Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
5


__ADS_3

Malam hari, jam 19.21


( Di salah satu penginapan kerajaan Anvil.)


"Ha, ternyata ini kerajaan Anvil, ya." Aku cukup terkejut, ternyata aku bisa sampai hanya dalam waktu 3 hari. "Apa perkiraan dewa Sha itu salah, ya?" Aku sempat bergumam seperti itu tapi, itu semua terbantahkan setelah...


"Yo, ternyata kau sudah sampai." Suara yang tak asing lagi bagiku, masuk ke dalam kamarku.


"Dewa Sha..."


"Sepertinya kau datang tepat waktu, dan sepertinya kau sedang kebingungan? Apa tebakanku benar?"


"Hmm. Iya, bisa dibilang begitu. Jadi, bisa kau jawab pertanyaanku, kenapa aku bisa sampai lebih cepat dari waktu yang sudah kau tentukan?"


"Tidak, kau tidak datang lebih cepat, kau datang tepat waktu."


Perkataan dewa Sha itu membuatku kebingungan. "Tepat waktu, tapi aku hanya melewati 3 malam saja, bukankah itu berarti kalau aku datang ke kerajaan ini lebih cepat dari dugaanmu."


"Haa, kau masih belum sadar, ya."


"Belum sadar? Apa maksudmu?"


"Kau terbang menuju ke arah barat, itu berarti waktu yang kau lalui terasa lambat bagimu, tapi itu tidak bagi orang lain."


"Hmm? Aku masih belum paham."


"Baiklah, aku akan menjelaskannya dengan simpel dan mudah agar kau bisa paham. Dengarkan baik-baik."


"Hm, baiklah."


"Kau berjalan searah dengan matahari terbenam, dan itu membuatmu merasakan waktu yang lebih lama daripada orang lain, padahal tidak."


"Mmmm. Entahlah, aku masih belum paham."


"Ha. Sudahlah, kau memang orang yang seperti ini sulit untuk paham. Sebaiknya kau segera menyiapkan dirimu, waktumu tinggal 3 hari dari sekarang. Penjagaan di kerajaan ini pasti akan diperketat saat ritual itu dimulai, dan kau pasti tau harus melakukan apa."


"Tentu saja. Menerobos masuk dan mengalahkan para prajurit, lalu menghentikan ritualnya. Begitu,kan."


"Ya, dengan begitu kau akan tamat. Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu!!"


"Tentu saja tidak, aku sudah memiliki rencananya."


"Hoo... Tumben sekali otakmu itu encer."


"Ucapanmu kejam."


"Jadi, rencana apa yang sudah kau siapkan."


"Itu..."


————————_––––––––––––––—


Pagi hari, jam 05.44

__ADS_1


"Hooaamm..." Aku perlahan membuka mataku. "Ha, pagi hari yang indah." Aku bangun dan perlahan mendekat ke arah jendela, lalu membukanya. "Haa... Segar sekali." Angin pagi yang sangat menyejukkan.


Membasuh wajahku dengan air, dan setelah itu aku berjalan-jalan berkeliling kerajaan ini, sambil membawa kedua pedangku tentunya.


---------------------


Pagi hari, jam 09.22


( Entah tau dimana tempatnya )


"Hmm, lumayan juga tempat ini." aku tengah melihat-lihat apa saja yang ada di kerajaan ini, dan sepertinya tidak ada yang istimewa kecuali 1 patung besar yang berdiri di tengah-tengah kerajaan ini.


Patung besar itu terbuat dari emas, dan sepertinya itu emas murni. "Seberapa kaya kerajaan ini." Untuk membuat patung sebesar itu pasti membutuhkan banyak biaya, dan jika jadi aku aku pasti akan berkali-kali berfikir untuk membuat hal yang tak berguna seperti itu.


Aku kembali melanjutkan perjalanan.


---------+----------+---------


"Hmm, makanan disini lumayan." Saat ini aku tengah berada di salah satu tempat makan yang ada di kerajaan ini.


Aku lanjut makan makanan yang sudah aku pesan.


---++ Beberapa menit kemudian ++---


"Terimakasih atas makanannya." Berkata seperti itu, aku langsung bangun dan menaruh koinku di atas meja, kemudian pergi.


Tingggg tingggg tingggg tingggg


"Perhatian, para petualang diharapkan untuk berkumpul di guild saat ini juga, ada masalah yang sangat serius tengah terjadi saat ini." (???) Seseorang berteriak seperti itu, dan itu membuatku penasaran.


Akupun ikut datang ke guild karena rasa penasaranku.


-------- Beberapa menit kemudian -------


"Huh? Ada apa?" Disini banyak sekali petualang yang berkumpul.


