BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Banyak Yang Sayang


__ADS_3

Sejak saling menyatakan cinta mereka hubungan tuan Sam dan Amira pun semakin dekat. Bahkan Amira sudah menyerahkan dirinya seutuhnya pada suaminya itu semalam. Mungkin ini terlalu cepat karena ia baru saja menyadari perasaannya pada tuan Sam dan dia belum sepenuhnya mengingat masa lalu mereka. Namun karena status mereka yang masih sah sebagai suami istri membuat Amira tak menolak saat tuan Sam dengan lembut meminta haknya sebagai suami. Ia bahkan menikmati setiap sentuhan lembut suaminya pada tubuhnya.


Dan pagi ini Amira terbangun dengan tersenyum saat melihat wajah damai suaminya yang masih tertidur pulas disampingnya setelah pertempuran panas mereka semalam. Saat melihat jam di atas nakas Amira pun langsung membangunkan tuan Sam agar mereka tidak terlambat menunaikan sholat subuh.


"Db... bangunlah..." panggil Amira sambil menggoyangkan tubuh tuan Sam pelan.


"Hemmm..."


"Ayo bangun... sudah subuh..." ucap Amira masih dengan menggoyangkan tubuh suaminya itu.


Perlahan tuan Sam membuka matanya. Dan dia langsung tersenyum saat melihat wajah Amira yang begitu dekat dengannya.


"Ada apa? apa ada sesuatu diwajahku B?" tanya Amira saat melihat tuan Sam yang menatapnya tanpa berkedip.


"Kau cantik sekali Meyaa..." sahut tuan Sam.


"Ish... jangan ngegombal B... ayo cepat bangun nanti kita telat sholat subuhnya..." cebik Amira mendengar ucapan tuan Sam.


Namun tak bisa dipungkiri jika Amira merasa senang dengan ucapan suaminya itu. Tanpa ia sadari kini wajahnya sudah merona. Tuan Sam yang melihatnya pun menjadi gemas dan langsung menempelkan bibirnya sekilas pada bibir Amira yang tengah tersipu. Amira pun langsung tersentak kaget saat mendapatkan serangan dari tuan Sam.


"Db!!" serunya sambil memukul tuan Sam pelan.


Tuan Sam pun hanya terkekeh melihat istrinya itu yang mulai merajuk. Tanpa basa basi tuan Sam pun bangkit dari tempat tidur dan menghampiri Amira dari sisi sebelahnya dan langsung mengangkat tubuh istrinya itu yang masih polos. Amira pun langsung memekik lirih saat menyadari apa yang dilakukan oleh tuan Sam. Ia pun langsung mengalungkan tangannya pada leher tuan Sam. Tuan Sam langsung membawa tubuh Amira ke dalam kamar mandi agar mereka bisa mandi bersama.


Setelah mandi dan menunaikan sholat subuh Amira pun keluar dari dalam kamar untuk memeriksa kedua buah hatinya. Sedang tuan Sam tampak sibuk di dapur. Setelah mendapati jika kedua putranya masih tertidur pulas Amira pun keluar menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi. Tapi ia terkejut saat melihat suaminya sudah berada disana.


"Db... kau sedang apa?" tanya Amira sambil menghampiri tuan Sam.


"Aku akan membuatkanmu sarapan Meyaa" sahut tuan Sam masih sibuk dengan kegiatannya.


"Memangnya kamu bisa?" tanya Amira sebab sejak sepulang dari rumah sakit ia tidak pernah melihat tuan Sam memasak.


Sedangkan ia juga belum mengingat masa lalu mereka dengan jelas.


"Tentu saja sayang... kau tahu bertahun-tahun hidup sendiri di negeri orang membuatku harus mandiri di setiap hal termasuk menyiapkan makanan... meski pun ada pelayan namun mereka tak mungkin aku suruh 24 jam menyiapkan kebutuhanku kan?" sahut tuan Sam.


Amira pun mengangguk dan tanpa sadar ia malah duduk di depan meja pantry dan menopangkan dagunya diatas tangannya sambil menatap tuan Sam dengan kagum.


"Kenapa kau memandangiku begitu? apa kau belum puas melihat wajahku yang tampan ini hem?" goda tuan Sam.


"Ish..." cebik Amira ambil memutar bola matanya jengah.


Namun dalam hatinya ia mengakui jika ia tengah mengagumi ketampanan suaminya itu. Apa lagi melihat kelihaian tuan Sam saat mengolah masakan sungguh ia sangat tidak menduganya jika tuan Sam benar bisa memasak. Saat itulah terdengar suara bel pintu membuat Amira dan tuan Sam langsung menoleh ke arah suara.


"Siapa pagi-pagi seperti ini sudah datang kemari?" tanya tuan Sam penasaran.


