Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
32


__ADS_3

Siang hari.


Sfx : ledakan.


Suara ledakan terdengar begitu kuat, dan suasana disini berubah. Hawa disini menjadi dingin. “Wah, sepertinya mereka sedang bertarung dengan serius.” (Ersen) Sudah cukup lama kami berpisah dengan yang lain, tapi kami belum menemukan musuh disini.


“Ini pertarungan terakhir. Wajar saja jika para pemain yang lain bertarung dengan serius. Jika kita menang, permintaan kita akan dikabulkan.”


“Pertarungan terakhir, ya.” Jika ada orang yang sudah berada didunia ini sangat lama, pasti sangat menantikan hal ini. Lagipula, memang ini tujuan dari permainan ini.


Saat ini, aku merasakan sesuatu yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. “Hiroaki, ada apa?” (Ersen)


“Tidak ada apa-apa.” Perasaan ini, ‘LELAH.’ Meskipun aku baru beberapa bulan berada didunia ini, aku sudah merasakan hal itu. Rasa lelah akan pertarungan, dan mungkin ini juga yang dirasakan oleh ketua. ‘Semua orang yang ada didunia ini bertempur demi mencapai tujuan dan keinginan mereka. Sesuatu yang hanya bisa mereka dapatkan jika memenangkan permainan ini.’


“Hiroaki, ada musuh didepan.” (Ersen)


“Baik.” Shirame dan Ryuga muncul di kedua tanganku.


“Hiroaki, Selvi. Bersiaplah untuk bertempur.”


“Baik.”


Sementara itu.


“Haa, ini sangat melelahkan. Tapi, sebentar lagi ini semua akan berakhir. Penantian lamaku akhirnya akan berakhir hari ini.” (Itsuki) Darah segar memenuhi tubuhnya, dan beberapa mayat berserakan disekitarnya. “Kalian semua, maju dan hadapi aku. Buat ini menjadi permainan terakhirku.”


“K-Kau, sialan!! Semua, serang dia!!” (???) Sisa dari kelompok yang dibantai oleh Itsuki berbalik menyerangnya.


“Ya, meskipun perlawanan kalian itu adalah perlawanan yang sia-sia.”


Duarrrr.


Sfx : ledakan.


Ctanggg


Sfx : Adu pedang.


“Cih, ternyata mereka.” Lawan yang sekarang aku hadapi adalah lawan yang pernah aku temui sebelumnya.


“GAIA, Serang!!” (???)


“Menggunakan golem untuk menyerang, tidak buruk juga.” (Ersen)


“Ersen, apa kau punya cara untuk mengalahkannya?”


“Hmmm. Menghancurkan golemnya akan sia-sia, golem itu memiliki penangkal fisik, dan juga sihir. Jadi serangan apapun tidak akan mempan terhadapnya. Dan meskipun berhasil dihancurkan golem itu akan kembali seperti semua. Jadi satu-satunya cara untuk mengalahkannya adalah membunuh pemiliknya. Tapi... Selvi, kemarilah.”


“Baik.” (Selvi)


“Dia dilindungi oleh pengguna pedang yang cukup kuat dan juga penyihir yang berbakat.”


“Tapi, sangat disayangkan. Mereka melupakan hal yang penting.” (Ersen)


“Apa?”


Ersen mengangkat tangan kanannya. “Disini kelompok ini ada seorang ahli sihir.”


Wusshhhh


Perlahan angin besar mulai terbentuk dan perlahan mulai menjadi tornado. “Tambahkan sedikit api.” Sebuah tornado api besar terbentuk. “Hiroaki, Selvi. Bisa kalian ulur waktu selama mungkin. Aku akan menggunakan sihir terhebat ciptaanku.”


“Baik.” Meskipun cukup sulit, aku dan Selvi mencoba untuk menahan mereka.


“Penggunaan kekuatan. 70%” Tanah mulai bergoncang, dan aku mulai merasakan kekuatanku meningkat jauh melebihi yang biasanya.

__ADS_1


Step


Aku bergerak dengan cepat dan mencoba untuk menyerang orang yang mengendalikan golem itu. “Rasakan ini!!”


Ctanggg


Duaarrrrr


Seranganku mengakibatkan tanah yang ada dibelakangnya terbelah dan lava mulai tersembur keluar, dan juga awan hitam di langit menghilang sebagian tubuh golem itu musnah. Tapi... ‘Cih, dia berhasil menangkisnya.’ Kekuatan 70% milikku berhasil ditangkis oleh pengguna pedang ini, dan bukan hanya itu. “S-Sial!!” Ia melancarkan serangan balik.


Stepp


“Hiroaki, kau tidak apa-apa?” (Selvi) Perlahan tubuh golem itu mulai bergenerasi.


“Aku baik-baik saja.” Tadi itu hampir saja, jika aku terlambat sedikit saja aku pasti tidak akan bisa menghindarinya. Dan ditambah lagi…


“Hiroaki, tanganmu.”


“Ya.” Tanganku bergetar, kemungkinan ini karena efek kekuatan yang aku keluarkan ini. ‘Tubuhku… Ternyata masih belum siap, ya.’ Setidaknya hanya itu yang bisa aku pikirkan saat melihat keadaanku sekarang. Kekuatan yang sangat besar, dan saat ini tubuhku belum siap dengan hal ini. “Penggunaan kekuatan, 50%.” Meskipun sudah mengurangi kekuatanku, tanganku masih saja gemetar.


