
------ Hampir 1 jam berjalan -------
Saat ini, aku masih berada cukup jauh dari kerajaan itu, dan aku mulai melanjutkan perjalananku.
Dari kejauhan, aku melihat 4 prajurit yang menjaga gerbang. Tapi, yang menjaga gerbang bukan manusia melainkan manusia setengah hewan atau demi-human.
"Ayo Rin."
"Ya."
-------- Beberapa menit kemudian ---------
Aku kemudian berjalan menuju ke gerbang untuk masuk kedalam kerajaan. Dan saat aku sudah berada di gerbang kerajaan. "Maaf, aku belum pernah melihatmu... Apa kau pendatang baru?" (prajurit 1)
"Y-ya, aku datang dari benua manusia dan aku kesini karena-"
"Jangan bilang apapun tentang tugas yang aku berikan padamu pada orang luar." Suara muncul di dalam kepalaku.
"Dewa Sha. Tapi, kenapa?"
"Apa kau ingin mendapat masalah yang baru, jika kau ingin masalah baru, kau bisa bilang tentang tugas yang aku berikan ini pada para prajurit itu."
"Tidak-tidak-tidak-tidak, aku tak mau mendapatkan lebih banyak masalah."
"Kalau begitu, kau harus menyembunyikan hal ini dari orang luar."
"Baiklah."
"Ada apa?" (prajurit 2)
"Ti-tidak ada apa-apa, aku kesini hanya untuk berlibur."
"Oh begitu. Baiklah, semoga harimu menyenangkan di kerajaan ini." (prajurit 1)
"Sama-sama."
Menurutku, mereka cukup ramah meskipun pemeriksaan untuk masuk ke dalam kerajaan ini cukup ketat.
Dan sekarang, aku sudah berada di dalam kerajaan ini. Aku tak tau apa nama kerajaan ini, tapi yang pasti, aku sudah yakin kalau aku sudah berada di benua demi-human. Karena di kerajaan ini, aku hanya melihat demi-human dan sangat jarang aku melihat manusia di kerajaan ini.
------- Beberapa menit berjalan --------
"Rin, bagaimana kalau kita pergi ke guild yang ada di kerajaan ini dulu?"
"Terserah kau saja."
Aku tak tau harus melakukan apa di kerajaan ini, dan menurutku, aku harus menuju ke guild yang ada di kerajaan ini untuk mencari informasi.
Rin masih saja sibuk dengan bayi demi-human itu. "Ha. (menghela nafas)"
"Ada apa Hi-chan?"
"Tidak ada apa-apa, ayo kita pergi ke guild dulu."
"Baiklah."
------- 15-20 menit kemudian -------
Aku hanya berputar-putar tanpa menemukan jalan yang benar menuju guild, karena ini adalah pertama kalinya aku datang ke kerajaan ini, aku cukup bingung dimana letak guild di kerajaan ini.
"Hi-chan, sebiknya kita tanya orang yang ada di sini saja."
Ada benarnya juga yang dikatakan Rin, karena terlalu fokus untuk mencari guild di kerajaan ini, dan sampai lupa hal itu.
"Baiklah."
Aku pun memutuskan untuk bertanya pada seseorang yang ada di sekitaru.
Aku melihat seseorang yang sedang duduk santai membelakangiku dan aku menghampirinya untuk bertanya.
"P-permisi."
Orang itu berbalik melihat ke arahku. "Waaa!!! (terkejut)" Saat dia berbalik, ternyata dia adalah demi-human dengan wajah serigala yang sangat menakutkan.
"Ada apa?"
"Eh, m-maaf sudah mengganggu. A-aku hanya ingin bertanya, guild ada di mana."
"Ada apa? Kau kelihatan ketakutan."
Itu sudah jelas, karena ini adalah pertama kalinya aku melihat demi-human dari jarak yang sangat dekat. Dan lagi, ia memiliki sosok yang begitu menakutkan.
"Apa kau takut dengan wajahku?"
"T-tidak. (menggelengkan kepala)" Jika aku jujur, pasti aku akan dimakan olehnya.
"Kau pasti baru datang kesini."
"Bagaimana kau bisa tau?"
