Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
26


__ADS_3

“Mantan ketua, ya. Memang benar aku pernah menjadi ketuamu, tapi itu sudah lama sekali. Waktu itu memang sangat disayangkan.”


“Benar, waktu itu memang sangat disayangkan. Kelompok yang sudah susah payah kita buat malah kau hancurkan.”


“Hahaha.”


“Apa yang kau tertawakan!! Membunuh anggotamu sendiri, apa itu yang dinamakan sebagai seorang ketua!!”


“Terkadang, ada hal yang tidak harus kau ketahui.”


“Kau, selalu saja mengatakannya.”


“Sudah, lupakan masa lalu. Apa tujuanmu kesini? Apa kau akan membunuhku?”


“Saat ini mungkin aku masih belum bisa, tapi suatu hari nanti aku pasti akan membalaskan dendam mereka.”


“Begitu, jika seperti itu. Selamat berjuang.”


“Aku lihat kau membentuk kelompok lagi, apa kau akan melakukan hal seperti sebelumnya?”


“Entahlah, bagaimana menurutmu?”


“Cih. Cepat atau lambat, aku pasti akan membunuhmu.”


“Haha, aku menantikannya.” Homura pergi.


“Haa, dia sangat polos. Tapi, seperti itu lebih baik. Tidak mengetahui itu adalah pilihan terbaik.”


------------------


Sore hari.


“Yo.” (Itsuki)


“Ketua.” Setelah sekian lama, akhirnya ketua Itsuki kembali.


“Maaf membuat kalian menunggu.. Ah, aku membawakan ini untuk kalian.” Ketua memberikan kami buah-buahan. “Kalian bisa makan itu, setelah selesai kita akan mencari markas baru.”


“Ketua.” (Ersen)


“Ersen, ada apa?”


“Di arah utara dari tempat ini, sepertinya ada sesuatu.”


“Hmm, begitu.”


“Memangnya disana ada apa?”


“Sebuah pemukiman, tidak. Lebih tepat bisa disebut sebagai kota kecil.” (Shiren)


“Kota kecil?”


“Shiren, apa kau pernah kesana?” (Itsuki)


“Ya, beberapa hari lalu sebelum kemari. Aku dan kelompokku pernah lewat disana, tapi karena tempat itu sangat berbahaya aku dan kelompokku yang sebelumnya memutuskan untuk mencari tempat yang bisa dijadikan markas yang lebih cocok dan tidak mencolok.”


“Dan kalian menemukan gua yang kami tinggali, begitu.”


“Ya. Kami berniat untuk mengambil alih markas kalian, tapi kami gagal.”


“Kau.” (Iras)


“Hahaha. Sudahlah, mulai saat ini kalian bebas. Miko, Shiren, bukankah kalian sepasang kekasih.” (Itsuki)

__ADS_1


“K-Kekasih.” 1 hal yang tidak aku mengerti, mereka berdua dari dunia yang berbeda, tapi kenapa bisa.


“Sudahlah. Semuanya, ayo bergegas. Perjalanan ini akan memakan waktu yang cukup lama, jika kita tidak bergegas kalian akan aku tinggalkan.” (Itsuki) Ketua pergi.


Aku masih bingung. “Miko dan Shiren..” Jika mereka berdua sepasang kekasih, itu berarti mereka berasal dari dunia yang sama. Tapi, jika dipikirkan lagi kemungkinan seperti itu sangatlah tidak mungkin. 3 miliar orang (kurang dari 3 miliar orang) yang ada didunia ini mereka semua berasal dari dunia yang berbeda, jadi kemungkinan seperti itu sangatlah kecil atau mungkin tidak ada kemungkinan seperti itu. Dan itu berarti... ‘Sudah berapa lama mereka berada di dunia ini?’


-----------------


Malam hari.


Pergantian rotasi seperti biasa, tapi ada yang sedikit berbeda. Karena tambahan 2 anggota baru perubahan jadwal dilakukan. Dan malam ini. “Haa, begitu, ya.” Malam ini sampai 4 jam mendatang aku yang mendapat giliran berjaga, meskipun begitu ketua juga melakukan pemetaan area untuk melihat apakah ada hal yang aneh didekat sini. Dan aku juga mendengar sedikit cerita dari Shiren, dan Miko. Entah kenapa mendengar cerita mereka membuatku merasa kalau permainan ini akan sangat panjang.


“2 Tahun, ya.” Setidaknya pertemuan mereka terjadi 2 tahun lalu, dan sebelum mereka bergabung dengan kelompok mereka sebelumnya, mereka memiliki kelompok sendiri tapi sayangnya kelompok itu tidak bertahan lama karena serangan besar dan hanya mereka berdua yang berhasil selamat.


Mereka bertemu dengan kelompok itu dan bukannya menjadi anggota, mereka hanya menjadi sebuah alat di kelompok itu. Jika mereka keluar mereka akan dihabisi. Dengan ucapan itu mereka tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya mengikuti apa yang ketua kelompok mereka terdahulu inginkan. “Haa, aku kagum mereka bisa bertahan.” Entah sudah berapa banyak siksaan yang mereka lalui, tapi mereka bisa melewatinya. “Tempat ini, dunia ini, sangat yang misterius.” Setidaknya itu yang bisa aku katakan saat ini.


Pagi hari.


“Hoaaammm.” Saat aku bangun, matahari belum terbit. Aku tidur terpisah dengan yang lainnya, karena masih belum memiliki markas baru jadi tidak ada pilihan lain selain berkemah.


“Hiroaki, kau sudah bangun?” (Itsuki)


“K-Ketua.” Tiba-tiba saja ketua ada didekatku.


