BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Melepas Rindu


__ADS_3

Anna baru saja melangkahkan kakinya keluar dari gedung tempat kuliahnya sendirian tanpa Risa karena sahabatnya itu masih harus mengikuti jadwal kuliahnya yang memang berbeda dengan Anna. Hari ini Anna masuk kuliah pagi sedangkan Risa siang hari. Saat ia akan melewati gerbang kampus ia dikejutkan dengan seseorang yang sudah menunggunya di sana.


"Devan?" batinnya.


Anna langsung merasa tak nyaman dengan kehadiran pemuda itu di depan kampusnya. Entah dari mana Devan bisa tahu jika ia kuliah disana.


"Halo Anna..." sapa Devan ramah.


Pemuda itu tampak tidak canggung menyapa Anna meski pertemuan mereka terakhir sangat tidak menyenangkan.


"Hai..." sahut Anna datar.


"Kau sedang menunggu siapa disini?" tanya Anna basa basi.


"Sebenarnya aku menunggumu Ann..." jawab Devan sambil tersenyum kikuk.


Sebenarnya ia juga agak canggung menemui Anna seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi hanya ini yang bisa ia lakukan agar bisa menemui Anna setelah kejadian terakhir di club dirinya sudah tidak bisa lagi menemui gadis itu karena semua akses ditutup oleh keluarga Anna.


"Untuk apa?" tanya Anna datar.


Devan menghela nafasnya pelan. Anna tetap saja dingin bila berbicara dengannya. Berbeda bila ia berbicara dengan pria dewasa yang ia lihat waktu itu. Anna bahkan terlihat sangat ceria dan nyaman bersamanya. Dan kini pria itu bahkan sudah menjadi suami Anna.


"Aku... ingin meminta maaf soal waktu itu... jika saja aku tidak memaksamu untuk datang ke sana pasti hal itu tidak akan terjadi..." ungkapnya tulus.


"Aku sudah memaafkanmu sejak dulu..." sahut Anna.


"Terima kasih... masih bisakah kita berteman?" tanya Devan sambil mengulurkan tangannya pada Anna.


Anna mengangguk lalu membalas uluran tangan Devan dan menjabat tangannya singkat. Devan tersenyum saat Anna mau membalas jabatan tangannya.


"Terima kasih... sudah mau tetap menjadi temanku..." ucap Devan setelah Anna melepaskan jabatan tangannya.


"Sama-sama..."


"Mau kuantar pulang?" tawar Devan.


"Tidak terima kasih" sahut Anna tegas.


"Ayolah... sekalian aku traktir kau makan siang... sebagai tanda permohonan maafku tadi..."


"Tidak perlu! Anna akan makan siang denganku" terdengar suara yang sangat dirindukan oleh Anna.


Devan dan Anna langsung menoleh ke arah suara. Anna langsung mengembangkan senyumnya saat melihat siapa yang baru saja berkata. Berbeda dengan Devan. Pemuda itu langsung terlihat murung saat tahu jika Raja ternyata sudah ada disana. Padahal beberapa minggu ini ia yang berada di Inggris untuk syuting film terbarunya sudah menyuruh orang untuk mencaritahu tentang Anna. Dan orang itu bilang jika Anna tinggal berdua dengan Risa selama di Oxford. Sedang suaminya tidak pernah terlihat. Karena itulah ia memberanikan diri untuk menemui Anna. Tapi kenyataannya kini pria yang menjadi suami Anna itu sudah berada dihadapannya.


"MB... kau datang!" seru Anna dan langsung menghambur kepelukan suaminya itu.


Devan hanya bisa tersenyum kecut saat melihat keromantisan pasangan yang ada dihadapannya itu. Sementara hatinya kembali terluka tapi tak berdarah di dalam sana.


"Maaf... aku tidak tahu jika anda ada disini..." ucap Devan canggung setelah Anna melepaskan pelukannya pada Raja.


"Tidak apa-apa..." sahut Raja datar.


"Tapi lain kali kau tidak usah mengajak istriku meski aku sedang tidak berada disampingnya" sambung Raja memberikan ultimatum pada Devan.


Devan hanya bisa mengangguk sedang Anna tampak sama sekali tidak keberatan dengan sikap possesive dari suaminya itu.

__ADS_1


"Kalau begitu aku permisi..." pamit Devan.


Anna dan Raja hanya menganggukkan kepala mereka secara bersamaan. Setelah Devan berlalu Raja kembali memeluk istrinya dengan erat.


"Kenapa kau tadi menjabat tangannya hem?" tanyanya dengan possesive.


"Dia hanya ingin meminta maaf MB..."


"Tapi tidak perlu dengan berjabat tangan dan mengajakmu makan siang!" potong Raja geram.


"Kau cemburu?" ucap Anna sambil terkekeh.


Ia suka saat Raja menunjukkan sikap cemburunya. Bukankah itu berarti jika pria itu sangat mencintainya?


