Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
42


__ADS_3

Pagi hari


Emilia, Rune, dan Inori sudah berangkat. “Mereka bilang, mungkin akan menetap disana beberapa hari.” (Sia)


“Begitu, sudahlah.” Aku tak tau tepatnya kapan mereka berangkat, karena aku baru saja bangun dari tidurku.


“Oh ya. Sarapannya sudah siap. Sebaiknya kita segera pergi.”


“Baik.” Tapi…


___________________


“Yo, lama tidak jumpa.” (Dewa Sha) Aku dipindahkan secara tiba-tiba.


“Haaa. Tiba-tiba memanggilku, bukankah itu sedikit-…”


“Aku kan sudah pernah bilang, saat waktunya tiba aku akan memanggilmu.”


“Itu memang benar, tapi... Mereka pasti akan khawatir karena aku menghilang, dan yang paling penting Sia, dia…”


“Tenang saja, kau tak perlu mencemaskannya dan yang lebih penting, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu.”


Ini terlihat seperti sesuatu yang penting. “Ada apa?”


“Aku akan menyegel 70% kekuatanmu.”


“Ehhh… Tunggu dulu dewa Sha 70%, bukannya itu terlalu banyak dan kenapa kau harus menyegel kekuatanku?”


“Tubuhmu saat ini masih belum bisa untuk menggunakan seluruh kekuatan yang aku berikan. Apa kau ingat saat kau menggunakan tehnik yang aku miliki untuk mengalahkan para monster dan iblis yang meneyerang.”


“Tehnik itu..”


“Tehnik itu dinamakan pemusnahan. Sebenarnya, aku bisa melakukan pemusnahan sesukaku tanpa merasakan efek samping apapun, tapi kau sudah melakukannya dan efek sampingnya…”


“Tubuhku kehabisan mana…”


“Ya, dan itu juga berdampak ketubuhmu.”


“Berdampak ke tubuhku? Tapi, aku sama sekali tidak merasakan hal apapun yang berbeda dari tubuhku.” Ya, tubuhku saat ini dalam kondisi yang sangat bagus.


“Benarkah begitu. Kalau seperti itu.” Dewa Sha mendekat ke arahku, dan menyentuh pundakku dengan tangan kanannya.


Gubbraakkk.


“Ehhh?” Aku terjatuh, dan tak bisa bangun.


“Lihat, padahal aku hanya sedikit menyentuhmu, tapi karena tubuhmu yang mulai melemah itu. Kau jadi terjatuh hanya karena hal ini.”


“Ahhh…”

__ADS_1


“Dewa Sha, apa dia orangnya?” (???)


“Iya.” Seseorang datang kemari, wajahnya terlihat menyeramkan dan juga ia memiliki tubuh yang sangat kekar.


“Aku berharap banyak padamu.” Setelah berkata seperti itu, ia pergi.


“D-Dewa Sha, dia siapa?”


“Dia adalah dewa yang menjaga dunia yang akan kau datangi. Dewa Hi.”


“Dewa Hi?”


“Iya, dia juga mengajukan beberapa syarat padaku agar bisa mengirimmu kesana.”


“Syarat, syarat apa itu?”


_________________


Hutan


Aku perlahan membuka mataku. “Hiro, kau sudah bangun.” (???)


“Ahh… Maaf Lyvia, aku ketiduran.”


“Bisa-bisanya kau tidur ditengah hutan yang berbahaya ini, jika kau diserang monster bagaimana?”


“Sudahlah..”


“Baik-baik.” Aku pergi mengikutinya, tapi aku tak pernah menyangka akan jadi seperti ini.


_______________


“Syarat, syarat apa itu?”


“Kau akan hidup sebagai orang lain didunia itu.”


“Orang lain?”


“Ya, didunia itu, kau tidak akan menjadi Hiroaki melainkan menjadi orang lain.”


“Tunggu dulu dewa Sha, apa maksudnya ini?”


“Ingatanmu juga akan dihapus, dan oleh karena itu. Hal pertama yang harus kau ingat adalah, tugas.”


'Ha… Dasar dewa Sha. Sejak dikirim kedunia ini menjadi seseorang yang bernama Hiroaki, kalau tidak salah sudah 2 tahun. Dan baru-baru saja aku mengingat tentang dewa Sha, dan juga tugas yang diberikan olehnya.'