"Itu mudah, aku bisa tau karena kau ketakutan melihat wajahku. Tenang saja, aku ini baik, aku tak akan memakanmu, lagi pula aku tak tertarik dengan orang sepertimu."
"B-begitu." Entah kenapa, aku meresa kesal atas apa yang ia ucapkan barusan padaku.
"Oh ya, kau sedang mencari guild ya?"
"Ya."
"Kau tinggal lurus saja ke depan di sana ada sebuah bar, dan kau tinggal masuk dan temui saja penjaga bar, lalu bilang kepadanya, 'aku ingin pergi ke guild'. Nanti kau akan di antarkan olehnya."
"Terima kasih."
"Tidak masalah."
Aku kemudian mengikuti apa yang di katakan oleh demi-human itu.
-------- Beberapa menit kemudian -------
Sebuah bar yang cukup kecil ada di ujung jalan yang aku lewati ini. "Apa ini tempatnya?"
"Sebaiknya kita harus segera masuk Hi-chan."
"Baiklah." Aku pun membuka pintu bar itu.
Kring. (suara bel)
Aku berada di dalam bar dan tak ada sesuatu yang istimewa di bar ini, aku hanya melihat beberapa manusia daan juga demi-human yang sedang duduk di dalam bar ini.
Karena tak ingin berlama-lama, aku menghampiri penjaga bar yang sedang melayani pelanggan.
Penjaga yang menjaga bar ini adalah seorang manusia dan ia sudah kelihatan cukup tua dengan jenggot dan juga rambutnya yang sudah memutih, tapi ia memiliki tubuh yang cukup gagah dan kekar.
"Maaf, aku ingin pergi ke guild." Aku mengucapkan apa yang di dikatan oleh demi-human yang aku temui tadi.
"Apa kau pendatang baru?"
"Iya."
"Kalau begitu, ikuti aku."
"Baik."
Dan dan Rin mengikuti penjaga bar ini, dia membawa kami ke satu ruangan yang berada dalam bar. Sebelum penjaga ber itu membuka pintu ruangan itu, aku menanyakan namanya, karena aku tak bisa memanggilnya dengan sebutan yang menurutku tak sopan. "Maaf, kalau boleh tau, siapa nama anda?"
"Panggil saja aku Hans."
"Baiklah, Tuan Hans."
Untuk seorang yang sudah tua, ia memiliki nama yang cukup keren.
"Baiklah, sekarang kita akan masuk kedalam."
"Baik."
"Maaf sebelumnya, tapi wanita tidak boleh masuk keruangan ini."
"Kenapa? (bingung)" (Rin)
"Itu sudah peraturannya."
"Baiklah kalau begitu. (pasrah)"
"Tunggu, kenapa Rin tidak boleh ikut?"
"Ini sudah menjadi peraturan dari guild, kalau wanita tidak boleh mendatangi guild."
Rin melihat ke arahku. "Tidak apa-apa Hi-chan, kan ada bayi ini yang menemaniku."
"Ba-baiklah. (pasrah)"
"Kalau begitu, sekarang kita masuk."
"Baik."
Aku pun masuk ke dalam ruangan itu, daan meninggalkan Rin bersama sang bayi di luar. Saat aku sudah berada di dalam, aku melihat sebuah terowongan yang cukup besar di dalam ruangan ini. "Terowongan apa ini?"
"Ini adalah jalan menuju ke guild, dan ini adalah jalan satu-satunya menuju ke guild yang ada di kerajaan ini."
"Begitukah."
"Sudah, sebaiknya kita segera bergegas."
"Baik."
Aku pun berjalan di belakang mengikuti Hans.
-------- Beberapa menit berjalan -------
Di dalam terowongan ini terdapat penerangan berupa obor yang di taruh di dinding terowongan. "Emm, tuan Hans."
"Ada apa."
"Kenapa wanita tidak di perbolehkan untuk ikut ke daalam guild?"
"Kau ingin tau."
"Iya."
"Saat sudah sampai di guild, kau akan tau alasannya."
"Baiklah." Sebenarnya aku sangat penasaran, kenapa wanita tidak diperbolehkan untuk memasuki guild, apa ada alasan yang masuk akal di balik peraturan ini.