"Tentu saja aku cemburu... karena kau adalah milikku!" seru Raja geram karena Anna yang terlihat senang saat melihat dirinya yang cemburu.


Jika saja ini bukan di tempat umum maka ia sudah akan memberikan hukuman yang tentu saja akan membuat wanitanya itu lemas.


"Kau sudah makan MB?" tanya Anna yang membuyarkan lamunan Raja.


Pria itu pun menggelengkan kepalanya. Ia memang tadi turun dari pesawat langsung menuju Oxford demi menemui istrinya itu hingga ia belum sempat mengisi perutnya kecuali makanan dari pesawat.


"Kalau begitu kita makan siang bersama..." ajak Anna langsung menarik tangan Raja yang masih berdiri di tempatnya.


"Kita naik mobil saja..." ucap Raja sambil menuntun Anna ke mobilnya.


Anna pun menurut. Lalu keduanya masuk ke dalam mobil dengan Raja yang mengemudinya. Keduanya pun menuju sebuah restoran untuk makan siang. Setelah makan siang bersama Raja langsung mengantar Anna kembali ke apartemen.


"Masuklah MB..." ajak Anna setelah ia membuka pintu apartemen.


Ini kali kedua Raja masuk ke dalam sana. Tak ada yang berubah. Apartemen kecil itu tetap terlihat rapi karena kedua gadis yang ada disana bukan tipe pemalas untuk urusan bersih-bersih. Anna dan Risa memang anak orang yang berada namun keduanya cukup mandiri sehingga untuk urusan rumah tangga keduanya sudah biasa. Dan di perantauan keduanya semakin mandiri karena tidak bisa seenaknya menggunakan fasilitas kedua orangtua mereka.


"Aku tidak ingin apa-apa Honey Bee... aku hanya ingin dirimu..." sahut Raja yang langsung menahan tubuh istrinya itu dan memeluknya dari belakang.


Nafas pria itu pun sudah terdengar berat saat tubuh keduanya saling bersentuhan. Raja membalikkan tubuh Anna sehingga kini keduanya saling berhadapan. Raja sudah memandang wajah Anna dengan sayu. Terlihat sekali jika pria itu sedang menahan hasratnya. Anna pun tidak bisa menampik jika ia juga merasakan hal yang sama dengan suaminya itu. Tanpa aba-aba Raja mulai m**l***t bibir Anna yang memerah itu. Rasa rindu akan sentuhan istrinya selama dua bulan ini sungguh sangat menyiksanya.


Anna pun pasrah dan bahkan mulai membalas sentuhan dari Raja. Dengan nafas memburu keduanya beranjak ke kamar Anna untuk menuntaskan semuanya yang tertahan selama dua bulan ini. Dan entah sudah berapa kali keduanya melakukannya hingga tubuh mereka ambruk karena kelelahan. Raja tersenyum bahagia karena kembali bisa bersama istrinya. Wajah lelah Anna tak mengurangi kecantikannya di mata Raja. Bahkan rasanya ia ingin mengulangi kegiatan mereka lagi jika tak melihat wajah istrinya yang sedikit pucat karena kelelahan.


"Aku akan membuka bisnis baru di London Honey Bee..." ucap Raja sambil merapikan anak rambut yang menutupi kening Anna yang masih sedikit basah karena keringat.


"Benarkah? jadi kau akan tinggal di sini?" tanya Anna antusias.


Raja menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Memang dua bulan ini ia sibuk mempersiapkan segalanya di New York agar dia bisa tenang mengurus bisnis barunya di London. Anna mengecup bibir Raja singkat dan langsung menyusupkan kepalanya di dada bidang suaminya.


"Terima kasih... aku tahu kau melakukan itu pasti untukku..." ucapnya lirih.


"Apa pun akan kau lakukan agar bisa selalu ada disampingmu Honey Bee..." sahut Raja sambil mengecup puncak kepala Anna.


"Lalu kita akan tinggal dimana?" tanya Anna polos.


"Tentu saja di apartemen kita sendiri Honey Bee... nanti kita akan memilihnya bersama..." jawab Raja terkekeh.


"Lalu Risa?" Anna teringat dengan sahabatnya itu.


Rasanya tidak tega meninggalkan gadis itu tinggal sedirian di apartemen. Tapi untuk tetap tinggal bersama itu tidak mungkin karena ada Raja suaminya. Ia juga tahu jika Risa pasti akan canggung jika mereka tinggal bersama.

__ADS_1


"Kita akan mencari apartemen yang tidak jauh dari sini agar temanmu itu tidak merasa ditinggalkan dan kalian masih bisa sering bertemu..."


"Baiklah... sekali lagi terima kasih MB..." ucap Anna tulus.


"Hemmm... sebenarnya itu semua juga tidak gratis Honey Bee..." kata Raja yang membuat Anna sontak memandang suaminya itu dengan pandangan horor.


