Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
33


__ADS_3

Pagi hari.


“Bagaimana?” (Disk)


“Tidak bisa, penjagaan disana dijaga lebih ketat daripada sebelumnya.”


“Begitu.”


“Kita harus memikirkan rencana lain.”


Sejak tadi, mereka terus membahas tentang rencana untuk menjatuhkan perusahaan itu. “Ha… Ini sangat membosankan.”


“Alicia, bagaimana keadaannya?”


“Demamnya masih belum turun, master.”


“Begitu… Baiklah, kita akan membuat rencana baru.”


Beberapa menit kemudian.


“Master…”


“Alicia, ada apa?”


“Ada banyak orang yang tertedeksi olehku sedang mengepung tempat ini.”


“A-Apa!!” (Roy)


“Semuanya, bersiap untuk bertempur.” (Disk)


“Baik.”


“Alicia, analisis jumlah pasukan musuh.”


“Baik, master. Analisi project, 0132-A, dimulai... Total, ada 80 cyborg model a-21, 40 robot tempur A-37, 120 pasukan militer, dan 3 helikopter type Lion-203.”


“Mereka berniat untuk menghabisi kita.” (Disk)


“Bagaimana mereka tau markas kita?” (Rath)


“Mungkin saja ada orang yang membuntuti kita saat kembali kemarin.”


“Sial!!” (Gios)


“Rath, Gios. Siapkan senjata, kita akan melawan mereka.”


“Melawan mereka, apa kau bercanda!”


“Tidak, aku serius. Jika kita menyerah, kita pasti akan dibunuh juga. Oleh karena itu...” Disk mengambil senapan panjang. “Tidak ada salahnya membawa beberapa orang dari mereka…”


“(tersenyum) Kau benar, baiklah. Aku akan menyiapkan semuanya.” (Rath)


“Terimakasih. Sebelum itu, ada yang ingin aku bicarakan denganmu Alicia, tolong...”


“Baiklah, kami mengerti.” Mereka semua keluar dan hanya tinggal Alicia, dan juga Disk disini.


'Njirrr.. Mereka lupa kalau aku juga ada disini.'


“Ada apa master?”


“Alicia, tolong segera pergi dari tempat ini.”


“Tapi master, kenapa?”


“Setelah melihat ketua Leon berkorban demi melindungimu, aku jadi sangat yakin kalau kau adalah kunci keberhasilan dari kelompok ini. Jadi, aku tak bisa membiarkanmu berakhir disini.”


“Tapi, bagaimana dengan master dan yang lainnya.”


“Kami akan mengulur waktu, kau pergilah sejauh mungkin dari tempat ini.”


“Master…”

__ADS_1


Diks menggeser lemari yang ada di ruangan ini. “Ini adalah tempat untuk melarikan diri dari tempat ini. Kau pergilah, kami akan mengulur waktu.”


“Tapi, master…”


“Begitu, ya. Jika seperti itu, ini perintah pertama dan mungkin terakhir untukmu. Pergilah, dan hiduplah dengan tenang.”


“Master…”


'Haa. Ini sangat klise sekali.' Entah kenapa melihat pemandangan ini mambuat bulu kudukku berdiri karena malu. 'Apa masih lama?' Berkat yang aku terima belum selesai, dan aku tak tau akan membutuhkan waktu berapa lama lagi.


-----------------------------


“Pasukan, serbu!!!”


Sfx : Tembakan, bom, yang penting suara perang gitulah.


Suara tembakan, dan juga ledakan aku dengar dari dalam sini. 'Haa. Ini sangat menyebalkan.' Disaat yang lain bertempur, aku malah berbaring disini.


“Roy, laporkan keadaanya.”


“Mereka mencoba untuk menembus pertahanan kita.”


“Begitu. Jika seperti itu, serang balik. Jangan biarkan mereka melewatinya.”


“Baik.”


“Master…”


“Alicia, cepat pergi.” Disk menarik tangan Alicia dan mendorongnya masuk ke dalam jalan yang ada di belakang lemari itu. “Jika kau jalan terus, kau akan menemukan jalan keluar. Cepatlah pergi dari tempat ini, pergi sejauh mungkin.”


“Master..” Diks menutup lemari itu.


