Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
56


__ADS_3

“Shirayuki-san, apa yang kau lakukan disini. Cepat pergi.”


“Ya, kau harus pergi. Dia adalah musuh yang berbeda dengan musuh yang pernah kita lawan sebelumnya.”


“Aku tidak dianggap musuh oleh mereka, ya.” Mereka berdebat ditengah pertarungan, entah apa yang mereka pikirkan tapi itu adalah pilihan yang buruk.


“Tenang saja. Lagipula, kalian sudah tidak bisa bertarung. Aku akan menannya, kalian cepatlah pergi dari sini.”


“Tidak mungkin, mana mungkin kami meninggalkanmu seorang diri.”


“Tenang saja, aku akan baik-baik saja. Lagipula, aku masih memiliki sebuah janji, dan tidak akan lucu kalau aku kalah disini sebelum bisa menepati janji itu.”


“Shirayuki-san.”


“Haa, sungguh drama yang membosankan.” Ini persis seperti yang akan aku bayangkan. Dia akan mengalahkan monster itu, dan mereka semua akan selamat. Setidaknya seperti itu, tapi...


Beberapa saat kemudian.


“SHIRAYUKI-SAN!!!”


“SHIRAYUKI!!”


“Hee, dia kalah juga, ya.” Tapi, sepertinya dia masih terlihat menahan diri atau mungkin dia tidak ingin yang lain tau tentang  perkembangan kemampuannya. Aku rasa mau ia memilih pilihan apapun, semuanya sudah ia pikirkan dengan matang. Tapi... “Saat ini, dia juga sedang dalam masalah. Haruskan aku ikut turun tangan dalam hal ini?” Untuk sesaat aku merasa kalau itu perlu, tapi. “Sepertinya, pemeran utama yang lebih cocok dalam urusan seperti ini.”


Sraaashhhh.


“K-Koujo-kun.”


“Koujo Kotaro, dia sudah datang.” Koujo Kotaro menebas monster itu, dan menyebabkan luka yang cukup besar disalah satu bagian kaki monster itu.


“Sylvi-san.”


“Haa, mereka semua sudah berkumpul, ya.” Kemungkinan, situasi ini belum berakhir karena monster ini belum dikalahkan. “Mungkin sang Shinigami yang akan menghabisinya.” Ini sudah tidak menarik lagi, dan karena itu aku putuskan untuk pergi dari sini. “Jika mereka bisa bekerja sama seperti saat melawanku, mungkin dia tidak akan sampai turun tangan.”


Apartemen.


Alarm aman sudah berbunyi beberapa menit yang lalu, sesaat sebelum aku sampai disini. “Apa yang sedang terjadi padaku?” Aku merasa mulai mengalami perubahan, dan perubahan itu terjadi saat aku mulai menerima tugas untuk mencegah terjadinya ketidakstabilan di berbagai dunia. “Aku, mulai menjadi seseorang yang berbeda.”


2 hari kemudian.


Sore hari, 16.42


“Shirayuki, sudahi dulu latihan untuk hari ini.”


“Baik.” Latihan harian Shirayuki akhirnya selesai, tapi ini lebih jadwal yang biasa karena hari ini dia memiliki acara yang harus dilakukan dan ia sekarang melakukan persiapan untuk hal itu, makanya latihan hari ini lebih cepat dan biasanya.

__ADS_1


Dia bilang, saat sudah waktunya akan mengatakannya. Jika dia belum berbicara mungkin belum waktunya, dan aku memang tidak berniat untuk memulai pembicaraan. Saat aku ingin pulang..


“Akarui-kun, tunggu.”


“Huh? Ada apa?” Meskipun aku sudah tau ia ingin membicarakan apa.


“Acaranya hari ini, apa kau ingat?”


“Ahh, tentu saja. Lalu?”


“Nanti aku akan menjemputmu, apa aku boleh tau tempat tinggalmu?”


Untuk hal ini, sepertinya tidak masalah. “Baiklah.” Aku memberitahunya tempat tinggal sementaraku.


“Wah.. aku tak tau kalau tempat tinggalmu di apartemen mewah itu.”


“Mewah?” Aku memang tidak begitu mempedulikannya, tapi seperti yang dikatakan olehnya. Tempat tinggalku yang ada disini bisa dibilang cukup mewah, lagipula itu sudah disiapkan oleh dewa Sha. “Kapan acaranya akan dimulai?”


“Nanti, jam 8 malam.”


“Baiklah, kalau begitu aku akan bersiap-siap.” Aku kemudian pergi dari tempat ini.


