BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Amukan


__ADS_3

Ketiga orang itu pun memperhatikan rekaman cctv dengan seksama. Terlihat disana saat sebuah mobil melintas keluar dari gerbang hotel. Tampak pula Amira yang mengejar dari belakang lalu menaiki moge yang kebetulan terparkir dekat gerbang. Melihat tingkah Amira yang nekat menaiki moge membuat ketiganya terperangah.


"Sepertinya mobil itu yang membawa nyonya Sarah dan nyonya Amira mengejarnya...." ucap Lukas yang kini mulai memanggil Amira dengan embel-embel nyonya.


"Cepat kita susul dia ... Lukas lacak keberadaan Amira melalui GPS yang aku pasang pada cincinnya!" kata tuan Sam lalu ketiganya pun langsung menuju mobil untuk menyusul Amira.


Sejak kejadian yang menimpa adiknya tuan Sam sengaja memasang GPS pada cincin pernikahan yang ia berikan pada Amira untuk berjaga-jaga. Dan siapa yang menyangka jika belum ada satu jam cincin itu terpasang dijari Amira sudah ada kejadian seperti ini.


Ketiga pria itu langsung menuju mobil untuk menyusul Amira tak lupa Lukas pun menghubungi pihak kepolisian dan ambulans berjaga-jaga jika nanti terjadi sesuatu. Setelah mengetahui posisi Amira tuan Sam yang memegang kemudi pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sementara Amira masih fokus mengejar mobil yang membawa nyonya Sarah. Karena penampilannya saat mengendarai moge membuat Amira mendadak viral karena banyak yang merekam aksinya sepanjang jalan. Tanpa mengenal takut Amira terus menyalip kendaraan yang ada didepannya demi bisa mendekati mobil yang sedang membawa nyonya Sarah.


Rekaman Amira yang sedang ngebut mengendarai moge dengan masih mengenakan gaun pengantin menyebar dengan cepat bahkan sudah sampai di tangan pencari berita dan disiarkan di televisi. Bu Wati yang sedang menjaga anak-anak nyonya Sarah karena dia pamit sebentar untuk ke toilet pun melihatnya di televisi yang ada ditempatnya menunggu.


"Ya Allah Ra..." seru bu Wati sambil menutup mulutnya.


Kedua bocah yang ada bersamanya pun melihatnya dan berteriak senang menyangka jika Amira sedang bermain-main.


"Dimana nyonya Sarah ya..." kata bu Wati sambil melihat kesekelilingnya.


Sementara para tamu undangan pun mulai gelisah karena kedua pengantin dan keluarganya tak lagi tampak disana.


"Hei lihat ponsel kalian..." kata salah seorang tamu undangan ketika dirinya membuka ponselnya dan mendapati vidio Amira yang memenuhi jagat maya.


Teman-temannya pun mengikuti kata orang tersebut dan langsung melihat aksi Amira. Mendadak tempat itu menjadi riuh karena pengantin wanita yang ngebut dengan moge masih mengenakan baju pengantin. Beragam komentar pun keluar dari mulut mereka.


"Apa mungkin dia kabur dari pernikahannya?" ujar seseorang.


"Kalau niat kabur udah dari sebelum akad kali dia pergi" timpal yang lain.


Yuda yang juga melihat vidio Amira hanya bisa menggelengkan kepala dan tersenyum kecil.


"Kamu masih juga bar-bar seperti dulu Ra..." gumamnya.

__ADS_1


Tuan Sam yang mengendarai mobil sportnya dapat dengan cepat menyusul Amira. Dilihatnya gadis yang baru beberapa saat lalu sah menjadi istrinya itu tampak fokus menyalip setiap kendaraan yang ada dihadapannya. Sedang tuan Bram yang baru pertama kali melihat tingkah Amira menatap tak percaya jika gadis yang sedang ngebut di depan mobil mereka itu mantan baby sitternya yang sekarang menjadi kakak iparnya. Lukas yang duduk di belakang pun memaklumi keterkejutan tuan Bram. Jika saja dulu ia belum pernah melihat kenekatan Amira saat melawan para penculik yang mencoba menculik anak nyonya Sarah dan tuan Bram bisa dipastikan ia pun akan bereaksi sama seperti tuan Bram.


