Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
31


__ADS_3

Aku dan kelompok pasukan pembebas berkumpul, seluruh jumlahnya hanya ada 31 orang saja. Dan itu menurutku cukup, tidak itu terlalu sedikit. “Jadi, kalian yang membawaku kabur dari pasukan itu.”


“Ya.” (Gil)


“Hmm…” Dari cerita yang aku dengar dari mereka, mereka menyelamatkanku dari para pasukan militer yang akan membawaku ke penjara militer. “Tidak kalian selamatkan aku juga bisa menyelamatkan diriku sendiri.”


“Kau!! Beraninya kau berbicara seperti itu setelah kami bersusah payah untuk menyelamatkan nyawamu.” (Disk)


“Disk, tenanglah.” (Leon) Leon, ketua dari kelompok pembebas.


“Ya, tapi setidaknya aku bukan tipe orang yang akan pergi setelah diselamatkan. Jadi, langsung saja keintinya. Apa yang kalian inginkan dariku?” Jika mereka menyelamatkanku, mereka pasti menginginkan sesuatu dariku. Setidaknya itu sudah pasti.


“Pedangmu, kami ingin kau meminjamkan pedangmu pada kami.”


“Pedangku?” Aku tak tau seberapa banyak mereka melihat tentang diriku, tapi… “Apa kalian sanggup?” Sesuatu yang sangat sakral seperti pedang milikku ini. Mengangkatnya saja aku yakin tidak ada seorangpun yang bisa, tapi...


“Tenang saja, di kelompok ini ada seseorang yang sangat ahli dalam berpedang.” (Roy)


“Begitukah. Ya, sudah.” Karena mereka cukup percaya diri, aku hanya meng-iyakan saja.


“Eh… Kau serius?”


“Tentu saja.” Sebenarnya aku tak berniat untuk meminjamkannya karena beberapa hal lain, tapi jika aku menjelaskannya mungkin mereka akan terus memaksaku, lagipula mereka semua sudah menyelamatkan nyawaku. Jadi, aku putuskan untuk meminjamkannya. Meskipun begitu, aku yakin mereka tidak akan sanggup mengangkat 1 milimeter pun dari tanah. “Ryuga.” Ryuga muncul di tangan kananku dan mereka semua terkejut melihat apa yang sudah aku lakukan barusan.


“Apa yang baru saja kau lakukan? Mesin apa yang kau gunakan itu?” (Gios)


“Mesin? Aku sama sekali tidak menggunakan hal itu. Sebelum itu, aku ingin kalian bersiap-siap.”


“Bersiap-siap untuk apa?”


Aku mulai perlahan menaruh Ryuga di atas meja, dan saat aku melepaskan pengannganku dari Ryuga.


Duarrrrrrrrr


---------------------------


“Leon, Roy, Gil, Droes, Gios, Rath … Kalian semua, apa kalian baik-baik saja. Alicia, cepat cari yang lainnya.” (Disk)


“Baik.”


“Ha… Sudah kuduga.” Apartemennya runtuh karena tidak kuat menahan beban pedang Ryuga. Karena sudah di upgrade oleh dewa Sha, kekuatan dan berat pedang ini juga bertambah. Sejujurnya, jika aku melemparkan pedang ini ke sebuah gedung maka gedung itu akan langsung runtuh dan hancur.

__ADS_1


Oleh karena itu dewa Sha mengantisipasinya dengan membuat pedangku ini hanya muncul saat aku memanggilnya, dan jika aku yang memegangnya, maka beratnya akan sama seperti pedang biasa. “Apa kau masih ingin meminjam pedang ini?”


“Pedang apa itu sebenarnya?” (Leon)


“Pedang istimewa, dan kalian tidak akan sanggup untuk menganggatnya walaupun hanya 1milimeter dari permukaan tanah.”


“Sangat hebat. Apa kau mau membantu kami untuk mengalahkan perusahaan.” (Roy)


“Hmm… Baiklah, aku akan membantu kalian.” Setidaknya, tujuan mereka sama denganku. Jadi, tidak ada salahnya aku membantunya. Lagipula mungkin saja ini bisa sedikit mempermudah tugasku.


__________________


Malam hari.


“Emilia, bagaimana keadaannya?” (Sia)


“Panasnya masih belum turun, tapi setidaknya saat ini dia bisa beristirahat.”


“Apa yang sebenarnya terjadi padanya?”


“Entahlah…” Setelah kepergian Hiroaki, keadaan Ai tiba-tiba memburuk dan saat ini ia sedang sakit. “Sia, bisa tolong gantikan aku menjaga Ai. Aku ingin menyelesaikan pekerjaanku.”