“Hiroaki, awas!!”


Ctang


“K-Kuat.” Selvi menahan serangan pengguna pedang itu. “H-Hiroaki, c-cepat...”


Step


Aku bergerak dengan cepat dan mencoba untuk mengalahkan pemilik golem itu.


Fire


“S-Siall!!”


“Hiroaki!!”


“Jangan mengalihkan pandanganmu.” (???)


Dakkkkk


Sfx : Benturan


“Gwaaaahhh.” Selvi terpental cukup jauh.


“A-Awww,ternyata ini cukup menyakitkan.” Sihir api itu berhasil melukaiku. Kekuatan sihirnya luar biasa, dan jika seperti ini kami akan kalah. Aku sudah menurunkan penggunaan kekuatanku, dan aku tak bisa meningkatkannya lagi.


“Maaf membuat kalian menunggu.” (Ersen) Persiapannya sudah selesai. “Sisanya serahkan saja padaku. Kalian berdua beristirahatlah.”


“Ya.” Ersen maju menghampiri mereka, aura ditubuhnya terlihat sangat aneh.


“Rasakan jurus terhebatku. 12 Elemental Strom!!” Seketika langit menjadi hitam pekat, dan perlahan badai tornado mulai terbentuk. “Api, Air, Tanah, Udara, Cahaya, Kegelapan, Logam, Pasir, Petir, Lava, Es, dan juga Minyak. Jika kalian memang bisa, cobalah bertahan dari serangan terhebat dan mematikanku ini!!! HAHAHAHAHAHA!!!”


Gubrakkk


“Ersen!!” Ersen tergeletak.


Brusshhhh


Ctarrkk


Wushhh


12 tornado dengan element yang berbeda terbentuk. “Ini gawat.” Aku merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi jika kami terus berada disini.


Aku bangun dan menghampiri Ersen. “Ersen, kau baik-baik saja?”

__ADS_1


“Y-Ya, aku hanya kehabisan tenaga.” Aku menggending Ersen dan pergi menghampiri Selvi. “Maaf merepotkanmu.”


“Tidak masalah.”


Beberapa saat kemudian.


“Selvi, apa kau baik-baik saja. Apa kau bisa bergerak?”


“A-Aku tidak apa-apa.” Selvi perlahan mulai berdiri.


“Kita harus pergi dari sini secepat mungkin, aku merasakan hal yang buruk akan terjadi jika kita terus berada disini.”


“Baik.” Kami bergegas pergi dari tempat ini secepat mungkin.


Beberapa lama setelah itu.


Kami sudah berada sangat jauh dari tempat sebelumnya, dan tepat setelah kami berhenti hembusan angin yang begitu kencang terjadi, disusul oleh ledakan yang sangat keras dan juga gempa yang begitu kuat. “Kekuatan yang hebat.” Meskipun dari kejauhan, 12 elemen tornando itu masih terlihat sangat jelas.


“Hiroaki, kau bisa turunkan aku.” (Ersen)


“Apa kau sudah baik-baik saja?”


“Ya, setidaknya aku baik-baik saja.”


“Kalau begitu, baiklah.” Aku perlahan mulai menurunkan Ersen yang aku gendong.


“Kita istirahat dulu sebentar.”


“Tapi, kita masih di tengah-tengah pertempuran.” (Selvi)


“Tenanglah, di arena ini tidak ada satupun musuh. Jadi kita bisa beristirahat disini untuk sementara waktu.”


“Kalau begitu, baiklah.” Lagipula aku membutuhkan waktu untuk mengumpulkan mana dan juga mengatasi luka bakar yang menyakitkan ini, dan sedikit istirahat sangat membantu untuk mempercepat pengumpulan mana dan juga penyembuhan luka yang sedang aku alami ini.


Beberapa menit setelah itu.


“Hikari, Selvi, Ersen. Tunggu sebentar, aku akan segera mengobati kalian.” (Karen)


“Kalian.” Yang lainnya tiba-tiba saja berkumpul disini. “Bagaimana dengan kalian, apa.”


“Hiroaki, jangan bicara dulu. Aku sedang menyembuhkanmu.”


“M-Maaf.” Tanpa aku sadari Karen tengah menyembuhkan kami bertiga.


“Kalian itu, kenapa bisa sampai terluka seperti itu.” (Itsuki)


“Ketua.”


“Lawan yang kami hadapi memiliki kekuatan yang luar biasa. Bahkan 70% kekuatan yang aku gunakan masih belum mampu untuk mengalahkan salah satu dari mereka. Adawww.” Tiba-tiba saja ketua memukul kepalaku dengan sangat keras.


“K-Ketua. Aku sedang menyembuhkan mereka, jangan tambahkan luka lagi.” (Karen)


“Kau itu, apa kau mendengar apa yang aku katakan.”


“Huh?”


“Gunakan seluruh kemampuanmu, jika kau hanya menggunakan kekuatan seperti itu kau bahkan tidak akan bisa mengalahkan 1 musuh terlemah di kelompok yang tersisa saat ini. Apa kau paham.”


“M-Maaf.”


“Haa, sudahlah. Setelah Karen selesai menyembuhkan kalian bertiga, kita akan pergi menyerang.”


“Menyerang? Itu berarti...” (Miko)


“Ya. Lawan kita hanya tersisa 1 kelompok lagi, dan kemungkinan kelompok itu sedang menunggu kita di sana. Tempat pertarungan terakhir.”

__ADS_1


__ADS_2