Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
28


__ADS_3

Beberapa hari sudah berlalu, dan masih belum ada kabar tentang ketua.


Siang hari, markas baru.


“Ersen, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?” Saat ini, kami sedang membahas tentang rencana untuk kedepannya.


“Kita tidak akan melakukan apa-apa. Kita hanya harus menunggu waktu yang pas.”


“Begitu.” Itu tidak buruk juga, menunggu sampai jumlah musuh sedikit. Aku rasa rencana itu sangat efektif untuk hal seperti ini. Tapi…


“Kita harus mencari ketua.” (Karen)


Ya, masalah yang utama adalah itu. Sampai saat ini ketua masih belum juga datang kemari, dan itu membuat kami semua khawatir. “Ersen, bagaimana dengan persiapan untuk mencari ketua?”


“Oh ya, tentang hal itu. Kalian semua, dengarkan ini. Saat ini persiapan kita masih kurang. Setidaknya kita masih butuh waktu beberapa hari lagi sampai persiapan kita benar-benar matang.”


“Begitu.”


Beberapa hari setelah itu.


Kami kembali mengadakan rapat.


“Ersen.” (Karen)


“Baiklah. Persiapan sudah siap, sekarang kita bisa mencari ketua. Tapi, ingat ini…”


“Ada apa Ersen, apa ada masalah?”


“Salah satu dari kita harus menjaga markas, dan jika ada yang mendekat ke markas atau sesuatu yang mencurigakan diharuskan untuk segera melapor.”


“Melapor? Bagaimana caranya, bukannya kita akan berpisah saat mencari ketua nanti?”


“Iras, kau sudah menyiapkannya.”


“Ya, aku sudah menyiapkannya.” Iras mengambil sesuatu dari kantongnya.


“I-Itu…”


“Kalian akan mendapatkan masing-masing 1.”


“Iras apa ini?” (Selvi)


“Sebuah alat komunikasi jarak jauh.”


“Hee, bukannya ini smartphone.”


“Hahaha. Hiroaki, kau mengetahuinya.”


“Sudah jelas...” Sebuah smartphone, meskipun begitu ini bukan yang terbaru. Tapi, setidaknya ini masih bisa digunakan untuk menelpon dan sebagainya. Tapi, yang jadi masalah. “Iras, bukannya jika menggunakan ini, kita butuh satelit untuk bisa mengirim sinyalnya. Dan juga tower sinyal untuk menerima sinyal dari satelit.” Setidaknya itulah yang aku tau.


“Tenang saja, aku sudah membuatnya.”


“Hee?”


“Meskipun sedikit sulit, aku bisa membuatnya.”


“T-Tunggu dulu, bagaimana bisa kau membuatnya.”


“Tentu saja dengan bantuan buku ini.” Ia menunjukkan sebuah buku.


“Buku pembuatan satelit sederhana.”


“A-Apa-apaan itu.”


“Awalnya aku juga sedikit kebingungan, tapi dengan kekuatanku aku bisa melewati bagian tersulitnya.”

__ADS_1


“Haa. Lalu, bagaimana caramu menerbangkannya ke angkasa?”


“Dengan sihirku.” (Ersen)


“Haa?”


“Aku juga sudah membuat system progam melalui komputer yang ada disini dan itu terhubung langsung dengan satelit prototype itu. Jadi, aku bisa mengatur satelit itu dari sini. Meskipun ini masih dalam percobaan, tapi aku yakin kalau ini pasti akan berhasil.”


“Kau, cukup nekat juga.” Pekerjaan yang sulit seperti itu, berhasil ia lakukan. Dan itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh pemula. Tapi, setidaknya dengan ini kami bisa tetap terbuhung. “Lalu, siapa yang akan tinggal?”


“Huh? Bukankah itu sudah jelas.”


“Eh? A-Ada apa?” Tiba-tiba saja Iras dan Ersen melihat ke arahku.


Beberapa jam kemudian.


“Haaa, apa yang sebenarnya mereka pikirkan.” Mereka memberiku tugas untuk menjaga markas dan juga mengawasi satelitnya. “Memangnya apa yang bisa aku lakukan dengan ini, aku tidak mengerti apapun.”


