
Setelah melihat sunset, Raja mengajak Anna untuk sekalian makan malam sebelum keduanya kembali ke apartemen. Anna tampak sangat bahagia dapat menghabiskan waktu bersama suaminya itu. Saat keduanya dalam perjalanan pulang ke apartemen Raja yang menyupiri sendiri mobilnya merasakan jika ada yang sedang membuntutinya. Ingin memastikan jika firasatnya benar Raja langsung mempercepat laju mobilnya. Dan benar saja mobil yang dicurigainya pun langsung ikut mempercepat lajunya. Anna yang merasa jika Raja mempercepat laju mobil mereka langsung menoleh ke arah suaminya dan bertanya.
"Ada apa MB?"
"Sepertinya ada yang mengikuti kita Honey Bee" sahut Raja sambil terus fokus pada jalan yang ada di depannya meski sesekali pria itu melirik ke arah spion mobil untuk melihat mobil yang masih membuntutinya.
Anna ikut menoleh ke arah belakang mobil dan benar saja di belakang sana ada mobil yang terus berusaha mendekati mobil yang dikendarai oleh keduanya. Bahkan bukan hanya satu mobil, Anna dapat melihat ada beberapa mobil lain yang juga mengikuti mereka.
"Mereka sepertinya berkelompok MB" ucap Anna memberitahu pada Raja.
"Cepat kau hubungi Rudi, Ann!" titah Raja yang merasa jika inilah saatnya ia menjalankan rencananya selama ini.
Tanpa membantah wanita muda itu pun langsung menghubungi asisten Rudi yang merupakan kepercayaan Raja selama ini. Setelah tersambung wanita itu langsung mendekatkan ponselnya ke telinga Raja sambil masih tetap memeganginya.
"Iya tuan?"
"Rudi mereka sudah bergerak dan sekarang sedang mengejar kami..." terang Raja.
Mendengar perkataan Raja, Rudi langsung mengaktifkan GPS pada mobil dan juga ponsel Raja dan Anna.
"Bantuan akan segera datang tuan... sekarang arahkan mereka ke daerah Bronx tuan... kami akan melaksanakan rencana kita di sana..."
"Baiklah..." sahut Raja.
"Bagaimana?" tanya Anna yang penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh Raja dengan Rudi sebab tadi dia tidak meloudspeaker ponselnya sehingga ia tidak dapat mendengar apa yang dibicarakan oleh keduanya.
"Kita ke Bronx... mereka akan menjemput kita di sana..." terang Raja.
Anna hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Ia pun mengencangkan sabuk pengamannya karena Raja mulai menambah lagi kecepatan mobilnya. Dengan gesit Raja menyalip beberapa kendaraan yang ada di depannya demi memperlebar jarak dari para pengejarnya. Namun para pengejar itu tidak membiarkannya. Mereka juga mempercepat laju kendaraan mereka dan berusaha untuk mengejar mobil Raja. Dan saat mereka memasuki kawasan Bronx yang terkenal sangat rawan tindak kejahatan para penguntit itu pun mulai berani melakukan tindakan lebih demi mendapatkan Raja.
Tiba-tiba terdengar suara rentetan suara senjata otomatis yang mengarah ke mobil yang di tumpangi Raja dan Anna. Reflek keduanya langsung menundukkan kepala mereka. Meski begitu Raja masih fokus dengan arah jalan yang ada di depannya.
"Kau tidak apa-apa Honey Bee?" tanya Raja sambil menoleh sekilas pada Anna.
Pria itu takut jika istrinya akan ketakutan atau terluka. Meski tahu Anna pandai bela diri namun jika berhadapan dengan senjata api apa lagi senjata api otomatis pasti akan membuat wanitanya terkejut. Namun di luar dugaan Anna masih tampak tenang di tempat duduknya. Raja tidak tahu jika dulu ia juga pernah mengalami hal yang serupa saat dalam pelarian bersama Amira dan Adit adiknya.
"Aku tidak apa-apa MB..." sahut Anna tenang.
Raja tersenyum lega. Namun senyuman pria itu tak bertahan lama karena tak lama kembali terdengar suara rentetan senjata dari arah belakang dan suara peluru yang mulai tembus ke badan mobil Raja. Bahkan kaca belakang mobil Raja sudah hancur. Keduanya pun terpaksa terus merundukkan kepala demi menghindari terjangan peluru lawan. Dalam keadaan seperti itu salah satu mobil yang menyerang mereka berhasil memepet mobil Raja sehingga suara benturan dan gesekan antara kedua mobil pun terjadi.
__ADS_1
"Bertahanlah Honey Bee..." seru Raja sambil berusaha agar bisa menyingkirkan mobil yang ada disampingnya.
