
“Kalian semua, keluarlah.” Mereka semua hanyalah umpan untuk memancingku keluar. Tapi satu hal yang pasti, bagaimana mereka tau kalau aku ada disini.
“Ternyata sudah ketahuan, ya.” (???)
“Wah, hebat juga dia bisa melumpuhkan mainanku dengan mudah.” (???)
“Key, apa kau lihat tadi.” (???)
“Tenang saja, aku melihatnya dengan jelas.” (???)
“Siapa kalian.” Mereka adalah guardian, tapi yang pasti mereka cukup berbeda dengan kelompok guardian Shirayuki.
“Tidak usah berlagak bodoh, kau pasti sudah tau identitas asli kami.”
Mereka ber-4, dan sudah dipastikan kalau mereka semua adalah guardian. “Apa yang kalian inginkan?”
“Kau pasti sudah tau tujuan kami kesini.”
“Haa, untuk itu. Aku tidak punya waktu untuk kalian, cepatlah pergi dari sini.”
Settt
“Jangan seperti itulah, onii-san...” Dengan cepat salah satu dari mereka berada didekatku. “Ajak kami bermain bersamamu.”
Ini sangat menjengkelkan. “Haa, baiklah, latihan setelah makan malam aku rasa tidak buruk juga. Pilihlah tempat yang kalian suka”
“Yeeeyy...”
Beberapa menit kemudian.
“Wah, aku tak tau kalau ada padang rumput disini.” Di dalam hutan ini, aku tak tau kalau terdapat padang rumput yang cukup luas. Dan tempat ini cocok untuk tempat bertarung. Meskipun malah hari, area ini terlihat terang karena tidak ada satupun pohon disini. “Haa, ini mengingatkanku dengan saat pertama kali datang kedunia dewa Sha.”
“Nee Onii-san, apa kau yakin melawan kami seorang diri. Kenapa kau tidak mengajak temanmu yang tinggal dirumah itu?”
“Ini adalah urusanku, lagipula yang kalian ingin lawan adalah aku. Jadi, aku tak perlu melibatkan orang luar dalam masalah ini. Lagipula, meskipun begitu aku yakin kalian tidak akan bisa mengalahkanku.”
“Hahahaha, aku suka dengan gayamu onii-san.”
“Key, apa aku boleh mulai?”
“Silahkan.”
“Onii-san, apa kau sudah siap?”
“Tentu saja. Shirame.” Aku memanggil pedang Shirame.
“Onii-san, kau yakin tidak menggunakan pedang milikmu yang satunya?”
“Ini saja sudah cukup untuk mengalahkan kalian.” Entah kenapa mereka bisa tau, tapi sepertinya. 'Aku tak peduli.'
“Hahaha... Baiklah, kalau begitu. Semua, besiap.”
__ADS_1
“Baik.”
Mereka semua bersiap, begitupula denganku. “Semuanya, serang.”
Salah satu dari mereka mulai menyerang. “Senjata apa yang mereka miliki.” Aku masih belum mengetahui senjata apa saja yang mereka miliki, dan itu membuatku cukup kesulitan dalam memilih cara terbaik untuk menyerang mereka.
Ctanggg.
“S-Senjata apa itu?”
“Luz, sekarang.”
“Baiklah. Muncullah para boneka manisku.”
“A-apa itu?!” Bukan boneka seperti apa yang aku bayangkan, yang ia keluarkan adalah segerombolan manusia.
“Mereka adalah bonekaku, boneka yang aku buat. Memang terlihat seperti manusia, tapi mereka hanyalah boneka. Jadi, jangan ragu, tunjukkan semua kekuatan yang kau miliki itu.”
“Begitu.” Kemampuannya adalah penciptaan, sepertinya dia sudah berada ditahap lanjut berbeda dengan para guardian yang aku lawan sebelumnya. Ini membuatku sedikit bersemangat.
Ctang.
Aku menghempaskan orang ini, dan memilih untuk membasmi boneka-boneka itu terlebih dahulu.
Sett Satt Sett
“Hanya seperti itu kemampuan boneka milikmu.” Hanya dengan 1 kali tebasan, boneka itu langsung hancur.
“Luz, tenanglah jangan lakukan hal yang gegabah.”
“Ahh, m-maaf.”