Untung saja aku bisa mengingatnya. Aku menerima tugas pertama beberapa bulan lalu, karena hal itu aku ingat semuanya. Kata kunci ingatan ‘Tugas’. Dengan mengingat kata itu, semua ingatanku kembali. “Sungguh dewa yang merepotkan.” Sebagai ganti mengirimku kedunianya, dewa Hi memberikan syarat agar ingatanku disegel. Aku tak tau kenapa dia melakukan hal itu, tapi untung saja aku bisa mengingatnya.


“2 tahun, ya… Kira-kira, didunia dewa Sha. Sudah terlewat beberapa hari, ya?” Perbedaan waktu didunia ini dan dunia dewa Sha sangat jauh, bisa dibilang waktu disini lebih cepat daripara waktu didunia dewa Sha.

__ADS_1


“Hiro, ayo cepat.”


“Baik.” Lyvia Fred, putri dari seorang tentara kerajaan. Ia menjadi pemburu monster bersama denganku selama 1 tahun terakhir ini. Dan yang paling penting, dia bukan seorang manusia melainkan ras manusia kucing.


Kelincahannya sangat mengagumkan, dan ia juga memiliki pendengaran yang sangat tajam. Setidaknya itu yang ingin aku katakan untuk membanggakan dirinya, tapi… “Kyaaa!!! Dikepalaku, laba-laba!!”


“Ha…” Ia takut dengan ulat dan juga laba-laba. “Dia sudah pergi.”


“B-Benarkah?”


“Iya, ayo cepat kembali.”


“Baik.”


Tugasku adalah untuk membunuh raja iblis, karena seperti yang pernah dewa Sha katakan. Dewa iblis didunia ini tidak terkalahkan, dan aku sudah pernah melihatnya sendiri. Pahlawan yang ada didunia ini bersatu, tapi masih belum bisa untuk mengalahkannya.


------------------


“Ini bayaran kalian.” (Kasir)


“Terima kasih.”


“Lalu, berapa imbalannya?”


“Hmm.. 1,2,3,4…” Setelah cukup lama menghitung. “Semuanya ada 50 kurd.”


“50 kurd, sepertinya itu cukup.”


“Hiro, bagaimana kalau kau memperbaiki pedangmu dulu. Bukannya pedang yang kau gunakan itu sudah sangat rusak.”


“Tidak usah, aku bisa memperbaikinya sendiri.” Pedang yang aku dapatkan dari pelatihan 2 tahun yang lalu sebagai seorang pengelana, dan aku juga belajar cara untuk merawat sebuah pedang dari pelatihan itu. 'Shirame, dan Ryuga…' Aku saat ini masih belum bisa memanggil kedua pedangku itu, aku tak tau kenapa.


-----------------


Beberapa hari setelah itu, di suatu tempat.


“Hiro, kau melamun lagi. Apa yang sedang kau pikirkan?”


“Ah… Tidak ada apa-apa.”


“Apa kau memikirkan tentang peperangan waktu itu? Sudah aku bilang untuk tidak usah begitu memikirkannya, lagipula itu bukan kesalahanmu. Kau hanya menuruti apa yang dikatakan oleh komandan.”


“Ha… Seharusnya aku tidak menuruti apa yang dikatakan olehnya waktu itu.” Beberapa bulan lalu, sekitar 10 ribu pasukan mencoba untuk melawan para iblis dipimpin oleh 5 pahlawan. Aku memengang kendali terhadap pasukan pembunuh, tapi karena perintah komandan yang bodoh itu. Hampir seluruh pasukan yang aku pimpin dibunuh oleh para iblis karena menyerang markas iblis secara langsung, tanpa rencana.


“Minggu depan, para pahlawan akan kembali menyerang raja iblis. Dan katanya para pahlawan sudah menyiapkan sebuah rencana yang sangat hebat untuk membunuh raja iblis.”


“Begitu..” Mendengar hal itu, sama sekali tidak membuatku bersemangat. “Palingan hanya rencana sampah.”


Lyvia tidak menyangkalnya. “Aku yakin, rencana para pahlawan kali ini pasti akan berhasil. Jika berhasil membunuh raja iblis, pasti seluruh ras akan merasa aman.”

__ADS_1


“Ha… Terserah kau saja.” Selama Shirame dan Ryuga tidak bisa aku panggil, mengalahkan raja iblis didunia ini adalah hal yang sangat sulit. Dan tepat seperti apa yang dikatakan oleh dewa Sha, raja iblis didunia ini tidak terkalahkan.


__ADS_2