
( Medan perang : Area selatan kerajaan Anvil. )
Siang hari, jam 12.22
"Ahhgggg!!"
"Sial, mereka terlalu gegabah." Dari kejauhan aku melihat para petualang yang di bantai oleh monster dengan ukuran yang begitu besar, berbeda dengan monster yang pernah aku temui sebelumnya. Dan seperti yang dikatakan oleh dewa Sha, monster ini tidak bisa dikalahkan.
"Apa tidak ada hal lain yang bisa aku lakukan saat ini." Aku hanya bisa melihat para petualang itu dibantai tanpa bisa melakukan apapun. "Dewa Sha, apa kau masih lama?" Melalui telepati, aku mencoba untuk menghubungi dewa Sha, tapi tak ada jawaban.
-----------
Beberapa menit sudah berlalu, dan sudah banyak para petualang yang menjadi korban. "Sial, aku tidak bisa berdiam diri saja. Aku harus menghentikan para petualang itu, dan menyuruh mereka untuk segera mundur." Aku kemudian bergegas menuju ke medan perang.
-------------
Ctangggg
"K-Kuat sekali.." Aku langsung mencoba untuk menghentikan salah satu serangan monster itu yang ingin menyerang petualang lainnya. Tapi, diluar dugaan kekuatan monster ini melebihi apa yang aku bayangkan. "C-Cepat mundur, kalian tidak akan bisa mengalahkan monster ini!"
"B-Baik..." Menuruti perkatannku, petualang yang aku selamatkan mundur, tapi.
Ctarsshhh
Saat aku mencoba untuk menghindari serangannya, muncul 1 monster lagi dan aku langsung melompat kebelakang, tapi salah satu monster itu berhasil melukaiku tepat di bagian perutku.
"Aghh..." Meskipun hanya sedikit goresan, tapi rasanya begitu menyakitkan. "Jadi ini, kekuatan monster dari dunia lain." Kekuatannya sangat berbeda dengan monster yang pernah aku lawan sebelumnya. Jika seperti ini, wajar saja kalau dewa Sha bilang kalau aku yang memiliki pedang terkuat sekalipun tidak akan bisa mengalahkan 1 monster ini.
"S-Sial..." Tanpa aku sadari, 1 monster tiba-tiba saja muncul di belakangku dan sudah siap menyerangku. "Tidak sempat." Aku menahan serangannya menggunakan pedang naga, meskipun begitu aku terpental cukup jauh.
Terkapar lemah. "Ukggg..." Aku memuntahkan cukup banyak darah dari mulutku. "Jadi, begini rasanya melawan mahluk yang tidak bisa aku kalahkan, ya." Untuk sesaat, aku merasa melawan mereka semua adalah hal yang mustahil. Tapi...
"Haa, sudah aku bilang jangan maju ke medan tempur."
Seseorang muncul tepat di depanku. "D-Dewa Sha..." Ia juga membawa 1 pedang yang terlihat sangat indah, dan sangat kuat. Pedang itu terlihat begitu menawan dan juga kelihatan sangat tajam.
"Kau masih bisa berdiri?" Dewa Sha perlahan mulai mendekatiku.
__ADS_1
"Y-Ya, aku masih bisa." Aku memaksa diriku untuk berdiri dalam keadaan tubuhku yang seperti ini. Dan tanpa aku sadari, kami sudah dikelilingi oleh para monster itu.
"Sepertinya semua petualang yang ada disini sudah mati. Jika seperti itu, ini akan lebih mudah." Dewa Sha mengambil kuda-kuda, dan siap menyerang.
Aku cukup penasaran bagaimana pertarungan seorang dewa, dan aku tak ingin melewatkannya. Setidaknya itulah yang aku harapkan, tapi...
Swuuutttt
Tanpa mengeluarkan pedangnya, ia hanya membuka sedikit pedangnya dari sarung pedangnya lalu memasukkannya kembali. Tiba-tiba saja, monster yang ada di depan dewa Sha semuanya lenyap. "Dewa Sha, apa yang sudah terjadi?"
"Sudah, jangan banyak bicara. Lihat saja apa yang aku lakukan." Dewa Sha kembali mengulanginya, dan hanya dalam hitungan detik 100 ribu monster lenyap. "Haa, akhirnya selesai juga."
