
“Haa, sudah selesai, ya. Ya, setidaknya ini sudah cukup bagus untuk pemanasan.” Butuh waktu sedikit lebih lama untuk membereskan monster itu, karena setiap kali aku membunuh monster itu monster yang lain ikut berdatangan.
“Dia masih pingsan.” Gadis itu masih pingsan, aku menghampirinya untuk memastikannya.
Kringggggg.
Bel yang aku dengar tadi, berbunyi lagi. “Apa itu sebuah pertanda?” Aku tak begitu ingin mengurusi hal semacam itu.
“Hmm, sepertinya dia masih pingsan.” Tak ada tanda-tanda dia akan bangun dalam waktu dekat. “Sebaiknya aku bawa dia ketempat yang aman dulu.” Saat aku mencoba membawanya.
“MENJAUH DARINYA!!!” (???) Suara itu terdengar dari atas.
Ctrakkkk.
Sebuah serangan diarahkan padaku dari atas, dan aku berhasil menangkisnya dengan Shirame. Meskipun begitu... “Kau, lumayan juga.” Senjata berbentuk sabit, sabit runcingnya itu berhasil melukaiku.
“Menjauh darinya!”
Dia memiliki kemampuan yang cukup hebat, setidaknya dia lebih hebat dari Shima. “Segera mundur.” (Dewa Sha)
“Ehhh, baiklah.” Padahal aku baru saja sedikit bersemangat karena menemukan lawan yang cukup bagus, tapi karena dewa Sha sudah berkata seperti itu mau bagaimana lagi. “Aku akan mundur untuk saat ini, dan aku mengharapkan pertemuan kita selanjutnya.”
“Tak akan aku biarkan kau melarikan diri!!”
----------------
“Huh? Dimana ini?” Aku berpindah tempat, dan ini pasti ulah dewa Sha. Tapi, kenapa di gang sempit. “Haa, sudahlah.” Aku perlahan keluar dari gang sempit ini.
“Huh? Dimana ini?” Ini sangat berbeda dengan sebelumnya, jika ini masih didunia yang sama. Itu sangat aneh.
Beberapa waktu lalu kota ini begitu sepi, dan saat ini kota ini sangat ramai. “Apa yang sebenarnya terjadi?” Ini membuatku sangat bingung.
'Hiroaki, pergi ketempat yang sudah aku katakan.'
“Haa, baiklah.” Belum selesai dengan kebingungan ini, dewa Sha kembali menyuruhku datang ke suatu tempat.
Cukup lama setelah itu.
Larut malam, jam 00.32
Sebuah apartemen mewah.
“Haa, akhirnya aku bisa istirahat juga.” Setelah pergi ke beberapa tempat, akhirnya aku bisa istirahat juga di apartemen ini.
'Istirahatlah, mulai besok kau harus mengawasi gadis itu.'
__ADS_1
“Ha.. baiklah.” Uang yang diberikan oleh dewa Sha, aku tak begitu memeriksa jumlahnya. “Sepertinya ini cukup untuk keperluanku selama hidup disini.” Kartu ATM ini, aku pergi ke beberapa tempat hanya untuk mendapatkan ini. “Aku bisa membeli apapun yang aku mau dengan kartu ini, ya.” Itulah yang dikatakan oleh dewa Sha, dan aku tak begitu yakin dengan hal itu.
“Haa, sudahlah. Sylvi Angelia, ya.” Nama gadis itu adalah Sylvi Angelia, seorang guardian. Tapi, karena beberapa alasan nyawanya selalu berada dalam bahaya. Oleh karena itu aku ditugaskan untuk melindunginya. Dari informasi yang aku dengar dari dewa Sha, ada 19 guardian yang ada didunia ini, dan masing-masing dari mereka memiliki kemampuan khusus. Tapi... “3 bulan, ya.” Aku harus melindunginya selama 3 bulan kedepan, dan setelah itu tugasku selesai. Dan setelah itu, sesuai dengan perjanjian, dewa Sha akan menyelamatkan Ai. “Tidur dulu ah.”
------------------
Pagi hari, 09.33
Di atap salah satu gedung.
Pengintaian hari pertama, tidak ada yang aneh. Semua berjalan seperti biasa, orang-orang bekerja dan bersekolah seperti biasa. “Hmm. Sudah kuduga, rasanya cukup enak.” Saat ini aku tengah mengawasi Sylvi yang sedang berada di area sekolah, tentu saja sambil memakan sarapanku. “Untuk saat ini sepertinya tidak ada yang aneh.”