“Jangan gunakan kartu andalan kita terlebih dahulu, kita masih belum tau kemampuan yang dia miliki.”
“Maaf.”
Sepertinya yang satu ini cukup teliti, tidak membiarkanku melihat kartu andalan mereka karena mereka belum mengetahui kekuatanku yang sebenarnya.
“Kau lengah.” (???)
“Eh?” Tiba-tiba saja tanganku terasa mati rasa, dan saat aku lihat. “Pembekuan.” Tangan kananku dibekukan.
“Key, sekarang.” Lawan yang aku tinggalkan sebelumnya, sekarang kembali menyerangku.
Ctrassshh
Ctinggg
“T-Tidak mungkin.” Tanganku yang dibekukan kembali pulih, dan karena itu aku berhasil menangkis serangannya.
“Niska, jangan lengah cepat lanjutkan sesuai rencana.”
__ADS_1
“Baik.”
“Rasakan ini.” Entah kenapa kekuatannya bertambah. Ia berhasil menghempaskanku, dan membuatku terpentar beberapa meter kebelakang.
“Niska.”
“Baik.”
“Eh? Apa ini?” Tubuhku terhisap. “Apa yang terjadi?”
“Huft, rencana kita berhasil. Kerja bagus Niska.”
“Terimakasih.”
Jadi ini yang mereka rencanakan, mereka merencanakan ini. Membuat perhatianku teralihkan dan saat aku mulai lengah mereka mulai menyerang balik. “Mereka tidak buruk juga.” Tubuhku semakin dalam dihisap oleh lumpur hisap ini.
Setidaknya mereka sedikit lebih baik dari pada guardian itu. “Luz, bagaima kalau..”
“Hey, apa kalian sudah cukup bicaranya.”
“Kau, bagaimana mungkin.”
“Apa kau kira aku akan terhisap karena tidak bisa melepaskan diri dari jebakan sepele seperti itu. Melepaskan diri dari jebakan bocah seperti itu sangat mudah.”
“A-apa katamu!!”
“Key, sebaiknya kita atur ulang rencana kita.”
“Hee, kalian sudah mau pergi? Padahal aku sudah cukup terhibur dengan apa yang kalian lakukan barusan, apa hanya seperti itu kemampuan seorang guardian.” Aku mencoba untuk memprovikasi mereka, jika berhasil mungkin aku bisa mendapatkan hiburan yang lebih menyenangkan.
“Key, hentikan. Sebaiknya kita buat rencana baru sebelum kembali melawannya. Dia adalah lawan yang sangat berbahaya, melawannya tanpa rencana sama saja mengantarkan nyawa padanya.”
Entah kenapa mereka mengabaikanku. “Ha, sudahlah.” Tanpa aku sadari ternyata sudah larut malam. “Sebaiknya aku segera kembali.”
Beberapa lama kemudian.
Aku sampai di kediaman Shirayuki, dan didepan pintu masuk rumah ada Shirayuki yang tengah berdiri disana. “Shirayuki, apa yang kau lakukan disini. Kau masih belum tidur.”
“Haa, syukurlah kau kembali.”
“Huh? Ada apa?”
“Aku tadi sekilas melihatmu pergi, dan saat aku mengikutimu tiba-tiba saja aku kehilangan jejakmu. Aku kira kau akan pergi dari sini.”
“Haa, ternyata masalah itu. Sudah aku bilang, aku tidak akan pergi sebelum waktunya tiba.”
“Apa kau tetap akan pergi?”
“Haa, sudahlah. Ini sudah larut, sebaiknya kau kembali ke kamarmu.”
Malam ini, aku bertemu dengan para guardian yang cukup tangguh, setidaknya lebih tangguh daripada guardian yang aku lawan sebelumnya. Dan saat pertarungan tadi, aku sedikit dibantu oleh dewa Sha. Jika seandainya dia tidak membantuku, kemungkinan aku akan menerima luka yang cukup parah. “Untuk hari ini, mungkin aku bisa beruntung.” Sedikit lengah saja hampir membuatku celaka. “Aku harus lebih berhati-hati lagi saat mereka melawanku dipertemuan yang akan datang.” Setidaknya aku sudah tau kemampuan beberapa dari mereka, dan hanya 1 orang yang belum menunjukkan kemampuan aslinya. “Kalau tidak salah, mereka memanggilnya Key.”
__ADS_1