
Benny begitu frustasi karena rencananya untuk mendekati Bara tidak berhasil. Bahkan pemuda itu tampak enggan untuk menemuinya meski Benny beralasan dengan urusan bisnis.
"Apa Rania sudah memberitahukan pada Bara tentang masa lalu kami dan menjelek-jelekkanku didepan putraku?" batin Benny geram.
"Dasar perempuan s**d**! baru saja memiliki suami seperti Yuda saja sudah sombong... Lihat saja apa kamu masih bisa sombong saat aku membeberkan semuanya pada suami barumu itu!" gumam Benny dengan gigi gemerutuk.
Ya... Benny sangat yakin jika Rania juga pasti menyembunyikan masa lalunya dari Yuda. Dan hal ini tentu bisa dijadikannya senjata untuk menekan Rania agar bisa membujuk Bara untuk mau mengakuinya sebagai ayah kandungnya. Dengan berbekal ide dalam kepalanya, Benny berniat untuk segera mendatangi Yuda empat mata. Dan akan ia pastikan bahkan setelahnya kehidupan Rania akan porak poranda sehingga ia bisa menekan wanita itu. Namun Benny tidak menyadari jika saat ini seluruh anggota keluarga Yuda dan Rania sudah mengetahui kebenarannya tentang Bara dan masa lalu Rania sebelum menikah dengan Yuda.
Dan seperti yang sudah diharapkan oleh Rania, Yuda dan juga Bara bahwa kedua adik Bara dapat menerima kenyataan dengan sikap dewasa meski keduanya masih remaja. Keduanya meski terkejut dengan kenyataan bahwa Bara bukan kakak satu ayah dengan mereka namun tetap satu ibu dan itu sudah cukup bagi mereka. Malam itu keluarga Bara merasakan hubungan mereka semakin erat meski mengetahui kenyataan jika Bara bukan anak kandung Yuda. Di tempat lain dokter Andrew tengah berada di dalam kamar rahasianya. Setelah keluar dari penjara dokter itu sengaja memindahkan kamar rahasianya ke tempat baru meski masih dalam satu bagian rumahnya.
Saat ini ia tengah memandangi sebuah foto usang yang selama ini tidak diketahui oleh siapa pun karena ia selalu menyembunyikannya di tempat khusus. Dalam foto itu terlihat gambar sepasang pemuda pemudi tengah tersenyum bahagia sambil menatap kamera. Jika dilihat, maka gambar pemuda itu adalah gambar dokter Andrew sendiri saat masih remaja. Sedang sang pemudi tampak sangat mirip dengan Sadira.
"Tara sayang... aku sangat merindukanmu..." gumam dokter Andrew dengan wajah sendu sambil mengelus foto itu dengan jarinya.
Namun tak lama kemudian senyuman yang misterius mengembang dibibir dokter Andrew.
"Tapi tidak lama lagi kita akan bertemu lagi sayang... bersabarlah!" sambungnya lalu meletakkan foto itu kembali ke dalam kotak tempat penyimpanannya.
Kemudian dokter Andrew berjalan keluar dari dalam kamar dan segera menuju ke meja makan untuk makan malam. Di sana sudah ada bi Ijah yang sedang menyiapkan meja makan.
"Besok aku akan pergi pagi-pagi sekali bi... jadi ga usah menyiapkan sarapan karena aku akan makan di jalan..." ucapnya pada bi Ijah sebelum makan.
"Baik tuan..." sahut bi Ijah sebelum undur diri.
__ADS_1
Pagi harinya... seperti yang sudah ia katakan semalam, dokter Andrew pergi dari rumahnya pagi-pagi sekali. Ia akan pergi untuk menemui seseorang di tempat yang cukup jauh. Di perjalanan ia berhenti sebentar untuk sarapan dan kemudia berganti penampilan sebelum ia sampai di tempat tujuan. Dan disinilah kini ia berada... Penjara kelas 2 tempat dimana Hendry kini ditahan. Ya... dokter Andrew memang ingin menemui Hendry secara langsung. Untuk itu ia rela menggunakan penyamaran agar tidak diketahui oleh pihak kepolisian yang telah ia bantu. Ia memang tidak ingin jika rencananya mendekati Hendry terendus. Karena Hendry adalah kandidat terbaru yang bisa membantunya melancarkan rencananya mendapatkan kembali Taranya...
"Hendry... ada yang ingin bertemu denganmu sekarang..." kata sipir penjaga sambil membuka sel tahanan dan menyuruh Hendry keluar dan ikut dengannya.
