Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
14


__ADS_3

“S-Setengah dewa?”


“Haa, sudahlah. Dimana tempat tidurnya, aku sangat mengantuk?”


“Dilantai atas.”


“Ahh, terimakasih.” Aku pergi menuju ke lantai atas.


Salah satu kamar.


“Haaa, kamar ini memiliki fasilitas yang bisa dikatakan terbaik dari kamar yang lain. Kamar raja iblis memang luar biasa.” Saat ini, aku tengah tidur di tempat raja iblis tidur. Meskipun begitu, aku sangat yakin tidak akan terjadi hal buruk yang akan terjadi padaku. “Setengah dewa, ya.” Setelah melihat statusku, aku berfikir tentang syarat untuk menjadi dewa yang dikatakan oleh dewa Sha. Aku sudah memenuhi beberapa syarat penting, dan hanya tinggal menunggu kesiapanku dan aku bisa menjadi dewa. Setidaknya seperti itulah yang aku dengar.


Itu berarti, saat ini aku dalam kondisi kapan saja bisa menjadi dewa, dengan kata lain aku setengah dewa. “Haa, sangat merepotkan.” Melakukan hal seperti ini secara diam-diam, padahal aku sudah sering kali menolaknya tapi ia masih memaksakan hal itu. “Dasar dewa yang keras kepala.”


Disisi lain, kasur ini sangat harum. “Haaa, baunya sangat wangi.” Entah kenapa ini memicu rasa kantukku. Aku perlahan menutup mataku. “Selamat tidur. Ah, aku belum menanyakan namanya. Ha, sudahlah, besok saja.”


Sementara itu.


“Para pahlawan, kami senang sekali dengan kedatangan kalian. Kami harap kalian bisa mengalahkan raja iblis itu.” (Penyihir)


“Apa yang akan kita lakukan sekarang?” (Akusa)


“Kemampuan kalian memang luar biasa, tapi kalian butuh pelatihan sebelum bisa mengalahkan raja iblis itu. Raja iblis sangat kuat, lebih kuat daripada kalian, oleh karena itu latihan diperlukan untuk meningkatkan status kalian.”


“Begitu.” (Asuha)


“Tunggu sebentar, Hiroaki. Dimana dia?”


“Sepertinya dia sedang berada di kamarnya, mungkin karena dia dirasa akan menghambat kalian dia memilih untuk diam dikamarnya.”


“Begitu.” (Hisaru)


“Kalau begitu, ke empat pahlawan. Apa kalian sudah siap untuk melakukan latihan ini.”


“Kami siap.” (Hisaru, Asuha, Akusa, Rusi)


Dan latihan untuk ke empat pahlawan dimulai.


Meanwhile.


Pagi hari.


Dugggg


“A-Awwww.” Karena merasakan rasa sakit di wajahku, aku perlahan membuka mataku dan yang aku lihat pertama kali. “Kaki?” Begitu halus dan lembut, tapi… Saat ini kaki itu sedang berada tepat di atas wajahku. “Hey. Menyingkir.” Aku menyingkirkan kaki itu.


“Hmmm, 5 menit lagi…”


“Cih. Menggangu saja.” Aku melanjutkan tidurku.


---------------


“Para pahlawan, besok kita akan mulai latihan di dungeon..” (Pennyihir)


“Dungeon?” (Hisaru)


“Iya, sebagai latihan pertama melawan monster. Kita hanya akan mencoba di lantai atas saja.”


“Hmmm, baiklah.” (Rusi)


“Latihan di dungeon, ya. Aku tidak sabar.” (Akusa)


Sore hari.


Grrrrr


Perutku berbunyi dan karena itu aku perlahan bangun dari tempat tidur ini. “Hey, dimana ruang makannya?”


“Hmm, 5 menit lagi.”


“Haa, dasar raja iblis payah. Cepat bangun, aku lapar.”


“5 menit.”


“Haa.” Aku menarik tangannya dan membangunkannya. “Antarkan aku ke ruang makan, aku lapar.”


“Hoaaamm. (mengucek mata) Ruang makan ada di ujung ruangan.”


Gubrakk


“Haa.” Ia kembali tertidur. “Raja iblis ini, benar-benar tidak bisa diharapkan.” Aku pergi menuju ke ruang makan.


Beberapa saat kemudian.


“Hmm, apa disini?” Aku sudah sampai di tempat yang ditunjukkan oleh raja iblis itu, tapi.. “(menelan ludah) Apa disini?” Aku tak begitu yakin. Tapi, dengan melihat makanan yang ada di atas meja itu aku menjadi sedikit khawatir. “Apa-apaan suasana ini, dan makanan itu.” Makanan yang ada dimeja itu tidak layak untuk dimakan. “Ahhh, dial. Sepertinya aku harus berburu.” Jika ingin makanan enak, berburu adalah pilihanku.


Aku kembali ke kamar


“Hey raja iblis.”


“Selcia.”


“Haa.” Sembari memejamkan mata, ia menjawab seperti itu. “Dimana aku bisa berburu?”


“Dengan kekuatanmu seperti itu, tak akan ada satupun monster yang akan mendekat padamu.”