“Hiroaki, tugas ini hanya bisa dilakukan olehmu.. dan aku tidak mungkin membiarkan yang lain melakuka tugas sulit seperti ini pada mereka, dan aku sangat yakin kalau kau pasti bisa melakukannya. Aku yakin.” (Ersen)


“Haa. Kenapa harus aku, padahal ada orang yang membuat benda seperti ini. Tapi mereka malah menyuruhku. Ini sangat menyebalkan.” Dan lagi, ini sangat menyebalkan.


Beberapa lama kemudian, di belakang markas.


“Jadi ini, ya.” Sebuah menara komunikasi berukuran cukup besar berada di belakang markas. “B-Bukannya ini sedikit berlebihan.” Mungkin, menara ini hampir setara dengan menara Tokyo atau bahkan lebih besar lagi. “Membuah hal seperti ini dalam waktu singkat. Iras, memang hebat.” Tapi disini sama sekali tidak ada listrik, dan itu yang bisa jadi masalah.


Beberapa saat kemudian.


“Eh?” Tepat saat aku mengelilingi menara ini, aku melihat sesuatu. “PLTU, PLTS. Pantas saja..” 2 hal itu berada di samping menara besar ini, dan dengan 2 pembangkit tenaga listrik ini pasti tidak akan jadi masalah. “PLTS untuk siang hari, dan PLTU untuk malam hari, tidak buruk.” Dia sudah memikirkannya dengan matang.


Sfx : Ledakan.


“A-Apa itu?!” Sebuah serangan, dan serangan itu ditujukan pada menara ini. “Pelindung.” Sebuah pelindung melindungi tower ini secara keseluruhan. “Cih, aku harus cepat meminta bantuan.”


Beberapa lama kemudian.


“Shirame, Ryuga. Menggunakan kekuatan… 50%” Suasana mulai berubah, awan hitam mulai berkumpul dan tanah mulai bergetar, angin besar mulai terbentuk. “Baiklah, waktunya beraksi.”


Beberapa saat kemudian.


“Itu mereka. Cih, kelompok lengkap.” 10 orang yang terlihat olehku, mereka menyerang dari jarak yang sangat jauh. 6 penyihir dan juga 4 sisanya, aku tak tau. “Baiklah, aku harus bergerak sangat cepat dan dengan cepat melumpuhkan para penyihirnya terlebih dahulu.” Jika penyihirnya tumbang, maka aku bisa dengan mudah mengurus sisanya. Setidaknya itulah yang aku inginkan.


“S-Sial!!” Serangan sihir dengan kekuatan yang sangat besar diarahkan padaku.


Sfx: Ledakan.


“Ha, hampir saja. A-Aww…” Aku bisa menghindarinya, tapi aku masih terkena serangannya. “Serangan itu, kemungkinan setara dengan dragon strom milikku.” Meskipun dampaknya tidak begitu besar, tapi kerusakan yang diakibatkan sangat besar. “A-Apa…”


Sfx : Ledakan.


“Cih, apa yang sebenarnya terjadi?” Aku sudah berada cukup jauh dari mereka, dan aku sangat yakin para penyihir itu tidak bisa melihatku, tapi... “S-Sial…”


Duarrr


Duarrr


Duarrr


Duarrrr


“Ha, ha, ha, ha, bagaimana mereka bisa tau.” Serangan yang mereka arahkan padaku, semuanya hampir mengenaiku. Meskipun aku bisa menghindarinya tapi aku tetap sedikit terkena dampak dari serangannya. “Jika seperti ini terus, markas dan menara itu akan rusak. Aku harus menjauh.”


Beberapa lama setelah itu.


Padang rumput.

__ADS_1


“Aku berakhir disini, ya.” Tak ada tempat untuk bersembunyi disini, semua yang ada disini hanyalah rumput dengan ukuran yang pendek dan itu tidak bisa digunakan untuk tempat persembunyian. “Haa, bagaimana ini?” Bala bantuan masih belum datang, dan jika dibiarkan begitu saja markas dan juga menara yang sudah susah payah dibuat itu akan hancur.


