Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
25


__ADS_3

Lagi-lagi sebuah gua. “Disini markas mereka, ya.” Markas para Yokai itu dijaga oleh banyak sekali Yokai, dan aku sudah membasmi mereka semua yang ada disini. “Mari kita lihat, sebenarnya ada apa di dalam sana.” Aku perlahan mulai masuk ke dalam gua itu.


--------------------------


“Itu Rein!”


Rein berpapasan dengan para pasukan bala bantuan yang datang dan berencana untuk membasmi para Yokai. “Rein, apa kau tidak apa-apa?”


“Ketua. Aku baik-baik saja.”


“Rein, apa kau yang melakukan semua ini?” Mereka semua melihat kearah dimana Kristal Yokai berserakan di seluruh tempat disini.


“Wah, kau sangat hebat Rein. Aku tak menyangka kau sekuat ini.”


“Tidak ini bukan-…”


“Syukurlah kau baik-baik saja. Ayo kita kembali.”


“Tunggu ketua.”


“Rein ada apa?”


“Semua ini, bukan aku yang melakukannya. Tapi orang lain.”


“Orang lain, siapa dia?”


“Entahlah, orang itu memiliki kemampuan yang sangat luar biasa. Namanya Hiroaki.”


“Hiroaki? Aku tidak pernah dengan nama itu, dimana dia sekarang?”


“Dia bilang, akan melakukan sesuatu. Mungkin saja dia akan menyerang makas Yokai seorang diri.”


“Itu sangat gegabah, bahkan untuk orang yang memiliki kemampuan luar biasa sekalipun, menyerang markas musuh secara langsung adalah hal yang sangat gegabah.”


“Ketua, apa yang akan kita lakukan?”


“Kita akan membantunya. Pasukan, segera menuju ke markas para Yokai.”


“Baik.”


------------------------


“Haaa, apa hanya seperti ini kekuatan mahluk yang mengacau didunia ini?” Aku sudah berhasil melumpuhkan ketua kelompoknya dengan mudah.


“S-Siapa kau sebenarnya? Kekuatan luar biasa ini, apa kau titisan seorang pahlawan?” Suara yang bergetar begitu menakutkan, tapi itu tidak berdampak apapun padaku.


“Titisan seorang pahlawan? Aku bukan orang baik yang semacan itu, aku hanya diberikan tugas untuk melenyapkan ketidakstabilan. Aku bukan seorang pahlawan, bahkan julukan itu sendiri sangat tidak pantas untukku.”

__ADS_1


“Ketidakstabilan? Apa yang kau katakan!”


Wujudnya mirip dengan manusia, tapi mau bagaimanapun dia adalah penyebab ketidakstabilan ini terjadi. Dan karena itu aku harus membasminya. “Ah. Maaf sebelumnya, tapi kau harus segera mati. Selamat tinggal.” Aku memotong kepalanya menggunakan Ryuga.


Ctraasss.


Darahnya berceceran, dan dia tidak hancur seperti Yokai yang lain. “Ini sudah selesai. Ugh…” Perlahan aku mulai memegang kepalaku, aku merasakan sedikit rasa sakit di kepalaku. “Sepertinya aku terlalu bersemangat hari ini.” Karena keadaanku, untuk tempat selanjutnya sebaiknya aku tunda saat keadaanku membaik.


Aku kamudian pergi dari tempat ini, dan diluar gua ini masih belum ada seorangpun yang datang. “Sepertinya mereka terlambat.” Itu wajar, dimana para bantuan terlambat, mau di dunia manapun hal itu pasti akan terjadi. Saat seluruh musuh sudah kalah, baru bala bantuan muncul. “Hah… Sangat lucu sekali adegan seperti itu.” Aku langsung kembali.


_________________________


“Ai, apa kau baik-baik saja?” (Emilia)


“Aku tida apa-apa, aku hanya sedikit tidak enak badan saja.”


“Begitu. Jika kau butuh sesuatu, katakan saja.”


