Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
11


__ADS_3

Kerajaan Riel.


Pagi hari, jam 08.22 di hari yang cerah.


3 hari berlalu sejak dewa kematian menyerang kerajaan Riel, dan saat ini Hiroaki masih belum sadarkan diri.


"Mama Emilia, apa papa baik-baik saja?"


"Entahlah Inori, tapi semoga saja papamu tidak apa-apa." Emilia, Inori dan Lia saat ini sedang memeriksa keadaan Hiroaki. "Lia, bagaimana dengan keadaan Hikari?"


"Keadaan Hiroaki-sama baik-baik, hanya saja dia masih tertidur."


"Dia sudah tidur selama 3 hari, sebenarnya apa yang sedang terjadi padanya?"


"Mungkin saja, karena count milik Hiroaki-sama sudah hampir habis."


"Count?" Kemudian, Lia menjelaskannya.


Beberapa menit kemudian.


"Begitu. Tapi, kapan Hikari akan kembali sadar?"


"Saya tidak tahu."


"Begitu, ya." Emilia kemudian perlahan berjalan keluar dari kamar Hiroaki. "Inori, ayo. Kau harus segera pergi sekarang. Bukannya hari ini adalah hari yang penting untukmu."


"Itu benar, tapi Papa."


"Tenang saja, biarkan Lia menjaga papamu."


"Nona Inori, serahkan Hiroaki-sama pada saya. Saya akan menjaganya."


"Baiklah." Dengan wajah sedikit sedih, Inori keluar dari kamar Hiroaki.


Hari ini adalah hari pertama Inori akan pergi ke sekolah, oleh karena itu hari ini adalah hari yang cukup penting untuknya.


"Lia, tolong jaga Hiroaki. Kalau ada sesuatu padanya segera beritahukan padaku."


"Baik, nona Emilia."


Kemudian Emilia pergi karena masih ada pekerjaan yang harus ia lakukan.


Sementara itu.


——————————


"Dewa Sha, Aku ada dimana?" Aku tiba-tiba saja berada di sebuah tempat yang begitu luas, dan sangat indah. Disini aku juga melihat kerajaan yang begitu besar dan terlihat begitu mewah.


"Selamat datang di rumahku, anggap saja begitu."


"Rumahmu?" Tempat ini adalah rumah dewa Sha.


"Tempat ini berada di atas langit, tapi tempat ini tidak terikat dengan waktu."


"Tidak terikat dengan waktu?"


"Iya, ini hampir sama dengan ruangan yang pernah digunakan oleh Rin dan juga Emilia waktu itu. Kau pasti ingat."


"Ah. Itu, ya." Ruangan yang tak terikat dengan waktu yang ada di gua.


"Sudahlah, ayo ikut denganku."


"Kemana?"


"Aku sudah berjanji untuk memperlihatkan sesuatu yang bahkan belum pernah dilihat manusia padamu, dan saat ini aku rasa adalah waktunya."


Aku ingat kalau dewa Sha pernah berkata seperti itu padaku. "Kemana kita akan pergi?"

__ADS_1


"Sebelum berangkat, aku akan mengambil sesuatu dulu di dalam."


"Begitu."


"Ayo ikut."


"Ikut?"


"Ayo." Mengabaikan kata-kataku, dewa Sha berjalan menuju ke dalam rumahnya.


"Tunggu." Dan terpaksa aku mengikutinya.


Di dalam rumah dewa Sha.


"Wahh. Ini sangat menakjubkan." Di dalam sini begitu luas, dan juga sangat indah.


Seluruh bagian di dalam istana ini dihiasi oleh berlian yang begitu indah, dan juga beberapa pelayan terlihat sedang berjalan membersihkan tempat yang begitu luas ini. "Dewa Sha, mereka."


"Mereka adalah para pelayan yang aku ciptakan untuk mengurus rumahku ini."


"Begitu."


Terus berjalan, aku mengikuti di belakang dewa Sha, dan setelah beberapa lama aku kami sampai di sebuah ruangan. "Tunggu sebentar, aku akan segera kembali."