“Maaf Alicia, setidaknya hanya ini yang bisa aku lakukan untuk melindungimu.”


“Ketua, mereka sudah berhasil menembus pertahanan pertama kita. Apa yang haruskita lakukan selanjutnya.”


“Sial… Suruh yang lain untuk berkumpul di ruang penyimpanan.”


'Woy woy, dia serius?!' Diks meninggalkanku, diruangan ini. 'Ha… Sudahlah, lagipula sepertinya sudah hampir pada waktunya.' Entah kenapa aku merasa kalau pemberian berkat ini akan segera selesai.


-----------------------------


Ruang penyimpanan.


“Ketua, apa yang akan kita lakukan?” (Rath)


“Tempat ini adalah tempat yang paling aman yang kita punya disini, setidaknya tempat ini akan memberikan kita waktu untuk mengatur rencana.”


“Ketua, bagaimana dengan orang itu.”


“Orang itu? Ah, aku melupakannya.”


“Mungkin saat ini dia sudah jadi sandera pihak militer.”


“Kita harus melakukan sesuatu. Roy, Rath, Gil, apa kalian memiliki rencana?”


“Tidak ada…” (Rath)


“Oh ya, Alicia, dia pasti-… Dimana Alicia.” (Roy)


“Aku membiarkannya melarikan diri.”


“Apa, melarikan diri.”


“Ya, ketua Leon mengorbankan dirinya untuk menggantikan Alicia. Jika seperti itu, berarti Alicia itu adalah kunci untuk keberhasilan kelompok kita. Oleh karena itu, dia harus selamat.”


“Begitu…”


Sfx : Tembakan.


“Ketua, mereka sedang mencoba untuk menghancurkan pintu masuknya.”

__ADS_1


“Kita mulai kehabisan waktu. Semuanya, apa ada yang memiliki rencana.” Mereka semua diam.


----------------------------


“Komandan, kita menemukannya.”


“Ternyata dia ada disini. Cepat bawa dia.”


“Baik.”


'Ha… Aku akan ditangkap, ya.' Mereka berhasil menemukanku.


“Komandan, tubuhnya sangat panas.”


“Apa kau bilang.” Komanda itu menyentuh tubuhku. “A-Apa-apaan ini, suhunya sangat tidak normal. Cepat, bawa dia.”


“Baik..” Mereka menggotongku, dan entah akan membawaku kemana.


“Tembak lemari itu.”


“Tapi komanda, disana tidak ada apa-apa.”


“Sudah tembak saja.”


“Baik..”


Sfx : Tembakan.


“(tersenyum) Hehe… Cepat bawa dia.”


---------------------


“Ketua, apa yang harus kita lakukan? Kita sudah kehabisan waktu.”


“Sial!! Aku tidak bisa berfikir jika keadaanya seperti ini. Aku mohon, ide, ide, ide, ide…” Disk sedang memikirkan sebuah rencana, dan sementara itu.


“Hey, cepat bom pintu ini.”


“Baik.”


“Pemasangan bom sudah selesai.”


“Ledakkan.”


Duarrrr Sfx : Ledakan.


Pintu ruang penyimpanan hancur. “Cepat, bunuh semua musuh yang terlihat.”


“Baik.”


-----------------------


Saat ini, aku masih digotong oleh beberapa orang. 'Kapan permainan gotong-gotongan ini akan selesai?'


“Suhu tubuhya menurun.” (kroco-kroco)


“Hoammm… Selamat pagi, dan bisa kalian melepaskanku.” Aku bangun setelah tertidur cukup lama, meskipun kesadaranku masih ada saat aku tertidur.


Mereka melepaskanku, dan menodongku dengan sebuah senjata api. “Jangan bergerak, atau akan kami tembak kepalamu.”


“Benarkah?”


“C-Cepat.” Aku langsung berada didekat mereka.


“Semuanya, tembak.” Mereka menembakiku.


Setelah cukup lama.


“Berhenti.” Tembakan mereka berhenti.


“Apa hanya itu saja.” Berkat yang diberikan oleh dewa Wan, aku cukup menyukainya. Sebuah gelar yang kedengarannya cukup bagus, ‘Dewa Sementara’.

__ADS_1


__ADS_2