"Sepertinya kita sudah hampir sampai."
"Benarkah."
Aku melihat ke arah depan dan melihat cahaya yang cukup terang dan juga aku merasakan angin yang berhembus cukup kencang berasal dari arah yang sama.
Aku mempercepat langkahku, dan aku sampai di asal cahaya dan juga hembusan angin itu. "Apa ini?! (terkejut)" Aku terkejut setelah melihat apa yang ada di ujung terowongan ini.
"Ini adalah tempat guild di kerajaan ini berada."
Aku melihat pantai dan juga sebuah bangunan yang cukup besar berada di tepi pantai. "Bagaimana bisa?"
"Hey, ayo, jangan termenung, kau bisa kesana sendiri."
"Tunggu tuan Hans, apa kau tidak akan ikut?"
"Aku harus segera kembali menjaga bar."
Benar juga, tuan Hans memiliki sebuah bar yang harus di jaga olehnya. "Baiklah, kalau begitu terima kasih sudah mau mengantarkanku ke sini."
"Tidak apa-apa, aku pergi dulu."
__ADS_1
"Baik, sampai jumpa tuan Hans. (melambaikan tangan)"
"Ya. (pergi)"
Tuan Hans pun kembali dan aku melanjutkan perjalanan menuju ke guild sendiri.
-------- Beberapa saat kemudian --------
"Aku rasa, tak ada yang aneh dengan tempat ini. tempat ini sangai damai dan juga cukup nyaman dengan angin sepoi-sepoi yang berhembus cukup tenang di area ini." pikirku
"Ahhhhh, jangaaann!!" (???)
Dan tepat setelah aku berpikiran seperti itu, aku mendengar sebuah suara teriakan yang cukup keras terdengar di dekat bagunan guild. "Suara apa itu?" Aku memutuskan untuk segera menghampirinya.
Saat aku sudah samapi di asal suara itu, aku sangat-sangat terkejut dengan apa yang aku lihat. "Apa ini?!!(kaget)"
Aku melihat cukup banyak wanita yang diikat oleh rantai besi dan
oleh 2 laki-laki manusia dan juga 2 demi-human laki-laki. "Apa yang kalian lakukan?!!!"
Mereka semua melihat kearahku. "Ada apa?" (demi-human 2)
"Sepertinya ada orang asing yang baru datang ke sini." (manusia 2)
"Siapa kau?Berani-beraninya menggangu kami yang sedang bersenang-senang." (demi-human 1)
"Apa katamu. (marah) Apa pantas kau melakukan hal itu pada wanita!!."
"Bicara apa kau? Mereka semua adalah budak, sudah seharusnya seorang budak membuat pemiliknya merasa senang."
"Apa? Budak?"
"Sudah biarkan saja bereka." Suara dewa Sha.
"Apa yang kau katakan dewa Sha, mana mungkin aku membiarakan mereka seenak jidat memperlakukan wanita seperti sebuah mainan."
"Mereka itu adalah budak, dan budak bisa diperlakukan apa saja oleh pemiliknya, dan jika kau berniat melawan mereka sebaiknya segera urungkan niatmu itu."
"Kenapa, mereka semua pantas untuk mendapatkan hukuman karena sudah memperlakukan wanita seperti mainan."
"Jika kau masih bersikeras untuk melawan mereka, kau akan di cap sebagai seorang penjahat karena sudah menyerang orang ataupun demi-human."
"Aku sudah tak peduli dengan hal itu."
"Jika kau ingin menyelamatkan mereka aku punya 1 solusi."
"Apa itu?"
"Kau bisa membeli semua budak mereka, lalu kau bisa melepaskan mereka, mudah bukan."
"Baiklah, aku akan melakukan hal itu."
Dewa Sha menutup telepati.
"Woy, ada apa?" (manusia 1)
"Ada anak baru yang menganggu kesenanganku." (manusia 2)
"Apa yang kau inginkan dari kami bocah..?? (melihat ke arahku dengan tatapan yang menakutkan)" (manusia 1)
Aku cukup takut melihat tatapan orang itu, karena begitu menyeramkan. "Aku harus berani, jika tidak aku tak akan bisa menyelamatkan mereka." pikirku
"A-aku ingin membeli semua budak yang kalian miliki."