“Ah. Maaf, ternyata ada orang disini. Apa yang anda lakukan ditempat seperti ini?” (???) Tanpa kusadari, ada seseorang yang datang kesini.
“Tidak ada, hanya menikmati hembusan angin.” Karena sudah ketahuan, tidak ada pilihan lain.
“Ahh, apa anda sudah ingin pergi? Apa karena ada orang yang datang kesini, anda pergi?”
“Tidak, hanya saja ada sesuatu yang ingin aku lakukan.” Aku pergi dari tempat ini.
Siang hari, 13.23
Taman.
'Hey, suaramu keluar.'
"M-Maaf." Orang yang sedang berjalan melihat kearahku karena aku tiba-tiba saja berteriak. 'Dewa Sha, apa kau serius dengan hal itu?'
'Ya, aku serius. Oleh karena itu, mulai besok kau harus menyiapkan keperluanmu.' Dewa Sha menutup telepatinya.
"Ha.” Aku menghela nafas panjang setelah mendengar apa yang dikatakan oleh dewa Sha barusan. “Sekolah, ya.” Mulai besok, aku akan pergi kesekolah untuk menjaga gadis yang bernama Sylvi itu lebih dekat. “Bukannya dari kejauhan saja sudah cukup.” Aku bukannya tidak ingin pergi sekolah, tapi ini pasti akan mencolok. Tapi, dewa Sha bilang sudah menyiapkannya dan aku harus bersiap untuk pergi ke sekolah besok. “Sepertinya ini akan merepotkan.”
Malam hari, 23.21
“Hmm, semua peralatan sudah siap. Tapi, apa perlu aku menyiapkan semua ini.” Semua peralatan untuk sekolah sudah aku siapkan. Aku rasa aku tak begitu memerlukan ini semua, karena aku hanya akan berada disini selama 3 bulan. Dan setelah itu aku akan kembali. “Haa, sudahlah.” Karena aku sudah menyiapkannya, akan sayang jika tidak digunakan.
“Sudah larut malam. Aku harus segera tidur.” Akupun tidur.
__________________
“Mama, papa kapan akan pulang?”
“Inori, papamu akan kembali secepatnya. 4 bulan lagi, saat itu papa akan kembali.”
“4 bulan lagi, ya.”
__ADS_1
“Inori, bersabarlah.. Mama yakin papamu sedang berusaha keras, oleh karena itu kau juga harus berjuang. Jika saat papamu kembali dia akan terkejut dengan perubahanmu.”
“Hm.. baiklah, aku akan berusaha.” Inori pergi.
“Rin, kau masih disini.”
“Ah.. Emilia, ya. Ada apa kesini, tidak biasanya.”
“Tidak ada, aku hanya ingin menghirup udara segar di malam hari saja.”
“Begitu..”
“Inori bertanya itu lagi..”
“Em.. (mengangguk)”
“Sudah 2 bulan, ya. Berarti tinggal 4 bulan lagi.. saat ini dia pasti sedang berusaha dengan keras.”
“Ya..”
Sementara itu
_____________
Pagi hari, 08.25
Kringgggg (jam alarm)
“Ahhh.. aku kesiangan.” Saat aku membuka mata, jam menunjukkan sudah jam 08.25, dan tinggal 5 menit lagi sebelum pintu gerbang ditutup. “Aku harus bergegas.”
Beberapa menit kemudian.
“Ha ha ha, aku tepat waktu.” Setelah berlari sekuat tenaga, aku sampai tepat waktu.
“Kelas 3, ya.” Aku baru bertanya ke guru yang ada di ruang guru, dan mereka bilang kalau kelasku berada dilantai atas. Jika diandaikan, saat masih sekolah dulu, sebelum dipanggil kedunia dewa Sha mungkin saat ini aku sudah kelas 3.
Beberapa saat kemudian.
“Ini adalah kehidupan baru didunia ini, dan ini hanya akan berlangsung selama 3 bulan saja, dan setelah itu semuanya akan berakhir.” Kehidupan baruku didunia ini akan dimulai saat aku membuka pintu ini (pintu kelas), entah tatapan seperti apa yang akan teman kelas berikan pada murid baru sepertiku. “Haa, sudahlah.”
“Akarui-san, silahkan masuk.”
“Baik.” Mendengar namaku dipanggil, aku perlahan masuk ke dalam kelas.
“Kehidupanku didunia ini, benar-benar akan dimulai.”
__ADS_1