Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
20


__ADS_3

"Apa ceritanya sudah selesai?"


"Ya, tidak ada kelanjutannya dan mungkin ceritanya masih akan berlanjut."


"Berlanjut?"


"Ya, aku adalah dewa. Tidak ada yang tidak bisa aku lakukan, tapi ada batasan untukku dalam melakukan itu."


"Batasan."


"Nah, kita sudah sampai." Kami berhenti di sebuah tempat.


"Apa ini?"


"Bagaimana, indah bukan?" Sebuah tempat yang dipenuhi dengan taman bunga. "Aku berencana untuk menunjukkannya pada Ai ku, dunia yang aku buat. Sebuah dunia dimana semua orang bisa hidup tenang dan bahagia didalamnya."


"Dunia impianmu, begitu."


"Ya, meskipun aku pernah gagal 1 kali aku tak menyerah. Oh, ya. Saat waktunya tiba, apa kau mau menjaga dunia yang kau tinggali saat ini."


"T-Tunggu dulu, apa yang kau katakan dewa. Aku! Menjaga dunia?! Tolong jangan bercanda dewa Sha. Menjaga kerajaan saja aku tidak bisa."


"Begitu, padahal kau bisa menjadi seorang dewa jika menerima tawaranku ini. Dan kau juga bisa melindungi keluarganmu itu jika kau menjadi seorang dewa."


"Ha, apa aku harus menjadi dewa juga untuk melindungi keluarga kecilku ini."


"Hmm. Entahlah, itu pilihanmu. Aku hanya bertugas untuk mengawasi dan sebagai penjaga dunia saja. Tapi, tentu saja semua pilihan aku serahkan padamu, jadi aku akan menunggu hingga waktunya tiba. Dan aku harap kau bisa memutuskan apa yang kau inginkan."


Perkataannya sungguh membuatku bingung. "Baiklah, aku akan memikirkannya. Tapi, menjadi seorang dewa, ya." Aku tak pernah berfikiran seperti itu sebelumnya. Sejujurnya menjadi seorang raja saja aku tak pernah menyangka hal seperti itu akan terjadi padaku, tapi jika menjadi seorag dewa.


"Hmmm... Setelah ini kehidupanmu akan semakin sulit."


"Kenapa?"


"Kau akan pergi kedunia lain, ke jalan cerita lain. Dan kemungkinan jalan ceritamu sendiri akan berubah, atau mungkin..."


"Begitu, ya." Dewa Sha sedang membicarakan apa yang terjadi jika aku menjalankan tugas yang diberikan oleh dewa Yu sebagai ganti memasuki tempat ini. "Tidak masalah, lagipula itu sudah menjadi kewajibanku yang sudah melihat tempat yang menakjubkan ini. Dunia baru, dunia yang tak pernah aku lihat sebelumnya, apa yang lebih hebat dari itu."


"(tersenyum) Kau sudah banyak berubah, ya."


"Berubah?"


"Sebelum aku memanggilmu ke dunia ini, kau hanyalah seorang siswa sekolah biasa dan kau juga tidak berani untuk mengambil keputusan yang sekiranya akan merugikanmu. Tapi, sejak datang kedunia ini, kau sudah banyak berubah."


"Oh ya, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan. Sebenarnya sudah lama aku ingin menyampaikan ini, tapi aku belum menemukan waktu yang pas. Dan sepertinya ini adalah waktunya."


"Hmm. Apa yang ingin kau katakan?"

__ADS_1


"Kau seorang dewa, dan kau pasti sudah tau apa yang ingin aku katakan. Tapi, aku akan mengatakannya secara langsung." Aku menarik nafas. "Dewa Sha, terima kasih sudah memanggilku kedunia ini. Mungkin, jika aku berada didunia itu, aku tidak akan pernah mengingat masa laluku. Dan mungkin saja, aku tidak akan pernah mendapatkan banyak pengalam seperti ini dalam hidupku jika aku berada di dunia itu."


"Ya, tidak masalah. Lagipula, kau sudah berkembang jauh dari apa yang aku harapkan."


"Berkembang."


"Tidak ada apa-apa, lupakan saja." Kami kembali melanjutkan perjalanan.


----------------------


"Ini adalah tempat terakhir. Karena dunia di tempat ini sangat banyak, aku hanya bisa membawamu ke beberapa dunia saja, dan lagipula sebentar lagi kau akan menjadi seorang penjelajah dunia. Jadi, aku tak perlu menunjukkan semua dunia ini padamu dalam 1 pertemuan."


"Dewa Sha, dunia ini..." Dunia sangat kacau, bahkan lebih kacau dari dunia milik dewa Ra.


"Dunia yang akan kau datangi pertama kali. Dunia dimana para legenda berasal."


"Dunia para legenda."


"Dunia ini memiliki banyak sekali pahlawan yang sangat kuat, tapi karena itu pula pertarugan antar pahlawan tidak bisa dihindari. Demi mencari pahlawan terkuat, setidaknya itulah yang terjadi di dunia yang akan kau datangi itu."


