Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
6


__ADS_3

Pagi hari


Pagi ini adalah pagi yang sangat indah, entah kenapa aku merasa seperti itu, dan aku juga merasa bersemangat hari ini. “Emi, Ai. terimakasih. Awww..”


Emilia memukul kepalaku dengan keras. “Kau itu, apa kau selalu seperti ini.”


“Hahaha, bukankah itu terjadi akibat ulah kalian juga. Coba saja kalian tidak membahas itu, pasti segelnya tidak akan rusak.”


“Segal segel, apa sih yang kau bicarakan. Itu salahmu sendiri, seharusnya kau tidak mendengarkan apa yang kami bicarakan.”


“Mau bagaimana lagi, itu adalah pemandian terbuka. Lagipula pemandian laki-laki dan perempuan hanya dipisahkan oleh tembok saja.”


“I-itu, memang benar… Tapi, tidak seharusnya kau mendengarnya.”


“Sudahlah. Itu masih lebih baik, bagaimana jika ada orang lain selain aku yang mendengar hal itu.”


“(tersenyum) Hiroaki. Seandainya saja, ya. Seandainya saja, jika ada orang yang-..”


“Aku akan menyiksanya sebelum membunuhnya, lalu setelah itu aku akan memotong mayatnya dan juga menghancurkannya hingga tak tersisa. Dan aku juga akan membuat tidak ada lagi orang yang berani berbuat seperti itu. Bukan hanya itu, jika dia seorang yang memiliki kekuasaan, aku akan mengancurkannya hingga rata dengan tanah.”


“Hiroaki, kau menyeramkan.”


“Haa, sudahlah, jangan bahas hal itu. Lagipula, mana mungkin aku membiarkan keluarga yang aku sayangi mengalami hal seperti itu.”


“Hiroaki...”


“Huh?”


“Saat kau serius seperti itu, kau terlihat keren.”


“B-Benarkah. S-sudahlah. Aku mau keluar, sebaiknya kau bangunkan Ai.”


“Baik.”


---------------


Di dalam perjalanan yang tenang.


“Haa,apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Emilia.” Ia mengatakan hal seperti itu, meskipun tidak sampai selesai tapi setidaknya aku sudah tau intinya. “Tidak akan aku biarkan kejadian itu terulang kembali.” Kejadian saat Rin diambil oleh pangeran itu, aku sudah lama lupa dengan nama dan juga kerajaannya. Tapi 1 hal yang pasti, jika sampai kejadian seperti itu terulang kembali. Aku akan menggunakan seluruh kekuatan ini untuk menghentikannya.


Beberapa lama setelah itu.


“Hari ini sangat tenang.” Sangat tenang sampai aku merasakan kenyamanan disini.


‘Hiroaki, ada tugas untukmu.’


Dewa Sha tiba-tiba saja menghubungiku. ‘Ada apa dewa Sha?’


‘Ritual pemanggilan.”’


‘Dimana?’


‘Kerajaan Altra, sebelah utara dari kerajaan yang kau tempati saat ini.’


‘Begitu.’


‘Oh, ya. Ada yang ingin aku katakan padamu.’


‘Ada apa dewa Sha?’


‘Hancurkan kerajaan itu.’


‘Huh?’ Ini pertama kalinya dewa Sha menyuruhku untuk menghancurkan sebuah kerajaan. ‘Dewa Sha, apa yang sebenarnya sudah terjadi?’


‘Kerajaan itu sudah sering kali melakukan pemanggilan, dan lagipula kerajaan itu sudah tidak bisa diselamatkan.”

__ADS_1


‘Meskipun begitu, kenapa harus dihancurkan?’


‘Kerajaan Altra itu sudah seperti virus, jika tidak di bereskan makan virus itu akan menyebar. Dengan pengandaian seperti itu, aku yakin kau sudah tau alasannya.’


‘Haa, baiklah. Menghancurkan kerajaan, ya.’ Setidaknya, butuh sekitar 6% kekuatan untuk melakukan itu.


‘Lakukan dengan segera.’


‘Haa, baik-baik, akan segera aku lakukan.’ Dewa Sha menutup telepatinya. ‘Meskipun begitu, menghancurkan kerajaan, ya.’ Yang aku pikirkan adalah bagaimana nasib rakyat dan juga orang yang tak bersalah yang ada disana.


Beberapa lama setelah itu.


“Hiroaki.”


“Huh, Emi, Ai, ada apa?” Emilia dan Ai mendatangiku.


“T-Tidak ada apa-apa, aku hanya khawatir kalau kau membuat masalah.”


“Kau kira aku anak kecil.”


“Sayang, tentang yang tadi malam...”


“Emi, Ai. Aku akan pergi sebentar.”


“Kemana? Aku ikut.”


“Aku juga ikut.”


“Kalian yakin? Ini akan sangat menyeramkan lo, apa kalian masih yakin ingin ikut?”


“Tidak ada yang lebih menyeramkan dibandingkan dengan keganasanmu..”


“Haa, sudahlah.” Ini mungkin pertama kalinya aku mengajak orang lain dalam tugas ini. Dan aku tak tau respon apa yang akan mereka berikan nanti.


“Hiroaki, kita mau kemana?”


“Kerajaan Altra.”


“K-Kerajaan Altra, ya.”


“Emi, ada apa?” Saat mendengar itu, sikapnya berubah.