“Ya, terima kasih.” Emilia keluar dari kamar Ai.


Di luar kamar Ai. “Emilia, bagaimana keadaan Ai?” (Rin)


“Sepertinya dia baik-baik saja.”


“Haa. Syukurlah, aku kira ada sesuatu yang buruk sudah terjadi padanya.”


“Ya.”


“Bisa kau mengawasi Ai, kami akan melanjutkan pekerjaan kami. Jika dia butuh sesuatu, tolong bantu dia.”


“Baik, serahkan saja padaku.”


“Ya, tolong.”


_____________________


“Hahaha, sepertinya ada kabar baik untuk Hiroaki.”


“Dewa Sha, ada apa?” (Dewa Rai)


“Aku akan membisikkannya padamu.” (bisik-bisik)


Beberapa saat kemudian.


“Bukankah itu sesuatu yang luar biasa, kau harus segera memberitahunya.”


“Tidak, ini masih belum waktunya. Saat waktunya tiba, aku pasti akan memberitahunya. Haha… Tapi, aku tak menyangkan akan jadi seperti ini. Ini akan menjadi semakin menarik.”

__ADS_1


______________________


Sementara itu.


“Ha, aku sangat lelah.” Kemampuan baru ini sangat menguras banyak sekali tenagaku. “Sudah sore, ya. Aku harus membeli makanan dulu.” Aku berkeliling mencari makanan.


Beberapa menit kemudian.


“Hmm. Kira-kira, dengan uang segini aku bisa mendapatkan makanan apa?” Sisa uangku tinggal sedikit, dan aku tak yakin bisa mendapatkan makanan yang sesuai dengan seleraku. “Ha. Sudahlah, yang penting perut kenyang.”


Malam hari, taman.


“Ha, ha, ha, ha. Akhinya aku menemukanmu.” Tiba-tiba saja Rein datang dan menghampiriku.


“Rein, ya. Ada apa?”


“Aku disuruh ketua untuk membawamu bertemu dengannya.”


“Untuk apa?” Ketua, ya. Jika aku bertemu dengannya aku rasa ini pasti akan merepotkan untukku.


“Entahlah, aku hanya ditugaskan untuk membawamu kesana.”


“Kalau begitu, katakan padanya. Aku menolak. Jika tidak ada kepentingan, aku tidak ada niatan untuk bertemu siapapun.” Jika aku melakukan itu, aku akan semakin terlibat kedalam masalah yang ada didunia ini. Sedangkan tugas awalku adalah mengatasi ketidakstabilan saja, hal selain itu aku tidak ingin ikut campur lebih jauh.


“Baiklah.”


“Oh ya, Rein. Kau tidak selemah apa yang kau pikirkan, dengan mengasah sedikit kemampuanmu itu aku yakin kau akan menjadi orang yang kuat.”


“(tersenyum) Terimakasih, aku akan mengingatnya.” Ia kemudian pergi.


"Ha, hari ini sudah selesai.” Besok adalah hari ke 3 aku berada didunia ini, dan aku rasa aku harus menyelesaikannya besok. Apapun yang terjadi, besok harus selesai.


------------------------


“Apa kau bilang. Berani-beraninya dia berkata seperti itu pada ketua, pasukan. Bawa orang yang bernama Hiroaki itu kesini, dan jika perlu seret dia.” (Wakil ketua) Rein menjelaskan apa yang dikatakan oleh Hiroaki, tapi anggota dari organisasin Rein menganggap itu sebagai penghinaan terhadap ketua mereka.


“Baik.”


“Tunggu dulu, ia tidak bermaksud untuk menjelekkan ketua ia hanya…”


“Rein, apa kau paham! Menolak permintaan ketua sama saja ia menginjak kehormatan ketua kita, tak ada yang lebih buruk dari hal itu.”


“Tapi…”


“Kau tak akan mengerti. Semuanya, cepat bergerak. Segera temukan orang yang bernama Hiroaki itu.”


“Baik!!” Dan beginilah yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2