Bayangan Dari Masa Lalu

Bayangan Dari Masa Lalu
Bab 72


__ADS_3

“Kamu kenapa sih liburan kali ini kayak nggak menikmati banget kalau aku liat-liat,”


Elvina sebenarnya ragu mau mengatakan ini selama di Bali takut membuat suaminya tersinggung yang bida membuat suasana hati suaminya semakin buruk selama belribur.


Tapi sekarang berhubung sudah pulang ke Jakarta jadi Ia rasa tidak apa membahas itu jareja Ia benar-benar penasaran.


“Ya karena memang nggak ada yang bisa dinikmatin, El. Kita tetap aja sibuk dnegan dunia masing-maisng. Ya memang ada makan bareng, tidur juga bareng dia ta skasur yang sama tapi suasananya kayak nggak lagi liburan, kamu sibuk sama handphone kamu, saya akhirnya sibuk sama pekerjaan saya aja, kamu sadar soal itu ‘kan?”


“Iya aku sadar makanya aku tanya ke kamu karena aku penasaran jawaban kamu,”


“Kita bulan madu udah kedua tapi sama aja deh perasaan, nggak istimewa-istimewa banget, makanya saya malas berangkat sebenarnya,” ujar Vano sambil membuang pandangan ke jalanan dari bandara menuju kediamannya.


“Kamu badmood gara-gara apa sih?”


“Ya karena kayak buang-buang waktu saya aja ke Bali, nggak ada kesannya buat saya,”


“Ih kok kamu ngomongnya gitu sih, Mas? Kita liburan dis ana berdua masa iya nggak ada kesannya sama sekali? kamu benar-benar nggak happy sama liburan kita di sana, Mas?”

__ADS_1


“Ya happy tapi biasa aja,”


“Kok gitu sih?”


Elvina menatap suaminya dari samping dengan sorot mata kesal. Ia benar-benar tidak paham kenapa Vano bisa-bisanya bicara seperti itu.


“Kamu aka sibuk sama yang lain ‘kan,” sindir. Vano. Ya tentu saja Vano menyindir Elvina yangd ari perjalanan bulan madu pertama sampai kedua maish juga sibuk mencari tahu soal Rendra ketimbang tertarik untuk menikmati liburannya yang singkat itu bersaka sang suami. Akhirnya Vindra lelah sendiri. Dan Vindra memilih untuk sibuk dengan pekerjananya saja.


“Kamu jangan nhlmong kayak gitu. Aku menikmati liburan aku kok. Kalau kamu ngomong ke Bali kali ini nggak ada kesannya, kamu berdti nggak memghargai Mama ding. ‘Kan Mama yang udah ngasih liburaj ini ke kita, Mas,”


“Ya tapi kita hatus bersyukur karena dapat liburan gratis, Mas,”


“Mekang yang bilang saya nggak bersyukur sispa? Hmm? Saya juga tau kok arti kata bersyuku itu apa dan kayak gimana, kamu nggak pelru ajarin saya,”


“Ih kamu kenapa jadi ketus gitu sih, aku salah apa coba sama kamu?”


“Kamu nggak ada salah, jadi nggak perlu minta maaf,” ujar Vindra yang masih tidak menatap istrinya melainkan sibuk menatap keluar jendela.

__ADS_1


Mereka tiba di rumah dan langsung mengeluarkan bawaan dari Bali dibantu oleh driver. Mereka langsung disambut oleh Davina, dan Lisa yang memang sudah menanti-nantikan kedatangan mereka.


“Alhamdulillah akhirnya sampai juga klaian, Nak,”


“Iya Alhamdulillah, Ma. Udah udah nungguin aku ya? Hehe,”


“Beuh bukan nungguin lagi, udah nungguin banget!”


“Apalagi aku tau, Kak. Dari semalam aku udah mikirin kakak, sama wacana kita mau pergi kemana berdua soalnya udah kangen berat sama Kak El,”


“Ah bsia aja kamu, orang kita nggak sampai satu minggu pisahnya,”


“Ya tapi tetap aja aku tuh ngerasa kangen sama kakak,”


“Kalau ke Abang kamu nggak mikirin gitu? Nggak kangen gitu?”


Davina merotasikan bola matanya dan itu mengundang Vano untuk tertawa. Ia langsung mengusap puncak kepala adiknya itu. Walaupun tidak diungkapkan dengan kata-kata tapi Ia yakin Davina merindukannya

__ADS_1


__ADS_2