Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
52


__ADS_3

Duarrr


Ctakkk


Draakkkk


Buggg


Dakkkk


Sfx : pertarungan.


“Kerjasama yang tidak buruk.” Sudah beberapa menit berlalu saat mereka semua mulai menyerangku. Mereka memiliki kerjasama yang lumayan bagus, tapi ada sesuatu yang kurang dari kerjasama mereka.


Grap.


Tanpa aku sadari, tangan kiriku terikat rantai salah satu guardian itu. “Aku berhasil menangkapnya, sekarang cepat kalahkan dia!!”


Hyaaaa


Mereka semua secara bersamaan menyerangku. Karena aku tertangkap, bukan berarti aku tidak bisa melakukan sesuatu. "Kalian terlalu naif..."


Duarrrrr. Sfx : ledakan.


Banyak debu beterbangan akibat serangan yang mereka lakukan barusan. Itu membuat jarak pandang mereka terjangkau. “Apa kita sudah berhasil?!” (???)


“Sayangnya tidak.”


“K-Kau, bagaimana bisa...”


Aku berada diatas salah satu rumah. “Mudah saja, lihat siapa yang kalian hajar.” Saat debu itu mulai redup, terlihat seseorang yang terbaring ditengah mereka.


“L-Leon!!”


“Bagaimana bisa? Bagaimana caramu melakukannya?”


“Entahlah. Jadi, apa sudah selesai?”


“Jangan bercanda, setelah apa yang kau lakukan pada salah satu dari kami. Apa kau pikir kami akan melepaskanmu begitu saja.”


'Hmm, padahal bukan aku yang membuatnya seperti itu, dia menjadi seperti itu karena di gebuk oleh kalian.' Ingin sekali aku mengatakan hal itu, tapi.. “Terserah kalian, jika kalian masih ingin melawanku. Kali ini, aku akan mulai sedikit serius.”


Mendengar aku berkata seperti itu, mereka mulai merasa gelisah. “Jangan takut, dia hanya menggertak saja.” (???)


“Hoo, benarkah. Aku harap kalian tidak ketakutan. Kalau begitu, lihat ini.”


“I-Itu..” Aku menunjukkan pedang yang berhasil aku rebut pada mereka.


“Tenang saja, kita menang jumlah. Kita tidak akan kalah hanya dengan melawan 1 orang saja. Sylvi, bawa Leon ke tempat yang aman, kami akan segera mengalahkannya.” (???)


“B-Baik.” Sylvi pergi sambil membopong Leon.


“Kalian yakin, membiarkannya pergi? Jumlah yang kalian banggakan berkurang lo, jika jumlah kalian kurang kalian tidak akan bisa membuatku kesulitan sedikit pun, apa kalian tau itu.”

__ADS_1


“Kekuatan kami sudah cukup untuk mengalahkanmu.”


“Begitu, ya. Mau bagaimana lagi.” Padahal mulai tadi aku sengaja menahan diri karena ada target yang harus aku lindungi sedang bersama dengan mereka, tapi... “Baiklah, aku akan sedikit serius sekarang. Oleh karena itu, buatlah aku serius.” Karena target sudah pergi, aku jadi tak perlu menahan diri lagi. Aku hanya perlu menahan diri agar tidak sampai membunuh mereka. “Ryuga.” Pedang Ryuga muncul ditangan kiriku.


“I-Itu...”


“Kalian, bersiaplah, dan buat aku terhibur. Jangan biarkan aku kecewa, buat aku serius.”


Beberapa menit kemudian


“Haa, cuma segini, ya. Sudahlah.” Yang penting tidak ada yang mati dalam pertarungan ini, meskipun begitu aku masih merasa bosan.


“Ka…”


“Huh?” Karena mendengar suara, aku berbalik untuk mengeceknya. Dan ternyata dia adalah Sylvi Angelia, target yang harus aku lindungi.


“K-Kau, siapa kau sebenarnya?”


“Ehh, bisa jangan mengatakan hal itu. Aku’kan sudah pernah memperkenalkan diriku saat hari pertama masuk ke sekolah.”


“Akarui.. Hiroaki.”


“Kau ingat dengan namaku, ya aku Akarui Hiroaki.” Aku cukup terkejut karena dia ingat dengan namaku, padahal aku sama sekali belum pernah berbicara dengannya.


“Apa sebenarnya tujuanmu?”


“Tujuanku? Tujuanku, ya.” Aku perlahan mendekat kearahnya.