Amira pun menggedikkan bahunya tanda ia juga tidak mengetahuinya.


"Biar aku saja yang membukanya Db..." ucap Amira langsung turun dari kursinya dan segera melangkah untuk membukakan pintu.

__ADS_1


"Kakak?" kata Amira kaget saat melihat nyonya Sarah dan tuan Bram beserta ketiga buah hati mereka sudah berdiri di depan pintu.


"Surprise!!" seru mereka sambil tertawa.


Amira mematung tak percaya jika keluarga iparnya benar datang dihadapannya.


"Ra!!" panggil nyonya Sarah menyadarkan Amira.


"Ah... mari masuk dulu..." ujar Amira mempersilahkan kedua iparnya dan buah hati mereka masuk ke dalam.


"Siapa Ra?" tanya tuan Sam yang baru keluar dari dapur.


"Kakak!"


"Uncle!"


Seru nyonya Sarah dan keluarganya.


"Eh... kalian sudah sampai?" tanya tuan Sam.


Nyonya Sarah memang sudah memberitahu tuan Sam akan kedatangannya beserta keluarganya. Namun tuan Sam tak menyangka jika nyonya Sarah dan keluarganya tiba pagi ini. Pasalnya menurut jadwal yang dikatakan oleh nyonya Sarah seharusnya mereka baru tiba sore nanti.


"Sarah mengganti jadwal keberangkatan kami lebih awal untuk membuat kejutan untukmu dan Amira kak..." terang tuan Bram.


"Dasar! aku kira hanya Amira yang akan diberi kejutan makanya aku tidak memberitahunya tentang kedatangan kalian... ternyata..." gerutu tuan Sam.


Mendengar suara ribut di ruang tamu Sahir dan Samir pun terbangun dan keduanya langsung keluar dari kamar mereka masing-masing. Melihat kedatangan bibi dan paman mereka serta para sepupu membuat kedua bocah itu berjingkrak kegirangan. Maklum selama di London mereka jarang bertemu dengan teman sebayanya karena mereka belum bersekolah dan jarang keluar dari tempat tinggal mereka.


Setelah sarapan pagi bersama dua keluarga itu pun memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama sehingga tuan Sam pun tidak berangkat ke kantor. Untung saja hari ini tidak ada rapat penting yang harus dihadirinya sehingga Lukas dapat menghandle pekerjaan tuan Sam tanpa kesulitan. Hari menjelang sore saat kedua keluarga itu memutuskan untuk keluar dan berjalan-jalan di sekitar London. Menikmati suasana sore yang cukup sejuk kedua keluarga itu sengaja menuju ke Trafalgar Square untuk menghabiskan waktu.


Saat mereka tengah asyik berjalan-jalan tanpa mereka sadari jika sedari tadi ada sepasang mata yang tengah memperhatikan mereka terutama tuan Sam. Sorot matanya terlihat sangat mendamba pada pria beristri itu. Dan saat melihat Amira tampak sekali wajah wanita itu memerah menahan emosi. Ingin rasanya ia mendekati mereka tapi karena sikap dingin tuan Sam ditambah Amira yang tak mengenalinya membuatnya sulit untuk mendekat dan berpura-pura akrab.


Tak lama ada pasangan lain yang mendekat ke arah mereka. Meski tidak pernah bertemu tapi Kartika tahu jika pasangan itu adalah sahabat Amira dan tuan Sam. Pasalnya ia pernah melihat foto pernikahan keduanya diapit oleh tuan Sam dan Amira beserta si kembar yang dipajang di dinding apartemen tuan Sam dulu. Ya keduanya memang Sandra dan Dave. Saat itu keduanya baru saja pulang dari rumah orangtua Dave setelah beberapa minggu menginap disana saat ibunya sakit dan harus dioperasi. Ketika keduanya lewat disana dan melihat keluarga tuan Sam mereka berdua pun langsung menghampiri.


"Bagaimana kabarmu Ra?" tanya Sandra saat mereka sudah duduk di salah satu kafe yang berada di sekitar tempat itu.


"Alhamdulillah... semakin baik... dan ingatanku pun sedikit demi sedikit mulai kembali San San" sahut Amira yang tanpa sadar memanggil nama panggilan khusus keduanya.


"Kau mengingatnya?" tanya Sandra terkejut.


"Apa?" Amira balik bertanya tak mengerti maksud dari Sandra.


"Nama yang kau ucapkan tadi untuk memanggilku itu... itu panggilan yang kau sematkan dulu saat kita masih kecil Ra..." terang Sandra dengan mata yang berkaca-kaca.


"Benarkah? aku tidak menyadarinya San San... itu keluar begitu saja jadi mulutku..."


