
"I-Ini." Sebuah tempat yang begitu istimewa, dan sebuah tempat yang sangat luar biasa. Banyak sekali bola besar yang ada di tempat ini, dan berbagai macam bola berbeda bentuk dan juga ukurannya.
"Dewa Sha, dewa Yu, ada apa? Tidak biasanya kalian datang kesini. " (???) Seseorang tiba-tiba saja menghampiri kami.
"Dewa Ari, aku cuma ingin menunjukkan tempat ini padanya." Orang yang menghampiri kami adalah Dewa Ari, aku cuma tau hal kecil itu karena pembicaraan dewa Sha dengannya barusan.
"Begitu. Silahkan saja, bawa dia berkeliling aku masih ada urusan yang harus aku selesaikan. Dan dewa Yu, tolong awasi mereka."
"Baiklah."
"Awasi?" Kata-kata yang diucapkan oleh dewa Ari cukup membuatku kebinungan. Dewa Ari menyuruh dewa Yu untuk mengawasi mereka, itu berarti aku dan juga dewa Sha.
"Baiklah, Hiroaki ayo."
"Y-Ya." Aku kemudian mengikuti dewa Sha dan dewa Yu berjalan di belakang.
---- Beberapa saat kemudian ----
"Ahhhh, aku lupa. Sekarang ada yang harus aku lakukan. Dewa Yu, bisa kau ajak Hiroaki berkeliling tempat ini."
"Ehh? T-Tunggu."
"Baiklah." (Dewa Yu)
"Kalau begitu, aku pergi dulu." Tanpa mendengarkan ucapanku dewa Sha menghilang.
Kemudian dewa Yu berjalan mendahuluiku. "Ayo, jika kau tidak mengikutiku kau akan tersesat."
"B-Baik." Aku kemudian berjalan dibelakang dewa Yu.
--- Beberapa menit kemudian ---
"Ahh... Aku tak tau apa yang harus aku lakukan setelah ini." Suasanya begitu canggung, selain dewa Sha aku sama sekali tidak pernah berbicara dengan dewa lain dan lagipula aku juga tidak tau kalau ada dewa lain selain dewa Sha.
Dewa Yu kemudian berhenti berjalan. "Apa kau gugup?"
"T-Tidak." Tiba-tiba saja dewa Yu memulai pembicaraannya padaku.
"Kau tak perlu segugup itu. Jadi, apa yang ingin kau ketahui?"
"Huh? Ingin aku ketahui?"
"Seperti yang kau lihat, seluruh bola yang ada di sini bukan bola biasa."
"Huh?"
"Seluruh bola yang kau lihat disini, itu semua adalah dunia."
"Dunia?"
"Iya, dunia tempatmu tinggal sekarang dan juga sebelumnya juga ada di tempat ini."
"Dunia tempatku tinggal sekarang, itu berarti."
"Iya, dunia milik dewa Sha juga ada disini."
"Begitu." Kami melanjutkan perjalanan, tapi dengan berjalan cukup pelan dan aku mendegarkan penjelasan dari dewa Yu.
"Biasanya, setiap dewa mengawasi dunia yang mereka jaga dari tempat ini."
"Dari tempat ini, itu berarti dewa Sha."
"Iya. Dia mengatur dunia miliknya secara langsung."
Aku bahkan tidak berfikir seperti itu, aku hanya mengira kalau dewa Sha itu melanggar peraturan. "Begitu."
--- Beberapa saat kemudian ---
__ADS_1
Dewa Yu berhenti berjalan. "Dewa Ra, bagaimana keadaan dunia yang kau jaga sekarang? Apa semuanya sudah baik-baik saja?"
"Dewa Ra." Dewa yang aku temui pertama kali saat aku sampai di tempat ini.
"Untung saja aku bisa mengatasinya, awas saja dia. Sekali lagi melakukan hal itu pada duniaku, aku akan memisahkan kepala dari tubuhnya."
Aku tau kebencian itu ditujukan pada siapa. "Begitu, ya. Aku akan melanjutkan berkeliling lagi."
"Ya."
Aku kemudian berjalan mengikuti dewa Yu. "Dewa Yu, dunia yang dewa Ra jaga itu." Meskipun sekilas, aku bisa melihatnya. hampir separuh bagian dari dunia yang dijaga oleh dewa Ra itu mengalami kerusakan yang begitu parah.
"Dunia dengan para manusia yang memiliki kekuatan super. Dunia seperti itulah yang sedang dijaga oleh dewa Ra."
"Dunia dengan kekuatan super."
"Para dewa bisa menciptakan dunia sesuai keinginan mereka, tapi seiring waktu para dewa juga bisa melihat dunia yang mereka ciptakan berkembang, dan juga kadang dunia yang para dewa jaga juga dapat mengalami kehancuran. Itu semua tergantung dengan penghuni dunia itu sendiri."
"Begitu."
"Tapi, jika terjadi sesuatu yang diluar dugaan."
"Diluar dugaan?"
"Kau pasti sudah pernah melihat'kan. Sosok yang hampir memusnahkan seluruh isi kerajaanmu. Jika terjadi sesuatu seperti itu, dan para penghuni di dunia itu tidak sanggup maka dewa yang menjadi penjaga dunia itu akan turun tangan untuk membereskannya."
Tanpa disadari, kami sampai di sebuah tempat dan aku melihat sebuah bola yang sangat besar berbeda dengan bola-bola yang aku lihat sebelumnya. "Dewa Ira, kau sangat sibuk seperti biasa."
"Dewa Yu, ada apa tidak biasanya kau datang kemari." Dewa Ari kemudian melihat ke arahku. "Siapa dia?"