"Haa?!! Jangan bercanda bocah." (manusia 1)
"Apa yang ia katakan barusan?" (demi-human 1)
"Bocah ini bilang, kalau ia ingin membeli semua budak yang kita miliki." (manusia 1)
"Hahahahaha, memangnya kau punya banyak koin, sampai-sampai berani membeli semua budak yang kami miliki ini. Apa kau tau berapa jumalah budak yang aku miliki." (demi-human 1)
"Aku tak tau, yapi yang pasti, aku akan membeli semua budak milik kalian."
"HAhahahaha, mereka yang ada di sini, semua mempunyai total 20 budak termasuk budak milikku, dan jika kau berniat membeli semuanya, aku akan memberikan harga 4 koin emas untuk setiap budak, tapi itu jika kau sanggup membayarnya. Hahahaha." (demi-human 1)
"Dia tidak mungkin sanggup untuk membeli budak milik kita dengan harga yang sangat tinggi seperti itu." (manusia 2)
"Baiklah, aku akan membeli semua budak milikmu."
"Hahahaha, baiklah, kami tak akan menyentuh budak ini untuk sementara, dan kau sebaiknya segera siapkan 80 koin emas itu." (demi-human 1)
"Baiklah.."
"80 koin emas, ya. Berarti, setiap 1 budak mereka, dihargai 4 juta koin perak. Cukup mahal juga." pikirku
Aku mulai mengeluarkan berlian yang aku taruh di kantong celanaku.
"Hey, jangan tunjukkan berlian itu pada orang lain atau kau akan kehilangan semua berlian itu.." Dan lagi-lagi dewa Sha menghubungiku lewat telepati.
"Kenapa dewa Sha?"
"Sudah, turuti saja apa yang aku katakan."
"Tapi, jika begitu, bagaimana aku akan membeli budak mereka?"
"Kau datang dulu ke guild yang ada di sana, lalu segera temui resepsionis, dan segera kau tukarkan koin berlianmu pada resepsionis itu. Masalah selesai."
"Baiklah, terima kasih informasinya dewa Sha."
"Ya."
(Telepati di tutup)
Kemudian aku segera pergi menuju ke guild.
--------- Beberapa saat kemudian ----------
"Apa ini. (terkejut)"
Dan saat aku melihat ke dalam guild, pandanganku tentang tempat ini yang menurutku sangat indah dan damai, seketika lenyap setelah melihat hal ini.
"Tolong, hentikan." (???)
"Ahhh, tidakkk!!!" (???)
"Aku mohon, tuan hentikan, aku sudah tidak kuat lagi." (???)
Wanita, baik manusia dan juga demi-human, disiksa oleh orang laki-laki demi-human dan juga manusia yang sedang berada di dalam guild.
Dan untuk sesaat, aku paham kenapa wanita tidak di perbolehkan untuk masuk ke dalam guild yang ada di kerajaan ini, yang pasti karena adanya hal ini (Perbudakanwanita).
"Kenapa? Kenapa hal sekejam ini ada di kerajaan ini?!" pikirku
"Hal seperti ini sudah biasa terjadi di dunia ini.."
"Apa masudmu dewa Sha?"
"Jika suatu kerajaan kalah dalam sebuah perang, maka hal ini yang akan terjadi.. Perbudakan wanita dan anak-anak, sedangkan para laki-laki akan di perkerjakan secara paksa di tambang-tambang dan bahkan juga ada yang dibunuh."
"Bahkan sampai anak-anak juga dijadikan budak. Sungguh kejam."
"Ya, ini adalah salah satu kekejaman yang ada di dunia ini. Oleh karena itu, aku manawarkanmu untuk membuat sebuah kerajaan."
"Memang benar apa yang dikatakan oleh dewa Sha, jika aku membuat kerajaan, maka hal seperti ini tak perlu ada di kerjaanku nanti dan semua orang bisa hidup dengan damai." pikirku
"Baiklah, aku akan membuat kerajaan."
