Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
21


__ADS_3

Saat ini aku sedang di todong senjata oleh seseorang, dan jika aku bergerak mungkin saja aku bisa mati. Tapi, jika aku menyerah aku mungkin juga akan mati. Tak ada pilihan... “Jangan bergerak.”


Ia menekankan senjatanya keleherku. “A-Aku tidak akan bergerak, jadi tolong lepaskan aku.”


“Aku tidak bisa melakukannya. Sudah, kau diam saja.”


“Hee, apa ada orang disini?” Aku mendengar suara, suaranya terdengar seperti gadis kecil.


“Sttt. Jangan bicara, atau kita akan mati. (berbisik)”


“Halo… Apa ada orang disini, aku aku sangat ketakutan. Tiba-tiba saja aku berada disini, jika ada orang keluarlah. Aku butuh bantuan.”


“Cih, dia membual lagi.”


Beberapa menit kemudian.


“Sepertinya disini tidak ada orang, sudahlah. Sebaiknya aku pergi ke tempat lain saja.” Langkah kakinya semakin menjauh, dan menghilang.


“L-Lepaskan aku.” Aku memberontak dan berhasil melepaskan diri. Aku menodongkan Shirame ke arahnya. “Jangan bergerak, atau aku akan membunuhmu.”


“Memangnya kau bisa melakukannya.”


“Huh.” Tiba-tiba saja dari belakangku sebuah pisau sedang diarahkan keleherku.


“Jangan bergerak.”


“Kau, bagaiamana bisa.” Aku tak melihat pergerakannya, tapi 1 hal yang aku yakin. “Apa itu ilusi?”


“Ilusi, ya. Kau juga menganggapnya begitu.”


“Apa aku salah?”


“Kau tidak salah dan juga tidak benar.”


“Apa yang kau katakan?”


“Sudahlah.” Tiba-tiba saja ia melepaskanku. “Aku akan pergi, dan sebaiknya kau cari tempat aman yang lain. Tempat ini sudah tidak aman lagi.”


“Apa karena gadis itu?”


“Kau mendengar suaranya juga?”


“Iya.”


“Gadis itu bisa membatukan sesuatu yang dilihatnya, musuh yang sangat sulit.”


“Membatukan.” Gadis kecil seperti itu bisa memiliki kekuatan seperti itu. “Lalu, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?”


“Aku akan kembali ke kelompokku.”


“Kelompokmu? Apa aku boleh bergabung?” Bertarung sendiri disini sangat sulit, selain karena seluruh orang yang ada didunia ini memiliki kekuatan yang hebat, aku juga membutuhkan kelompok agar bisa beristirahat dengan tenang. Lagipula ada 10 orang yang bisa memenangkan pertarungan ini dan itu berarti…


“Maaf, kelompokku sudah penuh.”


“Begitu.” Aku sudah menduganya. Dari 3 miliar orang yang ada didunia ini, setidaknya membuat sebuah kelompok adalah hal yang mudah. Setidaknya itulah yang aku pikirkan.


“Sebaiknya kau bergabung atau membuat kelompokmu sendiri, bertahan hidup sendirian didunia ini sangat sulit. Meskipun kekuatan yang kau miliki sangat hebat kau tidak akan bisa apa-apa melawan 10 orang yang memiliki kekuatan luar biasa juga.”


“Terimakasih atas sarannya.”


“Sama-sama. Oh ya, saat kita bertemu lagi saat itulah kita adalah musuh.”


“Musuh, ya. Baiklah.” Dia pergi. Saat ini aku hanya memiliki 3 pilihan. Ikut dengan kelompok lain, membuat kelompok sendiri, atau bertarung sendirian. “Setidaknya untuk pilihan yang terakhir aku tidak bisa melakukannya.” Berarti aku hanya bisa ikut, atau membuat kelompok. Di dunia ini ada 3 miliar orang, dan pasti cukup mudah bagiku untuk mencari anggota kelompok atau ikut dalam kelompok.


