Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
45


__ADS_3

Aku terlambat… Luka bakar diseluruh tubuhnya, dan saat melihat hal itu rasa marah dan juga putus asa bercampur. Tanpa disadari, warna rambutku berubah. “Ryuga, Shirame…” Aku perlahan keluar dari tenda, dan saat aku keluar dari tenda.


“Hikari…”


“Ahh… Ini sangat menyebalkan, disaat seperti ini menyerahkan semuanya padaku.”


“Kau, siapa?” Sikapnya seperti orang yang bebeda. “Kau, jangan-jangan…”


“Sttt..” Menyentuh bibir Emilia dengan jari, agar dia berhenti berbicara. “Jangan khawatir, aku akan membalaskan dendamnya.” Menghapus air matanya, dan setelah itu pergi.


Beberapa menit kemudian, medan tempur.


'Hey, apa kau yakin tidak ingin bertukar tempat? Sudah lama aku tidak bertempur, mungkin tubuhmu ini akan sedikit lecet.'


'Terserah kau saja… Saat ini, aku tidak bisa bertarung.'


'Ha… Keputusanmu memang benar, membiarkanku menggunakan tubuhmu untuk menggantikanmu agar tidak menggunakan kekuatan penuh saat bertarung. Tapi…'


'Kondisiku saat ini, sangat memungkinkan untukku bisa lepas kendali kapanpun. Dan mungkin hal itu akan lebih berbahaya. Kekuatan yang aku dapat memang luar biasa, tapi sebagai gantinya…'


'Ha… Baiklah, tapi hanya untuk kali ini saja aku akan melakukan hal ini.'


'Terima kasih, diriku yang lain.'


______________


“Dewa Sha, bukankah dia sedikit terguncang?” (Dewa Wan)


“Terguncang? Dewa Wan, apa yang kau katakan. Itu adalah proses dalam ujian ini.” (Dewa Rai)


“Ha… Apa perkumpulan ini hanya dikhususkan hanya untuk mendiskusikan tentang dirinya?” (Dewa Sha)


Sebuah perkumpulan dewa kembali diadakan, dan karena sudah beberapa kali dewa Sha tidak menghadirinya, mautak mau ia harus menghadiri pertemuan itu kali ini. “Dewa Sha, kau terlalu tenang menanggapinya, bisakah kau serius sedikit.” (Dewa Ken)


“Jika pertemuan ini hanya bertujuan untuk membahasnya, aku akan kembali.” Dewa Sha bangun dari tempat duduknya.


“Tunggu dewa Sha, perkumpulan ini diadakan karena ada sesuatu yang penting. Khususnya tentang dirimu.” (Dewa Ray)


“Itu benar, kenapa kau ingin berhenti menjadi dewa?” (Dewa Kun)


“Ha… Ini akan menjadi pembicaraan yang panjang.” Dewa Sha duduk sembari menghela nafas.


___________________


“Apa maksudmu!! Mengalahkan 1 orang saja tidak bisa, apa kau masih bisa menyebut dirimu sebagai seorang komandan pasukan iblis!” (Shima)


“Maafkan hamba yang mulia, tapi… Kekuatan orang itu, sangat berbeda. Dia sangat kuat, dengan pedang biru miliknya, ia bisa melenyapkan pasukan kita dengan sangat mudah.”


“Pedang biru… (tersenyum) Akhirnya kau menunjukkan dirimu. Kemarilah, wahai rivalku.. Kali ini, dengan kekuatanku aku pasti akan mengalahkanmu.”


---------------------

__ADS_1


Sattttt


Setttttt


Duaarrrrr


“A-Apa-apaan kekuatan itu… Semuanya, mundur.” (prajurit) Para prajurit mundur.


“Apa kalian kira bisa mundur semudah itu. Sebagai balasan karena sudah membuatku sedikit marah, aku akan menghabisi kalian semua.” Dengan cepat Hikari bergerak dan kembali membantai pasukan iblis.


Beberapa saat kemudian


Srashhhh


“Hahaha… Sepertinya kau terlihat senang sekali, wahai rivalku.” Suara itu datang dari kumpulan prajurit iblis yang berkerumun.


“Siapa kau?”


“Bagaimana, apa kau menikmati saat-saat membunuh para pasukan milikku?”


“(tersenyum) Jika aku membunuhmu, sisa pasukan milikmu akan kabur.”


“Membunuhku… Hahahaha… Apa kau bisa melakukannya?”


“Itu sangat mudah…” Hiroaki melompat dan menebas Shima secara vertikal.


Ctanggg


“Hee… Kau sudah lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Baguslah kalau begitu, aku akan kecewa jika kau kalah hanya dengan 1 serangan dariku.”