"Hahaha, bagus. Tapi sebelum itu, kau harus menyelesaikan tugas dariku."
"Baiklah."
"Baiklah, sampai jumpa."
Dewa Sha menutup telepatinya.
"Sepertinya, aku harus membeli semua budak yang ada di dalam guild ini." pikirku
Aku kemudian segera menghampiri resepsionis yang sedang berjaga di guild. "Ada yang bisa saya bantu, tuan?"
Aku cukup terkejut melihat resepsionis yang menjaga guild, ia adalah seorang wanita dan ia kelihatan sangat tenang melihat keadaan guild yang seperti ini padahal ia seorang wanita.
Aku tak menghiraukannya, mungkin dia sudah terbiasa dengan hal ini. "Aku ingin menukarkan ini. (memberi 1 berlian)"
"Baiklah, tuan. (mengambil berlian) Saya akan segera kembali.(pergi)"
Padahal, resepsionis itu belum tau apa yang aku inginkan, tapi ia sudah pergi tanpa mendengar kata-kata dariku dulu.
------- Beberapa menit kemudian --------
Resepsionis itu kembali dan membawa 4 buah kantung yang kelihatan cukup berat dan juga sangat besar. "Apa itu? (bingung)"
"Ini adalah 1 berlian yang anda tukarkan dengan 1 juta koin emas."
"Ehh?!!!"
"Tunggu dulu, bagaimana ia tau kalau aku ingin menukarkan berlianku dengan koin emas..? Lebih baik, aku tunda saja rasa penasaranku itu. Sekarang aku sudah dapat koin emasnya... Dan sebaiknya aku harus segera menyelamatkan semua budak yang ada di sini dengan cara membeli mereka semua." pikirku
Dan tanpa pikir panjang, aku mengambil 1 katung koin emas dari 4 kantung yang masing-masing kantung berisi 250,000 koin emas. "B-b-berat.." Dan aku tak mendunga kalau kantung berisi koin emas itu ternyata sangat berat dari apa yang aku bayangkan.
"Kenapa resepsionis itu mengangkatnya dengan cukup mudah, apa dia menggunakan sihir?" pikirku
"Ada apa, tuan?"
"Ehh, tidak ada apa-apa."
"Sebaiknya aku membawa 80 koin emas saja, untuk membeli budak orang-orang yang ada di luar itu." pikirku
Aku pun membawa 80 koin emas dan entah kenapa aku mengambil lebih dari 80 koin emas, aku malah mengambil 100 koin emas, aku pun tak mempedulikan hal itu dan mungkin sisa koin emas ini bisa aku berikan pada budak-budak yang akan aku beli nantinya.
Setelah itu, akupun pergi keluar guild dan membawa 100 koin emas saja. Sedangkan sisa koin emas yang aku miliki, aku titipkan pada resepsionis guild.
-------- Beberapa saat kemudian --------
Aku menghampiri orang-orang tadi. "Ohh, cepat juga.. Tapi, apa kau sudah dapat semua koinnya." (demi-human 1)
"Sudah."
"Hah.. Jangan bohong. (nada sombong)" (manusia 1)
"Ini koin kalian minta."
Akupun memberinya 80 koin yang aku bawa, dan sisanya aku taruh di dalam kantong milikku.
"Wow.. Hebat juga kau bocah.. Baiklah, aku akan menjual semua budak milikku dan juga mereka padamu." (demi-human 1)
"T-tapi." (demi-human 2)
"Sudah, kita sudah dapat untung banyak, jangan pedulikan hal kecil seperti ini." (demi-human 1)
Sepertinya, salah satu demi-human ini memiliki tingkat yang lebih tinggi dari yang lainnya. "Baiklah bocah, sekarang, semua budakku sudah menjadi milikmu. Selamat menikmati budak milikmu bocah.. Sekarang kita pergi dari sini, ayo semuanya!"
"Baiklah." (manusia 1)
"Ayo." (demi-human 2)
Dan sebelum mereka semua pergi, salah satu manusia yang aku beli budaknya (manusia 2) melihatku dengan tatapan sinis, setelah itu, ia baru ikut pergi bersama dengan yang lainnya dan mereka pergi entah kemana. Dan yang pasti aku tak begitu peduli dengan mereka.