Karena masih sedikit lelah, aku putuskan untuk istirahat sedikit disini. Aku merebahkan tubuhku. “Haa, kenapa aku bisa dikirim kesini?” Meskipun dewa Sha yang mengirimku, aku tak tau apa tujuannya mengirimku, tapi seperti yang dikatakan olehnya sebelumnya. “10 orang yang berhasil bertahan, keinginan apapun akan dikabulkan. Sungguh menyebalkan.” Ini seakan menjadi jalan yang singkat untuk mencapai tujuan. Tapi... “Apa keinginanku?” Aku sama sekali tidak memiliki keinginan apapun, yang aku inginkan sudah tercapai seluruhnya. Meskipun aku berhasil bertahan aku tak tau akan meminta apa. “Keinginanku, ya.” Aku memandang langit-langit sembari mengingat kejadian demi kejadian yang sudah aku lewati.


“Petualangan panjang yang aku alami itu. Apa hanya untuk saat ini. Kekuatan yang diberikan dewa, apa kekuatan itu hanya untuk digunakan saat ini.” Entah kenapa pemikiran itu terlintas di benakku.


Beberapa lama kemudian.


Saat aku perlahan mulai terlelap dalam tidur. “Suara itu.” Aku mendengar suara yang begitu kecil, tapi aku yakin 1 hal tentang hal itu. “Sial!!” Aku segera bergegas pergi dari tempat ini.


Beberapa saat kemudian.


Aku sudah berada cukup jauh dari tempatku semula.


Duarrrrrr


“Haa, sangat menyebalkan.” Ledakan besar terjadi tepat di gua tempatku beristirahat. “Aku lelah.” Tak ada tempat yang aman di dunia ini, dan jika seperti itu aku harus membuatnya sendiri. Tempat yang aman bagiku untuk beristirahat.


Beberapa lama kemudian.

__ADS_1


“Ha, akhirnya selesai.” Aku membatasi hutan ini dengan sihir pelindung. Sekitar 50 km luas sihir pembatas yang aku gunakan. Dengan begitu, jika ada yang masuk kedalam area pembatas milikku aku akan menyadarinya. Setidaknya ini tidak bisa dikatakan aman, tapi ini setidaknya bisa efektif untuk menghindari serangan kejutan. “Waktunya tidur, selamat tidur.”


Malam hari.


“Hoaaammm.” Aku terbangun tepat saat malam hari dan sampai sekarang aku tak merasakan ada orang yang menembus sihir pembatas milikku ini. “Tidur lagi ah.” Karena pertarungan malam sangat tidak cocok untukku, aku putuskan untuk melanjutkan tidurku lagipula aku butuh istirahat yang lebih agar tenagaku bisa pulih seperti semula.


Beberapa saat kemudian.


“Huh? Ada seseorang.” Seseorang melewati sihir pembatas yang aku buat. “Oy oy.. jangan bercanda.” Awalnya hanya satu, tapi sekarang. “50, tidak, mungkin sekitar 70-80 orang.” Mereka semua sudah melewati sihir pembatas yang aku buat. Karena sihir pembatas milikku levelnya sangat rendah, wajar jika tidak ada yang menyadari kalau mereka sudah melewati area pembatas ini. Tapi... “Cih, aku harus pergi.” Jumlah mereka sangat banyak, aku mungkin tidak akan sanggup melawan mereka mengingat mereka memiliki kekuatan yang luar biasa.


Beberapa lama setelah itu.


“Wah wah, mereka hebat juga.” Ledakan besar, goncangan yang kuat, tiupan angin topan, kobaran api, sambaran listrik, dan lainnya. Saat ini itu terjadi di tempatku beristirahat tadi. “Jadi seperti itu pertarungan kelompok.” Ini terlihat mengerikan daripada menakjubkan. Hanya dalam beberapa saat aku bisa merasakan hawa yang mencekam dari sana. Jaraknya memang jauh tapi aku bisa merasakannya dengan jelas. “Mereka tidak main-main.” Sampai serius seperti itu, pasti mereka ingin dikabulkan keinginannya.


Lewat ini pertarungan ini, mungkin meminta menjadi seorang dewa itu tidak akan masalah. Tapi karena aku sudah sering di tawari untuk itu aku merasa tidak tertarik, lagipula menjadi dewa adalah tugas yang membosankan. “Aku pikir jika ada yang berpikiran ingin menjadi dewa, aku rasa di akan kecewa setelah mengetahui tugas dari dewa itu sendiri.”