"Yo..." Suara yang tak asing bagiku terdengar, tapi...


"D-Dew-..." Dewa Sha menyumbat mulutku dan itu membuatku tidak bisa berbicara. Dan setelah beberapa saat ia melepaskannya.


Nafasku terengah-engah akibat apa yang dewa Sha lakukan. "Ha, ha,... Dewa, apa yang kau lakukan disini?"


"Aku membuat sedikit kesalahan kecil, aku saat ini aku ingin memperbaikinya."


"Kesalahan? Kesalahan apa?" Seorang dewa sepertinya melakukan sebuah kesalahan, aku baru tau.


"Dengarkan..."


Karena dewa Sha berkata seperti itu, akupun mendengarkannya. Tapi, bukan suara dewa Sha yang aku dengarkan, melainkan suara orang lain. "Para petualang sekalian, ada kabar buruk yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua. Aku, Alfte Shoroa, kepala guild di kerajaan ini akan mengadakan misi pembasmian."


"Huh? Misi pembasmian, bukankah itu misi yang biasa dilakukan ketika ada gerombolan iblis mendekat ke sebuah kerajaan, itu berarti..."


"Iya, dan sebaiknya kau dengarkan lebih jelas lagi."

__ADS_1


"Ada setidaknya 100 ribu monster yang mendekat ke kerajaan ini dari arah selatan, dan aku sebagai ketua guild ingin kalian menghabisi para monster yang mendekat itu."


"100 ribu... Hey dewa, apa maksudnya ini?!" Ia bilang kalau ia melakukan kesalahan, dan ia juga bilang kalau itu hanya kesalahan kecil. "100 ribu monster, kau bilang kesalahan kecil."


"Hahaha... Oleh karena itu aku ingin memperbaikinya, lagipula tidak ada yang bisa menangani 100 ribu monster itu."


"Tidak ada?"


"Iya, monster itu bukan untuk dunia ini, tapi untuk dunia yang berbeda."


"Dunia yang berbeda?" Aku jadi bingung dengan apa yang dikatakan oleh dewa Sha.


"Ya, seperti itulah. Intinya, aku salah mengirimkan semua monster itu, dan akhirnya para monster itu terkirim ke sini."


"Begitu. Tapi, bukannya kau bisa saja menyuruhku untuk melakukan hal ini."


"Sudah aku bilang, tidak ada yang bisa menangani monster ini. Meskipun dengan kekuatanmu, kau tidak akan bisa menghadapi 1 ekorpun monster itu."


Mendengar itu aku begitu terkejut, ini pertama kalinya dewa Sha berkata seperti itu padaku. "Bahkan dengan kekuatanku?!"


"Iya, lagipula para monster itu bukan untuk dunia ini seperti yang aku katakan barusan. Jadi..."


"Karena bukan untuk dunia ini, berarti sekeras apapun orang dari dunia ini berusaha tidak akan bisa mengalahkan para monster itu, begitu."


"Iya."


"MAJUUUUU!!!!" (Petualang lain) Disaat pembicaraanku dengan dewa Sha masih berlanjut, para petualang lain maju menuju ke tempat datangnya para monster itu.


"Dewa Sha, bagaimana ini?" Para petualang yang lain tidak tau kalau sebenarnya monster itu sama sekali tidak bisa dikalahkan. "Apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Hmm... Bagaimana, ya." Disaat seperti ini, dewa Sha masih terlihat tetap tenang, itu wajar lagipula dia adalah seorang dewa. "Aku akan kembali untuk mengambil sesuatu, dan tugas untukmu, awasi para petualang itu dan beritahu padaku jumlah petualang yang tewas dalam kejadian ini saat aku kembali nanti."


"Tapi dewa Sha, bagaimana aku menghitungnya? Jumlah para petualang itu sangat banyak."


"Hm... Kalau begitu, kau cukup awasi saja, dan ingat 1 hal."


"1 hal? Apa itu?"


"Jangan masuk ke dalam Medan perang sebelum aku datang. Atau kau akan mati."


"M-Mat-...."


"Sudah dulu, aku pergi.."


Wuusshh


Dewa Sha menghilang, tapi anehnya tidak ada yang menyadarinya.


"Jika ikut masuk ke dalam medan perang, aku akan mati." Kata-kata dewa Sha yang harus aku ingat baik-baik.


Aku segera ikut dalam misi ini, tapi bukan sebagai seorang petualang yang membasmi para monster melainkan hanya, sebagai seorang petualang yang mengawasi para petualang lain yang sedang bertarung melawan musuh yang tidak bisa mereka kalahkan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2