Bayangan Dari Masa Lalu

Bayangan Dari Masa Lalu
Bab 156


__ADS_3

"Lah itu mah lebay banget, Mas,"


"Kamu jarang muji aku ganteng, malah ibu-ibu yang muji, terus nyokapnya Jona pula,"


"Kamu mau dipuji sama siapa? yang masih muda? masih gadis?"


"Nggak, dipuji sama kamu juga udah seneng banget, nggak berharap yang gimana-gimana, tapi sayangnya kamu jarang banget, bahkan kayaknya hampir nggak pernah deh,"


"Lah, emang iya?"


Iya--"


"Eh El, lo mau makan apa? makan lah, jangan cuma datang tapi nggak nyicip makanan,"


Jona yang sebelumnya berbincang dengan keluarga setelah menemui Vano dan Elvina yang baru datang, kini memutuskan untuk duduk di depan Elvina dan juga suaminya itu.


"Okay gampang, Jon,"


"Van, makan lah, lo mau apa nih? biar gue--"


"Eh nggak usah, Jon. Bisa ambil sendiri nanti,"


“Gue seneng kalian datang,”


“Gue terpaksa, udah diajakin sama Anatha, tadinya nggak mau,”


“Hah? Beneran? Kok nggak mau?”


“Karena gue males keluar rumah dan gue yakin Elvina tuh bakal sibuk ngobrol sama lo, ntar gue dikacangin,”


Jona terkekeh karena rupanya itu penyebab Vano sempat tidak mau datang ke acara ulang tahun orangtua Jona.

__ADS_1


“Kamu mau minum apa?”


“Apa aja,”


Vano langsung beranjak dari kursi untuk mengambilkan air minum, sementara istrinya Ia biarkan duduk bersama Jona dan berbincang.


“El, beneran Vamo tadinya nggak mau ikut ke sini?”


Elvina menganggukkan kepalanya. Apa yang dikatakan sang suami tadi kepada Jona itu benar adanya. Vano tidak berbohong. Memang Vano awalnya tidak mau datang, dia keberatan sekali, tapi karena Elvina terus mengajaknya, akhirnya Vano mau juga untuk menemani Elvina hadir.


“Kenapa emangnya?”


“Ya karena dia males keluar rumah, kayak apa yang tadi dia bilang, terus juga takutnya gue sibuk sama lo,”


Elvina tertawa disambut oleh tawanya Jona juga. Van terlalu berpikir buruk. Sesibuk apapun Elvina dengan Jona, tak mungkin lah Vano diabaikan oleh istrinya.


“Ada-ada aja si Vano ya,”


“Iya emang suka aneh dia, jangan heran lagi,”


“Nggak usah, Jon, thanks ya,”


“Ayolah makan. Ada bakso sama siomay tuh, lo mau itu nggak? Mau ya? Okay bentar gue ambilin dulu,”


Jona tidak memberikan kesempatan untuk Elvina menolak. Ia segera bergegas meninggalkan bangkunya untuk mengambilkan makanan. Meskipun Elvina menolak, Ia tetap ingin mengambilkan. Supaya Elvina tidak pulang dengan perut yang tidak terisi sama sekali dengan makanan yang disediakan sekarang.


Vano datang dengan dua gelas minuman jus jeruk. Elvina yang melihat itu langsung membelalakkan matanya sedikit.


“Kenapa ini yang diambil? Aku mau air putih aja deh,”


“Lah tadi katanya apa aja,”

__ADS_1


“Ya udah deh, aku minum,”


Daripada Elvina kelihatannya keberatan menyeruput minuman itu, lebih baik Vano ambil yang diinginkan Elvina saja.


“Jadi mau air putih nih?”


Elvina mengangguk, dan Vano langsung bergegas mengambil air putih untuk istrinya. Konsep acara ini apa-apa ambil sendiri, andai saja tidak begitu, Elvina tentu tidak akan merasa telah merepotkan suaminya.


Ketika Vano datang membawa air putih yang diinginkan sang istri, Jona juga kebetulan datang dengan siomay dan juga bakso.


“Buat siapa tuh?”


“Makan aja,”


Jona mempersilahkan keduanya untuk makan apa yang sudah Ia sajikan di depan mata mereka sekarang.


“Masa iya kalian pulang nggak makan apa-apa,”


“Nggak masalah, Jon,” ujar Vano.


Elvina segera menyeruput air putih kemudian mencicipi siomay yang telah diantar oleh Jona.


Sementara Vno lebih memilih untuk minum saja.


“Eh gue main sama ponakan gue dulu ya, kalian lanjut aja makan nya, harus habis, kalau perlu nambah,”


Jona langsung bergegas menjauh dari meja Elvina dna juga Vano yang menggeleng begitu ditawarkan siomay oleh istrinya itu.


“Kenapa nggak mau? Ini enak lho, Mas,”


“Ya udah makan aja,”

__ADS_1


“Beneran nggak mau?”


“Tadi aku tawarin mau makan apa, eh kamu nya malah geleng kepala. Tapi nggak taunya malah minta ambilin sama Jona,”


__ADS_2