Yang harus aku lakukan adalah bertahan. Dewa Sha mengirimku kemari pasti karena suatu alasan, dan karena itu aku harus menanyakannya saat ini sudah selesai. “Jadi, aku harus menang... Gwahhhhh…”


Gubrakkk.


“Yang satu ini sudah beres.” (???)


“S-Sial.” Aku membiarkan diriku lengah, dan karena itu punggungku terkena tebasan dengan luka yang dalam. Aku mulai kehilangan kesadaran, mungkin karena aku terlalu banyak kehilangan darah. ‘Ah, apa aku akan berakhir disini?’ Aku tak tau tapi yang pasti, penglihatanku mulai menjadi gelap. ‘Haa, sudahlah. Selamat tidur.’ Dan aku sepenuhnya kehilangan kesadaranku.


“Gwaaaahh…”


“Ren, kau baik-baik saja. Tidak ada jawaban, apa yang sudah terjadi padanya?!”


Settt


“A-Apa...” Sebuah pedang menusuk tepat di jantungnya.


“Jangan biarkan kewaspadaanmu teralihkan dalam pertempuran, atau ini yang akan terjadi.”


Srashhh


Menarik pedangnya dan darah segar mulai keluar dari bekas tikamannya.


Gubrakk


Menghampiri Hiroaki yang sedang tak sadarkan diri. “Haa, sangat merepotkan.” (???)


----------------


Aku perlahan membuka mataku. “Haa, akhirnya kau bangun juga.” Wajah yang tak pernah aku lihat sebelumnya.


“Dimana ini? Apa ini di surga? Awwww.”


“Bicara seperti itu sekali lagi, akanku pukul kau lebih keras.” (???)


“Kau sedang berada di tempat persembunyian kami.” (???)


“Tempat persembunyian? Tunggu, apa kalian berniat untuk membunuhku?”


“Haa. Coba pikirkan lagi, jika kami berniat untuk membunuhmu kenapa kami harus repot-repot mengobati lukamu.”


“Ahh, benar juga. Lalu, apa tujuan kalian?”


“Mencari sekutu.”


“Begitu.” Wajar saja jika seperti itu, lagipula bertahan hidup sendiri didunia ini sangat sulit. Selain tidak bisa beristirahat dengan tenang, ada kemungkinan bertemu dengan musuh yang kuat. Aku sudah melihat kemampuan orang-orang yang ada disini, dan mereka semua memiliki kekuatan yang luar biasa. “Kalau begitu, apa aku boleh bergabung dengan kalian?”


“Ada beberapa persyaratannya jika kau ingin bergabung.”


“Apa itu?”


“Melakukan penjagaan secara bergantian, ikut berpartisipasi jika terjadi pertarungan kelompok, dan menyebutkan kekuatan yang kau miliki.”


“Menyebutkan kekuatan?”


“Iya. Itu adalah hal yang penting, karena jika teman kelompokmu tau kemampuanmu maka temanmu yang lain bisa mencegah pertempuran yang merugikan.”


“Hmmm.. Begitu.” Sejujurnya aku tak paham dengan apa yang dikatakan olehnya, tapi karena jika tidak mendapatkan kelompok sama dengan mati, aku memilih untuk menyetujuinya saja. “Baiklah, aku terima persyaratan itu.”


“Kalau begitu, silahkan mulai dari perkenankan dirimu terlebih dahulu.”


Aku perlahan mulai bangun dan diam dalam posisi duduk. “Namaku Hiroaki, Akarui Hiroaki, 18 tahun. Kekuatanku, aku tidak begitu mengetahuinya tapi aku hanya memiliki dua pedang istimewa.”


“Pedang istimewa?”


“Iya. Bisa dibilang, pedang itu dibuat oleh dewa.”

__ADS_1


“Hmm. Mirip seperti milik Itsuki.”


“Itsuki?”


“Dia pemimpin di kelompok ini, dia orang yang merekrut kami.”


“Begitu. Lalu, dimana dia?”


“Saat ini dia sedang berada di luar, melakukan rotasi penjagaan.”