"Sepertinya, dia tidak suka kalau aku membeli budak miliknya." pikirku
Aku kemudian menghampiri salah-satu dari 20 budak yang aku beli. "Apa kau tidak apa."
"Tidakk!! Jangan sakiti kami lagi."
__ADS_1
Entah kenapa, mereka terlihat sangat takut padaku. Aku pun berusaha untuk menenangkan mereka semua. "Tenang saja, aku tak akan menyakiti kalian."
"Benarkah?"
"Iya."
Setelah mengatakan hal itu, semuanya kelihatan lebih tenang. "Mulai saat ini, kalian sudah bukan budak lagi.."
"??? (bingung)"
Mereka kelihatan sangat kebingungan dengan kata-kataku. "Apa kata-kataku terlalu rumit untuk mereka?" pikirku
"Ehem, mulai saat ini, kalian sudah bukan budak milikku lagi."
"??? (masih bingung)"
"Apa aku yang salah ucap, atau memang mereka yang tak paham dengan apa yang aku katakan?" pikirku
"Jika kau berbicara seperti itu, mereka tak akan paham apa yang kau ucapkan." Suara dewa Sha tiba-tiba muncul di kepalaku.
"Dewa Sha. Jadi, bagaimana aku harus berkomunikasi dengan mereka."
"Setiap budak, bisa berbicara seperti biasa saat kau ajak mereka untuk berbicara. Tapi, jika kau berbicara seperti itu, itu sama saja seperti sebuah perintah untuk mereka. Dan untuk melakukan hal itu, kau harus menggunakan kalimat yang tepat."
"Haa?! Sepertinya merepotkan."
"Mau aku beritau tidak?!"
"Ya." Akan cukup merepotkan jika aku tak bisa berkomunikasi dengan mereka.
"Baiklah, sekarang kau ikuti apa yang aku katakan."
"Baiklah."
Aku pun mengikuti apa yang dikatakan oleh dewa Sha. "Dengan menyebut nama dewa, aku memerintahkan kalian untuk bebas dari segel perbudakan, dan mulai saat ini, kalian bukan budak lagi."
"Tapi, kenapa, tuan?"
Mereka semua kelihatan kebingungan. "Mereka masih telihat kebingungan dewa Sha."
"Sudah, ikuti saja apa yang aku katakan."
"Baik."
"Aku membeli kalian semua, untuk membebaskan kalian dari perbudakan.. Dan mulai saat ini, aku bukan tuan kalian, melainkan hanya orang asing."
"Ahhhh!!! (menjerit kesakitan)"
"Woy dewa, ada apa dengan mereka? (panik) Kenapa mereka semua terlihat kesakitan?"
"Tenang saja, saat mereka sudah tak merasakan rasa sakit, mereka semua bukan budak lagi."
"Benarkah?"
"Tentu saja."
---------- Beberapa saat kemudian ---------
"Sepertinya mereka semua sudah tak merasa kesakitan lagi. Dan berarti, mereka bukan budak lagi." pikirku
"Sekarang kalian bukan budak lagi, dan mulai saat ini, kalian bisa hidup dengan damai."
"Terima kasih, tuan." Entah kenapa mereka masih menyebutku dengan sebutan tuan, padahal mereka sudah bukan lagi budak.
"Haaa. Biarlah, terserah mereka saja." pikirku
Aku pun menghampiri mereka satu persatu dan memberi mereka masing-masing 1 koin emas. "Ini?! (terkejut) Kenapa tuan memberikan koin ini pada kami?"
"Sudah, gunakan saja koin itu untuk kebutuhan kalian."
"Terima kasih, tuan."
"Baiklah, kalian sudah bebas. Mulai saat ini, kalian bebas melakukan apa saja yang kalian inginkan."
"Terima kasih, tuan."
Setelah itu, aku kembali masuk kedalam guild dan berniat membeli semua budak yang ada di dalam guild.
