Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
38


__ADS_3

Malam hari.


“Pesta, ya. Sudah lama sekali tidak ada pesta dikerajaan ini.” Beberapa hari lagi, pesta perayaan kehamilan Ai diadakan. “Mereka pasti bekerja keras mempersiapkan hal ini.”


Dan persiapan pesta pun dilakukan.


Beberapa hari kemudian dimalam hari berlangsungnya pesta.


Ini adalah harinya, seluruh keluarga bangsawan dan juga raja-raja datang ke pesta ini. Entah dari kerajaan mana saja mereka, dan bukan hanya itu. Para rakyat juga ikut hadir dalam pesta ini, itu karena pesta ini dibuka untuk umum.


“Hiroaki, apa kau sudah siap?” (Emilia)


“Ya.” Dan sekali lagi, karena ini adalah acara penting aku harus memakai pakaian yang paling aku tidak sukai. Pakaian seorang raja. Pakaiannya begitu berat dengan mantel yang sangat tebal, dan juga mahkota ini, mungkin beratnya hampir ½ kilogram.


“Perhatian… YANG MULIA RAJA AKAN SEGERA MEMASUKI RUANGAN!!” (prajurit) Diberi aba-aba seperti itu, aku perlahan masuk kedalam area aula kerajaan yang dijadikan sebagai tempat pesta malam ini.


“Lihat, sangat muda…”


“Apa dia benar seorang raja.” Dikatakan seperti itu, entah kenapa aku merasa dikucilkan. Tapi, yang mengatakan hal itu bukan dari kerajaan yang aku kenal, melainkan kerajaan lain yang tak pernah aku tau. Jadi… “Sudahlah.” Umurku yang sudah mencapai 18 tahun, menjadi seorang raja dan juga akan menjadi seorang ayah. Mungkin hal itu tidak buruk juga.


Aku duduk di kursi tahta, dan disuruh untuk mengucapkan sepatah kata sebagai pembukaan acara ini.


------------------


“Haa… Akhirnya selesai.” Pidato kecilku selesai, aku tak tau apa yang aku bicarakan tadi. Tapi, akhirnya bisa selesai. “Aku masih belum terbiasa berbicara didepan orang banyak.”


“Jika seperti itu, kau harus membiasakannya. Karena mungkin setelah ini, kau akan lebih sering keberbagai tempat dan bertemu dengan banyak orang.” (Emilia)


“Ha…” Orang yang menemaniku disini adalah Emilia dan Rin, sedangkan Sia menjaga Ai dikamarnya. Ai masih belum boleh beraktifitas berlebihan, karena ia baru saja sembuh dari sakit yang aku tak tau apa.


“Hi-chan, kau sudah bekerja keras. Ini minumanmu.” Rin kembali sambil membawa minuman.


“Terima kasih. Oh ya, Lia dan Inori. Mereka berdua kemana?” Aku sama sekali tidak melihat mereka berdua disini.


“Lia sedang ada dikamar Ai, dia bilang ingin ikut menjaga Ai, dan Inori sepertinya dia sedang bersama dengan teman sekolahnya.”


“Begitu, ya.” Aku baru ingat kalau Inori sudah masuk sekolah, dan sudah wajar kalau dia bermain bersama dengan teman seumurannya. “Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untukku.”


“Bukan hanya untukmu, tapi juga untuk kami.”


“Benar juga. Oleh karena itu, aku tak ingin kebahagiaan ini hancur. Aku ingin mempertahankannya apapun yang terjadi.” Dan entah kenapa, terngiang apa yang pernah dikatakan oleh dewa Sha waktu itu di kepalaku. 'Menjadi dewa, ya.' Dengan menjadi dewa, aku bisa melindungi keluargaku ini, dan juga kebahagiaan ini. “Ha.. Sudahlah.” Jika sudah tidak ada cara lain, aku mungkin akan melakukannya. Tapi, jika masih ada cara lain selain hal itu, kenapa tidak.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian.


Alunan musik mulai dimainkan. “Yang mulia raja, apa anda mau berdansa denganku.” (???) Seorang gadis tiba-tiba saja mendatangiku dan langsung mengajakku berdansa.


“Ehhh…” Aku tak tau siapa dia, dan tiba-tiba saja mengajakku berdansa.


“Ahh… Saya minta maaf, sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri. Saya adalah tuan putri dari kerajaan Selvian. Nama saya adalah Sylvia, putri sulung dari raja Thorea, dan ratu Eria.”


“B-Begitu…” Aku sama sekali tidak tau kerajaan itu berada dimana, tapi setidaknya aku pernah mendengar nama kerajaan Selvian itu. Kalau tidak salah, kerajaan yang beraliansi dengan kerajaan Sylv, kerajaan ayah Emilia. “Aku minta maaf, tapi aku belum pernah berdansa sebelumnya.” Ini adalah pertama kalinya aku berdansa, jadi aku tak begitu yakin dalam kemampuanku yang satu ini.