Terlihat mobil yang membawa nyonya Sarah berbelok kearah jalan yang semakin sepi. Amira sengaja tak berniat untuk berada terlalu dekat dengan mobil yang ada didepannya itu. Amira masih ingat saat rekan salah seorang penculik itu dulu pernah menggunakan senjata api. Jadi ia tak mau mengambil resiko jika pria itu juga akan menggunakan senjata api. Namun saat mobil itu melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu mobil itu menambah laju kecepatannya karena tampak dari jauh sebuah kereta tengah melaju cepat kearah mereka. Mobil itu pun dapat melintas dengan aman. Jarak kereta dan perlintasan semakin dekat. Namun Amira tak mau jika ia harus kehilangan jejak karena itu ia langsung menambah kecepatan moge yang dikendarainya dan mengangkat stang motor itu agar dapat melompati perlintasan kereta.


Matinya mesin kendaraan saat kereta api akan melintas membuat Amira memiliki ide gila tersebut. Berharap mesin moge itu tak mati saat melintas di perlintasan karena jarak kereta yang semakin dekat. Melihat Amira yang melompati perlintasan kereta dengan menaiki moge dan jarak kereta yang akan melintas terlalu dekat membuat tiga pria yang ada di dalam mobil merasa jantungnya akan copot.


"Amiraa...." teriak tuan Sam yang tak menyangka istri barunya melakukan hal extrem.


Sedang ia sendiri secara reflek menginjak rem mobilnya. Mobil itu pun berhenti tepat di depan perlintasan kereta saat kereta api melintas di depan mereka. Tuan Sam tercekat tak tahu bagaimana dengan nasib Amira yang terlanjur melompati perlintasan kereta. Matanya melotot sedang tangannya mencengkram erat stir mobilnya hingga telapak tangannya memerah. Dua pria yang ada disamping dan juga belakangnya pun sama mematung melihat kejadian barusan yang seperti adegan dalam film action.


Sementara Amira yang ternyata berhasil melintas langsung melajukan motornya mengejar mobil yang ada didepannya meski mobil itu tampak semakin menjauh. Tak memikirkan apapun Amira terus memacu kecepatan motor yang dikendarainya agar dapat segera memperpendek jarak dengan mobil yang membawa nyonya Sarah. Ketika kereta yang ada di depannya selesai melintas tuan Sam menarik nafasnya lega karena terlihat olehnya Amira yang menjauh dari perlintasan kereta. Dengan cepat tuan Sam pun kembali memacu mobilnya agar dapat menyusul Amira.


"Lukas cepat telfon polisi suruh mereka mengikuti kita..." kata tuan Sam masih dengan mengemudikan mobilnya.


Lukas pun langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh tuannya. Mobil yang membawa nyonya Sarah kembali berbelok masuk ke kawasan yang cukup sepi dan terpencil tampak dari kejauhan sebuah bangunan mirip gudang yang sudah terbengkalai. Mobil itu pun memasuki halaman bangunan itu lalu berhenti tepat di depan bangunan tersebut lalu keduanya turun dari mobil dan hendak membawa nyonya Sarah ke dalam. Namun mereka mendengar suara motor mendekat.


"Kau bawa saja wanita ini masuk, aku akan melihat siapa yang datang..." kata salah satu diantara mereka.


Tak lama terlihat Amira datang dengan motornya. Melihat Amira pria itu meringis.


"Jadi kau yang datang gadis bar-bar" gumamnya.


Lalu ia pun mengeluarkan sesuatu dari balik pakaiannya, yang ternyata adalah sebuah senjata api. Pria itu pun langsung mengarahkan senjata api itu pada Amira yang mulai mendekat. Melihat seorang pria yang menodongkan sejata api padanya Amira tahu jika pria itu tidak main-main. Terdengar suara letusan senjata api. Dorr... seketika Amira menjatuhkan motornya ke samping dan melepaskan tangannya dari stang motor. Saat itu juga ia meloncat dan berguling ke samping sedang motor itu melaju cepat tanpa pengemudi tepat ke arah pria yang menembak Amira. Dan dengan cepat motor itu pun menabrak tubuh pria tersebut hingga pria itu terpelanting dan senjatanya terlepas dari tangannya. Sedang Amira yang terguling sempat terantuk pada sebuah batu yang membuat pelipisnya terluka dan mengeluarkan darah.