"Baik." Dewa Sha sedikit membuka pintunya dan saat itu juga cahaya yang begitu terang terpancar dari dalam ruangan itu. "Cahaya apa itu?" Tepat setelah dewa Sha menutup pintunya, cahaya itu hilang.


---- Beberapa menit kemudian ----


Beberapa menit setelah itu, dewa Sha keluar dengan membawa pedang yang pernah ia gunakan waktu itu. "Dewa Sha, ada apa?"


"Apapun yang terjadi, jangan sekali-kali kau menjauh dariku." Dewa Sha berkata kepadaku dengan nada serius.


"Baiklah."


"Kalau begitu." Menjeltikkan jarinya, kami seketika berpindah ke sebuah tempat yang seluruhnya berwarna putih.


Tempat yang begitu tenang dan juga terlihat sangat damai.


Mendengar hal itu, aku seketika tidak bergerak setelah mendengar apa yang dikatakan oleh dewa Sha.


----- Beberapa saat kemudian -----


"SIALAN KAU SHA!!" Sebuah suara yang menggema terdengar, dan tepat setelah itu.


Ctanggg.


Entah apa yang terjadi, aku tidak tau tapi yang pasti. "Ini sangat gawat!" Suasana yang tenang yang ada disini tiba-tiba saja berubah, tempat yang sebelumnya berwarna putih seketika berubah.


"Ini, dimana?" Sebuah tempat yang tidak pernah aku ketahui sebelumnya. Sebuah tempat yang bahkan tidak bisa dijelaskan oleh akal sehat.


"BERANINYA KAU MELAKUKAN HAL ITU LAGI! KALI INI, KALI INI AKU AKAN MENGHABISIMU!" Suaranya begitu keras, sehingga membuat tempat ini bergetar.


"Apa permintaan maaf masih berlaku untuk saat ini?"


"TIDAK, AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANMU!! AKU AKAN MENGHABISIMU!"


Ctanggg.


Entah apa yang terjadi saat ini. Tapi aku hanya bisa melihat dewa Sha dan orang yang sedang dilawan olehnya beradu sesuatu dan aku tidak bisa melihat apapun selain itu karena dihadang oleh dewa Sha.


Duaaarr.


Duaaarrr.


Duarrrr.


Setiap dewa Sha menangkis serangannya, ledakan besar terjadi. Dan tubuh dewa Sha yang melindungiku dari ledakan besar itu.

__ADS_1


Prok prok. Suara tepukan tangan terdengar.


"Sudahlah, hentikan pertengkaran kecil kalian itu." Seseorang muncul, dan seketika suasananya berubah. "Kalian mempeributkan sesuatu hal yang sepele."


"DIAM KAU! KAU BILANG MENGIRIM IBLIS TINGKAT DEWA KE DUNIA MILIK DEWA LAIN ADALAH MASALAH KECIL!"


"Tapi, setidaknya dunia yang kau jaga tidak hancur kan."


"IBLIS YANG DIKIRIMKAN OLEHNYA HAMPIR MENGHANCURKAN SETENGAH DARI DUNIA YANG AKU JAGA, APA AKU MASIH BISA MENERIMA HAL ITU!"


"Sudahlah, kau bisa memperbaikinya.  Jangan membuat tamu kecil kita ketakutan karena ulahmu itu. Benar'kan, manusia yang ada di belakang Sha." Setelah mengatakan itu, pertarungan antara keduanya terhenti, dan orang yang dilawan oleh dewa Sha melihat ke arahku yang ada di belakang dewa Sha.


"Untuk saat ini, aku akan membiarkanmu. Tapi jika kau melakukan hal yang sama, aku pastikan kepalamu akan terpisah dari tubuhmu."  Mendengar hal itu, entah kenapa tubuhku bergetar ketakutan.


Itu wajar, karena seorang dewa yang begitu kuat seperti dewa Sha bahkan diancam seperti itu olehnya. Aku tidak bisa membayangkan seberapa kuat orang yang mengancam dewa Sha itu sampai seperti itu.