Tanpa menjawab Hendry langsung mengikuti sipir penjaga. Walau pun di dalam hatinya ia penasaran dengan orang yang akan menemuinya itu. Sebab sejak kasusnya terungkap tidak ada seorang pun yang mau menemuinya di penjara termasuk sang kekasih. Hanya pengacara umum yang menangani kasusnya saja yang rutin menemuinya itu pun tidak lagi berlangsung saat hakim sudah memutuskan hukumannya. Hendry mengernyitkan dahinya saat mendapati seorang pria paruh baya dengan jambang lebat sudah duduk menunggunya di ruang pertemuan.
"Anda siapa dan ada perlu apa menemui saya?" tanya Hendry langsung tanpa basa-basi.
"Tenanglah Hendry... perkenalkan, namaku Jaya aku datang kemari untuk membantumu keluar dari tempat ini" ucap dokter Andrew sambil tersenyum kecil.
Hendry mengerutkan keningnya sambil menatap tajam pada orang yang tengah duduk dihadapannya itu. Dalam hatinya sudah menyala alarm untuk waspada.
"Apa keuntunganmu hingga mau membantuku?" tanya Hendry memyelidik.
"Kau memang sangat cerdas Hendry... tentu saja ada imbalan yang menguntungkan jika aku bisa membantumu... tapi jangan khawatir, sebab hal itu tidak akan merugikanmu sama sekali..." sahut dokter Andrew yang mengaku bernama Jaya itu.
Ya... meski tidak tahu identitas asli dokter Andrew tapi ia bisa tahu jika orang yang ada dihadapannya ini tengah menyamar. Ia bisa membedakan antara jenggot asli dan juga palsu dengan mudah karena ia memiliki mata yang tajam. Apalagi jarak antara dirinya dan dokter Andrew saat ini tidak ada satu meter sehingga ia bisa meneliti dengan jelas wajah dari lawan bicaranya itu.
"Ha... ha... ha... kau memang sangat cermat! tapi jangan salah sangka... aku melakukan penyamaran ini bukan untuk menipumu... tapi mereka!" tunjuk dokter Andrew pada para sipir disana.
"Kita tidak ingin kan... jika mereka tahu tentang identitasku yang menjengukmu sebelum kamu menghilang dari sini?" sambungnya.
"Tentu saja..." sahut Hendry setuju.
__ADS_1
"Baiklah... apakah sekarang kita bisa bekerja sama?" tanya dokter Andrew sambil tersenyum.
"Ya..." sahut Hendry sambil menganggukkan kepalanya.
"Bagus! kalau begitu aku akan mempersiapkan semuanya dan kau tinggal menunggu saja..." ucap dokter Andrew yang membuat Hendry merasa senang karena akan segera kekuar dari dalam sana.
Pembicaraan keduanya terputus saat sipir penjaga mengatakan jika waktu mereka sudah habis. Namun begitu keduanya sudah merasa cukup sebab sudah menjalin kesepakatan. Dokter Andrew keluar dari penjara dengan wajah sumringah. Satu lagi pion baru ia dapatkan...
"Tunggulah Tara... sebentar lagi kita akan bertemu dan kita akan hidup berdua selamanya..." batin dokter Andrew sebelum menjalankan mobilnya.
Sementara Hendry yang sudah kembali ke dalam selnya kembali berfikir. Meski tadi ia sudah setuju untuk bekerja sama dengan Jaya, tapi sinyal tanda bahaya pada hatinya tetap menyala.
"Yah... aku memang tetap tidak bisa percaya sepenuhnya pada semua orang bukan? yang terpenting sekarang adalah jika sudah ada jalan untukku agar bisa keluar dari tempat ini..." batin Hendry.
Sementara itu kehidupan terus berjalan... Sadira saat ini sudah menyelasaikan kuliahnya dan tinggal menunggu wisudanya. Masalah Bara dengan ayah kandungnya pun kini sudah clear karena Bara langsung mengkonfrontasi Benny sehingga pria itu pun lalu mengakui jika ia ayah kandung Bara. Meski mengatakan jika sudah memaafkan kesalahan Benny namun Bara tetap tidak bisa begitu saja menerima dan dekat denganayah kandungnya itu. Sebab karena ulah pria itu mamanya Rania menderita. Lagi pula di dalam hatinya hanya ada Yuda sebagai papa Bara. Karena memang pria itu yang selalu berada disampingnya dan sang mama selama tumbuh kembangnya hingga saat ini.