Meskipun aku tak melihat pertarungan yang dewa Sha lakukan, tapi aku melihat sesuatu yang menakjubkan. "Dewa Sha, pedang itu..."
"Ini pedang milikku, kau pasti pernah mendengar tentang 3 pedang dewa, kan."
3 pedang dewa. "Kalau tidak salah aku pernah mendengar ceritanya dari Garden."
"Ini adalah salah satunya. Ya meskipun aku bisa melenyapkan seluruh monster itu hanya dengan 1 jeltikan tanganku, aku cuma ingin melihat apa kemampuan pedang ini masih sama seperti dulu. Dan kelihatannya tidak ada yang berubah."
'clik'
"Dewa Sha, Lalu bagaimana dengan para petualang yang gugur?" Meskipun monsternya sudah di basmi, tapi mayat semua petualang yang ikut dalam misi ini masih tergeletak disini.
"Biarkan para prajurit kerajaan ini yang mengatasinya." Dewa Sha perlahan mulai berjalan menjauh.
"Baiklah."
"Kalau begitu, aku pergi dulu ada sesuatu yang ingin aku lakukan." Dewa Sha kemudian menghilang.
Aku kemudian kembali ke kerajaan.
-------------
Sore hari, jam 15.21
( Kerajaan Anvil.)
__ADS_1
"Haa..." Saat ini aku tengah berbaring di atas kasur di penginapan. "Aku sangat kelelahan." Bukan karena apa, mentalku terasa begitu tertekan karena pertama kalinya aku merasakan kalau ada musuh yang tidak bisa aku kalahkan.
"Aku harap besok akan menjadi hari yang damai." Setidaknya aku berharap demikian.
---------
Keesokan harinya...
Pagi hari, jam 08.50
Berbicara tentang hari yang damai yang aku bicarakan kemarin. "Cepat katakan, siapa sebenarnya orang yang sudah membasmi para monster itu." (Komandan)
Aku tengah diinterogasi di depan raja kerajaan Anvil. "Apa yang anda katakan, saya sama sekali tidak mengetahui apa-apa." Untuk menjaga identitasku, aku berbicara layaknya orang biasa.
"Jangan berbohong, ada orang yang melihatmu bersama dengan seseorang yang dengan mudah mengalahkan para monster yang sudah membasmi para petualang itu. Katakan, siapa orang itu."
Aku tak tau kalau ada orang yang melihat kejadian itu. Tapi, 1 hal yang membuatku sedikit kesal. Bukannya memberikan penghargaan, tapi orang yang ada di kerajaan ini memperlakukanku seperti ini. Bisa aku katakan, kalau kerajaan ini 'SANGAT BUSUK.'
"Yang mulia, orang ini masih belum mengaku. Apa yang harus hamba lakukan?"
"Paksa dia agar mengatakan semuanya. Kemampuan luar biasa itu, dengan kemampuan seperti itu aku pasti bisa menguasai benua ini." (Raja)
"Baik yang mulia!"
Bugg
1 pukulan cukup keras terarah pada ku tepat di bagian perutku. "Ugh... K-kenapa ini?" Biasanya pukulan seperti itu tidak akan menyebabkan rasa sakit yang begitu kuat, tapi rasanya sangat menyakitkan.
"Katakan, jika kau tidak mengatakannya kau akan menderita."
Selain tubuhku yang tidak bisa digerakkan, sepertinya aku juga kehilangan ketahanan tubuhku. Dan itu terjadi karena aku masuk kedalam istana ini. "A-Apa di istana ini ada semacam sihir yang bisa menyegel kemampuan seseorang."
"Hoo... Aku terkejut kau mengetahuinya. Benar, di istana ini memang ada sihir semacam itu. Bahkan pahlawan terkuat sekalipun tidak akan berdaya jika sudah ada disini."
Aku baru mengetahuinya, hal yang belum pernah aku bayangkan. 'Sihir yang bisa menyegel kemampuan' Ini pertama kali aku mendengarnya. "Hee... Ternyata, ada sihir semacam itu, ya di dunia ini."
Seseorang muncul dari belakang singgasana raja. "Siapa kau, dan dari mana kau muncul?!"
__ADS_1
Seseorang yang membawa sebuah pedang yang sangat indah, dia adalah.... "Dewa Sha!!"
Bersambung...