"Dia adalah manusia yang dibawa dewa Sha kemari."
"Sha? Kemana dia sekarang?"
"Dia bilang kalau ada urusan, jadi dia menyerahkan tugasnya padaku."
"Dewa Yu, tidakkah kau terlalu bersikap lembut pada dewa Sha. Kau selalu membelanya."
"Ha... Kau selalu berkata seperti itu, tapi sudahlah."
Dewa Yu kemudian melanjutkan perjalanan, dan aku kembali mengikutinya. "Dewa Yu, dunia milik dewa Ari."
"Ah. Aku melihatnya, ya."
"Iya." Dunia yang dijaga oleh dewa Ari terlihat sudah hancur, dan aku hanya bisa melihat warna merah yang seakan menggambarkan lautan api yang mengelilingi dunia yang dijaga oleh dewa Ari.
"Dunia yang dijaga dewa Ari adalah dunia para monster."
"Dunia para monster?"
"Meskipun dunia para monster, bukan berarti yang ada di dunia itu hanya monster."
"Hm, begitu."
"Para manusia di dunia itu berjuang untuk melawan para monster. Kau pasti tidak asing dengan monster yang ada disana."
"Huh? Aku tidak sempat melihatnya." Karena tidak banyak yang bisa aku lihat, aku jadi tidak mengetahui sampai sedetail itu.
"Kalau begitu, apa kau tau tentang monster ini."
Tiba-tiba saja, sebuah hologram monster muncul di depanku. "Monster ini." Monster yang pernah muncul tiba-tiba di kerajaan Anvil, dan karena itupula banyak korban petualang yang menjadi korban.
"Itu adalah monster yang khusus untuk dunia milik dewa Ari."
"Monster khusus. Begitu, ya." Aku tau kenapa dewa Yu berkata seperti itu, itu karena aku sudah tau alasannya. Dan aku juga baru tau kalau monster yang dibuat oleh dewa Sha itu untuk dunia dewa Ari.
Kami kembali melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
---- Beberapa menit kemudian ----
"Dewa Yu, dunia itu." Aku menujuk ke salah satu dunia yang tidak ada penjaganya.
"Ah, dunia itu memang tidak ada penjaganya. Apa kau tertarik ingin menjaganya."
"A-Aku." Aku begitu terkejut mendengar hal itu secara tiba-tiba.
"Hahahaha. Aku hanya bercanda. Dunia itu sudah lama tidak ada yang menjaga."
"Kenapa? Padahal kondisi di dunia itu terlihat baik-baik saja." Memang yang aku katakan itu benar, itu terbukti karena dunia ini berbeda dengan dunia milik dewa Ra dan juga dewa Ari.
"Dunia itu memiliki beberapa masalah, dan mungkin akan segera dihancurkan."
"Dihancurkan. Jika dihancurkan, apa yang akan terjadi pada..."
"Tentu saja mereka akan musnah bersamaan dengan dunia itu."
"Apa tidak ada cara untuk mencegah penghancurannya?"
"Ada, tapi... Memangnya ada apa? Apa kau peduli dengan orang yang bahkan belum pernah bertemu denganmu."
"Tidak, bukan begitu. Hanya saja."
"Hanya saja?"
"Jika aku berada didunia yang akan dihancurkan itu, aku tak tau harus melakukan apa. Dan jika saja aku berada di posisi mereka, aku..."
"Kau pasti akan melakukan segala cara untuk bisa menyelamatkan orang-orang tersanyangmu, begitu."
"Ya."
Mendengarku berkata seperti itu, dewa Yu tersenyum. "Kau sangat mirip dengannya, jadi aku tidak ragu lagi jika dia membawamu kesini."
"Huh? Aku mirip dengan siapa?"
"Dewa yang membawamu kemari."
"Dewa Sha?"
"Iya." Meskipun dewa Yu berkata seperti itu, aku tak tau dimana letak kemiripan kami. Lagipula Dewa Sha adalah seorang dewa sedangkan aku hanya manusia biasa.
Dewa Yu kembali melanjutkan perjalana, dan aku mengikutinya. "Apa dewa Sha sudah pernah menceritakan tentang dirinya padamu?"
"Huh? Tidak, apa boleh seorang dewa melakukan hal itu?"
"Jika tidak keberatan, tidak masalah."
"Begitu."
--- Beberapa saat kemudian ---
"Kita sudah sampai di tempat selanjutnya. Dewa Rai"
"Ah, dewa Yu. Apa kau kesini mencari dewa Sha?"
"Ternyata benar, dia ada disini."
"Apa dia manusia yang dibawa oleh dewa Sha kemari?"
"Iya."
Tapi, satu hal yang membuatku penasaran. "Dimana dewa Sha?" Aku sama sekali tidak melihanya disini.
"Dia ada disana." Dewa Yu menunjuk ke arah bola dunia yang dijaga oleh dewa Rai. "Lihatlah baik-baik."
Aku memerhatikan dengan teliti, dan memang benar aku melihat dewa Sha di dunia dewa Rai, ia sedang bersembunyi di semak-semak sambil melihat sesuatu. "Bagaimana dewa Sha bisa ada disana? Dan apa yang dia lakukan di dunia dewa Rai?"
__ADS_1
"Menemui orang yang berharga baginya, mungkin bisa dikatakan seperti itu."
"Hah?" Untuk sesaat aku tak paham dengan apa yang dikatakan oleh dewa Rai, setelah melihat dengan lebih jelas. "Bukannya itu... Ai." Aku melihat Ai berada di dunia yang dijaga oleh dewa Rai.