Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
20


__ADS_3

“Kekuatan 3% maksimal. Rasakan ini!!”


Ctrassss


“D-Dinding pelindung.” Bukan hanya itu, bisa menahan 3% kekuatan Shirame. Dia pasti memiliki kekuatan diatas kekuatan Shirame.


“Bisa menggores pelindungku, sepertinya kau sedikit lebih kuat daripada lawan-lawanku sebelumnya.”


Dia adalah lawan terkuat yang pernah aku temui, jika seperti itu kemungkinan besar di dunia ini pasti ada orang yang lebih kuat dariku. Melihat kenyataan itu, entah kenapa membuatku semakin bersemangat. “Ryuga.” Aku putuskan untuk memanggil kedua pedangku. “Dengan begini, aku harap bisa menyelesaikan ini dengan cepat. Tapi, aku harap kau tidak mati hanya dalam 1x tebasan.”


“Hahahaha. Tenang saja, itupun jika kau mampu menembus pelindungku ini. Atau, kau yang akan mati duluan sebelum bisa menggores pelindungku ini.”


Step


Ctrakkk


Crasshhh


Aku menyerang dengan kekuatan penuhku di kondisi seperti ini. Seperti yang aku duga, dengan kekuatan seperti ini Ryuga bahkan tidak bisa menembus pertahanan sihir miliknya dengan kekuatan ini. Itu berarti, mau meningkatkan 4 atau 6% kekuatanku lagi hasilnya akan sama saja.


Aku melompat menjauh ke belakang. Jika pelindung itu tidak aku hancurkan, maka aku tidak bisa mengalahkannya. “Pelindung abadi, ya. Lawan pertama yang merepotkan.” Sebuah pelindung yang digunakan untuk menangkal serangan apapun dan membuat penggunanya tetap aman jika berada didalam pelindung itu. Setidaknya begitulah.


“Hee. Aku terkejut kau mengetahuinya. Tapi, tidak ada gunanya juga karena kau akan mati setelah ini.”


“Menarik, mari kita buktikan. Aku atau kau yang akan mati.”


“Tidak perlu melakukan itu, kemenangan sudah terlihat jelas di depan mataku.”


“I-Ini.” Sebuah lubang hitam muncul tepat di depan ku. “S-sial...”


“Hahahaha.”


Lubang hitam yang menyedot segala yang ada di dekatnya. Aku tak tau kalau dia memiliki kekuatan itu, tidak. Kemungkinan dia memiliki teman yang memiliki kekuatan seperti itu. “Ahh, aku harus pergi dari tempat ini.” Satu-satunya cara untuk lolos adalah pergi dari tempat ini sejauh mungkin. 1 lawan satu mungkin masih bisa, tapi jika ada tambahan lagi itu menyulitkanku.


Beberapa lama kemudian.


Masih di tengah hutan.


“Ha ha ha. M-menyebalkan.” Sebuah pelindung abadi dan lubang hitam, aku rasa aku tidak akan terkejut lagi jika ada orang yang aku temui selanjutnya memiliki kekuatan yang lebih hebat lagi.


Set


Set


Aku mengindari serangan itu. “A-Apa itu?” Sebuah serangan yang sama sekali aku tak menyadarinya. “Belati?” Sebuah belati menancap di pohon tempatku bersandari barusan dan yang pastinya belati itu beracun. “Dimana?” Aku sama sekali tidak bisa merasakan keberadaanya. Tehnik kamuflase yang sempurna atau bisa dibilang, yang menjadi lawanku kali ini adalah seorang pembunuh yang ahli.

__ADS_1


Ctakk


“Huh?” Mengecohku seakan-akan membuat celah untukku padahal itu hanyalah tipuan. Bertarung dengan pembunuh ahli di tempat seperti ini sangat tidak menguntungkan untukku. “Aku harus pergi dari sini.” Setidaknya jika bertarung dengan pembunuh aku harus mencari tempat yang luas tanpa ada tempat untuk bersembunyi.


Ctang


Ctang


Ctang


“Cih, itu barusan hampir saja.” Meskipun aku sedang berlari, ia bisa menembakkan belatinya dengan tepat sasaran tanpa beberitahu dimana tempatnya berada.


Beberapa lama setelah itu.


“Itu dia.” Aku sudah bisa melihat area terbuka berada didepan. “Baiklah, sekarang waktunya.”


Dan tepat saat aku mendekat… “A-Apa itu!! S-sial!! Shirame!!” Sebuah kawat besi transparan, akibat ada sinar matahari aku bisa sedikit melihatnya.


Padang rumput terbuka.


“Ha ha ha, itu tadi hampir saja.” Jika aku terlambat menyadarinya kemungkinan besar sekarang kepalaku sudah terpisah dari tubuh ini. “Haa, ini sangat melelahkan.” Untuk pertama kalinya aku merasa lelah, aku tak tau aku lelah karena terlalu bersemangat atau karena hal lain. Tapi yang pasti sekarang aku sangat lelah. “Pembunuh itu tidak akan berani datang kemari, setidaknya aku aman disini.” Jika dia keluar dari hutan kemungkinan aku akan langsung menebasnya. Setidaknya itulah yang aku pikirkan.


“Aku mengantuk.” Entah kenapa disini rasanya sangat nyaman dan itu membuatku sangat mengantuk. “Tidur sebentar sepertinya tidak masalah.” Aku perlahan menutup mataku.


“Huh?” Entah aku merasa langit yang cerah tiba-tiba saja menjadi mendung, dan karena aku merasa ini sedikit gawat aku putuskan untuk bangun. “A-Apa ini!!”