“Terimakasih.”


__________________


Pagi hari, markas pasukan pembebas.


“Hey, apa kau tidak apa-apa?” (Roy)


“Aku tidak apa-apa.” Entah kenapa tubuhku memanas. “Apa yang sebenarnya sedang terjadi?” Padahal kemarin keadaanku baik-baik saja. Tapi, sekarang aku merasa tidak enak badan.


“Disk, untuk penyerangan kali ini. Kita akan lewat jalur bawah tanah.”


“Jalur bawah tanah, ya.” (Leon)


“Jumlah pasukan musuh yang ada disana, berapa jumlahnya?”


“Sekitar 12 orang tentara biasa dan 18 cyborg type EDT-2132.”


“Jumlah 30 musuh, ya. Itu, cukup sedikit. Baguslah.”

__ADS_1


“EDT-2132, bukannya itu type cyborg lama. Kenapa mereka mengambil resiko berbahaya dengan menaruh cyborg type itu disana.”


“Cyborg EDT-2132 memang buruk dalam akurasi penembakan, tapi jika di tempat itu meskipun akurasinya buruk. Tembakan mereka pasti akan mengenai musuh, itu bukan hal yang buruk.” (Leon)


Entah apa yang mereka bicarakan, aku sama sekali tidak mengerti tapi yang pasti. Saat ini aku dalam kondisi yang kurang baik. 'ini sangat buruk.' Karena tubuhku dalam keadaan seperti ini, aku harus sedikit beristirahat. Aku merebahkan diriku diaras kursi panjang yang ada di ruangan ini.


“Bocah, kau tidak apa-apa? Sepertinya kau sedang tidak sehat.” (Leon)


“Y-ya, seperti itulah… Dan jangan panggil aku dengan sebutan itu, namaku Hiroaki.”


“Tidak enak badan.” (Alicia) Alicia mendekat ke arahku dan menyentuh dahiku. “Suhunya hampir 40 derajat.”


“40 derajat, itu sudah melewati batas sakit.” (Roy)


“40 derajat, ya.” Aku tak tau kalau suhu tubuhku sepanas itu, tapi yang pasti saat ini yang aku inginkan hanya istirahat. Rasa panas ini membuatku ingin tidur. “Aku ingin istirahat sebentar, dan jangan pergi sebelum aku bangun.”


“Siapa kau, berani memerintah.”


“Jika tidak kalian ikuti, kalian akan menyesal.” Dengan berkat dewa Wan, aku bisa tau apa yang akan terjadi pada sang MC ini. Tapi, sepertinya ini sedikit tidak adil, karena aku sudah merusak cerita dari MC ini sendiri. 'Ha… Maaf dewa Wan, sepertinya kau harus mengatur ulang cerita di dunia ini.' Aku kemudian pelahan menutup mataku. “Selamat tidur.”


__________________


“Hahahahaha… Ini sangat menarik.” (dewa Wan)


“Dewa Wan, bukannya dengan begini pekerjaanmu akan tambah banyak.”


“Itu tidak masalah, aku sudah melihat sesuatu yang sangat menarik. Sejujurnya, aku tidak tau lagi apa yang ingin aku lakukan dengan duniaku ini. Rencanaku, aku ingin membuat MC duniaku mati dan dengan begitu selesai.”


“Dewa Wan, ternyata kau kejam juga, ya.”


“Hahaha… Tapi, setelah melihat apa yang dia lakukan. Aku jadi mendapatkan sedikit ide yang sangat bagus.”


“Jika seperti itu, baguslah. Tapi… Sepertinya dia tidak mampu mengemban berkat yang kau berikan dewa Wan.”


“Tidak, itu hanyalah awal. Tubuhnya mulai mencoba untuk menerimanya, tapi… Kemungkinan juga ada orang yang akan ikut merasakannya juga selain dirinya, lagipula dia berasal dari duniamu. Dan kau pasti sudah tau alasannya.”


“Begitu… Efek pasangan, ya.”


“Jika ada kabar menarik lagi, segera kabari aku. Aku akan pergi dulu.”


“Ya.” Dewa Wan pergi. “Ha… Dasar, dewa maniak cyborg. Memberikan berkat sekuat itu pada manusia biasa. (tersenyum) Tapi, jika dia bisa menggunakannya. Mungkin ini akan jadi batu pijakan pertama yang sangat bagus untuknya.” Dewa Sha kembali memantau apa yang terjadi pada Hiroaki. “Ini adalah langkah awalmu untuk menuju ke tempat yang tak pernah kau banyangkan sebelumnya. Jadi, berjuanglah. Hiroaki…”

__ADS_1


__ADS_2