Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
49


__ADS_3

“Akarui-san, silahkan perkenalkan dirimu kepada teman kelasmu.” (guru)


“Namaku, Akarui Hiroaki.”


“Eh? Hanya itu?” (guru)


“Ya.” Aku rasa tak ada hal lain yang perlu aku katakan, lagipula aku tidak ingin mengatakan hal lain.


Saat kedatanganku, para siswa yang ada dikelas ini mulai berbisik-bisik satu sama lain. 'Ha, ini menyebalkan.'


“Etto, Akarui-san, kau bisa memilih tempat duduk yang kau suka.”


“Terima kasih.” Ada beberapa tempat duduk yang kosong, dan itulah kenapa guru itu menyuruhku untuk memilih sendiri tempat duduk yang aku inginkan, dan sudah jelas.


Set set.


'Haa, tidak ada tempat yang lebih baik dari tempat ini.' Tempat favorit ku, meja yang ada di paling belakang dan dekat dengan jendela. Dan ada beberapa hal yang membuat ini akan semakin menarik menurutku.


Gadis itu, dan juga orang yang berhasil melukaiku itu, berada dikelas yang sama denganku. 'Sebaiknya aku tak terlibat langsung dengan mereka. Terutama laki-laki itu. Seorang Shinigami, sang dewa kematian didunia ini.' Setidaknya itulah informasi yang aku dapatkan dari dewa Sha.


Setelah beberapa lama.


Jam istirahat.


“Eh? Akarui-san, apa kau mau makan bersama kami.” Beberapa gadis mendekatiku.


“Ahh. M-maaf, tapi ada hal yang harus aku lakukan saat ini.” Aku tak tau, tapi sepertinya aku sedikit populer. -_-


“Ah, benar juga. Kau kan murid pindahan, pasti ada berkas-berkas yang harus kau ambil, dan mungkin juga kau harus meminjam buku diperpustakaan.”


“Ahaha. Y-ya, seperti itulah.” Aku tak tau, tapi hal seperti itu sudah diurus oleh dewa Sha, jadi aku tak perlu mencemaskannya.


“Kalau begitu, kapan-kapan saja ya.”


“Y-ya.” Para gadis itu pergi. “Baiklah.” Entah apa yang akan aku selanjutnya, tapi setidaknya aku harus mengetahui seluk beluk sekolah ini terlebih dahulu.


Beberapa menit kemudian.

__ADS_1


Taman sekolah.


“Sekolah ini luas juga.” Sekolah ini lebih luas dari apa yang aku bayangkan, sekolah ini memiliki fasilitas yang lengkap mulai dari gedung olahraga, laboratorium dan masih banyak hal lainnya. Tapi... “Kubah apa itu?” Sebuah gedung berberntuk kubah terlihat dari sini, kubah itu berada cukup jauh dari sekolah ini. Dan dilihat dari ukurannya, sepertinya kubah itu berukuran cukup besar. “Sudahlah.” Aku memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalananku, tapi...


Kringgggg kringgggggg.


Sebuah alarm berbunyi, dan bunyi alarm itu persis seperti kemarin yang aku dengar. Dan saat itupula. “Ada apa ini?” Para siswa dan siswi berlari dari sekolah ini, dan mereka semua terlihat berlari menuju ke gedung yang berbentuk kubah itu.


“Akarui-san, cepat berlindung. Mereka akan segera datang.”


Teman kelasku menghampiriku dan tiba-tiba saja berkata seperti itu. “Mereka? Siapa?”


“Cepat berlindung.” Dia pergi sebelum menjawab pertanyaanku.


'Hiroaki, cepat sembunyi.'


“B-Baik.” Dewa Sha menghubungiku dan menyuruhku untuk bersembunyi, dan akupun mengikuti apa yang dikatakan olehnya.


Beberapa menit kemudian.


Grrrrrr. Sfx : geraman.


'Bukan, tapi desain monsternya memang terlihat mirip dengan milikku, tapi ini bukan aku yang membuatnya, dewa lain yang membuatnya. Lagipula untuk apa aku membuat monster selemah itu.'


'Begitu.' Sudah kuduga, meskipun mirip ini terlihat berbeda dengan monster buatan dewa Sha atau bisa dibilang monster ini cukup lemah dibandingkan dengan monster buatan dewa Sha.


“Ahhh. A-aaaaah jangan, jangan ambil itu aku mohon!!”


'Dewa Sha, ada apa? Dewa Sha?' Seketika telepati dewa Sha terputus. 'Apa yang sebenarnya terjadi pada dewa Sha?' Meskipun begitu, tak ada gunanya mengkhawatirkan seorang dewa.


