BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Kejutan


__ADS_3

Sandra benar-benar mencari ponselnya dan segera menghubungi Dave. Namun sampai tiga kali ia berusaha menghubungi ponsel pria itu tapi tak juga diangkat. Bahkan terakhir kali terdengar pemberitahuan jika ponsel Dave tidak aktif atau diluar jangkauan. Hal ini membuat Sandra semakin panik.


"Ra!" panggilnya pada Amira saat ia sudah keluar dari dalam kamar.


"Iya?" sahut Amira sambil menoleh karena sedang menonton televisi.


"Ponsel Dave tidak aktif Ra..." adu Sandra dengan wajah memerah karena menahan tangis.


Amira pun langsung kaget tak menyangka jika gurauannya mungkin saja menjadi kenyataan.


"Kau jangan panik dulu San San... bisa saja kan ponselnya kehabisan daya dan mati jadi..." Amira tak dapat meneruskan kalimatnya karena Sandra sudah langsung memeluknya sambil terisak.


"Sudah San San... jangan menangis... belum tentu terjadi hal buruk pada Dave seperti yang kita khawatirkan..." ucap Amira mencoba menenangkan Sandra.


"Tapi Ra... aku... takut..." sahut Sandra sambil terisak.


"Hei... kenapa kau jadi penakut seperti ini? apa jangan-jangan kau benar-benar sudah bucin pada Dave?" ujar Amira mencoba mengalihkan Sandra.


"Ra..." sungut Sandra dengan wajah mulai memerah karena malu.


"Tidah usah malu San San... karena itu tandanya kau benar-benar mencintai Dave... dan aku lihat Dave juga sama... jadi kalian benar-benar jadi pasangan bucin.... ha... ha... ha..." kata Amira sambil tertawa yang langsung dibalas cubitan dari Sandra karena bisa-bisanya sahabatnya itu menggodanya saat ia tengah panik.


"Aaauuggh... sakit San San..." pekik Amira sambil mengelus lengannya yang terkena cubitan Sandra.


"Kau itu kejam sekali... aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasib Dave jika jadi suamimu nanti saat menghadapi kemarahanmu... bisa habis dia karena ulahmu" sembur Amira sambil memasang tampang garang.


Sandra malah terkekeh melihat sahabatnya itu. Ia tahu jika Amira hanya menggodanya. Tiba-tiba pintu apartemen terbuka dari luar dan terlihat tuan Sam masuk ke dalam.


"Assalamualaikum..." ucapnya.


"Waalaikum salam" sahut Amira dan Sandra bersamaan.


Amira pun langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri suaminya. Tuan Sam tampak lega saat melihat Amira yang menyambutnya. Pria itu langsung memeluk tubuh Amira dengan erat tanpa memperdulikan sekelilingnya. Amira kaget saat mendapatka perlakuan seperti itu dari suaminya. Apa lagi Sandra... wajahnya langsung memerah melihat adegan romantis yang berlangsung didepan matanya.


"Db... kau kenapa?" tanya Amira yang merasa tingkah tuan Sam sedikit aneh.


Bukannya menjawab pria itu malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Db... malu... ada Sandra..." bisik Amira ingin menyadarkan suaminya bahwa disana bukan hanya ada mereka berdua.


"Aku merindukanmu Meyaa..." sahut tuan Sam yang tidak singkron dengan ucapan Amira.


Sandra yang merasa malu sendiri akhirnya memilih untuk menyingkir dari sana diam-diam dan masuk ke dalam kamarnya. Dengan wajah yang memerah Sandra menghembuskan nafasnya lega saat ia sudah berhasil masuk ke dalam kamarnya dan bersandar dibalik pintu. Ia tak menyangka jika tuan Sam akan bertingkah romantis seperti itu pada Amira.


"Ternyata kak Sam juga sudah bucin pada Amira..." batin Sandra sambil tersenyum kecil.


Saat itulah terdengar ponselnya berbunyi. Dengan segera Sandra mengambil ponselnya yang ada didalam saku celananya dan mengangkatnya. Ternyata itu panggilan dari Dave. Sementara diluar tuan Sam belum juga melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Db... sebenarnya kau kenapa?" ucap Amira sambil mengelus punggung suaminya perlahan.


"Aku mencintaimu Meyaa..." ucap tuan Sam yang kini menghadapkan wajahnya di depan wajah Amira.


"Aku tahu Db..." sahut Amira sambil menampilkan senyum manisnya pada tuan Sam.