Duarr


Duarrr


Duarrr


“Haa, sangat menyebalkan.” Tak ada tempat untukku bersembunyi, dan serangan demi serangan ditujukan ke arahku. “Padahal jarak ini sudah sangat jauh, tapi kenapa mereka masih bisa menemukanku.”Aku bahkan tidak bisa melihat mereka, tapi serangan yang mereka tujukan selalu tepat mengenaiku. “Sepertinya ada seorang yang melacakku.” Jika itu kemungkinannya, hal seperti ini kejadiannya aku tidak akan heran lagi. “Kalau begitu, baiklah.”


“Haa, aku harus fokus.” Menggunakan sebagian besar kekuatanku untuk meningkatkan kecepatan, dan sisanya untuk serangan. Abaikan untuk pertahanan, karena jika pergerakanku cepat aku tidak perlu bertahan dan hanya perlu menghindari serangan saja.


Beberapa saat kemudian.


Sebuah serangan kembali diarahkan padaku. Dan tepat saat itu. “Aku, sudah siap, sangat-sangat siap…”


Stepp


“AAAAAAAAA…”


Ctarkkk


Jdorrrr


Sfx : Tabrak gedung


“A-Awww. J-Jadi, begini, ya.” Kecepatanku meningkat pesat, aku bisa sampai ke area kota hanya dalam beberapa detik, tapi pertahananku menurun karena aku mengabaikan kekuatan pada pertahanan, dan akibatnya aku merasakan sakit yang jauh lebih sakit dari yang biasanya.


Sebuah serangan kembali di arahkan padaku.


Step


Sraashhhh


Dengan sangat cepat, 1 orang sudah berhasil aku tumbangkan. “Sepertinya, aku sudah bisa sedikit mengendalikannya.” Sebuah serangan kembali diarahkan padaku. “Baiklah.”


Step


Srashhhh


Srashhh


Aku berhasil membunuh 2 orang sekaligus, dan karena kecepatanku mereka sepertinya kebingungan. Aku masih mengintai mereka dan karena aku bisa bergerak dengan cepat, aku bisa dengan mudah menghindari serangan mereka. “Dengan begini, aku yakin aku bisa menyelesaikannya sendirian. Huh?” Sebuah pembatas muncul dan mengelilingi mereka. “Pembatas? Sepertinya jika aku melewatinya aku akan mendapatkan masalah.” Sepertinya aku harus mencoba cara lain. “Strategi terbaik melawan...”


Gubrakkk


“Gwaaaahh. Aaghhhhh.” Aku terpental cukup jauh dari tempatku bersembunyi. “I-Ini. Menyakitkan.” Rasa sakitnya sangat sakit, lebih sakit dari yang pernah aku rasakan sebelumnya.


Seseorang perlahan mulai keluar dari tempatku bersembunyi barusan. “S-Sial, kenapa aku tidak bisa menyadari keberadaan… Gwahhh.” Tubuhku mulai terasa begitu sakit, dan darah mulai keluar dari mulutku. “Mengabaikan pertahanan, ternyata adalah pilihan yang sangat buruk.”


Akibat serangannya dan juga ditambah faktor pertahananku yang tidak ada, saat ini aku tidak bisa bergerak. “S-Sial. Rasanya sangat sakit...” Orang itu perlahan mendekatiku. “Pa-dahal hanya tangan kosong, tapi… Rasanya sangat men-yakitkan.”


Dan saat ia sudah sangat dekat denganku. “Hehe. Aku tidak akan...”


Bug


Bug


Sfx : Di tonjok


‘Ahh, apa aku akan mati.’ Setiap pukulannya terasa begitu menyakitkan, dan entah kenapa tubuhku mulai mati rasa. Kesadaranku mulai menghilang. ‘Sial, coba saja aku tidak gegabah.’ Tapi, itu sudah terjadi. Mau bagaimana lagi, sisanya adalah. Hanya tinggal menunggu waktu. Entah kenapa, sesaat sebelum aku kehilangan kesadaran, aku mendengar sesuatu.. “Ketua…”


“HIROAKI!!!” (Itsuki)


Srashhhh

__ADS_1


“H-Hiroaki, kau baik-baik saja. Hiroaki, jawab aku Hitoaki, Hiroaki, bangun.. HIROAKIIII!!!!” Ia datang, tapi ia datang terlambat. “Beraninya kalian… Kalian… Berani membuatnya seperti ini, kalian. AKAN AKU HABISI.” Kemarahan yang begitu besar diperlihatkan oleh Itsuki.


__ADS_2