Srassshhhh


Sedikit bagian diperutku terluka akibat serangannya. Itu karena aku memang tidak berniat untuk menghindari serangannya. “A-A-A… A...” (Sylvi) Ia terlihat sangat ketakutan, sangat-sangat ketakutan.


Dan tepat saat aku sudah berada didekatnya.


Pukk


Aku menepuk kepalanya. “Tenang saja, aku tidak akan pernah melukaimu.” Jika aku melukainya, entah apa hukuman yang akan diberikan dewa padaku. “Dan bersikaplah seperti biasa saat bertemu denganku disekolah.” Setelah mengatakan hal itu, aku pergi meninggalkannya.


-----------------


Sore hari, 15.23 Area taman


“Haa, sepertinya aku harus membeli serangam baru.” Serangam yang aku gunakan saat ini sudah rusak, ada bagian yang tergores dan juga ada bagian yang bolong akibat dari pertarungan tadi. “Terima kasih dewa Sha.” Luka yang ada ditubuhku pulih saat dalam perjalanan kemari, dan itu pasti berkat dewa Sha yang menyembuhkanku.


Ada ibu dan anak yang tanpa sengaja melihatku sedang bermain ayunan. “Mama. Lihat, onii-chan itu...”


“Sttt, jangan menunjuknya, itu tidak sopan.” Sang ibu menunduk seakan meminta maaf, dan sang anak mengikutinya. Aku hanya tersenyum melihat hal itu.


“Haa, baiklah.” Aku kembali ke apartemen untuk mengganti baju dan setelah itu pergi ke mal untuk membeli serangam.


Malam hari, 20.33


Sebuah restoran.

__ADS_1


Berbagai masakan lezat sudah tersaji di meja makan. “Haa, aku harap mereka juga bisa memakan makanan ini.” Aku mulai memakan makanan yang sudah dihidangkan, tapi... “Hambar.” Bukan hambar, tapi ini seperti tidak ada rasanya. “Pelayan.” Aku memanggil pelayan, dan setelah beberapa saat salah satu pelayan menghampiriku.


“Tuan, apa ada masalah?”


“Makanan ini, tidak ada rasanya?”


“Huh?”


“Coba kau rasa.”


“B-Baiklah.” Pelayan itu sedikit mencicipi makanan yang aku pesan. “Enak.”


“Eh?”


“Ini terasa begit lezat tuan.”


“Bagaimana bisa?” Sesuatu sudah terjadi padaku. “B-Begitu, ya.”


“Tuan, apa ada masalah?”


“Tidak ada, kau bisa pergi.”


“Baik.”


Aku kembali merasakan makanan itu, tapi aku sama sekali tidak merasakan apapun. Dan ini membuatku tidak memiliki nafsu makan.


Apartemen.


Setelah selesai mandi. “Dewa Sha, apa yang sebenarnya terjadi padaku?”


“Saat ini, kau telah mengalami sebuah penyesuaian.”


“Penyesuaian?”


“Karena kau sudah terlalu lama berada didunia ini, tubuhmu mulai menyesuaikan diri dengan dunia ini.”


“Tapi, kenapa?”


“Di duniaku, sihir adalah hal umum. Sedangkan didunia tempatmu berada saat ini sihir adalah hal yang tidak bisa dijelaskan, tetapi keberadaanya ada. Oleh karena itu, saat ini tubuhmu sedang mencoba untuk beradaptasi dengan hal itu.”


“Aku masih tidak paham.”


“Jika kau tidak paham, ya sudah. Tapi intinya, tubuhmu saat ini sedang dalam kondisi yang kurang baik. Dan mungkin akan pulih setelah beberapa lama.”


“Beberapa lama itu, kapan?”


“Entahlah, tubuh setiap individu berbeda-beda, jika cocok mungkin tubuhmu akan kembali seperti semula hanya dalam waktu 2-3 hari saja.”


“Jika tidak cocok?”


“Hmm, mungkin butuh waktu yang agak lama. Tapi, tenang saja. Itu pasti akan sembuh.” Setelah mengatakan hal itu, dewa Sha menutup telepatinya.


“Haa.” Mendengar hal itu, aku hanya bisa menghela nafas panjang. “Untuk beberapa waktu aku tak akan bisa merasakan enaknya rasa makanan, ya. Jika seperti ini, aku hanya bisa makan roti tawar saja.” Meskipun roti tawar, aku  yakin kalau saat  aku memakannya aku tidak akan dapat merasakan rasa dari roti tawar itu juga. “Haa, ini sangat menyebalkan. Aku harap ini segera berakhir.” Akupun berbaring dan tidur.

__ADS_1


__ADS_2