“Bisa kau bangun dulu, berbicara padaku dalam keadaan setengah sadar seperti itu.”


“Haa, baik-baik.” Selcia bangun.


“Dimana aku bisa berburu?”


“Hoaaamm. Sudah aku bilang, kau tidak bisa melakukan hal itu.”


“Haa. Sudah, katakan saja.”


Selcia menatap ke arahku. “Hutan di belakang kerajaan ini. Setidaknya ada beberapa rusa dan kelinci yang bisa diburu disana. Tapi, seperti yang aku katakan sebelumnya. Karena kekuatanmu, hewan-hewan pasti akan menjauh darimu.”


“Hmm.. Kalau begitu. Ryuga...” Ryuga muncul di tangan kananku.


“K-Kekuatanmu meningkat pesat.”

__ADS_1


“Ha, tidak perlu terkejut, aku sudah bilang sebelumnya.”


“Jika kekuatanmu sebesar itu, kau bahkan tidak akan bisa berburu seekor semut. Mereka akan menjauhimu.”


“Lihat saja.” Aku berencana untuk menekan kekuatanku menjadi 0,10% saja dari kekuatan asliku dan Ryuga.


“Kekuatanmu, menurun. Bagaimana caramu melakukan itu?”


“Aku tak perlu memberitahunya lagi. Status open.”


{Nama : Akarui Hiroaki


Job : Pedang 1 Tangan


Kelas : -


Status : Lev 1


HP : 102,200,422


MP : 4,223,434


STR : 43,424


INT : 91,021


VIT : 82,224


AGI : 53,313


DEX : 74,399


SKILL : Special item. Mini Dragon strom.}


Meskipun begitu, status ini masih cukup kuat. Dan skill yang aku inginkan, ada. “Hmm, mini dragon strom.” Seketika pancaran listrik muncul di ujung pedang Ryuga, dan perlahan sosok naga listrik kecil mulai terbentuk.


“Meskipun kau mengecilkan kekuatanmu, tapi itu masih terbilang sangat besar.”


“Hmm. Benarkah? Seberapa besar statusmu?”


“Statusku, ya. Setidaknya lebih besar dari status milikmu saat ini.”


“Begitu. Oh ya, suruh para prajuritmu datang kehutan belakang.”


“Untuk apa?”


“Mengambil hasil buruan, untuk apalagi.”


“Hasil buruan?”


“Nah. Naga kecilku, silahkan pergi. Cari makanan yang banyak, ya.”


Goarrr


“I-Imutnya.” (Selcia)


Mini Dragon Lightning yang aku buat pergi, dan aku yang mengendalikannya tentunya.


Beberapa saat kemudian.


“Sejak aku kecil, setidaknya setelah ayahku meninggal karena dibunuh oleh pahlawan.”


“Hmmm. Pahlawan, ya.”


“Hiroaki, bisa aku panggil begitu?”


“Silahkan saja.” Aku tak terkejut mendengar ia mengetahui namaku, jika ia bisa melihat statusku maka sudah pasti ia juga melihat namaku.


“Hiroaki, apa yang kau lakukan?”


“Mengendalikan mini dragon.”


“Naga listrik yang imut itu?”


“Iya.”


“Aku ingin peliharaan seperti itu juga.”


“Prrffff.”


Duarrrrrr. Sfx : ledakan.


Sebuah ledakan bersar terjadi. “A-Apa yang yang terjadi?!”


“Wah. Aku jadi tidak bisa berkonsentrasi akibat ucapanmu barusan dan akibatnya naga kecilku meledak. Menjadikan naga listrik sebagai peliharaan, hahahaha…”


“K-Kenapa kau tertawa, apa seaneh itu?”


“Ahh. Tidak, lupakan saja. Oh ya, cepat suruh prajuritmu untuk ke hutan belakang. Aku rasa tangkapanya sudah lumayan.”


“Baik.”


Beberapa lama setelah itu.


“A-Apa-apaan ini!!!”


“M-Maaf, hanya ini yang bisa kami temukan. Sisanya sudah hangus terbakar.”


Mereka hanya membawa 1 ekor kelici saja. “Haa, padahal aku sudah memperkecil kekuatanku.” Jika lebih kecil dari itu, aku tidak bisa menggunakan mini dragon. Ada batasan kekuatan agar aku bisa menggunakan kekuatan pedangku. “Haa, sudahlah.” Aku mengambil kelinci itu.


Beberapa menit kemudian.


Kamar


“Selcia, apa kau bisa memasak?”


“Aku tidak bisa, biasanya para pelayan yang membuatkanku makanan.”


“Pelayan, ya.” Makanan yang ada di meja itu adalah makanan untuknya, entah kenapa aku merasa kasihan padanya. “Ayo bantu aku, nanti aku berikan sebagian.”


“Tapi…”

__ADS_1


“Kau merasa gengsi karena kau seorang raja iblis? Jika benar seperti itu, kau tak usah pedulikan. Mau bagaimanapun kau adalah seorang gadis, menjadi raja iblis itu tugas yang sangat berat untukmu. Sekali-kali nikmati kehidupanmu.”


“B-Baiklah.”


