Bayangan Dari Masa Lalu

Bayangan Dari Masa Lalu
Bab 22


__ADS_3

“El, jalan sama aku yuk. Temenin aku ke toko buku mau nggak? Nanti aku jemput ke kampus kamu,”


“Serius nih kamu ngajakin aku?”


“Iyalah, kamu nggak mau ya? Lagi sibuk ya?”


Davina keluar dari kelas langsung menghubungi teman barunya yaitu Elvina dan minta ditemani Elvina je toko buku. Elvina tidak keberatan sama sekali, malah senang. Dekat dengan Davina, rasanya seperti punya adik perempuan.


“Nggak-nggak, aku bisa kok temenin kamu. Aku aja yang jemput kamu. Eh tapi aku pakai motor, kamu nggak mau ya?”


“Ya udah nggak apa-apa, kamu jemput aku ya,”


“Beneran?”


“Iya beneran, naik motor ‘kan? jemput aku di sekolah ya, El. Kalau kamu mau, dan nggak sibuk. Tapi kalau nggak, ya udah aku sendiri aja,”


“Eh aku bisa kok, nggak sibuk, beneran deh,”


“Ya udah tolong jemput aku ya,”


“Tapi kamu udah ngomong ke orangtua kamu atau abang kamu kalau kamu nggak langsung pulang ke rumah tapi ke toko buku dulu sama aku?”


“Iya aku udah ngomong kok,”


“Okay, kalau gitu aku jemput ya,”


“Kamu udah selesai ngampus?”


“Tinggal bentar lagi,”


“Okay aku tunggu, hati-jati, El,”


“Sip makasih ya, Assalamualaikum,”


“Waalaikumsalam,”

__ADS_1


“Kenapa El bilang makasih ke aku? Emang aku ngasih dia apa?”


Davina tidak tahu kalau Elvina senang dipesan supaya hati-hati. Selain orangtuanya, jarang ada orang lain yang seperhatian itu kepadanya. Walaupun terkesan sederhana, tapi cukup berarti baginya.


******


“Pak, Mba Davina nggak ada di sekolah, katanya udah pada pulang semua, Pak,”


Laporan Pak Indra membuat Beni yang baru turun dari mobil langsung mengernyitkan kening. “Yang benar, Pak? Udah sepi sekolahannya?”


“Udah, Pak,”


Beni langsung menghubungi anaknya dengan hati yang berdebar karena cemas. Ia takut anaknya sudah pergi kemana-mana yang harusnya langsung pulang ke rumah setelah sekolah. Kalaupun mau pergi ke suatu tempat, seharusnya Davina izin, dan biasanya juga seperti itu.


“Halo, Pa,”


“Salam dulu, Assalamualaikum,”


“Eh iya lupa, Pa. Waalaikumsalam, kenapa, Pa?”


“Iya aku lagi pergi dulu, Pa. Aku udah izin kok,”


“Izin ke siapa? Jangan ngarang ya, Davina. Pulang sekarang! Kamu dimana? Biar Papa jemput kamu sekarang,”


“Ih Papa, jangan dijemput dulu. Orang aku udah izin kok,”


“Ya sama siapa izinnya? Hah? Sama Papa? Nggak ada chat dari kamu atau telepon dari kamu. Jangan ngarang ya,”


“Aku udah izin sama Mama, tanya aja ke Mama kalau nggak percaya,” ujar Davina dengan kesal karena tadi papanya menyuruh Ia untuk pulang.


“Kamu izin kemana? Mama kasih izin?”


“Ya kalau Mama nggak kasih izin, kenapa aku tetap pergi?”


“Pergi kemana?”

__ADS_1


“Ke toko buku, Pa,”


“Sama siapa?”


“Sendiri, nggak deh aku bohong, heheheh,”


“Davina jawab Papa yang benar! Kamu jangan bercanda ya,”


“Biar suasana nya nggak memanas, Pa, jadi aku cairin. Aku ke toko buku berdua sama Elvina,”


“Coba Papa mau liat,” ujar Beni yang tak mau percaya begitu saja anaknya pergi ke toko bunga dan bersama Elvina.


“Ya Allah, Papa nggak percaya banget,”


“Supaya yakin aja, bukan nggak percaya. Kalau beneran, ya harusnya kamu nggak takut kasih buktinya,”


“Aku nggak takut kok, Pa. Nih ya, aku video call Papa supaya Papa bisa liat aku dimana dan sama siapa, okay?”


“Okay Papa mau liat sekarang,”


Sambungan telepon mereka berakhir. Dan tidak lama kemudian Davina menghubungi papanya lagi dengan panggilan video.


“Hai, Pa. Nih, Papa bisa liat aku lagi di toko buku. Dan aku sama Elvina,” ujar Davina menjelaskan seraya meminta Elvina untuk memperlihatkan wajahnya di kamera.


“Assalamualaikum, Om,”


“Waalaikumsalam, El,”


“Tuh ‘kan benar, Pa. Aku nggak bohong,”


“Kalau udah liat langsung, Papa baru percaya. Makasih ya udah mau kasih buktinya ke Papa. Supaya Papa yakin aja, soalnya ‘kan belakangan ini bahas soal pacaran terus. Ya takutnya, kamu lagi pacaran sekarang,”


“Ih Papa jangan ngomong gitu. Aku nggak pacaran, emang lagi di toko buku sama El, dan aku udah izin sama Mama,”


“Kenapa nggak izin juga ke Papa?”

__ADS_1


“Takut Papa lagi sibuk tadi, makanya aku izinnya ke Mama,”


__ADS_2