Orang yang mengancam dewa Sha itu kemudian menghilang, dan suasana disini kembali normal sama seperti pertama kali kami datang kesini, seluruhnya berwarna putih. "Dewa Yu, terima kasih atas bantuanmu barusan."


"Tidak masalah. Kau berencana untuk menunjukkan sesuatu padanya kan." (Yu) Orang yang dikatakan sebagai dewa oleh dewa Sha melihat ke arahku. "Ingat, jangan ribut jika kalian datang kesana."


"Terima kasih. Hiroaki, ayo."


"Baik." Aku kemudian berjalan mengikuti dibelakang dewa Sha.


Dalam perjalanan. "Namamu Hiroaki kan." (Dewa Yu)


"I-Iya." Entah kenapa aku merasakan sesuatu yang sangat luar biasa dari dewa Yu, dan bisa aku katakan kalau itu hampir sama dengan dewa Sha.


"Jangan gugup begitu, aku tidak akan melukaimu seperti yang dilakukan dewa Ra itu."


"Dewa Ra?" Ternyata orang yang menyerang dewa Sha adalah seorang dewa, dan wajar saja kalau dia berani mengancam dewa Sha seperti itu.


"Kau adalah manusia pertama yang bisa datang ke tempat ini. Dan kau pasti sudah tau dengan syaratnya."


"Syarat?" Aku tidak pernah mendengar tentang hal itu. "Syarat apa? Aku sama sekali tidak mengetahuinya.


"Haaa, sepertinya dewa yang ada di depanmu itu tidak memberitahukannya padamu."


"Dewa Sha?"


"Ahahaha. Aku benar-benar lupa tentang hal itu." Dewa Sha memengang kepalanya sambil tertawa kecil. Dia selalu melupakan hal yang penting yang seharusnya dia beritahukan padaku.


"Lalu, apa syaratnya?"


"Dengan datang ke tempat istimewa ini, kau bisa pergi kedunia manapun, dan karena kau adalah manusia pertama yang akan datang ke tempat itu. Kau akan ditugaskan untuk mengawasi dan mencegah dunia yang sedang tidak stabil."


"Tidak stabil?"


"Seperti yang kau dengar tadi, bahwa dewa yang ada di depanmu itu sudah mengirimkan iblis tingkat dewa ke dunia dewa lain. Itu bisa dikatakan sebagai ketidakstabilan."


"Begitu."


"Tapi tenang saja, kau akan dipanggil hanya jika ketidakstabilan terjadi di salah satu dunia."


"Tapi, bagaimana caranya aku melawan ketidakstabilan itu? Aku bahkan tidak bisa mengalahkan iblis yang hampir saja menghancurkan kerajaanku."


"Untuk hal itu kau tenang saja, kau akan diberikan kekuatan yang bisa menghentikan ketidakstabilan itu." (Dewa Sha)


"Ya, itu benar. Dengan demikian, kau pasti bisa mengatasinya. Tapi, ada satu hal yang harus kau ingat."


"Apa itu?"


"Kau sangat dilarang melakukan kontak langsung dengan mahluk yang ada di dunia itu. Jika kau melakukan hal itu, sesuatu yang buruk akan terjadi." Mendengar hal itu, aku rasa ini bukan tugas yang mudah. "Jadi, apa kau siap? Tapi, mau tak mau kau harus menerimanya. Karena itulah aturannya."


"Nah, kita sudah sampai." (Dewa Sha) Tanpa disadari, kami sudah sampai. Di depanku aku melihat sebuah ruangan yang begitu besar. "Baiklah, ayo kita masuk."


Sebuah tempat yang begitu istimewa, dan saat ini aku sudah berada di tempat itu.

__ADS_1


Kreekkk.


Dewa Sha membuka pintunya dan, sesuatu yang begitu menakjubkan aku lihat berada di dalam tempat ini. "Luar biasa, ini sangat mengagumkan." Aku tak tau kata apa lagi yang bisa aku ungkapkan setelah melihat semua ini, tapi yang pasti adalah tempat ini sangat luar biasa.


__ADS_2