
Beberapa hari berlalu, di siang hari yang cukup cerah.
Ruang takhta.
“Haa.”
“Hiroaki, ada apa?”
“Tidak ada apa-apa. Tapi, kenapa kau bisa betah duduk disini selama berjam-jam.” Saat ini aku tengah duduk di singgasana raja iblis, dan rasanya sangat tidak nyaman.
“Eh, benarkah? Padahal menurutku itu sangat nyaman, loh.”
“Haa, sudah kuduga seleramu berbeda denganku.”
“Mau bagaimana lagi, aku ini raja iblis sedangkan kau manusia. Jangan menyamakan seleraku denganmu, itu sudah jelas-jelas berbeda.”
“Hahaha, benar juga.” Saat ini, aku tengah menunggu panggilan dari dewa Sha dan aku sudah menunggunya selama beberapa hari tapi dia masih belum menghungiku. Jika aku menghunginya, mungkin aku akan dimarahi olehnya lagi. ‘Jangan ganggu aku, aku sedang sibuk!!’ Setidaknya itulah yang akan dia katakan padaku saat aku menghubunginya.
“Hiroaki, kau kelihatan begitu lelah. Kenapa kau tidak istirahat saja.”
“Tubuhku tidak banyak bergerak dan karena itu aliran manaku jadi terhambat, itu membuatku merasa lelah setiap saat.”
“Huh? Hiroaki, statusmu…”
“Ahh, kau melihatnya, ya.”
“Status milik anak kecil saja lebih baik daripada milikmu. Kenapa bisa jadi seperti itu?”
{Nama : Akarui Hikari
Job : -
Kelas : -
Status : Lev 1
HP : 63
MP : 23
STR : 9
INT : 6
VIT : 5
AGI : 9
DEX : 5
SKILL : Special item. }
“Aku hanya menggunakan sedikit kekuatan milikku, itu agar mana yang ada di dalam tubuhku bisa berjalan dengan lancar. Meskipun begitu, setidaknya aku harus menggerakkan tubuhku.” Sebenarnya saat ini aku hanya sedang bosan saja, tak ada yang bisa aku lakukan disini. Dan semua yang aku katakan padanya adalah kebohongan belaka.
“Menggerakkan tubuh, ya. Bagaimana kalau kau latihan pedang bersamaku.”
“Hmm, baiklah, sepertinya itu tidak buruk juga.” Sebenarnya aku juga ingin tau kekuatan dari raja iblis wanita ini.
Di ruang pelatihan.
“Heee, ternyata ada ruangan seluas ini di bawah tanah istana ini, ya.”
“Ini tempat di biasa aku melatih bermacam tehnik dan kemampuanku, tempat ini juga bisa di gunakan sebagai tempat pengungsian jika ada bahaya yang muncul secara tiba-tiba.”
“Hee, 1 tempat dengan 2 fungsi yang berbeda.”
__ADS_1
“Baiklah. Hiroaki, apa kau sudah siap?”
“Aku sudah siap.”
“T-Tunggu, kenapa kau tidak menggunakan pedang milikmu itu. Kenapa kau malah menggunakan pedang biasa itu?”
“Aku rasa akan adil jika aku menggunakan ini.”
“Jangan meremehkanku, aku ingin kau bertarung serius denganku. Lagipula aku juga ingin mendapatkan pengalaman bertarung yang lebih, agar aku bisa melindungi rakyat dan juga kerajaanku ini.”
“(tersenyum) Aku suka melihat semangatmu itu. Haa, baiklah, tapi aku tidak akan menggunakan tambahan kekuatan. Kekuatan yang akan aku gunakan adalah kekuatan milik pedangku.” Ya, meskipun begitu aku juga akan menggunakan kekuatan pedangku yang paling rendah untuk mengimbanginya. Dengan begitu pertarungan ini akan jadi sedikit menarik.
“Baiklah, aku setuju.”
“Haa, kalau begitu, Shirame.” Shirame muncul di tangan kananku. Aku memilih Shirame, karena menurutku Shirame lebih lemah daripada Ryuga, lagipula Ryuga memiliki daya hancur yang luar biasa berbeda dengan Shirame.
“Mulai.”
Selcia melancarkan serangan pertama padaku.
Ctingggg
Aku berhasil menangkisnya, meskipun begitu aku cukup kesulitan karena aku hanya menggunakan kekuatan terlemah dari Shirame untuk melawan raja iblis yang kuat ini. “Kekuatanmu lumayan juga.”
“Terimakasih atas pujiannya.”
Ctakkk
Wussshhh
Setelah serangan pertama dilakukan ia menepis pedangku dan dilanjutkan sedang serangan kedua secara horizontal.
