang aku inginkan.


“Shirayuki, cepat kembali kekamarmu.”


“Akarui-san, ada apa?”


“Sudah, cepat pergi.”


“B-Baiklah.” Shirayuki pergi.


Aku merasakan ada bahaya yang mendekat, dan aku keluar untuk memeriksanya. “Siapa mereka?” Jumlahnya lebih dari 10 orang, dan sepertinya mereka bersenjata. “Apa mereka orang seperti yang menjarah apartemenku dulu?” Jika benar seperti itu, ini tidak bisa aku biarkan. Aku langsung bersiap untuk menghadapi mereka.


“Aku tidak akan membiarkan kalian.” Jika mereka memang berniat untuk menyerang tempat ini, aku tidak akan membiarkan hal itu. Keluarga Shirayuki sudah mempersilahkanku tinggal disini, dan sebagai gantinya setidaknya aku harus membalas kebaikan yang mereka berikan padaku. “Ryuga.” Aku ini dengan cepat mengakhiri ini, oleh karena itu aku memanggil Ryuga. “Ini adalah tugas yang cocok untukmu.” Aku mengambil nafas panjang dan melepaskannya. “Baiklah, aku siap.”


------------------


Mereka kurang lebih berjumlah 30 orang, dan masing-masing dari mereka menggunakan senjata api. “Aku harus menyelesaikan ini sebelum mereka menyadarinya.” Aku bertindak seakan seorang pembunuh yang handal.


Di dalam kegelapan malam ini, aku bisa dengan mudah melumpuhkan mereka satu persatu tanpa ketahuan. “Sisanya tinggal 7 orang lagi.” Tanpa aku sadari, hanya tinggal tersisa beberapa orang saja.


Setttt


“A…”


Buggg


Hanya dengan memberikan sedikit luka, itu sudah cukup untuk melumpuhkan mereka. Aku juga tak menyangka kalau Ryuga memiliki kemampuan seperti ini. Tapi, ini juga membantuku.


Settt


Setttt


Setttt


Setttt


5 orang sudah tumbang, dan hanya tersisa 2 orang lagi. “Baiklah...” Seharunya mereka sudah menyadari keberadaanku. Jika sampai detik ini mereka tidak menyadari keberadaanku itu sangat aneh, tapi.. “Ada apa ini?” Ini sangatlah aneh, pahadal aku sudah berada dekat dengan mereka tapi mereka tidak menyadari keberadaanku.


Aku perlahan mendekati mereka, tapi..

__ADS_1


Bug


Saat aku menyentuh mereka berdua, mereka tiba-tiba saja terjatuh. “Cih, mereka menjebakku.” Tanpa aku sadari 2 orang ini sudah tidak sadarkan diri atau lebih tepatnya mereka semua hanyalah umpan. “Siapa?”


__ADS_2