---------- Beberapa saat kemudian ------
Aku memberanikan diri untuk berdiri di tengah-tengah guild dan berteriak. "Aku ingin membeli semua budak yang ada di dalam guild ini!!!." Dan seketika, semua orang yang berada di dalam guild melihat ke arahku.
Ya, itu wajar, karena aku yang memulai hal ini duluan. Tiba-tiba, salah-satu orang dari mereka menghampiriku. "Haa!!! Apa yang kau katakan bocah?!"
Ia memiliki tubuh yang kekar dengan otot-ototnya yang kelihatan sanggup mematahkan apapun dengan mudah. "Apa yang kau katakan barusan bocah?!!" Ia menatapku dengan tatapan yang menakutkan sehingga tubuhku sedikit gemetar.
"A-aku ingin membeli semua budak yang ada di sini."
"Memangnya, kau berani membayar berapa untuk setiap budak yang kami miliki?"
"4 koin emas untuk setiap 1 budak." Aku menjawab seperti itu, karena aku tak tau harga asli untuk membeli budak. Jadi, aku mejawab seperti itu saja. Dan lagipula, orang-orang tadi setuju aku membeli setiap budak mereka dengan 4 koin emas, dan mungkin itu bisa aku gunakan juga pada mereka yang ada di sini.
"Apa!!!! (terkejut) 4 koin emas, apa kau serius?!!"
Ia terkejut, setelah aku mengatakan aku akan membeli setiap budak mereka seharga 4 koin emas. "Iya, aku serius."
"Baiklah, aku akan menjual budak milikku padamu dengan harga itu." Tiba-tiba saja tatapannya padaku berubah drastis.
"Apa yang terjadi dengan orang ini?" pikirku.
"Itu sudah jelas, kau membeli budak yang seharusnya seharga 1 koin emas malah kau naikkan harganya menjadi 4 koin emas. Sudah jelas ia merubah pandangannya padamu." (dewa Sha)
"A-a-a-a-apa!!!!!.... 1 koin emas!!!!"
Jadi, aku sudah tertipu oleh orang-orang itu. Dan sekarang....
"Bagaimana? Apa kalian juga ingin menjual budak kalian pada bocah ini?"
"Memangnya ia ingin membeli setiap budak dengan harga berapa?"
"4 koin emas."
"Waaaaa!! Kalau begitu, aku akan menjual semua budak milikku."
"Aku juga!!"
"Aku juga.."
"Sepertinya mereka semua setuju. Kalian semua bisa hitung semua jumlah budak yang ada disini."
"Baik.."
"Ha. (menghela nafas)" Aku sama sekali tak berfikir akan menjadi seperti ini. "Sepertinya aku sedang mengalami kerugian yang sangat besar." pikirku
Tapi aku tak merasa menyesal atas apa yang aku lakukan saat ini, karena aku sudah menyelamatkan hidup orang yang ada di dunia ini.
--------- Beberapa menit kamudian --------
"Baiklah bocah, semuanya ada sekitar 500 budak."
"Apa!!!! (terkekut)" Itu sudah jelas, aku tak menyangka kalau akan ada sebanyak ini.
"Ada apa.. (tatapannya berubah) Jangan bilang kau hanya berbohong kalau kau ingin membeli semua budak yang ada di sini. Jika memang benar, kau akan menerima akibatnya, karena sudah berani berbohong."
"T-t-tidak.. Aku tidak bohong. Baiklah, akan aku ambil koin emasnya, tunggu sebentar."
"Baiklah."
Aku pun menghampiri meja resepsionis. "Bisa aku minta 2000 koin emas milikku yang aku titipkan tadi."
"Baiklah, tuan. (pergi)"
-------- beberapa saat kemudian --------
Resepsionis itu kembali dan membawa 1 kantung yang cukup besar, tapi tak sebesar sebelumnya. "Ini koin yang anda minta, tuan. (menaruh di atas meja)"
Aku juga melihat ia menaruh kantung itu beserta sebuah kartu berwarna hijau. "Kartu apa ini?" Aku tak ingat kalau aku mempunyai kartu seperti itu dan tidak mungkin aku memiliki kartu itu, lagipula satu-satunya katu yang aku miliki adalah kartu petualang.