“Tenang saja, saya juga pertama kali berdansa.”


“B-Begitu…” Jika seperti itu, kenapa dia mengajakku berdansa.


Aku memengan tangan kanannya dengan tangan kiriku dan mendekatkan tubuhnya denganku. “A-Apa begini sudah benar?” Ini pertama kalinya aku melakukan hal ini, dan sudah jelas ini membuatku cukup gugup, apalagi ini dengan orang lain yang sama sekali tidak aku kenal.


“Baik, yang mulia raja. Anda bisa bergerak secara memutar dan perlahan.”


“B-Baik.” Aku mengikuti apa yang dikatakan olehnya. “M-Maaf.” Aku tak sengaja menginjak kakinya.


“T-Tidak apa-apa. Kita ulangi lagi.”


“B-Baiklah…”


“M-Maaf, aku melakukannya lagi.” Entah sudah berapa kali, aku menginjak kakinya.


“Tidak masalah yang mulia, anda masih dalam tahap belajar. Hal seperti ini sudah biasa terjadi.”


Meskipun ia bilang baru pertama kali berdansa, ia terlihat lebih baik dariku. “Maaf ya, sepertinya kita harus menyudahinya.”


“Yang mulia, ada apa?”


“Tidak ada apa-apa.” Sebenarnya aku tak ingin menyakitinya lagi, itu sudah cukup. Dan sepertinya aku harus latihan lebih banyak lagi dalam hal berdansa ini.


“AAHHHHHHH!!!” (???) Seseorang berteriak, dan seketika suasana disini yang sebelumnya sangat tenang berubah. Dan karena hal itu, aku langsung menghampirinya.


“Ada apa?” Yang berteriak itu adalah seorang konglomerat (wanita) dari kerajaan Sylv.


“Prajuritnya…” Aku melihat kearahnya.


“Hey, apa kau tidak apa-apa?” Prajurit itu terluka. “Apa yang terjadi padamu?”

__ADS_1


“P-Paduka… P-Pasukan I-Iblis, mereka menyerang bersama ribuan monster. Dari gerbang utama…”


Hari spesial ini hancur, hari yang tidak ingin aku hancurkan, dihancurkan. “Rin, tolong sembuhkan dia.”


“Baik.”


“Hiroaki, kau mau kemana?”


Jika dilihat, dia adalah pasukan elit dan sampai terluka separah itu. Musuh yang mereka lawan pasti sangat banyak.


“R-Ribuan… Tempat ini sudah dikepung.” (???)


“A-Apa yang harus kita lakukan?”


“Prajurit itu bilang ribuan monster…”


Seluruh orang yang ada disini panik mendengar kalau ribuan monster dan juga iblis menyerang tempat ini. “Kalian tidak usah panik. Aku akan melakukan sesuatu.”


“Hiroaki, apa yang akan kau lakukan?”


“Prajurit kita tidak akan mampu mengalahkan mereka semua, jadi… Aku yang akan maju.”


“Jangan bertindak bodoh… Melawan iblis dan monster sebanyak itu…”


“Jika aku yang dulu, mungkin hal itu mustahil. Tapi saat ini, hal seperti itu tidak akan jadi masalah.” Aku perlahan keluar dari ruangan ini. “Rin, jika kau sudah menyembuhkannya, datanglah ke gerbang utama dan sembuhkan pasukan yang terluka disana.”


“Baik.”


“Kalau begitu, aku akan ikut membantu.” Suara itu, suara yang tak asing bagiku.


“Garden, Leona.”


“Yo, sudah lama tidak bertemu. Dari seorang bocah tak berpengalaman dan sekarang kau menjadi seorang raja. Itu sangat mengagumkan.” (Garden)


“Itu benar, aku sampai kaget mendengar kalau kau membangun kerajaanmu sendiri.” (Leona)


Garden dan juga Iona, aku tak menyangka mereka akan berada disini. “Kalau begitu, aku juga akan ikut.” Dan lagi-lagi suara yang tak asing bagiku.


“Shin, Felicia… Kalian juga ada disini.”


“Hahaha… Aku dengar kalau kau mengadakan pesta, jadi aku datang kesini.”

__ADS_1


“Terimakasih.” Entah membutuhkan atau tidak, tapi jika ada orang yang mau menemaniku dengan senang hati aku akan menerimanya. Meskipun begitu, aku mengakui kekuatan mereka jauh diatas petualang biasa, dan mungkin hampir mendekati kelas setingkat pahlawan untuk Garden dan juga Leona, sedangkan untuk Shin dan juga Felicia mungkin lebih dari tingkat kelas pahlawan dalam tingkat guild petualang.


“Baiklah… Ayo pergi.”


__ADS_2