BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Penculikan Sadira


__ADS_3

Setelah mencuci tangannya dan membersihkannya dengan tissu, Sadira pun melangkah keluar dari dalam toilet. Saat ia tengah berjalan kembali ke meja dimana keluarganya berada, tiba-tiba saja sebuah tangan membekap mulutnya dari belakang. Sadira yang berusaha untuk berontak langsung dibuat tidak berdaya karena orang itu membekapnya dengan menggunakan saputangan yang sudah dibubuhi dengan obat bius. Seketika tubuh Sadira menjadi lemas dan gadis itu langsung tak sadarkan diri akibat obat bius tersebut.


Setelah memastikan Sadira tidak sadarkan diri, orang itu pun langsung memindahkan tubuh Sadira dan memasukkannya ke dalam kotak kardus diatas troli barang yang sudah ia persiapkan. Dengan sedikit menekuk tubuh gadis itu akhirnya ia bisa menyembunyikan tubuh Sadira ke dalam kardus dan tidak akan ada yang menyadarinya. Setelah menutupi bagian atas kardus dengan beberapa kardus kecil, ia pun mendorong troli barang tersebut dengan tenang menuju ke arah parkiran mobil di basement. Tak seorang pun yang mencurigai orang itu karena mengira jika orang itu tengah membawa barang belanjaannya.


Sesampainya di parkiran basement, orang itu langsung memasukkan kardus berisi tubuh Sadira ke dalam bagasi mobilnya yang cukup luas. Kemudian ia pun segera melajukan mobilnya meninggalkan mall tersebut. Sementara Amira tiba-tiba saja merasa gelisah dan tidak tenang. Ia langsung teringat dengan putrinya Sadira. Gadis itu sedari tadi belum juga kembali dari toilet.


"Aku ke toilet sebentar ya B..." pamitnya pada tuan Sam untuk memeriksa keadaan putrinya itu.


Tuan Sam pun menganggukkan kepalanya pada Amira. Setelah itu Amira pun segera mencari sang putri di toilet. Namun setelah memeriksa satu persatu ruangan yang ada di dalam toilet, ia tak menemukan Sadira putrinya. Amira berusaha untuk tetap tenang. Kemudian ia berusaha mencari keberadaan putrinya itu ke tempat lain. Tapi ia tidak juga menemukannya. Dan saat ia tengah kebingungan tiba-tiba saja ia menemukan hiasan kepala milik Sadira yang terjatuh tak jauh dari arah toilet. Meski hatinya jadi bertambah cemas ia masih berfikir jika mungkin saja Sadira sudah kembali ke meja mereka. Namun Amira kembali kecewa saat tak mendapati putrinya disana. Saat itu lah ia pun segera memberitahukan semuanya pada tuan Sam.


"Kamu jangan panik dulu Meyaa... kita akan mencarinya lagi bersama-sama..." kata tuan Sam berusaha menenangkan Amira.


Meski semakin cemas, namun Amira tetap mengangguk setuju dengan usul suaminya itu. Bersama yang lainnya mereka pun segera mencari Sadira. Namun gadis itu tak juga mereka temukan. Akhirnya tuan Sam pun segera pergi ke petugas keamanan untuk diizinkan memeriksa kamera cctv disana. Saat memeriksa kamera cctv yang berada di depan toilet tampak rekaman saat Sadira masuk ke dalam toilet. Tak lama terlihat gadis itu keluar dari dalam toilet dan berjalan meninggalkan area toilet. Namun saat memeriksa rekaman cctv dibagian menuju ke meja mereka gadis itu sudah tidak terlihat. Tuan Sam pun segera meminta rekaman cctv disetiap sudut mall. Namun putrinya sama sekali tidak terlihat di cctv mana pun disana. Bisa dipastikan jika ada yang membawa Sadira secara paksa sebab tidak mungkin gadis itu pergi begitu saja meninggalkan acara ulang tahunnya sendiri tanpa pamit.


"Sepertinya ada yang membawa putri anda dan dia menggunakan jalur yang tidak terpantau kamera cctv tuan..." lapor sang petugas pengawas cctv pada tuan Sam.


Tuan Sam tampak gusar, bagaimana bisa ia kecolongan seperti ini? putrinya menghilang di tempat ramai dan tidak ada yang mengetahuinya. Acara makan malam itu pun akhirnya diakhiri dengan suasana buruk karena hilangnya Sadira. Tuan Sam langsung melapor ke pihak kepolisian didampingi oleh Lukas dan Raja. Meski belum lebih dari 24 jam namun cara Sadira menghilang sudah menunjukkan jika hal itu tidak wajar. Sehingga tuan Sam sangat yakin untuk melaporkan hal tersebut pada pihak berwajib. Sementara tuan Bram membawa Amira dan yang lainnya pulang ke rumah tuan Sam.


