
"Sepertinya ini akan sedikit merepotkan." Aku mengambil posisi bertarung dengan tangan kosong. "Mari aku lihat, apa kalian semua bisa mengalahkanku." Meskipun aku tak yakin menang tanpa kedua pedangku, setidaknya aku akan mencoba yang terbaik.
"Jumlah mereka ada sekitar lebih dari 30 orang." Dan seharusnya itu tidak menjadi masalah jika aku membawa pedangku.
Swuutttt
Satu anak panah tertuju ke arahku dan aku langsung menghindarinya, dan disaat bersamaan tiga orang sudah bersiap menyerangku dari belakang secara bersamaan.
Dakk
Aku langsung melompat untuk menghindarinya, tapi... "Sihir api." Sihir bola api yang cukup besar mengarah tepat ke arahku.
Duaaarrr
"Ketua, apa serangan kita berhasil?" (???)
"Jangan gegabah, tetap fokus. Dia tidak akan kalah hanya dengan serangan seperti itu."
"Benar." Suara muncul di belakang para penjahat itu, dan dia adalah aku. "Serangan lemah seperti itu bahkan tidak akan bisa melukaiku." Aku saat ini sedang duduk tenang di atas salah satu batang pohon.
"Cepat, gunakan itu."
"Baik." Mengambil sesuatu, salah satu penjahat itu menancapkan sebuah tongkat di atas tanah, dan dia memulai sebuah rapalan sihirnya.
"Semuanya, lindungi ketua." Kelompok yang menyerangku membentuk sebuah formasi bertahan.
"Apa yang ingin kalian lakukan?"
"Lihat saja... Kau akan segera menyesal."
Sebuah lingkaran sihir tiba-tiba saja muncul tepat dibawah mereka. "Kalian ingin kabur menggunakan sihir teleportasi."
"Tidak, tapi lihat saja, kau akan segera menyerah."
Beberapa saat kemudian, tiba-tiba saja langit diselimuti awan yang begitu gelap disertai dengan petir yang menyambar. "Apa yang kalian lalukan."
"Pemanggilan sudah selesai."
"Pemanggilan? Apa itu semacam ritual pemanggilan mahluk dunia lain?"
"Roh iblis, dewa dari raja kematian. Muncullah, aku sudah membangkitkanmu. Ratakan semua musuh yang ada disini."
"Dia..." Satu hal yang pernah aku dengar, bahwa selain pemanggilan mahluk dunia lain, ada 1 pemanggilan lagi yang disebutkan sangat berbahaya dan bahkan dikatakan sebagai pemanggilan terlarang, itu adalah...
__ADS_1
"Pemanggilan Dewa kematian sudah selesai. Hahahaha..." Penjahat itu tertawa.
"Siapa kau, dan kenapa kau melakukan hal seperti ini." Dia sudah melakukan sebuah pemanggil terlarang, pemanggil dewa dunia lain.
Perlahan, orang yang disebut sebagai ketua itu membuka jubahnya, dan... "Kau sudah mempermalukan diriku, aku tidak akan memaafkanmu. Aku akan menghancurkan kerajaanmu dengan tanganku sendiri."
Orang yang pernah mencari masalah denganku pertama kali didunia ini, dan orang yang paling aku benci. "Magnus..." Akupun turun dari atas pohon.
"Ah... Aku kira kau sudah lupa denganku, yang mulia raja Hiroaki." Seorang pangeran yang pernah merebut Rin dariku.
Tepat seperti yang dikatakan oleh Garden, anggota kerajaan Slavic memang sangat ambisius terhadap apa yang mereka inginkan. "Apa kau masih menginginkan Rin."
"Tidak, aku sudah tidak peduli lagi dengan hal itu."
"Lalu, kenapa kau melakukan hal ini?"
"Aku ingin membuatmu merasakan, apa yang aku rasakan."
"Apa yang kau-..."
Truuuuuuuuuuuuuuut
Suara trompet yang begitu kencang terdengar dari langit yang sangat gelap itu. "Waktunya sudah tiba. Selamat bersenang-senang, yang mulia raja Hiroaki, nikmati kehancuran kerajaanmu yang sudah ada di depan matamu ini. Aghh!!" Magnus langsung menekan dadanya begitu kuat. "A-Apa yang terjadi padaku?"
"Hahaha..." Mendengar hal itu dariku, bukannya merasa takut tapi Magnus malah tertawa. "Matipun itu tidak masalah, yang penting aku bisa membalaskan dendamku padamu."