Walau ada rasa tidak terima karena ternyata Yuda yang telah bertahta di hati putranya dibanding dirinya, tapi setidaknya Benny lega karena Bara mau mengakuinya sebagai ayah kandungnya. Tak terasa hari ini adalah hari wisuda Sadira. Seperti saat Bara wisuda, seluruh keluarga juga datang ke acara wisuda Sadira. Kedua kakak kembar dan juga istri-istri mereka datang bersama dalam keadaan hamil. Sadira sungguh bahagia karena kedua sahabatnya sebentar lagi akan menjadi seorang ibu dan dia akan mendapatkan empat keponakan sekaligus. Ya... Ayana dan Hana memang tengah mengandung anak kembar. Meski begitu mereka belum mau mengetahui jenis kelamin anak-anak mereka agar nanti menjadi kejutan.
Selesai acara wisuda Sadira langsung ikut pulang ke Indo bersama keluarganya dan juga Bara. Apa lagi setelah itu ia dan Bara langsung disibukkan dengan persiapan pernikahan mereka. Masalah Benny yang ternyata ayah kandung Bara pun sudah diketahui oleh Sadira dan juga keluarganya dan mereka bisa menerimanya. Semuanya berjalan terasa sangat lancar membuat semua orang merasa jika ini adalah akhir bahagia bagi kisah cinta Bara dan Sadira. Tanpa mereka ketahui jika saat ini ada bahaya yang tengah mengincar sang calon mempelai wanita. Siapa lagi jika bukan dokter Andrew yang kini sudah bisa mengeluarkan Hendry dari penjara dan menyembunyikannya di villa miliknya.
Mungkin semua akan bertanya bagaimana Hendry bisa keluar dari penjara dengan mudah? Sebab dengan keahlian dokter Andrew, ia berhasil membuat Hendry secara resmi sudah dinyatakan meninggal akibat bunuh diri saat menunggu hukuman matinya. Berita Hendry yang memilih bunuh diri ketimbang menjalani hukuman tembak mati, sempat menggegerkan media. Namun tentu saja itu hanya berlangsung singkat karena setelah beberapa hari beritanya langsung menghilang tersingkir oleh berita heboh baru tentang seorang artis yang ketahuan selingkuh dengan seorang pengusaha yang sudah beristri.
Kenapa polisi bisa percaya jika Hendry benar mati bunuh diri? tentu saja itu juga karena hasil rekayasa dokter Andrew yang sempat memberikan obat pada Hendry yang bisa membuat jantungnya berhenti berdetak selama 45 menit. Sehingga bukan salah para dokter yang memeriksanya pertama kali jika menyangka kalau Hendry benar sudah mati. Sebenarnya ini sangat beresiko, karena obat itu merupakan hasil uji cobanya sendiri dan belum pernah diberikan pada manusia. Tapi dokter Andrew begitu yakin dengan hasil kerjanya dan lagi ia juga tak begitu memperdulikan nyawa Hendry meski ia masih membutuhkan pria itu untuk menjalankan rencananya. Baginya Hendry tak lebih dari kelinci percobaannya baik itu untuk obat racikannya mau pun menjadikan Hendry penggantinya seperti dulu saat ia memilih Ricko. Ya... Hendry bagi dokter Andrew adalah Ricko kedua yang akan menjalankan semua perintahnya untuk memiliki Sadira yang baginya adalah Taranya....
__ADS_1
Dokter Andrew hanya perlu membayar petugas yang mengurus mayat Hendry untuk membeli tubuh Hendry dengan alasan untuk bahan praktek medis. Dan benar saja... dengan mudah dokter Andrew langsung bisa membawa tubuh Hendry segera setelah surat kematian Hendry ditanda tangani oleh dokter. Dan dengan menggunakan ambulans pribadinya dokter Andrew membawa Hendry ke villanya. Sebelumnya saat baru meluar dari rumah sakit, dokter Andrew langsung menyuntikkan obat penawar pada Hendry meski masih berada di dalam mobil. Jadi kuburan Hendry hanyalah kuburan palsu.
Sejak tinggal di villa dokter Andrew, Hendry kembali merasakan kehidupan bebasnya. Meski belum bisa bebas seperti dulu tapi setidaknya ia telah kelaur dari dalam penjara. Dan Hendry sangat mensyukurinya. Sedangkan dokter Andrew tengah berpacu dengan waktu untuk bisa mendapatkan Sadira sebelum gadis itu menikah dengan Bara.