Meski tak mengungkapkannya Amira tahu jika saat ini suaminya dalam keadaan tidak baik-baik saja. Tak ingin mendesak ia pun hanya bisa menunggu hingga tuan Sam mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi padanya. Tiba-tiba tuan Sam langsung membopong tubuh Amira yang membuat wanita itu menjerit lirih karena kaget. Kemudian tuan Sam membawa Amira masuk ke dalam kamar mereka. Jika sudah seperti itu Amira sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun ia hanya pasrah dan mengikuti kemauan suaminya itu.


Sedang di dalam kamarnya Sandra yang masih menerima telfon dari Dave merasa senang dan lega pasalnya Dave ternyata dalam keadaan baik-baik saja. Dave mengatakan jika ia tak menelfon Sandra karena kesibukannya dan saat Sandra menelfonnya ponselnya mati karena kehabisan daya sehingga tidak aktif. Mereka pun berbincang sebentar sebelum akhirnya Dave mengatakan jika ada rekan kerjanya yang datang hingga mereka pun mengakhiri sambungan telfon mereka. Setelahnya Sandra pun dapat memejamkan matanya dan langsung tertidur.


Sementara di dalam kamar Amira dan tuan Sam, tampak pasangan suami istri itu baru saja selesai mengakhiri sesi pertempuran malamnya. Amira tampak sudah terlelap dalam pelukan tuan Sam karena kelelahan meski keduanya masih dalam keadaan polos. Tuan Sam memeluk tubuh Amira posesif namun hal itu tidak mengganggu Amira. Bahkan wanita itu semakin menyusupkan kepalanya pada dada bidang tuan Sam.


"Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu Meyaa..." batin tuan Sam sambil mengecup kening Amira yang masih sedikit berkeringat.


Sesungguhnya hati tuan Sam saat ini memang sedang cemas pasalnya tadi saat ia akan pulang ke apartemennya ia mendapat laporan dari para pengawal yang ia suruh untuk menjaga dan mengawasi keluarga kecilnya mengatakan jika ada orang asing yang juga tengah mengawasi istri dan juga anak-anaknya. Apa lagi beberapa hari yang lalu ia mendapatkan kabar dari pengacara Raja jika tuan Castillo telah melarikan diri dari penjara.


Sebenarnya Raja juga hendak melarikan diri begitu mengetahui Castillo berhasil melarikan diri karena ia yakin jika Castillo akan mencari Amira untuk membalaskan dendam adiknya. Namun pengacaranya mencegahnya sebab masa hukuman Raja sudah hampir berakhir dan jika ia melarikan diri maka perjanjiannya dengan pihak kepolisian akan batal. Ya ... karena Raja yang di kenal sebagai Jimmy sudah mau bekerja sama dengan kepolisian dalam menangkap Castillo mendapatkan keringanan hukuman dan jika ia keluar dari penjara ia akan mendapatkan identitas baru dari pemerintah.


Karenanya Raja hanya bisa memperingatkan tuan Sam melalui pengacaranya. Hal inilah yang membuat tuan Sam sangat khawatir saat anak buahnya mengatakan ada yang sedang mengawasi Amira. Jika benar itu orang suruhan Castillo bisa dipastikan pria itu tengah ingin membalas dendam karena adiknya kini berada dalam penjara di Indo tanpa ada yang bisa membebaskannya meski dengan uang jaminan.


Di tempat lain tampak seorang pria dengan wajah memerah tengah mengamati seseorang dari teropong yang ia arahkan pada tempat tinggal orang itu. Rasanya ia ingin segera menghabisi orang itu beserta keluarganya saat itu juga saat melihat kebahagiaan yang mereka tunjukkan. Tapi ia terpaksa harus bersabar sebab ia tahu jika orang itu memiliki pengawalan yang cukup ketat meski bagi orang awam itu tidak dapat terlihat.


"Cih... kau bisa hidup tenang sementara adikku harus menderita... awas saja akan kuhabisi kau dengan tanganku sendiri!" ucapnya geram saat mengingat adiknya yang berada di penjara dan dalam keadaan yang memprihatinkan.


Dialah Castillo... semula setelah melarikan diri ia langsung ke Indo bermaksud menemui Vallery adiknya sekaligus untuk membalas dendam pada orang yang telah membuat adiknya di penjara. Tapi ternyata wanita yang dicarinya sudah tidak berada di rumahnya. Dan menurut informasi yang ia dapat wanita itu sedang berada di London mengikuti suaminya. Dan disinilah ia berada. Ia sengaja menyewa apartemen yang berada di seberang gedung apartemen tempat tinggal Amira. Ia juga sengaja memilih apartemen yang tepat berseberangan dengan apartemen yang ditinggali Amira dan keluarganya agar bisa mengawasi gerak gerik wanita itu tanpa ada yang curiga.