Beberapa menit kemudian.


“Haa, acara apa yang disebutkan oleh Shirayuki, ya?” Sebenarnya aku cukup penasaran dengan acara yang disebutkan oleh Shirayuki, tapi ia bilang kalau itu adalah pertemuan khusus keluarganya. “Sudahlah.” Semakin memikirkannya, aku semakin bingung. “Nanti juga tau sendiri.”


“Selamat makan.”


------------------


Apartemen.


Malam hari, 19.15


Tinggal 45 menit lagi sebelum dia menjemputku. “Haa, sebaiknya aku siap-siap dulu.” Aku bersiap-siap untuk menunggu jemputanku tapi...


Ting ting.


Suara bel berbunyi. “Sepertinya jemputanku sudah datang.” Aku sudah selesai bersiap-siap, dan aku bergegas untuk keluar dan tepat saat aku membuka pintu.


“Jangan bergerak, atau akan aku menembakmu!” Sebuah senapan ditujukan tepat ke kepalaku.


'Sebuah perampokan, atau mungkin *******.' Aku hanya bisa menyimpulkan hal itu saat aku melihat tindakan dan juga apa yang dipakai olehnya. Dan sudah pasti, ada beberapa orang lagi dari temannya. 'Jika aku menuruti drama mereka, aku akan terlambat.' Saat aku melihat ke arah jam.


19.42

__ADS_1


Tinggal 18 menit lagi sebelum jemputan dari Shirayuki datang kesini. 'Sepertinya aku akan sedikit terlambat.'


“Ayo, ikut denganku.” Ia masih menodongkan senapannya kearahku dan memaksaku untuk berjalan sesuai dengan apa yang ia katakan.


Di tengah perjalanan. “Kemana penghuni yang lain?” Aku sama sekali tidak melihat orang lain digedung ini.


“Jangan banyak bicara, cepat jalan.”


“Jawab pertanyaanku, dimana mereka?”


“Sudah aku bilang, jangan banyak bicara.” Ia mencoba untuk memukulkan senapannya tepat di kepalaku.


Swutttt


Aku berbalik menghindarinya, dan dengan cepat menunci lehernya. “Dimana mereka.” Ia tidak berbicara. “Kalau begitu.” Aku mengencangkan kuncianku.


“B-B-Baik!! Akan aku katakan, tolong lepaskan aku!!”


“Katakan, dimana mereka. Jika kau mengatakannya, aku akan melepaskanmu.”


“B-Baik. Mereka, mereka semua berada digudang.”


“Digudang?” Kalau tidak salah, gudang yang ada di apartemen ini cukup besar dan tertutup, jadi wajar saja mereka membawa para tawanan itu  kesana. Aku melepaskannya, dan tidak lupa aku juga mengambil senapannya. “Hey, apa yang..” Dia tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba saja tersenyum.


“Hahahaha, saat ini seluruh kelompokku sedang menuju kemari. Dan aku yakin, beberapa saat lagi kau akan mati.” Saat aku melihat ke bagian tubuhnya, ternyata disana terdapat alat komunikasi yang menyala.


“Haa, sepertinya aku terkepung.” Mereka semua sudah mulai memasuki gedung ini, setidaknya begitu. Jadi, aku hanya bisa melakukan 1 hal saja. “Maaf, penjahat sepertimu. Jika aku bunuh sepertinya tidak masalah.”


Jdorr


Jdorr


Jdrorr


Aku menembaknya menggunakan senapan yang aku dapatkan darinya. “Saatnya penghabisan.” Didunia yang sudah kacau oleh monster ini, masih ada saja yag melakukan hal yang jahat. “Ryuga.” Kejahatan yang mereka lakukan, mungkin saja akan memperburuk keadaan yang sudah cukup buruk ini, dan setidaknya aku harus mengahkhirinya meskipun ini hanya akan berdampak sedikit.


Aku menaruh Ryuga dilantai apartemen. “Selamat tinggal tempat tinggalku didunia ini.”


Brussshhh. Sfx : bangunan roboh.


Apartemennya runtuh akibat tidak kuat menahan beban Ryuga.


Sett


Di luar gedung apartemen.

__ADS_1


“Haa, sekarang tempat tinggalku sudah hancur.” Kurang dari 2 bulan lagi aku tinggal didunia ini, dan tempat tempat tinggalku sudah hancur bersamaan dengan terbunuhnya para ******* itu. “Mudah-mudahan setelah ini, aku bisa mendapatkan tempat tinggal baru yang lebih bagus.” Setidaknya itulah yang aku inginkan.


__ADS_2