Sesampainya di rumah, Amira langsung menanyakan keberadaan putrinya pada semua pegawai yang ada di sana. Tapi tak satu pun yang mengetahui keberadaan atau kepulangan gadis itu. Mereka semua menjadi semakin panik dan menduga jika memang ada yang sengaja menculik Sadira. Tapi siapa? semua orang mencoba menerka siapa yang sekiranya bisa berbuat seperti itu pada Sadira.


Sementara itu Bara tidak langsung pulang ke rumahnya setelah kembali dari restoran. Ia berusaha untuk mencari keberadaan Sadira sendiri. Setelah berputar-putar mengelilingi kota dengan motornya ia pun mencoba untuk menghubungi kedua sahabatnya Rafa dan Reno. Ketiganya pun bertemu di sebuah cafe langganan mereka. Kedua sahabat Bara itu tampak terkejut saat melihat wajah kusut Bara ketika keduanya menemui pemuda itu.


"Lu kenapa bro? bukannya tadi lu ikut makan malam dengan Sadira dan keluarganya? apa lu di tolak oleh mereka?" tanya Rafa saat ia dan Reno baru duduk di depan Bara.


"Ga bro... mereka malah memberikan restu mereka..."


"Terus kenapa lu murung? emangnya ada apa?" kini Reno yang bertanya pada Bara.

__ADS_1


"Dira menghilang bro... kemungkinan dia diculik seseorang..." ungkap Bara dengan suara lemah.


"Apa?" seru Reno dan Rafa bersamaan.


"Lu ga sedang bercanda kan bro?"


"Buat apa gua bercanda dengan masalah seserius ini?"


"Tapi... bagaimana bisa?"


"Gua juga ga tahu... awalnya Dira pamit ke toilet... dan saat bundanya menyusul dia tidak ada disana... kami sudah mencari kemana-mana bahkan memeriksa kamera cctv tapi Sadira mendadak menghilang seolah ditelan bumi" terang Bara dengan suara frustasi.


Bagaimana tidak... baru saja mereka merayakan ulang tahun gadis itu bersama keluarganya dan sedetik kemudian tiba-tiba saja Sadira menghilang tanpa jejak.


"Keluarganya udah lapor polisi bro?" tanya Reno kemudian.


"Udah... ayahnya sudah langsung melaporkannya tapi belum ada kabar lagi... apa lagi tidak ada kabar mengenai penculik itu untuk meminta tebusan..." jawab Bara semakin frustasi.


"Ga lah... kami bahkan baru mendapatkan restu dari keluarganya atas hubungan kami berdua... jadi tidak ada alasan untuk pergi menghilang seperti ini..." sanggah Bara.


"Jadi pasti Dira diculik... tapi siapa yang menculiknya dan kenapa?" kini Reno juga mulai mengira-ngira.


"Lebih baik kita pulang dulu bro dan menunggu kabar dari keluarga Dira" usul Rafa yang langsung disetujui oleh Reno.


Meski enggan namun Bara akhirnya menyetujui usulan dari kedua sahabatnya itu. Lagi pula ia juga tidak tahu lagi harus mencari Sadira kemana lagi... selain itu ia juga tidak ingin membuat kedua orangtuanya sendiri khawatir jika dirinya tidak segera pulang. Dan mungkin saja ia bisa meminta bantuan pada sang papa untuk ikut mencari keberadaan Sadira. Sesampainya di rumah, Bara langsung menemui sang papa. Untung saja saat itu sang papa belum masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat. Oleh karenanya Bara pun langsung menceritakan tentang hilangnya Sadira padanya.


Rania yang hendak mengajak suaminya istirahat pun ikut terkejut saat tidak sengaja mendengarkan percakapan keduanya. Wanita itu langsung menanyakan langsung kejadian yang sebenarnya pada Bara. Dan Bara pun kembali menceritakan apa yang terjadi pada mamanya.

__ADS_1


"Apa mungkin ini ulah Naya pa?" tanya Rania yang teringat dengan perbuatan gadis itu saat me jebak Bara.


"Kita tidak bisa langsung menuduhnya ma... apa lagi belum ada bukti atas keterlibatan gadis itu. Lagi pula dari yang Bara ceritakan tadi sepertinya pelakunya sangat profesional dan terampil. Sedang Naya itu seorang amatir dan sangat gegabah dalam aksinya dulu saat menjebak Bara..." terang Yuda yang disetujui oleh Rania dan Bara.