“Sayang, kau tidak tau. Kerajaan Altra itu adalah kerajaan yang sangat berbahaya. Konon para petualang yang memasuki kerajaan itu tidak pernah terlihat keluar kerajaan setelah memasuki kerajaan itu.”


“Heee, begitu.”


“Ada juga gosip yang mengatakan, kalau penduduk yang ada dikerajaan Altra semuanya memiliki sifat yang buruk.”


“Hmm, begitu.” Jika memang benar seperti itu, aku tak perlu ragu lagi. Lagipula dewa Sha sendiri yang menyuruhku. Perintah dewa, mana bisa aku tolak.


Beberapa lama setelah itu.


“Itu dia, kerajaan Altra.”


“(menelan ludah) Perasaan apa ini?” Padahal jaraknya masih cukup jauh, tapi aku sudah merasakan sesuatu yang begitu buruk terasa dari kerajaan itu.


“Sayang, kau merasakannya juga?”


“Juga? Apa kau juga?”


“Iya. Bagi seseorang yang memiliki sihir yang cukup besar, pasti akan merasakannya. Perasaan buruk, keji, dan juga kejahatan. Semuanya yang barusan kita rasakan, itu semua bersumber dari kerajaan itu.”


Jika dilihat, kerajaan Altra memang sama seperti kerajaan biasanya, tapi jika orang yang memiliki sihir cukup besar akan merasakan atmosfer yang berbeda saat mendekati kerajaan itu. “H-Hiroaki, sebaiknya kita kembali saja. Tempat itu sangat berbahaya.”


“Huh? Emi, bukannya kau tadi bilang tidak takut.”

__ADS_1


“Aku kira tadi kita akan pergi kemana, jika saja aku tau kita akan pergi kekerajaan ini aku pasti sudah memilih tinggal di penginapan.”


“Sudah-sudah. Tenang saja, ini tidak akan lama.”


Beberapa menit kemudian.


Kami sudah berada di atas kerajaan Altra dengan ketinggian yang mustahil bisa dilihat oleh orang biasa. “Sayang, apa yang ingin kau lakukan?”


“Melakukan tugas dari dewa.”


“Tugas dari dewa?”


“Ryuga.” Pedang Ryuga muncul di tangan kananku.


“Hiroaki, apa yang akan kau lakukan?”


“Hmm? Ini bagian yang cukup mengerikan, jadi bisa tutup mata kalian.”


“Kenapa?”


“Aku tidak ingin kalian melihat ini. Aku mohon, hanya selama beberapa menit.”


“B-baiklah.” Mereka berdua menutup mata.


“Haa.” Menunjukkan hal seperti ini pada mereka memang sangat buruk, apalagi ini tentang kehancuran sebuah kerajaan. “Ryuga.” Pedang Ryuga sudah mengalami peningkatan, dan pasti Ryuga juga memiliki kemampuan baru. “Baiklah, kita lihat apa yang bisa kau lakukan sekarang.” Aku mengankat Ryuga. “Penggunaan kekuatan, 6%.” Awan hitam mulai terbentuk diatasku. “Wah, ini pertanda buruk.” Sesaat setelah itu, sebuah gemuruh dan juga petir mulai menyambar dari awan hitam ini.


“Hroaki, apa yang terjadi?”


“J-Jangan buka mata kalian, ini sangat tidak layak untuk kalian lihat.”


“Tapi…”


“Ikuti saja apa yang aku katakan.”


“B-Baik.”


Beberapa saat kemudian.


“Wah, ini gawat.” Sebuah sosok naga besar yang terbentuk dari petir yang menyambar perlahan mulai muncul dari balik awan hitam itu. “Apa aku bisa mengendalikannya?” Aku mencoba untuk mengarahkan Ryuga. “Wah, ini berhasil.” Naga itu mengikuti kemana ujung pedang Ryuga diarahkan. “Kalau begitu, Shura.” Kami menjauh dari tempat ini, dan setelah dirasa cukup aman.


“(tersenyum) Dragon Strom.” Aku mengarahkan ujung pedang Ryuga ke arah kerajaan Altra.


GROOOOAAAARRRRRR.


Sebuah raungan yang cukup kencang terdengar, dan itu berasal dari naga besar itu. Dan saat naga itu menyentuh kerajaan itu…


“H-Hiroaki...”


Seketika kerajaan itu rata dengan tanah. “Ahhhh. Sudah aku bilang, jangan dulu buka matamu!!”


“Kerajaannya… Lenyap.”


“A-Apa yang sebenarnya terjadi?”


“Haa, sudahlah, ayo kembali. Shura.” Kami kembali.


Kekuatan Ryuga sudah sangat luar biasa, dengan kekuatan 6% saja kerajaan sebesar itu rata dengan tanah hanya dalam hitungan detik. Jika itu Ryuga yang dulu, mungkin akan butuh 9-13%. Tapi, itu masih belum cukup untuk menghancurkannya sampai jadi seperti itu. ‘Dragon Strom’ itu adalah nama yang aku berikan untuk tehnik Ryuga barusan. Kekuatan naga petir yang bisa menghancurkan apapun. ‘Bukankah itu sedikit berlebihan.’


“Jadi, sayang. Bisa kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi.”


“Haa.” Sepertinya aku harus menjelaskan apa yang terjadi tadi pada mereka. “Sangat merepot… Adawww. K-Kenapa?”


“Jangan bilang merepotkan, kau harus menjelaskannya!!”


“Haa, baik-baik.” Perjalanan kembali ini, mungkin akan memakan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan perlajanan pergi.

__ADS_1


__ADS_2