Ia tak percaya jika adik kesayangannya bisa kalah telak dari wanita gendut dan dalam keadaan hamil pula. Jadi sebenarnya ia penasaran dengan kekuatan tersembunyi Amira. Dan ia ingin membuktikannya sendiri. Karena itu ia harus bersabar dan menunggu waktu yang tepat untuk menjalankan rencananya.


Pagi hari...


Amira mengeliat pelan saat mendengar suara azan dari alarm jamnya. Saat menggerakkan badannya ia merasakan sesak dan ketika ia membuka matanya ia melihat jika suaminya masih memeluknya dengan possesif. Dengan pelan ditepuknya pipi tuan Sam berharap pria itu terbangun.


"Db... bangun... sudah subuh..." ucapnya.


"Hem..." sahut tuan Sam malah mengeratkan pelukannya.


"Db..." kali ini Amira mengguncang bahu suaminya itu.


"Iya..." sahut tuan Sam malas namun masih dengan mata terpejam.


Amira yang gemas langsung mencubit perut tuan Sam yang membuat pria itu terlonjak kaget sambil menahan sakit.


"Arrgh... sakit Meyaa" ucapnya sambil mengelus perutnya.


"Makanya bangun..." sungut Amira yang langsung bangun dan turun dari tempat tidur.


Mau tidak mau akhirnya tuan Sam pun ikut bangun. Setelah mandi dan sholat subuh Amira pun segera menyiapkan sarapan untuk suaminya. Sementara tuan Sam tampak sudah kembali sibuk dengan laptopnya sambil menunggu Amira menyiapkan sarapan. Tak lama Sandra pun ikut membantu Amira.

__ADS_1


Pagi itu mereka beraktifitas seperti biasa dan tanpa mereka sadari jika sedari tadi ada seseorang yang tengah mengawasi semua kegiatan mereka. Baru saja Amira dan Sandra menata makanan diatas meja tiba-tiba bel pintu apartemen berbunyi. Karena kedua anak Amira baru saja terbangun membuat Sandra yang membukakan pintu. Dan alangkah terkejutnya ia saat melihat Dave sudah berdiri dihadapannya.


"Dave!" seru Sandra tak percaya.


"Iya... ini aku..." sahut Dave.


"Kenapa kau bisa ada disini?" tanya Sandra.


"Aku ingin memberimu kejutan"


"Kau memang sudah membuatku terkejut Dave"


"Tapi ada yang akan membuatmu lebih terkejut San San..." kata Dave sambil menggeser tubuhnya kesamping.


Saat itulah Sandra baru dapat melihat jika kedua orangtuanya sudah berdiri dibelakang Dave.


"Abah... umi..." ucap Sandra tak menyangka jika kedua orangtuanya sudah berada dihadapannya.


"Iya nak..." kata pak Dahlan dan bu Zaenab bersamaan.


Sandra pun langsung menghambur ke arah keduanya sehingga ketiganya saling berpelukan.


"Abah sama umi bagaimana bisa sampai kemari?" tanya Sandra.


"Nak Dave yang mengajak kami kemari..." terang pak Dahlan.


"Dave..." ujar Sandra sambil menoleh ke arah kekasihnya.


"Terima kasih..." sambungnya.


"Sama-sama..." sahut Dave tersenyum senang.


"Ayo masuk..." ajak Sandra pada ketiganya.


Amira dan tuan Sam yang baru saja keluar dari kamar sambil menggendong Samir dan Sahir pun tampak terkejut dengan kehadiran pak Dahlan dan bu Zaenab.


"Ternyata kau gerak cepat juga Dave..." celetuk tuan Sam.


"Tentu saja..." sahut Dave santai.


Mereka pun sarapan pagi bersama. Pak Dahlan dan bu Zaenab sangat senang dapat bertemu putri mereka dan juga keluarga Amira dan tuan Sam. Bahkan Sahir dan Samir tampak akrab dengan keduanya meski sudah lama tidak berjumpa.


"Sepertinya akan ada pernikahan sebentar lagi Meyaa..." ucap tuan Sam saat berganti pakaian di dalam kamar.


"Semoga saja B... aku ingin melihat San San bahagia bersama Dave..." sahut Amira sambil membenarkan pakaian tuan Sam.


Keduanya memang sangat berharap jika Dave dan Sandra segera meresmikan hubungan mereka. Dan kedatangan kedua orangtua Sandra menunjukkan jika restu sudah didapatkan oleh Dave.

__ADS_1


__ADS_2