Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
3


__ADS_3

Pagi hari, jam 06.34


"Hoaamm..." Menguap dan perlahan membuka mata, saat sadar aku sudah berada di kamarku. "Apa mereka memindahkan ku?" Karena sepertinya kemarin aku pingsan, kejadian setelah itu aku tidak bisa mengingatnya. "Sepertinya aku pingsan karena kelelahan." Pertarungan menyenangkan ku dengan Ken kemarin, mungkin itu yang menyebabkan diriku pingsan.


Aku perlahan mulai bangun dari tempat tidurku, dan saat itu pula..


Kreeekk


Pintu kamar terbuka. "Hiroaki-sama..." Lia yang masuk ke kamarku langsung menghampiriku. "Anda jangan banyak bergerak, tubuh anda belum pulih sepenuhnya." Lia langsung membaringkanku kembali ke tempat tidur.


"Eeh. Lia, aku baik-baik saja." Aku mencoba untuk kembali bangun.


"Hiroaki-sama, saat ini anda sudah kehabisan banyak sekali count. Jika anda tidak beristirahat dengan benar, count anda tidak akan pulih."


"Count?" Kata-kata baru yang pertama kali aku dengar.


"Count itu adalah sihir yang digunakan untuk menggunakan pedang spesial."


"Pedang spesial, ah... Maksudmu pedang dewa."


"Iya, jika anda kehabisan count anda tidak akan bisa menggunakan sepenuhnya kemampuan pedang spesial."


"Hmmm... Begitu." Aku baru mengetahui tentang hal ini, tentang count.


"Meskipun begitu..." Aku mencoba untuk bangun. "Terima kasih sudah menghawatirkan ku Lia, tapi ada sesuatu yang harus aku lakukan hari ini, jadi bisa kau membantuku untuk bersiap-siap?"


"Hiroaki-sama, anda mau pergi?"


"Iya. Ada sesuatu yang harus aku lakukan, sesuatu yang sangat penting."


"Apa aku-..."


"Tidak boleh." Aku langsung memotong kata-kata Lia, itu karena aku sudah tau apa yang ingin dikatakan olehnya.


"Tapi, Hiroaki-sama..."


"Tidak boleh." Aku kemudian mulai berdiri dari tempat tidurku ini. Saat aku bangun, aku merasa sedikit sakit di bagian kepalaku dan rasa sakit itu tak terlalu lama. "Sudah, ayo bantu aku."


"B-Baik..." Meskipun terlihat murung, tapi Lia tetap membantuku.


-------- Beberapa menit setelah itu -------


"Haaaa. Akhirnya selesai juga." Dibantu oleh Lia, aku membawa sedikit bekal yang tidak mudah basi dan juga tentu saja, hanya itu. Karena sisanya sudah siapkan oleh Rin dan yang lainnya, mungkin. "Lia, terima kasih."


"Hikari-sama, apa anda akan pergi lama?"


"Hmm. Bagaimana, ya. 10 hari, mungkin. Setelah itu aku akan kembali lagi."

__ADS_1


"S-Sepuluh hari..." Lia terkejut mendengar hal itu.


"Aku akan pergi ke kerajaan Anvil."


"Kerajaan Anvil, bukannya itu terlalu jauh."


"Tenang saja, aku akan menggunakan naga Shura. Dan menurut perhitunganku, aku akan sampai disana dalam waktu 6 hari."


"6 hari? Tapi, bukannya Hiroaki-sama bilang akan kembali dalam waktu 10 hari. Berarti anda butuh waktu paling tidak 12 hari."


Mendengar hal itu, aku sedikit tersenyum. "Tenang saja, aku pasti akan kembali tepat waktu. Aku janji."


"Baiklah." Wajah murungnya hilang, diganti dengan senyuman. Setidaknya dia tidak murung lagi setelah mendengar kata-kataku barusan.


-------------- Setelah itu -----------


Aku sampai di belakang istana. "Ehh? Kenapa banyak sekali orang yang berkumpul disini?" Bukan hanya Rin dan yang lainnya, tapi juga para pelayan dan beberapa prajurit juga ada disini. Dan ada sesuatu yang membuatku sedikit terkejut. "Eeeh. Itu semua barang yang akan aku bawa?" Yang aku lihat adalah segunung peralatan yang sepertinya sudah disiapkan oleh mereka ber-4.


"Kami tidak tau apa saja yang kau butuhkan, jadi kami pilih saja semuanya." (Sia)


"Aaah, begitu." Meskipun butuh, tapi hanya ada beberapa barang saja yang benar-benar aku butuhkan yang ada di sana. "Terima kasih." Mengatakan itu, aku menghampiri tumpukan itu dan mengambil beberapa barang yang mungkin berguna.