Ambisi yang begitu besar demi membunuhku, bukan. Tapi menghancurkan hidupku dengan cara membunuh seluruh keluargaku dengan melakukan pemanggilan ini. "Mau sebesar apapun amarahmu terhadapku, aku tak akan pernah memaafkan siapapun yang ingin menghancurkan keluargaku."
Duaaarr
Tubuh Magnus meledak dan darah segar terlempar ke seluruh arah, para pengikutnya juga ikut mati karena ikut serta dalam pemanggilan itu.
Truuuuuuuuuuuuuuut
"Ini gawat!! Aku harus bergegas." Suara kedua trompet itu berbunyi, dan itu berarti dewa kematian sudah mulai turun dari langit, dan jika sudah menyentuh tanah. Target yang sudah menjadi sasaran dipastikan akan musnah.
Aku segera bergegas untuk kembali ke istana dan mencoba untuk menghentikan dewa kematian itu. "Jika seperti ini, aku akan terlambat." Karena jarak yang cukup, jauh aku rasa aku akan terlambat. "SHURA!!!" Aku berlari sambil berteriak memanggil Shura.
------- Beberapa saat kemudian --------
Groooaarrrr
"Bagus." Shura sudah datang, dan Shura sedikit mendekat ke tanah. Aku mencari pijakan dan setelah itu aku langsung melompat ke punggungnya. "Shura, cepat!"
__ADS_1
Groooaarrrr
—————————————
Beberapa menit kemudian.
Ctraanggggggg
Aku sampai di istana tepat di kamarku, dan karena hempasan sayap Shura yang begitu kuat sampai membuat sebagian besar kaca yang ada di istanaku pecah. "Shura, tunggu aku akan segera kembali."
Groooaarrrr
Aku melompat melalui kaca jendela yang sudah pecah untuk masuk ke dalam istana. "Hiroaki-sama, sebenarnya apa yang terjadi?" Lia langsung menghampiriku.
"Lia, pergilah ke tempat yang aman bersama yang lainnya sampai masalah ini selesai." Setelah mengatakan itu, aku mengambil pedangku.
"Papa..." Aku melupakan Inori, dan untungnya dia tidak terluka.
"Maaf membuatmu terkejut, Inori."
"Papa, apa yang terjadi?" Ia terlihat ketakutan, tapi aku berusaha untuk menenangkannya.
"Inori, kau tenang saja. Papa akan segera menyelesaikannya dengan cepat. Kau ikut dengan Lia pergi ke tempat yang aman." Aku perlahan mengelus kepalanya untuk membuatnya lebih tenang, dan setelah itu aku langsung mengambil semua pedangku. "Lia, katakan pada yang lain untuk segera pergi dari tempat ini."
"Baik Hiroaki-sama." Aku segera bergegas untuk pergi.
Langit malam semakin gelap gulita, dan aku langsung pergi menuju ke tempat dewa kematian berada. "Shura!!"
Groooaarrrr
Tujuanku yang utama saat ini adalah, mengalahkan dewa kematian itu secepatnya. Dengan mengalahkannya, kejadian yang pernah terjadi 1400 tahun lalu di dunia ini tidak akan terulang kembali, aku harap dengan kekuatanku yang sekarang aku bisa mengalahkan sang dewa kematian itu.
——————————
Dahulu, dari cerita yang pernah aku dengan dari mertuaku (ayah Sia). Kejadian terburuk dalam sejarah di dunia ini yang pernah terjadi adalah, saat pemanggilan dewa kematian dilaksanakan. Hampir seluruh ras menjadi korban akibat dari insiden itu. Dan salah satunya cara untuk menghentikannya hanya dengan mengalahkannya.
Tapi... Butuh ksatria dan petualang terbaik untuk bisa mengalahkannya, dan korban akibat dari mengalahkan dewa kematian itu tidak main-main, hampir seluruh ras punah karena mencoba untuk mengalahkan sang dewa kematian.
Menyatukan seluruh kekuatan dari seluruh ras, dan setelah korban yang meninggal dari seluruh ras tak terhitung jumlahnya akhirnya dewa kematian berhasil dikalahkan. Meskipun demikian, dewa kematian itu sendiri tidak mati, karena dia adalah kematian itu sendiri.
Dan saat ini, kejadian terburuk dalam sejarah dunia ini akan terulang kembali akibat obsesi seorang pangeran bodoh.
"Ini sangat, menyebalkan!!" Aku tak tau, tapi aku akan mencoba untuk mengalahkannya. Sebaik yang aku mampu untuk melindungi keluargaku yang berharga.
__ADS_1
Bersambung...