Duarrrrrr


“Yeeeyy!! Apa aku berhasil membunuhnya?” (???)


“K-Kuat.” Sebuah golem raksasa dan kekuatannya tidak main-main. Aku sedang bertahan dari kakinya yang tengah menginjak tubuhku. “A-Aku tidak bisa menahannya lagi.” Kekuatanku yang aku gunakan sekarang bahkan tidak bisa berkutik melawannya. “S-Sial!! Penggunaan kekuatan..” Jika aku tidak menggunakannya aku akan mati. “10%”


Aku kira ini akan berhasil, tapi ternyata tidak. Meskipun begitu. “S-Sial.. masih belum..” Kekuatannya melebihi 10% kekuatanku. “Ahhhh.. kalau begitu. Penggunaan kekutan 20%.” Kekuatan yang aku gunakan untuk membelah 2 benua.


“Eh, eh.. Eh!! A-Apa yang terjadi.” Dengan kekuatan ini, setidaknya aku sudah sedikit lebih kuat dari golem ini. Aku mengangkat kakinya dan membuatnya jatuh karena kehilangan keseimbangan.


Brussshh


“Wahhh!! Gaia!!”


“Ha ha ha, sial.” Aku bahkan tidak sempat untuk beristirahat. Aku perlahan menghampirinya. “Bocah?” Usianya setidaknya sekitar 12-13 tahun. “Cih, apa yang bocah sepertinya lakukan disini. Tapi...” Karena ini adalah pertarungan, dia pasti sudah menyiapkan diri untuk keadaan terburuk seperti ini. “Baiklah, aku akan membunuhmu.”


“Gaia, sekarang..”


“S-Sial!!” Golem itu kembali bergerak dan menyerangku.

__ADS_1


“Gaia, ayo selesaikan.”


“Ahhhh.” Aku sempat menghindari serangannya. Meskipun dia bocah, tapi dia sama sekali tidak menahan diri. “I-Itu. Sial!!”


Sebuah serangan laser yang sangat besar.


Duarrrrr


Dengan kekuatan penghancur yang sangat kuat. “Wah. Gaia, kau meleset.”


Aku berhasil menghindarinya sesaat sebelum laser itu ditembakkan. “Kekuatan yang hebat.” Meskipun bocah, golem yang ia miliki memiliki kekuatan yang luar biasa. Kekuatannya barusan bahkan melebihi kekuatan yang aku gunakan saat ini. “Jadi seperti ini, ya. Pertarungan antar pahlawan dari dunia lain.”


Sebuah dunia dengan para pahlawan (MC) dari dunia lain berkumpul dan melakukan pertarungan yang hebat. Bekerja sama, membunuh, dan menang. Itulah hal yang bisa dilakukan didunia ini.


“Cih, ada yang datang. Aku harus segera pergi.” Aku merasa kalau ada orang lain yang datang kemari, dan kemungkinan besar itu adalah teman dari bocah ini, dan aku harus menghindari pertarungan yang tak menguntungkan bagiku.


“Hey!! Mau kemana kau!! Pertarungannya masih belum selesai!! Ha, dia pergi.” (???)


“Lucifer, apa kau membunuhnya?”


“Dia lolos.”


“Kalau begitu, sebaiknya kita cari orang lain saja. Mengejarnya hanya akan membuang-buang waktu.”


“Baik.”


Beberapa lama kemudian


Di sungai.


“Haa, sepertinya aku sudah lolos. Kemampuan yang mereka miliki sangat luar biasa. Pelindung abadi, lubang hitam, pembunuh dengan kemampuan kamuflase sempuna, dan golem legendaris Gaia.” Melawan mereka tanpa rencana yang matang sama saja dengan bunuh diri. “Sebaiknya aku mencari tempat yang aman untuk istirahat.”


Setelah beberapa lama menyusuri sungai.


“Huh? Sepertinya itu tempat yang cocok.” Aku menemukan gua kecil didekat sungai dan menurutku itu cock untuk tempat tinggal sementara.


Saat dekat dengan gua, aku mulai memeriksa keadaan. “Aku tak merasakan keberadaan siapapun disini. Tapi…” Mengingat tadi aku bertemu dengan orang yang memiliki kamuflase sempurna, aku tak ingin kejadian buruk terjadi karena kecerobohanku. “Shirame, Ryuga.” Aku perlahan masuk ke dalam gua itu.


Di dalam gua.


“Sepertinya disini aman.” Meskipun sedikit gelap, tapi aku bisa melihat kalau tidak ada orang disini dan tempat ini belum pernah dimasuki oleh orang. Dan ini adalah tempat yang cocok. “Ha.. aku sangat kelelahan.” Ini baru hari pertama dan aku sudah merasa begitu lelah. Meskipun aku juga merasa senang, tapi tidak bisa dipungkiri kalau saat ini tubuhku saat ini sedang kelelahan karena terlalu sering mengeluarkan kekuatan di waktu yang berdekatan. “Sudahlah, selamat tidur.” Aku sangat lelah, setidaknya aku ingin memejamkan mata 1 tidak, 2 jam saja untuk istirahat. Aku perlahan mulai menutup mataku…


“Stttt. Jangan berisik, atau akan aku pisahkan kepalamu dari tubuhmu.”


Seseorang datang dan dengan cepat mengarahkan senjatanya ke leherku. “Haa. ini sangat, menyebalkan.”

__ADS_1


__ADS_2