"Tapi, bukannya tugasku hanya untuk mencegah ketidakstabilan terjadi. Dan ini, bukan ketidakstabilan itu sendiri. Ini adalah hal yang lain."


"Dengar Hiroaki, ketidakstabilan itu bukan hanya masalah tentang ada monster tingkat dewa yang datang ke suatu dunia, tapi ketidakstabilan meliputi segala hal. Dunia itu seperti sebuah penggaris yang di taruh di atas jari. Jika stabil maka penggaris itu akan tetap seimbang tapi, jika sedikit saja diberi beban di salah satu sisinya makan kesembagannya akan hilang dan jatuh. Kau bisa membayangkan dunia seperti itu."


“Hmm. Begitu, ya.” Memang benar, jika keseimbangannya tidak stabil maka hanya kehancuran yang akan terjadi. Tapi… “Dewa, apa yang harus aku lakukan saat aku sudah berada disana?”


“(menelan ludah) Tunggu dewa, membunuh? Maksudmu mahluk dunia lain?”


“Ya. Apa ada masalah?”


“Itu adalah masalahnya. Apa maksudmu dengan membunuh? Bukannya aku tidak harus terlibat dengan mahluk yang ada di dunia lain itu?”


“Tapi, apa kau yakin bisa melakukannya?”


“I-Itu…” Aku tak begitu yakin akan menjawab apa.


“Tak terlibat dalam sebuah dunia itu adalah sesuatu yang cukup sulit, dan itu sangat sulit untukmu.”


“Kenapa kau bisa sangat yakin dewa Sha?”


“Karena kau bukan dewa.” Ucapannya itu menghentikan apa yang ingin aku katakan selanjutnya. “Hanya dewa yang bisa melakukan hal itu, dan untuk manusia biasa sepertimu, tidak terlibat dalam sebuah dunia adalah hal yang mustahil. Oleh karena itu aku sebelumnya bilang.”


Aku kembali mengingat apa yang dikatakan oleh dewa Sha barusan. “Ceritaku sendiri akan berubah.”


“Ya, itu benar. Dan kemungkinan terburuknya, kisahmu sendiri akan hancur.”


“H-Hancur, jika seperti itu. Apa yang akan terjadi denganku setelah itu?”

__ADS_1


“Entahlah, aku tak tau. Tapi setidaknya kau harus bersiap untuk menghadapi kemunkinan terburuk yang bisa terjadi. Tugas ini sangat berbahaya, dan sangat sulit. Tapi, mungkin kau bisa melakukannya.”


“Tunggu dewa, kenapa kau bisa percaya seperti itu padaku?”


“Hm… Bagaimana ya menjelaskannya. Ah, begini saja. Ucapan seorang dewa selalu benar. Kau akan baik-baik saja, kehidupanmu seletah ini akan semakin berubah dan kau pasti bisa mengatasinya.”


“Begitu.” Dewa Sha sudah berkata seperti itu, aku hanya bisa mengikutinya. “Baiklah.”


“Oh, ya. Sebagai pelengkap saja sebelum kau kembali, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu.”


“Apa?”


“Saat didunia lain, kau akan mendapatkan kemampuan yang istimewa.”


“Kemampuan yang istimewa? Apakah sejenis Cheat?”


“Hm… Bisa dibilang seperti itu, tapi ini lebih hebat dari itu.”


“Apa itu?”


“(tersenyum) Nanti kau akan mengetahuinya. Sudah dulu, selamat jalan. Kami akan memanggilmu saat waktunya sudah tiba, dan sebelum waktunya tiba, kau bisa menghabiskan waktu bersama keluarga kecilmu itu. Keluarga yang sangat berharga bagimu itu, aku yakin mereka sedang menunggu kau bangun saat ini.”


“Tunggu dulu dewa Sha…”


“Selamat tinggal, sampai bertemu di pertemuan selanjutnya.”


---------------


Dan itu adalah pertemuan terakhirku dengannya, dewa Sha. Setelah itu, aku sama sekali tidak pernah melihatnya lagi.


“Hiroaki, apa yang kau lakukan disini?"


“Ah, Emilia. Tidak ada apa-apa. Aku hanya melihat langit malam yang indah ini.”


“Begitu. Boleh aku menemanimu.”


“Ya.”


Ini adalah kisah baru, sebuah kisah yang tidak bisa diduga. Kisahku, kisah keluargaku, kisah masa lalu, kisah para dewa, kisah para pahlawan, dan juga kisa-kisah lainnya. Aku akan segera mengalami hal itu, sebuah kisah dimana aku akan datang kesetiap kisah itu, kesetiap kisah yang ada di tempat didunia itu.


“Hiroaki, ada apa? Kau terlihat senang?”


“Tidak ada apa-apa, aku hanya berfikir. Mungkin akan sangat menyenangkan jika aku bisa bertemu dengan orang yang ada di dunia lain.”


“Begitu…”


“Hiroaki-sama, nona Emilia, makan malamnya sudah siap.”

__ADS_1


“Ya, kami akan segera kesana.” Kisahku dengan dunia baru, akan segera di mulai.


__ADS_2