Dua mobil yang di tumpangi Raja dan penyerangnya pun kembali bergesekan dan berbenturan. Masing-masing berusaha untuk memeluarkan lawannya dari badan jalan. Bahkan dari arah belakang sebuah mobil lain menabrak mobil Raja dengan keras membuat mobil Raja terlonjak dan hampir terguling jika pria itu tidak bisa mengendalikan laju mobilnya. Mendapat dua lawan dari samping dan belakang tak membuat nyali Raja ciut. Ia harus menyelamatkan istri dan calon anaknya dari tempat ini sebelum ia bisa mengakhiri semuanya.
Kembali mobil yang dibelakang Raja menabrak dengan keras dari belakang membuat mobil Raja kembali terlonjak. Baru saja keempat ban mobil Raja menyentuh aspal dari samping kembali salah satu mobil penyerangnya menabrak dari samping membuat mobil Raja terguling. Didalam mobil Anna memejamkan matanya dan berusaha untuk tetap sadar dan berpegangan erat pada sabuk pengamannya agar perutnya tidak membentur dan terluka.
Raja dan Anna yang berada di dalam mobil yang terguling merasakan tubuh mereka terguncang dan jungkir balik mengikuti arah mobil yang terguling ke sisi jalanan yang sepi. Hingga akhirnya mobil itu berhenti dengan posisi terbalik. Untuk beberapa saat para penyerang mereka tampak menghentikan mobil mereka dan berusaha memastikan jika Raja dan Anna tidak lagi keluar dari dalam mobil mereka.
Di dalam mobil...
Raja yang masih tersadar, segera membuka sabuk pengamannya dan memeriksa keadaan Anna. Ia langsung bernafas lega saat mengetahui jika istrinya itu masih sadar dan tidak terluka parah. Hanya ada goresan kecil di tubuh dan pelipisnya.
"Kau baik-baik saja kan Honey Bee?" tanyanya sambil berusaha membuka sabuk pengaman Anna.
Anna hanya menganggukkan kepalanya untuk mengatakan jika ia baik-baik saja.
"Coba kau tahan tubuhmu sebentar agar tidak terjatuh Honey..."
Anna menurut, ia meraih dashboard dengan tangannya untuk menahan tubuhnya agar tidak langsung terjatuh saat Raja membuka sabuk pengamannya. Setelah berhasil di buka Anna perlahan menjatuhkan dirinya ke bawah.
"Apa pintu sampingmu bisa dibuka Honey Bee?"
"Kau ke belakang sedikit Honey Bee..." perintahnya pada Anna.
Anna pun menurut dan beringsut ke arah belakang mobil. Sedang Raja langsung beralih ke posisi Anna tadi dan berusaha untuk menendang pintu samping tempat duduk Anna. Setelah beberapa kali mencoba akhirnya pintu samping itu pun terbuka. Raja lalu beringsut keluar dari dalam mobil, masih dalam posisi merunduk ia berusaha mengeluarkan Anna sambil berlindung di badan mobil agar pergerakan keduanya tidak terlihat oleh para pengejarnya.
Entah apa yang ada dalam fikiran para penyerangnya hingga mereka hanya memperhatikan keduanya dari jarak yang tidak begitu jauh, seolah-olah mereka tengah menunggu seseorang untuk melaksanakan perintah selanjutnya. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Raja begitu saja. Setelah berhasil mengeluarkan Anna dari dalam mobil ia dan istrinya itu sejenak berlindung di sisi lain badan mobil yang tidak terlihat oleh para penyerangnya.
"Kau masih baik-baik saja bukan?" tanyanya pada Anna sambil memeriksa kondisi istrinya itu.
Anna mengangguk dan berusaha tersenyum agar Raja tidak merasa khawatir. Setelah yakin jika Anna baik-baik saja, Raja langsung mengedarkan pandangannya kesekitarnya. Ia berusaha untuk menemukan tempat terbaik untuk meloloskan diri.
"Dengar Honey Bee... setelah ini kita akan berlari ke arah sana..." tunjuk Raja pada bangunan terbengkalai yang berada tak jauh dari tempat mereka berada.
Anna mengangguk dan menyiapkan tenaganya agar dapat berlari secepatnya ke arah yang telah ditunjuk oleh suaminya. Raja mengintip dari balik badan mobilnya yang telah terbalik. Ia dapat melihat jika dari kejauhan ada satu mobil lain yanv mendekat dari arah belakang para penyerangnya. Raja menduga jika itu adalah mobil Julio. Jadi para penyerangnya sengaja menunggu bos mereka yang ingin turun tangan langsung untuk menghabisi Raja.