-------- Beberapa menit kemudian --------


"Haaa, aku rasa ini cukup." Aku mengambil tali, lampu yang terbuat dari sihir dan juga beberapa benda sihir yang aku rasa akan berguna. "Shura!!" Setelah itu, aku langsung memanggil Shura.


Groooaarrrr


Aku mulai naik ke punggung naga Shura dengan beberapa barang yang aku bawa beserta dengan kedua pedangku tentunya.


Setelah selesai. "Kalian semua, tolong jaga kerajaan ini selama aku pergi. Aku akan kembali secepatnya."


"Hi-chan, selamat jalan." 1 kata dari Rin, itu mewakili apa yang ingin dikatakan oleh mereka semua.


"Aku berangkat Shura..."


Groooaarrrr


Perlahan Shura mulai terbang.


Mereka semua melambaikan tangan kepada ku dan akupun melakukan hal yang sama, aku melambaikan tangan pada mereka.


Setelah ketinggiannya cukup, naga Shura mulai bergerak maju menuju ke arah barat tepatnya ke arah kerajaan Anvil. "Shura, jika kau merasa lelah. Mendarat saja, ya." Karena perjalanan ini akan sangat panjang, aku rasa naga Shura akan kelelahan di tengah perjalanan nanti.


Groooaarrrr


---------- Beberapa jam setelah itu ---------

__ADS_1


Pagi hari, jam 10.21


"Haaa. 6 hari, ya." Karena bosan, aku mencoba enghitung jarak antara kerajaanku dengan kerajaan Anvil untuk sedikit menghilangkan rasa bosanku ini.


Aku menghitung dan aku tak menghasilkan apapun. Rasa bosan ini masih tetap ada. "Tidur saja..." Karena ini adalah perjalanan yang panjang, aku putuskan untuk beristirahat di punggung naga Shura.


Menutup mataku, aku perlahan mulai kehilangan kesadaranku.


——————————


"*Hi-chan, kapan kau akan melakukannya?"


"Huh?"


"Iya, kapan kau akan melakukannya*?" (Emilia)


——————————


15.22


Karena bermimpi seperti itu, aku membuka mataku. Meskipun bukan mimpi buruk, tapi itu adalah mimpi tentang janjiku pada mereka. "Ha, aku sampai memimpikan hal itu."


Beberapa hari setelah menikah, aku bercerita pada mereka kalau aku bertemu dengan ibuku. Dan entah kenapa mereka juga ingin bertemu dengan ibuku juga, dan tanpa sadar aku berkata 'iya'. "Ha, bodohnya aku." Ibu saat ini berada di dunia yang berbeda, dan aku tak tau caranya. Dewa juga tidak mau membantuku, dia bilang kalau untuk pergi kedunia tempat ibu berada, harus memenuhi beberapa syarat dan syarat itu cukup sulit, itu yang dikatakan oleh dewa Sha padaku.


Grooaaarrrr


"Huh? Shura, ada apa?" Tiba-tiba saja Shura berhenti bergerak.


Groooaarrrr


Karena Shura kelihatan sangat aneh, aku putuskan untuk melihat apa yang dia lihat didepan. "Woy, yang benar saja." Cukup jauh didepanku, aku melihat ada sekitar 20 monster atau bahkan lebih banyak dari itu. Monster itu terlihat seperti naga tapi ukurannya lebih kecil. "Monster apa itu?" Ini pertama kalinya aku melihat monster itu.


Menyadari keberadaanku, monster itu mendekat ke arah kami. "Shura..."


Groooaarrrr


Kami memutuskan untuk menghindari mereka. Aku tak mungkin bisa menang jika pertarungan di udara, tapi jika di darat beda cerita, meskipun 10000 pasukan aku siap melayaninya. "Shura, lebih cepat!!"


Groooaarrrr


Kecepatan Shura bertambah cepat, dan para monster itu tidak bisa mengejar kami.


-------- Beberapa jam setelah itu --------


Sore hari, jam 16.33


Aku menyuruh Shura untuk lewat memutari tempat naga kecil itu. Meskipun cukup memakan waktu, tapi lebih baik cari aman. "Ha. Hari pertama sudah seperti ini, mungkin aku harus bersiap-siap untuk hari selanjutnya." Aku merasa kalau perjalanan ini tidak akan semudah yang aku bayangkan, 'tidak akan ada masalah dalam perjalanan ini' itulah yang aku pikirkan, tapi sepertinya itu tidak akan berjalan dengan lancar. "Aku harap besok tidak ada sesuatu yang lebih buruk dari ini."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2