"Ini adalah kartu khusus, jika anda sudah memiliki 1 koin platimun dan menitipkan 1 koin platimun itu pada guild. Maka anda akan mendapatkan kartu itu dari guild, dan anda juga bisa mengambil koin itu di guild kerjaan lain. Anda juga bisa menggunakan kartu ini untuk membeli keperluan sehari-hari anda, dan anda juga bisa menggunakannya untuk menyewa sebuah penginapan."
"Ohh, jadi kartu ini berfungsi seperti sebuah ATM, ya."
"Haa? (bingung) ATM? Apa itu?"
Aku lupa kalau di dunia ini tidak ada yang namanya bank. "Maaf. lupakan saja apa yang aku katakan barusan."
"Baiklah."
"Kalau begitu, aku ingin menitipkan 1 berlian ini lagi, apa bisa?"
"Tentu saja, tuan.(pergi)"
Aku menitipkan 1 belian lagi dan menyisakan 1 berlian. Dan dengan begitu, 1 berlian yang aku pegang sekarang bisa aku gunakan unttuk membuat istana, dan berlian yang ada di kartu ini bisa aku gunakan untuk keperluanku yang lain.
Setelah itu, resepsionis itu kembali. "Bisa saya minta kembali kartu yang anda pegang itu tuan?"
"Baiklah." Aku mengembalikan kartu itu, dan ia menyentuh kertu itu dan warna kartu itu berubah menjadi biru.
"Ini, tuan. Total semuanya adalah 1 berlian dan 997900 koin emas."
Resepsionis itu menghitung cukup detail. "Baiklah, terima kasih." Akupun mengambil kartu itu beserta kantung berisi 2000 koin emas yang akan aku berikan pada orang yang ada di guild untuk bukti bahwa aku membeli seluruh budak yang ada di guild ini.
Setelahitu, aku menghampiri orang yang berbicara denganku tadi. "Ini 2000 koin emas, untuk membeli semua budak yang ada di guild ini." Aku memberinya kantung yang berisi 2000 koin emas padanya.
Ia melihat isi kantung yang aku berikan. "Woahhh. (tersenyum) Senang berbisnis dengan mu bocah."
Kemudian melihat ke arah orang yang ada di guild ini. "Woy semuanya. Aku sudah dapat koinnya, mulai saat ini kita kaya."
"Hore. (suara orang-orang yang ada di guild)"
"Ayo semuanya, kita bersenang-senang dengan semua koin ini."
"Ya!!!!! (suara orang-orang yang ada di guild)"
Setelah itu, mereka semuanyya pergi dari guild dan hanya tersisa aku dan 500 budak yang aku beli dari mereka. "Ehh?!! Tunggu dulu? Ada yang aneh?"
Ya, aku hanya melihat sekitar 50 budak yang ada di dalam guild, dan 450 sisanya aku tak melihat mereka. "Apa aku sudah tertipu? (panik)"
Itu sudah jelas, aku sudah mengeluarkan 2 koin silver untuk 500 budak dan aku hanya mendapatkan 50 budak. "Ahhhh!!!! Aku tertipu!!!!"
-------- Beberapa saat kemudian ---------
Salah satu budak menghampiriku. "M-maaf, tuan."
Aku pun melihat ke arahnya. "Ada apa?"
"Yang lainnya sudah menunggu di belakang guild ini."
"Ohh, begtukah?" Spertinya aku tak tertipu, hanya saja mereka yang lupa memberitauku kalau sisa budaknya ada di belakang guild.
"I-iya, tuan."
"Kalau begitu, ayo sekarang kita pergi ke tempat yang lainnya berada."
"B-baik, tuan." (para budak)
Aku merasa mereka terlihat sangat takut padaku, sama seperti budak yang aku beli sebelumnya. Ya, menurutku itu waja-wajar saja. Karena yang menjadi tuan mereka sebelumnya adalah orang-orang yang tak memiliki perasaan.
---------- Beberapa saat kemudian --------
Aku di pandu oleh salah-satu budak menuju ke belakang guild. Dan tak lama kemudia akupun sampai. "Apa apaan ini?!! (terkejut)"
Bersambung.....
__ADS_1