Saat perhatian anak buah Julio terpusat pada kedatangannya, Raja langsung menarik istrinya untuk berlari ke arah yang ditunjuknya tadi. Keduanya pun langsung berlari dengan sekuat tenaga agar bisa mencari tempat persembunyian. Sesampainya di bangunan yang terlihat sudah sangat rusak dimana atap bangunan pun sudah tidak ada karena roboh begitu pun dengan beberapa dinding tembok yang hanya tersisa sebagian yang masih berdiri tegak. Keduanya langsung bersembunyi di tempat tersebut.
Anna dan Raja langsung duduk bersandar di dinding yang masih tersisa. Keduanya tanpa sadar saling berpegangan tangan.
__ADS_1
"Maafkan aku sudah melibatkanmu dalam masalah dari masa laluku Honey Bee..." ucap Raja sambil meraih tubuh istrinya itu untuk masuk ke dalam pelukannya.
"Tidak apa-apa MB... aku sudah siap dengan masa lalumu itu..." sahut Anna yang membuat Raja mengernyitkan dahinya.
Pasalnya ia tidak pernah mengungkapkan masa lalunya pada istri kecilnya itu. Entah karena ia terlalu terbuai dengan romansa keduanya atau karena terlalu percaya diri jika identitasnya akan selalu aman. Namun sekarang ia mau tidak mau harus menghadapi konsekuensi berhadapan dengan masa lalunya dan melibatkan Anna wanita yang dicintainya yang kini tengah mengandung buah cinta keduanya.
"Kau?"
"Ya... aku sudah tahu masa lalumu dari bunda dan uncle... saat papa dan mama belum memberikan restu mereka..." ucap Anna sambil mengelus wajah suaminya.
"Bunda bilang... aku harus tahu semuanya tentang pria yang sedang aku perjuangkan meski masa lalunya begitu pahit..." sambung Anna.
"Dan kau sama sekali tidak berubah fikiran sekali pun saat kau tahu jika aku mantan kriminal?" tanya Raja tak percaya.
"Tentu saja tidak... karena Raja yang aku kenal bukan Raja yang dulu seorang kriminal... bahkan bunda juga mengatakan jika dulu sebelum kau terperosok ke dunia hitam kau adalah orang yang baik dan setia... jadi bagaimana mungkin aku akan meninggalkanmu hem..." sahut Anna sambil tersenyum.
"Bahkan wanita yang kau cintai hanya aku setelah dulu kau sempat jatuh hati pada bunda Amira" batin Anna.
Ya... Anna tahu jika Raja pernah menaruh hati pada bundanya karena sempat mendengar perdebatan antara uncle Samnya dengan Raja saat bundanya baru melahirkan setelah penyerangan di rumah bundanya. Oleh karena itu juga ia tak percaya diri saat menyadari jika dirinya jatuh cinta pada pria itu. Karena bagi Anna sosok Amira sangat sulit untuk bisa disaingi.
"Dengar Honey Bee... jika terjadi sesuatu padaku malam ini... aku ingin agar kau tetap kuat demi anak kita... kau harus hidup bahagia dan membesarkannya...."
"Stop! jangan teruskan MB... kita akan hidup bersama selamanya... menua bersama... jadi jangan pernah bilang kau akan meninggalkanku sendiri untuk merawat anak kita!" seru Anna sambil memeluk erat suaminya.
Air mata Anna langsung meleleh membayangkan jika Raja benar-benar meninggalkannya. Bagai mana bisa ia hidup tanpa pria itu disampingnya?
"Aku akan berusaha untuk tetap hidup untukmu dan anak kita Honey Bee... namun jika semua tidak sesuai rencana aku mohon agar kau tetap mau bertahan demi anak kita..." kata Raja sambil mengurai pelukannya dan kemudian dengan lembut pria itu menghapus air mata Anna yang masih deras menetes.
Raja mendekatkan wajahnya pada Anna dan memberikan kecupan lembut dibibir istrinya itu seolah ia memberikan kenangan terakhir untuk wanita yang sangat dicintainya itu.
Dor... dor... dor...
Tiba-tiba terdengar suara letusan senjata api yang membuat kedua anak manusia itu terlonjak dan menghentikan kegiatan mereka dan langsung saling berpelukan erat.
"Bagaimana Jimmy? atau harus aku panggil Raja?" terdengar suara seseorang dengan menggunakan pengeras suara.
"Julio!" desis Raja geram.
Pria itu semakin mengeratkan pelukannya pada Anna. Semua memang harus diakhiri malam ini juga... tak perduli siapa diantara mereka berdua yang akan bertahan paling akhir. Namun tekad Raja semakin kuat agar dia menghabisi Julio malam ini dan memusnahkan klan Hernandes. Karena dari klan itu hanya ada Julio yang tersisa setelah kematian Castillo dan adiknya.
__ADS_1