“Oh ya, apa disini hanya ada kalian saja.” Disini aku hanya melihat ada 6 orang termasuk aku dan Itsuki yang ada di luar.


“Iya, saat ini anggota kelompok ini hanya ada 6 orang. Sudah 2 bulan berlalu, dan kami hanya bisa mendapatkan 6 anggota termasuk dirimu.”


“D-Dua bulan.” Aku tak menyangka kalau mereka sudah lebih dulu berada disini.


“Tidak usah terkejut begitu.”


“Oh ya, kalian belum memperkenalkan diri. Jika seperti itu aku tak tau harus memanggil kalian dengan sebutan apa.”


“Ahh, benar juga. Baiklah. Namaku Ersen, aku seorang ahli sihir.”


“Aku Karen L. Reus. Aku seorang penyembuh.” Namanya lebih ke seorang bangsawan.


“Panggil saja aku Iras, sang pencipta atau kau bisa dibilang aku bisa menciptakan sesuatu yang aku inginkan.”


“Heee, kekuatan yang hebat.”


“Ya, tapi ada hal yang juga tak bisa aku lakukan. Seperti menciptakan mahluk hidup.”


“Begitu. Lalu, dia?”


“Aku Selvi Roland. Seorang pahlawan, meskipun begitu aku juga sering disebut sebagai seorang guardian.”


“Pahlawan? Kalian semua berasal dari dunia yang berbeda’kan?”


“Iya, memangnya kenapa?” (Ersen)


“Ahh. Tidak, hanya saja kalian sepertinya sangat akrab jadi aku pikir kalau kalian berasal dari dunia yang sama.”


“Begitu. Kami disini semua berasal dari dunia yang berbeda. Tapi, akibat beberapa perjalanan yang menyulitkan, kami semua bisa menjadi dekat seperti ini.”


“Begitu, ya.”


“Ahh, waktunya pergantian rotasi penjagaan.” (Karen)


“Karen, kau sepertinya sudah kelelahan karena menyembuhkannya. Sebaiknya untuk rotasi penjagannmu kali ini biarkan dia yang mengantinya. Hiroaki, apa kau bisa?” (Ersen)


“Tidak perlu, seperti itu...”


“Baiklah, tidak masalah. Lagipula aku sudah diselamatkan olehnya. Biarkan aku yang melakukannya.”


“Kalau begitu tolong.”


“Baiklah, serahkan saja padaku.”


“Pergantian rotasi dimulai setiap 4 jam sekali, dan jika ada hal yang mencurigakan di sekitar markas kau diharuskan untuk segera melapor.”


“Baik. Aku mengerti.” Aku perlahan mulai keluar dari tempat ini.


Di luar,malam hari yang cukup dingin.


“Wah, luar biasa.” Saat ini aku tengah berada di pinggir tebing yang tinggi, dan ini memang cocok sebagai tempat persembunyian. “Sebuah gua di dekat tebing curam.” Aku juga bisa melihat banyak bintang yang bersinar terang dari sini.


“Apa kau yang akan menggantikanku rotasi sekarang?” (???)


“I-Iya. Huh?” Itsuki, aku kira dia adalah perempuat ternyata ia seorang laki-laki.


“Panggil saja aku Itsuki atau sesukamu, kekuatanku pengguna pedang dewa.”


“Ahh. N-namaku Akarui Hiroaki, sama sepertimu aku juga pengguna pedang dewa. Mohon kerja samanya ketua.”


“Akarui. Jadi kau, ya.”


“Huh?”


“Tidak lupakan saja, kau sudah tau peraturan dalam melakukan rotasi’kan.”


“Iya. Rotasi akan berlangsung selama 4 jam, dan setiap ada hal yang mencurigakan aku diharuskan untuk melapor dengan segera.”


“Baguslah kalau kau mengingatnya. Lakukan tugasmu dengan benar.”

__ADS_1


“Baik.” Dia masuk kedalam markas. Dia bersikap seperti seorang ketua, dan entah kenapa itu membuatku kagum padanya.


Dan saat ini aku sudah memiliki kelompok, dan aku harap aku bisa menikmati tidurku dengan tenang tanpa gangguan. Ya, setidaknya hanya itu yang aku inginkan untuk saat ini.


__ADS_2