Bayangan Dari Masa Lalu

Bayangan Dari Masa Lalu
Bab 120


__ADS_3

-Kamu kemana aja sih? Kok enggak hubungi aku seharian ini?-


Geraham Elvina beradu satu sama lain begitu membaca pesan yang masuk ke ponsel Ken sekarang.


Vano tengah di kamar mandi, dan ponselnya menyala juga bergetar. Ia yang penasaran akhirnya meraih ponsel Vano. Ada panggilan dan pesan masuk dari nomor yang sama.


Elvina menghembuskan napasnya dengan kasar. Dari sini Ia semakin yakin kalau Vano itu selingkuh di belakangnya. Seharusnya kalau mau main-main, jujur saja. Jangan bersembunyi seperti ini.


“Kamu bohong, Mas. Katanya enggak selingkuh, ternyata apa? Jelas-jelas ini selingkuhan kamu,”


Elvina bisa melihat nama Delila lagi di ponsel Vano. Kalau sekedar teman, kenapa Delila harus bicara seperti itu di pesan, seolah saling berkabar adalah hal yang biasa mereka lakukan. Dan kalau cuma teman, kenapa harus terus saling berkabar? Ia dengan Vano yang suami istri saja tidak seperti itu.


Vano keluar dari kamar mandi dan Elvina langsung meletakkan ponsel suaminya ke nakas lagi.


“Ada yang telepon dan chat kamu tuh,”


“Siapa?”


“Liat aja sendiri,”


Vano segera meraih ponselnya untuk melihat pesan dan panggilan yang dimaksud Elvina. Setelah melihat pesan yang baru masuk itu telah dibuka sebelumnya, Vano langsung menatap Elvina. Pasti Elvina yang telah membuka pesan itu.


“Ngapain sih kamu buka-buka handphone aku? Harusnya kalau udah tau ada chat atau telepon langsung kasih tau aja, nggak usah penasaran, ternyata malah udah kamu buka duluan,”

__ADS_1


“Emang kenapa? Terserah aku lah, aku berhak tau isi handphone kamu, Mas,”


“Lah aku aja enggak pernah lagi buka-buka handphone kamu,”


“Ternyata benar kamu selingkuh dan nama selingkuhan kamu itu Delila. Benar ‘kan? Dia yang ketemu kamu waktu itu ya? Jujur aja sama aku cepat!“


“Selingkuhan darimana? Dia cuma ngomong begini aja udah langsung bikin kamu mikir—“


“Terus kamu pikir wajar dia ngomong kayak gitu ke kamu? Kalian ternyata udah biasa saling berkabar. Makanya dia ngerasa kehilangan kamu hari ini karena seharian ini kamu sama aku, dan enggak ngabarin dia,”


“Udah deh, enggak usah ngomong yang aneh-aneh,”


“Kamu itu keterlaluan busuknya ya, Mas! Selalu aja jadi orang yang seolah-olah paling suci, dan aku yang selalu salah. Nyatanya tukang selingkuh!”


Karena seharian ini Vano dengannya dan memang jarang mengutak-atik ponsel, rupanya selingkuhan Vano kesal. Buktinya dia sampai menelpon dan mengirim pesan yang menandakan bahwa Ia merajuk.


“Tuh udah enggak bisa ngelak apa-apa, makanya diam aja, terima yang aku omongin karena emang kenyataannya begitu. Iya ‘kan?”


“Apaan sih? Kamu enggak jelas banget nuduh-nuduh aku terus,”


“Ya itu apa?! Buktinya udah jelas! Kamu masih mau ngelak? Hah?”


Elvina meraih ponsel suaminya dan Vano langsung merampasnya. Ia tidak suka Elvina yang meledak-ledak begini.

__ADS_1


“Kamu aneh tau enggak? Aku enggak pernah lagi mau ngurusin soal urusan pribadi kamu, tapi kamu apa? Kenapa jadi begini sekarang? Biasanya juga enggak mau peduli apapun tentang aku,”


“Tapi aku istri kamu, jadi wajar ‘kan kalau aku—“


“Sekarang aja ngomong istri, kemarin-kemarin kemana aja? Kamu istri aku ‘kan? Itu barang-barang dari masa lalu kamu mending dibuang deh, katanya istri aku, tapi masih aja simpan barang dari mantan, mana foto juga masih disimpan, kamu istri aku apa bukan sebenarnya?”


“Lho? Kamu biasanya enggak permasalahin itu,”


“Karena kamu udah mulai ngusik urusan aku,”


“Okay, aku bisa buang itu sekarang. ‘Kan cuma boneka, baju, tas, sepatu, sama jam aja,”


“Ya udah buang sana!” Tantang Vano yang tidak yakin kalau Elvina akan benar-benar melakukannya. Sampai sekarang Elvina itu masih mempertahankan barang dari Rendra. Iya, dari Rendra.


Pernah Vano suruh buang, tapi dia tidak bersedia. Sudah ada yang pernah Vano musnahkan dan malah berakhir kisruh. Maka dari itu Vano tidak lagi menyuruh Elvina untuk membuang atau memusnahkan kenangannya karena setelah Ia pikir-pikir untuk apa juga.


Mau sebanyak apapun barang dari mantan yang masih disimpan Elvina tidak masalah bagi Vano asalkan Elvina sudah bisa memastikan bahwa seluruh perasaannya hanya untuk Vano.


Vano terkejut begitu melihat Elvina mengeluarkan semua barang-barang kesayangannya dari mantan kekasih.


Masih banyak rupanya, dan itu semua disatukan Elvina ke dalam kotak. Vano sampai tidak habis pikir. Elvina benar-benar terjebak dalam masa lalunya. Tapi sekarang malah meledak-ledak menuduhnya selingkuh seolah takut kehilangannya. Aneh, Elvina aneh sekali sampai Vano merasa bingung.


“Mau kamu apain itu semua?”

__ADS_1


__ADS_2