"Tidak apa Ra... setidaknya tubuhmu masih mengingat kami..." sahut Sandra sambil memeluk Amira.


Keduanya pun saling berpelukan cukup lama hingga Samir menyadarkan keduanya.

__ADS_1


"Bunda sama Onty kenapa? kok kayak teletubbies?" tanya bocah itu polos membuat semua orang tertawa.


"Memangnya apa kami mirip teletubbies?" tanya Sandra gemas.


"Iya... soalnya kan sama-sama suka peluk-peluk..." jawab Samir yang diangguki oleh Sahir.


Maklum keduanya memang hanya diizinkan menonton acara anak-anak oleh kedua orangtuanya termasuk teletubbies.


"Kalian menginaplah di tempat tinggal kami yang baru..." undang tuan Sam pada Dave dan Sandra.


"Mumpung Sarah dan Bram juga berada disini" sambung tuan Sam.


"Memangnya kamar kalian cukup?" tanya Dave yang tahu jika di London cukup sulit menemukan hunian berukuran besar dengan kamar banyak.


"Tenang saja... di tempat kami yang baru ada lima kamar..." sahut tuan Sam.


"Baiklah kalau begitu..." sahut Dave.


Kartika yang sedari tadi masih mengamati keluarga tuan Sam dan Amira tampak muak dengan kebahagiaan mereka. Ia jadi sangat iri dengan kehidupan Amira yang dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya. Bahkan saat wanita itu amnesia dan melupakan masa lalunya namun orang-orang disekitarnya tak lantas meninggalkannya. Berbeda dengan dirinya yang selalu dimanfaatkan lalu ditinggalkan oleh orang yang dicintainya. Ia bahkan tak mengenal siapa orangtuanya. Karena ia ditinggalkan begitu saja fi depan pintu panti asuhan saat bayi.


"S**l! kenapa kau selalu saja beruntung Amira? padahal kau bukan wanita cantik yang didambakan setiap pria tapi kenapa suamimu itu begitu tergila-gila padamu?" batin Kartika dengan pandangan marah ke arah Amira dari tempat persembunyiannya.


"Sepertinya aku harus menggunakan kekerasan untuk menyingkirkanmu dari tuan Sam..." fikirnya sambil mengepalkan tangannya.


Seketika terlintas dibenaknya sebuah rencana yang menurutnya sangat brilian. Kartika pun tersenyum sinis menatap kebahagiaan Amira ditengah-tengah keluarga dan juga sahabatnya.


"Kita lihat saja Ra... sampai kapan senyuman itu akan menghiasi bibirmu!" desis Kartika lalu berlalu dari tempat itu.


Hari mulai malam saat tiga keluarga itu kembali ke kediaman tuan Sam. Meski sedikit lelah namun mereka semua tampak bahagia. Sandra terlihat sangat senang karena kehadirannya Amira mulai bisa mengingat kenangan masa kecil mereka. Saat mereka tengah makan malam tiba-tiba tuan Sam mendapatkan telfon dari seseorang yang membuat tuan Sam bertambah bahagia.


"Siapa B?" tanya Amira saat melihat suaminya tersenyum senang setelah mematikan ponselnya.


"Akan ada tamu lagi yang akan datang kemari Meyaa..." kata tuan Sam misterius.


"Siapa?" tanya Amira penasaran.


"Kau tunggu saja... besok pagi dia akan datang kemari..." sahut tuan Sam semakin misterius membuat Amira jadi sangat penasaran.


"Katakan Db... siapa yang akan datang?" rengek Amira yang sangat penasran.


"Hemm... jika aku katakan sekarang maka bukan kejutan namanya..." sahut tuan Sam.


"Ish! kenapa kau suka sekali memberiku kejutan sedangkan kau sendiri tidak suka diberi kejutan..." omel Amira yang kesal karena harus menahan rasa penasarannya.


"Hei... jangan marah dong Meyaa... lagi pula ini permintaan orang itu untuk tidak memberitahumu tentang dirinya sebelum dia bertemu denganmu langsung..." kata tuan Sam berusaha membujuk Amira agar tidak merajuk.


"Kau tahu... jika kau sering marah-marah maka akan mempengaruhi kandunganmu... nanti bayi kita akan terlihat tua karena kau sering marah..." ucap tuan.


Amira pun hanya bisa mendengus kesal. Tapi ia juga tak lagi melanjutkan marahnya karena tak ingin membuat bayinya terlihat tua. Ya... Amira kini terpengaruh dengan ucapan suaminya itu. Meski sebenarnya apa yang dikatakan tuan Sam itu tidak sesuai dengan logika. Mungkin karena efek kehamilan membuat Amira lebih menuruti emosinya dari pada logikanya.

__ADS_1


__ADS_2