“Wah wah. Garang sekali serangan barusan.” Aku terdorong sejauh beberapa meter ke belakang akibat menahan serangannya. Serangan pertama mungkin sebagai pengecoh karena serangan pertama tidak begitu kuat, dan kekuatannya di kumpulkan di serangan keduanya.
Settt
Sreeett
Srasshhh
Jdorrr
Serangannya barusan cukup cepat sampai-sampai aku agak sedikit terlambat untuk menghindarinya. Tubuh bagian dadaku sedikit terluka. “H-Hiroaki, kau tidak apa-apa?!”
“Aku baik-baik saja, ini hanyalah luka kecil.” Ledakan sihir yang dikeluarkan pedang itu sedikit kuat, kemungkinan besar dia menahan diri. “Selcia, apa kau menahan diri?”
“Eh? K-kenapa kau bisa bilang seperti itu?”
“Seranganmu barusan begitu lemah. Setidaknya jika kau sedikit serius luka yang aku terima akan sedikit lebih besar lagi dibandingkan dengan luka ini.” Ledakannya cukup besar, tapi dia memang menahan diri saat melawanku.
“Kau tidak serius saat melawanku, bagaimana bisa aku melawanmu dengan serius saat kau tidak serius bertarung denganku.”
“Hee, menarik, kalau begitu. Aku akan sedikit serius.”
Swuuutt
Ctanggg
“Wah. Kau bisa menangkisnya, lumayan.”
“C-Cepat sekali, aku tidak bisa melihatnya.”
“Terlalu awal untukmu terkejut. Tehnik pedang ke-3, Renzoku.”
Swuuut
__ADS_1
Ctanggg
Ctanggg
Ctanggg
Ctanggg
Aku menyerangnya menggunakan tehnik serangan beruntun cepat. Kiri, atas, kanan, depan, belakang. Aku terus mengulangi urutan itu dengan pergerakan yang begitu cepat.
Beberapa saat kemudian.
“Ha ha ha…”
“Wah wah, hebat juga kau.” Ia berhasil menangkis seluruh seranganku. “Sepertinya kau memang cocok menyandang gelar raja iblis.” Meskipun begitu, tenaganya sudah terkuras dan mungkin sedikit sulit baginya untuk melanjutkan permainan ini.
“Haha. Sekarang, aku juga akan serius.”
“Weeew, menarik.” Atmosfer disini tiba-tiba saja berubah, dan pedang yang digunakan oleh Selcia mengeluarkan aura gelap yang mencekam. “Ciri khas dari pedang iblis. Membuat lawan yang menghadapinya ketakukan. Mengintiminidasi lawan dengan kekuatan yang besar,” Tentu itu tidak berpengaruh untukku.
“Persiapan sudah selesai.”
“Hee, kalau begitu.”
Step
Aku dengan cepat berpindah ke belakangnya.
Sretttt
Srasshhhh
Seketika aku melompat ke belakang. “Heee, ternyata itu kekuatan pedangmu.” Punggungku terluka dan darah mulai keluar dari luka yang ada di punggungku ini. “Pedang pembalikan, ini sangat menyusahkan.”
{Note : Pedang pembalikan, pedang yang membuat setiap serangan yang diarahkan kepada pemilik pedang akan dikembalikan kepada si penyerang dengan kekuatan yang berlipat-lipat.}
“Ternyata, kekuatanku hebat juga.” Aku merasakan rasa sakit yang cukup dalam, pembalik kekuatan ini sangat tidak cocok untukku. “Hmm, bagaimana kalau aku menyerah. Ahh, sepertinya tidak bisa.” Ia terlihat cukup marah saat aku berkata seperti itu. “Haa.. baiklah.” Satu-satunya cara untuk mengatasi efek dari pedang itu adalah, kekuatan serangan harus lebih besar dari kekuatan pemilik pedang itu sendiri dan itu berarti. “Penggunaan kekuatan.. 10%”
Ctrakkk
Crakkkk
Getaran, retakan digedung dan suasana yang mencekam. Untuk pertama kalinya, aku menggunakannya.
{Nama : Akarui Hikari
Job : -
Kelas : -
Status : Lev 1
HP : -
MP : -
STR : -
INT : -
VIT : -
AGI : -
DEX : -
__ADS_1
SKILL : Special item. }
Kekuatan yang setara dengan 15% kekuatanku dulu, dan batas maksimal kekuatan yang bisa aku keluarkan dulu. Aku menggunakannya hanya untuk permainan kecil seperti ini. “(tersenyum) Baiklah, ayo mulai permainan yang sesungguhnya.”