“Hiroaki, cepat kabari yang lain. Suruh mereka untuk bersiap-siap segera. Kita harus segera pergi.”


“Huh? Memangnya ada apa?”


“Apa aku harus bilang? Haa, ada sesuatu yang tidak harus kau ketahui, dan akan lebih baik jika kau tidak mengetahuinya.”


“Begitu.” Kemungkinan ini adalah sesuatu yang sangat berbahaya. “Baiklah.” Aku bergegas kembali ke tempat yang lainnya.


Beberapa saat kemudian.


“Hiroaki, ada apa? Kenapa kau terlihat terburu-buru seperti itu?” (Karen)


“Baiklah.”


Beberapa jam setelah itu. Sfx : Ledakan.


“A-Apa itu?!” Sebuah ledakan besar terjadi. Meskipun jaraknya sangat jauh, tapi suara ledakannya terdengar begitu keras dan juga tiba-tiba suasana berubah menjadi mencekam.


“Kekuatan yang luar biasa.” (Ersen)


“Pasti pertarungan antar kelompok lengkap.” (Selvi)


“Begitu.” Pertarungan kelompok lengkap bisa menyebabkan perubahan atmosfer seperti ini. Meskipun begitu, aku juga pernah melakukannya kemarin tapi dampaknnya tidak sampai sebesar ini. Kekuatan yang keluarkan oleh Ersen juga tidak sampai memberikan dampak sebesar ini.


“Hey. Kenapa kalian melamun, ayo cepat jalan.” (Itsuki)


“M-Maaf ketua.” Ya, saat ini tujuan kami adalah pergi ke utara dan mencari markas baru. Selain hal itu tidaklah penting.


Beberapa jam berlalu.


Aku sangat yakin kalau jarak kami dengan area pertempuran itu sudah sangat-sangat jauh, tapi.. “Wah… Kekuatannya masih terasa.” (Ersen)


“Ya.” (Iras) Seperti yang mereka katakan, baik atmosfer ataupun besar kekuatan yang mereka gunakan masih terasa.


“Hey, ayo capat. Jika terlambat akan aku tinggalkan lo.” (Itsuki)


Siang hari.


“Haa, akhirnya istirahat juga.” Setelah beberapa jam berjalan, kami beristirahat. Disini, sangat tenang dan damai. Karena jaraknya sudah sangat jauh, atmosfer yang mencekam sudah tidak terasa.

__ADS_1


“Ketua, kau mau kemana?” (Karen)


“Memeriksa jalan didepan. Kalian istirahat saja selama 1 jam, setelah itu kita akan melanjutkan perjalanan lagi.”


“Baik.”


Beberapa lama kemudian.


“Haa, disini hanya ada hamparan rumput, ya.” (Itsuki) Sejauh mata menandang, hanya ada padang rumput luas. “Jadi nostalgia.. Baiklah, bagaimana kalau di tempat lain. Mungkin saja ada hal yang menarik.”


--------------


“Apa yang dilakukan ketua?” (Miko)


“Dia sedang memeriksa keadaan disekitar sini.” (Ersen)


“Huh? Bukannya itu tugas anggota?”


“Ya, itulah seharusnya.. tapi, ketua lebih suka melakukannya sendiri. Melihat apa yang ingin dia lihat, seperti itulah mungkin alasannya jika kau bertanya kenapa.”


“Ketua kita sangat aneh.”


“Kau bisa bilang seperti itu, aku tidak akan menyangkalnya. Tapi, kemenangan kita terletak pada kemampuan ketua.”


“Huh? Apa dia memang sekuat itu?” (Shiren)


“Shiren, dia sangat kuat.. aku sudah melihatnya. Kekuatannya bahkan melebihi kekuatan ketua yang sebelumnya.” (Miko)


“Benarkah?” (Shiren)


“Ya, minggu lalu saat sedang latihan ringan dia tanpa sengaja menghancurkan sebuah gunung besar dengan kekuatannya. Meskipun begitu, ia bilang hanya menggunakan sedikit kekuatannya.” (Iras)


“M-Menghancurkan sebuah gunung. Kurasa itu sudah terlalu berlebihan.”


Beberapa lama setelah itu.


“Yo, sudah waktunya melanjutkan perjalanan.” Ketua kembali.


“Ketua, ada apa didepan sana?” (Ersen)


“Tidak ada apa-apa, hanya hamparan rumput. Mungkin saat sudah melewatinya kita akan sampai di tempat tujuan.” (Itsuki)


“Begitu.” Sebuah padang rumput, aku rasa itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Tapi, setidaknya sebuah padang rumput lebih baik daripada di dalam hutan.


Beberapa jam berlalu, dan yang aku lihat disini hanyalah hamparan rumput tidak ada hal lain. Tapi, setidaknya dengan begini jika ada serangan mendadak kami bisa langsung mengetahuinya. “Ketua, apa masih jauh?” (Karen)


“Hmm, ya. Setidaknya jika berjalan seperti ini terus. Besok pagi kita baru bisa sampai.”


“B-Besok pagi.” Waktu disini berjalan begitu lambat, siang hari didunia ini sama dengan 30, dan malam hari 30 jam. Itu berarti 60 jam.


“Ada apa? Apa ada masalah?”


“T-Tidak ada.”


“Begitu, jika seperti itu. Ayo lanjut berjalan, jangan menyia-nyiakan waktu.”


“Baik.”


Beberapa lama setelah itu.


“Ketua, ada apa?” Tiba-tiba saja ketua berhenti berjalan.


“Kalian semua, duluan saja.”

__ADS_1


“Ketua, ada apa?” (Karen)


“Ada musuh dibelakang kita.”


__ADS_2