“Tenang saja, sebentar lagi kau akan segera menyusulnya.”


“Kita lihat saja.” Mereka berdua sama-sama menyerang, dan setiap pedang mereka bersentuhan, terjadi ledakan yang cukup besar.


“Pasukan, mundur!!” (Komandan iblis) Para pasukan iblis mundur untuk menghindari pertempuran dahsyat antara Hikari dan Shima.


Sementara itu…


_______________


“Dewa Sha, apa kau yakin?” (Dewa Kun)


“Ya, aku yakin… Dan hanya itu alasanku, bukankah alasan seperti itu sudah cukup.”


“Memang benar, tapi… Apa kau serius ingin berhenti menjadi dewa?” (Dewa Wan)


“Aku tidak sepenuhnya berhenti menjadi dewa, aku akan melakukan tugasku sebagai seorang dewa. Tapi, aku hanya ingin memiliki waktu luang yang lebih banyak lagi.”


“Bukannya waktu luang yang kau miliki sudah sangat banyak.” (Dewa Ray)


“Itu memang benar, tapi aku ingin lebih banyak waktu lagi. Oleh karena itu, aku butuh lebih banyak waktu lagi. Aku tidak akan berhenti, karena jika aku berhenti menjadi dewa, aku akan lenyap.”

__ADS_1


“Jika itu yang kau inginkan, terserah kau saja.” (Dewa Yu)


“Dewa Yu, terima kasih. Kalau begitu, aku akan pergi.” Dewa Sha menghilang.


“Haa… Dewa Yu, apa kau yakin akan membiarkannya?” (Dewa Ken)


“Jika itu yang dia inginkan, kenapa aku harus menghalaginya.”


“Dewa Yu, kau terlalu memanjakannya.” (Dewa Ra)


“Dia dewa baru, masih banyak yang belum dia ketahui tentang tugas asli kita para dewa. Ada baiknya jika dia tidak mengetahuinya, dan lebih baik dia tidak pernah tau.”


“Ha… Terserah kau saja Dewa Yu, kau pasti sudah memikirkan hal ini dengan matang.” (Dewa Wan)


“Haha… Sudahlah.” Pembicaraan kembali ke topik. “Dipertemuan kali ini, masih banyak dewa lain yang belum berkumpul. Apa ada yang mendengar kabar dewa lainnya?”


“Sepertinya dewa yang lain memiliki kesibukan lain. Dan mungkin karena pertemuan ini bukan pertemuan wajib, mereka memilih untuk tidak datang.” (Dewa Ryu)


“Begitu… Padahal, ada sesuatu yang  ingin aku sampaikan. Tapi, sudahlah. Saat seluruh dewa berkumpul, aku akan memberitaukannya tapi untuk saat ini, sepertinya pertemuannya cukup sampai disini.” Setelah berkata seperti itu, dewa yang lainnya pergi.


_________________


“Ha ha ha… Ternyata kau sudah lebih kuat dari terakhir kali aku melawanmu.” (Hiroaki)


“Kau juga…” (Shima) Mereka saling beradu kekuatan, dan area disekitaran mereka sudah hancur.


Mereka mulai kehabisan nafas. “Sepertinya, kau sudah diambang batas.”


“Jangan bercanda, bukannya kau yang sudah diambang batas.”


(sementara itu)


“Hiroaki, apa kau yakin? Bukannya kau ingin membalaskan dendam Ai. Lihat dirimu, kemarahan mulai meguasai dirimu.”


“Lakukan saja. Jangan pedulikan diriku.”


“Ha… Kekuatanmu tidak sepenuhnya dikembalikan padamu oleh dewa, dewa hanya mengembalikan sedikit kekuatan milikmu. Meskipun begitu, jika kau mau kau bisa mengalahkan Shima dengan mudah.”


“Aku sudah tidak peduli... Meskipun aku membunuhnya, aku tidak akan bisa menghidupkannya kembali.”


“Hm… Sudahlah. Untuk hari ini, aku tidak akan mencampuri urusanmu lebih jauh lagi. Kau harus menyelesaikannya sendiri. Lagipula, aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Sisanya, aku serahkan padamu.”


“Kau penuh celah…” Shima bergerak dengan cepat menuju ke arah Hikari yang sedang berdiam diri.


Ctanggg


Duggggg


Hiroaki menangkis serangannya dan menyerang balik dengan memukul perut Shima, dan Shima terpental.


“K-Kuat, kau jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Hahaha…” Shima perlahan mulai berdiri. “Itu bagus, jika tidak seperti itu, kau tidak pantas menjadi rivalku. Sang raja iblis terkuat.”

__ADS_1


__ADS_2