"Jadi siapa yang melakukannya? apa itu perbuatan dari musuh orangtua Sadira? bukankah tuan Sam itu pengusaha terkenal dan mungkin saja mempunyai musuh yang ingin menyakitinya dan juga keluarganya..." ucap Rania mencoba mengira-ngira.


"Entahlah... lebih baik sekarang kita istirahat dulu, nanti papa akan menyuruh anak buah papa untuk ikut mencari keberadaan Sadira... jadi kamu jangan khawatir..." kata Yuda berusaha menenangkan putranya.


"Lebih baik kamu konsentrasi belajar... bukankah sebentar lagi kamu akan ujian akhir? masalah Sadira serahkan pada papa... papa janji akan melakukan segalanya untuk menemukan Sadira..." sambung Yuda.


"Iya Bara... benar kata papa kamu, biar para orangtua yang akan mengurus masalah Sadira... kamu hanya harus fokus sama sekolah kamu agar bisa lulus dengan nilai tinggi. Ini juga untuk masa depan kamu dan juga Sadira nanti, yakinlah jika Sadira pasti akan segera ditemukan" timpal Rania yang membuat Bara hanya bisa mengangguk patuh pada perkataan kedua orangtuanya itu.


Sementara itu di sebuah tempat tampak seseorang tengah memindahkan tubuh Sadira dari dalam kardus dan membopongnya ke dalam sebuah kamar. Dengan hati-hati orang itu pun meletakkan tubuh Sadira diatas sebuah ranjang yang cukup besar dan mewah. Sadira yang tertidur akibat obat bius yang diberikan orang itu terlihat pulas dan tenang.


"Tidurlah yang nyenyak malam ini sayang... untuk sementara kita akan tinggal disini sebelum nanti kita akan pergi ke tempat yang sangat jauh setelah semuanya aman..." ucap orang itu sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi dahi gadis itu.


"Kamu terlihat cantik sekali saat tertidur seperti ini sayang... aku tidak sabar untuk segera memilikimu seutuhnya dan kita akan hidup bersama selamanya..." sambungnya sambil tersenyum puas.


Sedangkan di dalam kamarnya, Bara masih belum bisa tertidur. Fikirannya tertuju hanya pada Sadira.


"Kamu dimana Ra? apa kamu baik-baik saja? dan penculik itu memperlakukanmu dengan baik dan tidak berbuat kasar?" batin Bara cemas.


Selain Bara, Amira dan tuan Sam juga yang lainnya juga berfikiran sama. Mereka mencemaskan keadaan Sadira saat ini. Meski ia gadis yang tangguh namun melihat gadis itu bisa diculik dengan mudah menandakan jika pelakunya sangat profesional dan pasti melakukan sesuatu pada gadis itu hingga Sadira tidak bisa melawan. Amira tidak henti-hentinya meneteskan air matanya mengingat keadaan putrinya yang sampai saat ini belum diketahui kabarnya.


"Meyaa..." panggil tuan Sam saat masuk ke dalam kamar.


"Db... bagaimana? apa mereka menerima laporan kita? dan apa sudah ada kabar tentang Dira?" berondong Amira.

__ADS_1


"Tenang dulu Meyaa... laporanku sudah diterima oleh pihak kepolisian dan mereka juga sudah melakukan pencarian. Lukas dan yang lainnya juga masih melakukan pencarian, jadi aku mohon bersabarlah... do'akan putri kita agar selamat dan cepat bisa kita temukan..." ucap tuan Sam sambil memeluk tubuh Amira erat.


Ia tahu jika saat ini istrinya itu pasti sangat memcemaskan keadaan putri bungsu mereka itu. Apa lagi kemungkinan terburuk bisa saja terjadi karena sama sekali tidak ada permintaan tebusan dari sang penculik. Setelah berhasil menenangkan Amira dan menemaninya hingga istrinya itu bisa tertidur, tuan Sam kembali menghubungi Lukas. Namun hingga saat ini Lukas dan yang lainnya belum juga menemukan petunjuk sedikit pun. Tuan Sam mendesah pelan saat mengakhiri panggilannya dengan Lukas. Ia sudah berusaha sekuat tenaga namun masih saja gagal menemukan keberdaan Sadira. Kini hanya do'a yang bisa ia panjatkan demi mendapatkan pertolongan dari Allah agar senantiasa menjaga putrinya itu dari segala marabahaya dan agar ia bisa segera menemukannya.


__ADS_2