Dengan perlahan Amira bangkit dan berjalan ke arah bangunan gudang. Namun langkahnya dihadang oleh pria yang tadi berusaha menembaknya. Rupanya pria itu masih selamat dan kini menghadang Amira.


"Rupanya luka yang kuberikan saat itu belum cukup membuatmu jera" kata Amira.


"He...he...he.... luka seperti itu kecil..." ucap pria itu mengejek Amira.


Dengan cepat Amira kembali menarik gaunnya keatas dan mengikatkan ujungnya di pinggang.

__ADS_1


"Kalau begitu rasakan ini" ucap Amira langsung menyerang pria yang ada dihadapannya itu.


Pria itu pun langsung membalas serangan Amira. Keduanya pun langsung baku hantam tanpa ada yang mau mengalah. Tahu jika ia tak boleh membuang waktu Amira pun langsung mengarahkan tendangannya ke tengkuk pria itu saat ia lengah. Tidak itu saja ia pun menghadiahinya dengan bogemnya ke arah rahang yang membuat pria itu pun terkapar.


Melihat lawannya tumbamg Amira pun langsung bergegas untuk masuk ke dalam namun saat itu keluar pria teman orang yang baru saja ia buat pingsan. Tanpa ba bi bu Amira langsung menyerang pria itu dengan cepat. Tak siap dengan apa yang dihadapinya pria itu pun langsung kuwalahan dan dalam sekejap sudah terkapar. Selesai membereskan kedua orang itu Amira langsung masuk ke dalam dan mencari nyonya Sarah. Setelah menelusuri tiap ruangan yang ternyata kosong, akhirnya ia dapat menemukan nyonya Sarah yang berada dibagian paling belakang tempat itu dalam keadaan terikat dan masih tak sadarkan diri.


Bergegas Amira menghampiri nyonya Sarah dan mencoba untuk membuka ikatan pada tubuh dan tangannya. Saat itulah tiba-tiba seseorang memukulnya dari arah belakang. Seketika tubuh Amira tersungkur.


"Berani sekali kau mengacaukan semua rencanaku..." terdengar suara seseorang dari belakang.


Masih merasakan sakit dikepalanya, Amira berusaha untuk berdiri dan membalikkan badannya.


"Mbak Mela..." ucapnya ketika melihat siapa orang yang ada didepannya.


Mela tersenyum sinis, terlihat ditangannya sebatang kayu yang tadi ia gunakan untuk memukul Amira. Darah kembali mengucur dari kepala Amira akibat pukulan Mela. Namun Amira tak menghiraukannya juga rasa sakit yang kini dirasakannya.


Mela kembali mendekati Amira dan berusaha untuk memukulnya dengan kayu yang masih digenggamnya. Tapi Amira dengan cepat menghindar kesamping dan justru berhasil menendang tubuh bagian belakang wanita itu dan membuatnya langsung tersungkur. Tak membuang waktu Amira langsung menarik rambut Mela yang membuat wanita itu menjerit kesakitan.


"Kau benar-benar sudah salah memilih lawan..." kata Amira sambil menyentakkan tubuh Mela ke lantai.


Mela tak menduga jika Amira masih memiliki tenaga untuk melawannya. Sambil meringis menahan sakit Mela berusaha untuk bangun dan berdiri. Tapi baru saja ia bisa menegakkan tubuhnya Amira sudah kembali memberinya pukulan daan tendangan.


"Kalau dulu kau dimaafkan, tapi tidak untuk kali ini" ucap Amira.


"Aku tak segan akan membunuhmu saat ini juga!" teriak Amira kembali melayangkan pukulannya pada Mela yang sudah kepayahan.


Tiba-tiba seseorang menarik tubuh Amira dari belakang dan memeluknya.


"Sudah Amira.... sudah..." terdengar suara tuan Sam ditelinganya.


"Tapi dia ingin melukai kak Sarah lagi... aku tidak bisa membiarkannya..." ucap Amira tak mau berhenti.

__ADS_1


Tuan Sam semakin erat memeluk tubuh Amira hingga gadis itu pun akhirnya berhenti dan tak lagi berontak.


__ADS_2