Beberapa lama setelah itu di taman belakang istana raja iblis.


“Hmm, baunya harum.”


“Sebentar lagi ini sudah mau matang.” Dengan sedikit pengalaman yang entah aku dapatkan dari mana, aku bisa memasak kelinci ini.


Beberapa menit kemudian.


“Nah, kelinci panggangnya sudah siap.”


“Wah, ini terlihat sangat lezat.”


“Hahaha. Siapa dulu yang masak.”


“Sasuga Hiroaki-sama.”


“Hahaha. Sudahlah, ayo makan. Selamat makan.”


“Selamat makan.”


Aku mulai memakannya. “Hmm, ini tidak buruk juga.” Setidaknya ini lebih baik daripada makanan yang disajikan itu. “Selcia, apa kau menyukainya?”


“I-Ini, sangat enak.”


“Ahh, begitu.” Melihat apa yang dia makan selama ini, sudah tidak dipungkiri dia akan berkata seperti itu.


Beberapa lama setelah itu.


Kami sudah selesai makan.


“Selcia, ada yang ingin aku tanyakan padamu.”


“Huh? Apa?”


“Apa benar kalau kau melakukan hal yang buruk pada ras manusia?”


Mendengar aku berkata seperti itu, Selcia menundukkan kepalanya. “Aku sudah berkali-kali bilang, tapi tidak ada yang mau mempercayaiku karena aku adalah raja iblis.”


“Hmmm.”


“Para manusia itu yang memulainya, dan saat mereka kalah mereka memanggil para pahlawan sepertimu untuk mengalahkanku.”


“Hmmm, begitu.”


“Kau mempercayaiku?”


“Meskipun kau berbohong, itu tidak ada untungnya buatku. Tapi, jika itu benar. Aku rasa mereka sudah memanfaatkan para pahlawan itu.”


“Mengatas namakan keadilan, para pahlawan itu membunuh para iblis yang dianggap mahluk yang tak pantas hidup didunia ini.”


“Ulah pahlawan sebelumnya?”


“Iya.”


“Begitu.” Ada pahlawan lain sebelum kedatanganku kedunia ini ternyata. “Jika disini ada raja iblis, berarti elf, dan demihuman pasti juga ada didunia ini.”


“Iya, tapi kedua ras itu berada ditempat yang sulit dijamah oleh siapapun.”


“Bisa dikatakan kalau kedua ras itu dalam keadaan damai, ya.” Sedangkan ras iblis sendiri bertarung melawan ras manusia. “Menyebalkan.”


“Menyebalkan? Ada apa?”


“Hanya kebiasaanku, lupakan saja.”


“Yang mulia, ada kabar yang kami dapatkan dari prajurit yang mengintai kerajaan manusia.” Salah satu prajurit iblis datang kemari.


“Kabar apa?”


“Para pahlawan yang dipanggil, mereka akan menuju ke dungeon yang ada di dekat perbatasan. Izinkan kami bertindak.”


“Aku akan memberikan perintah, tunggu perintah selanjutnya.”


“Baik.” Prajurit itu pergi.


“Dungeon, ya.” Ini baru 2 hari tapi mereka sudah berniat untuk pergi ke dungeon. “Mereka nekat juga, ya.”


“Hiroaki, ada apa?”


“Tidak ada, aku hanya berfikir betapa bodohnya mereka.”


“Bodoh?”


“Baru 2 hari sejak di panggil kedunia ini, tapi mereka sudah menuju ke tempat yang berbahaya.” Meskipun status mereka lumayan, tapi pengalaman bertarung mereka, aku sangat meragukannya. Bisa saja prajurit kerajaanku lebih baik dari mereka. “Apa yang akan kau lakukan? Menyerang mereka?”


“Itu adalah waktu yang tepat, jika aku membiarkannya maka kekuatan para pahlawan itu akan bertambah dan aku akan kesulitan untuk menangani mereka.”


“Haa, apa tidak ada cara damai untuk menyelesaikan masalah ini?”


“Aku sudah pernah mencobanya, tapi raja dari kerajaan manusia menolak mentah-mentah ajakan damai dariku.”


“Begitu.” Jika dugaanku benar, raja itu pasti berniat untuk menguasai wilayah milik ras iblis. Dan dengan begitu, ia bisa melanjutkan menguasai ras lainnya. “Rakus sekali…”


“Huh? Ada apa?”


“Tidak ada apa-apa.. Oh ya, bagaimana jika besok kita pergi ke kerajaan manusia.”


“Huh? Untuk apa?”


“Melakukan perjanjian damai.”


“Perjanjian damai. Itu mustahil, mereka pasti akan menolaknya.”


“Jika sampai itu terjadi, aku akan meratakan kerajaan mereka.”


“H-Hiroaki. Sebenarnya kau berpihak pada siapa?”


“Entahlah, aku tidak ada di pihak manapun. Tapi, jika ada yang ingin melakukan hal buruk terhadap seorang gadis. Aku tidak bisa membiarkannya.” Ups, keceplosan. Salah satu trik mendapatkan harem baru..

__ADS_1


“T-Terimakasih...”


__ADS_2