Grrrrr.


Untuk saat ini, para monster itu sepertinya belum menyadari keberadaanku. Tapi...


Duarrrrr.


Suara ledakan terdengar, dan para monster yang ada disini pergi menuju ke arah suara ledakan itu berasal. “Hmm, sudahlah.” Karena penasaran, aku putuskan untuk melihatnya juga.

__ADS_1


Beberapa menit kemudianz di atas salah satu gedung.


“Hee.” Disini, aku melihat sesuatu yang cukup menarik. “Begitu, ya.” Gadis yang harus aku lindungi, bersama dengan gadis yang lain. Dengan begini, aku sudah menemukan 2 guardian. Untuk sang Shinigami, aku tak bisa menyebutnya seorang guardian karena ia terlihat berbeda. Dari penjelasan yang aku dapatkan dari dewa Sha, guardian memiliki kemampuan yang hebat tapi meskipun begitu mereka memiliki kelemahan. Entah apa kelemahannya aku tak tau, tapi yang pasti dari apa yang aku lihat, meskipun sekilas saat beradu pedang pertama kali aku tak bisa merasakan sesuatu darinya. Rasa sakit, kebencian, cinta, rasa sayang, dan yang lainnya. Aku tidak bisa merasakan semua hal itu darinya.


“Apa dia termasuk ketidakstabilan didunia ini?” Jika itu benar, maka apa yang aku perkirakan itu tidak salah lagi. Tapi, karena disini tugasku adalah sebagai seorang pelindung, aku harus fokus dengan tugasku. Aku sedang tidak ditugaskan untuk mengatasi ketidakstabilan.


Beberapa menit berlalu.


“Hmm, disini sepertinya sudah selesai.” Meskipun begitu, sepertinya mereka berdua terlihat kelelahan. “Disini sudah aman.” Aku berniat untuk memeriksa tempat lain.


Beberapa saat kemudian.


Di sisi lain, aku melihat sang Shinigami sedang berhadapan dengan gerombolan monster sendirian. “Apa dia akan baik-baik saja melawan monster sebanyak itu?” Meskipun begitu, itu tidak terlalu banyak menurutku. Hanya sekitar 100 atau 200 monster saja. “Hmmm, lihat aja deh.” Aku putuskan untuk melihatnya dari atas sini.


Setelah cukup-cukup lama kemudian.


“Hmm, hampir 30 menit. Cukup memakan waktu juga.” Seluruh monster yang ada didekatnya berhasil dia kalahkan.


Kringggggg.


Bel itu kembali berbunyi. “Apa bel itu sebuah tanda.” Aku cukup yakin dengan hal itu, karena ini juga terjadi sebelumnya. “Haa, udahlah.” Aku bergegas kembali menuju ke kelas, dan saat aku sampai dikelas. “Apa mereka semua sudah pulang?” Keadaan kelas begitu sepi, dan aku sama sekali tidak melihat ada tas ataupun buku di bangku yang ada dikelas ini. “Ha.” Aku mengambil tasku dan bergegas kembali ke apartemen.


Siang hari, 01.33


Apartemen.


“Hmm. Saat kemunculan monster, orang-orang berlari menuju ke gedung kubah untuk berlindung dari para monster itu. Dan saat monster itu sudah pergi, keadaan kembali seperti semula kecuali untuk para siswa. Saat para monster muncul, dan setelah monster pergi, para siswa dipersilahkan untuk kembali kerumah mereka masing-masing. Begitu.”


“Ya, begitulah.”


“Lalu, para penduduk tidak tau kalau ada yang melawan para monster itu disaat kemunculan monster itu.”


“Ya, merekalah guardian.”


“Haa, terimakasih atas informasi tambahannya.”


“Tidak masalah, jika ada yang ingin kau tanyakan atau ingin kau ketahui, katakan saja.”

__ADS_1


“Ya.” Dewa Sha memutus telepatinya. Aku sudah mendapatkan beberapa hal yang menurutku cukup penting. “Penduduk tidak tau dengan keberadaan guardian, ya.” Aku rasa itu adalah hal cukup baik, karena jika penduduk tau hal itu, para guardian itu pasti tidak bisa bergerak dengan bebas. Wartawan, diundang kesana kemari, itu sangat merepotkan, dan hal itu pasti akan terjadi seandainya keberadaan para guardian itu diketahui oleh masyarakat besar.


“Haaa, sudahlah.” Hari pertama pengintaian selesai. Setidaknya, aku harus melindungi gadis itu sekitar 88 hari lagi untuk bisa menyelesaikan tugasku ini. Dan untuk tugas hari ini, bisa dibilang berjalan dengan lancar.


__ADS_2