Ia tahu dengan maksud dari suaminya itu tentang hal tidak gratis. Dan ia juga tahu jika bayaran yang akan di minta oleh Raja tidak akan jauh dari masalah ranjang.


"Jangan khawatir... aku tidak akan meminta bayarannya sekaligus... tapi dengan dicicil karena itu akan sangat menyenangkan..." sambungnya tak memperdulikan tatapan horor dari istri kecilnya.


"Kau..."


Anna tak dapat melanjutkan kalimatnya karena Raja sudah membungkam mulutnya dengan ciuman panas.


"Dan ini cicilan pertamanya..." ucap Raja saat melepaskan ciumannya sejenak.


Dan sudah bisa diduga pria itu kembali membuat istri kecilnya itu melayang hingga lemas. Keduanya baru berhenti hingga sama-sama mendapatkan puncaknya dan terkulai lemas diatas tempat tidur. Raja menyempatkan dirinya untuk mengecup kening Anna sebelum keduanya benar-benar tertidur.


Saat Anna terbangun dari tidurnya ia terkejut saat menyadari jika hari sudah sore. Sebentar lagi sahabatnya Risa pasti akan pulang dari kampus. Dengan tergesa ia berusaha membangunkan Raja agar pria itu bisa membersihkan diri sebelum Risa datang. Anna merasa tidak enak jika nanti Risa pulang dan mendapati dirinya dan Raja dalam keadaan berantakan. Bisa ternoda mata perawan milik sahabatnya itu.


"MB... bangun... sudah sore... Risa sebentar lagi pulang..." ucap Anna sambil menggoyangkan lengan suaminya itu.


"Hemmm... lima menit lagi Honey..." gumam Raja malah mengeratkan pelukannya.


"Tapi sebentar lagi Risa pulang MB... aku jadi tidak enak nanti..." kata Anna tak mau menyerah.


Perlahan Raja pun membuka matanya dan menatap Anna dengan wajah bantalnya.


"Kalau begitu kita mandi bersama agar bisa cepat" putusnya sambil tersenyum.


"Jangan! nanti kau malah berbuat macam-macam" tolak Anna.


"Tidak akan macam-macam... aku janji..." ucap Raja sambil mengangkat satu tangannya dan membuat huruf V dengan dua jarinya.


"Tapi hanya satu macam saja..." sambungnya dalam hati.


Anna yang merasa takut jika Risa keburu datang pun akhirnya setuju. Dan Anna langsung menyesali keputusannya karena Raja tidak menepati janjinya. Keduanya keluar dari kamar mandi dengan wajah yang berbeda. Anna dengan wajah yang sedikit ditekuk sedang Raja memasang wajah ceria dan tidak berdosa sudah kembali membuat istrinya itu kelelahan. Untung saja Risa belum pulang saat keduanya selesai dari kamar mandi. Jika tidak maka mau taruh di mana muka Anna kalau Risa menergoki perbuatan keduanya tadi di kamar mandi. Sebab kamar mandi di apartemen itu hanya satu.


Bisa dibayangkan bagaimana fikiran polos sahabatnya itu akan ternoda jika memergoki dirinya dan Raja di kamar mandi berdua.


"Sudah jangan cemberut seperti itu Honey Bee..." bujuk Raja yang tahu jika istrinya marah.


"Sudah jangan merayu... cepat kita sholat!" potong Anna masih dalam mode marah.


Raja pun mengalah dan keduanya pun sholat berjamaah berdua. Selesai sholat Anna langsung menuju dapur untuk menyiapkan minuman dan camilan sore untuk Raja. Meski ia sedikit dongkol dengan kelakuan suaminya yang sangat mesum namun ia juga ingin menjadi istri yang baik dengan masih melayani suaminya itu. Apa lagi ia juga sadar jika dua bulan berpisah membuat suaminya menahan hasratnya sekian lama. Untung Raja pria setia dan tak jajan diluaran sana. Saat Anna baru saja akan membawakan minuman dan camilan untuk Raja yang sudah duduk di sofa pintu apartemen di buka dari luar.


"Assalamulaikum..." tampak Risa yang baru pulang dari kampusnya.


"Waalaikum salam..." sahut Anna dan Raja bersamaan.


"Wah ternyata ada kak Raja..." ucap Risa saat melihat Raja yang duduk di sofa.


"Kapan datang kak?" tanyanya.


"Tadi siang Ris... sekalian jemput Anna di kampus" terang Raja.

__ADS_1


"Kalau begitu aku ke kamar dulu ya kak... Ann..." pamit Risa pada Raja dan Anna.


Keduanya pun mengangguk dan membiarkan Risa masuk ke dalam kamarnya. Malam harinya Raja mengajak Anna dan Risa makan malam di restoran. Ia juga menyuruh Risa untuk mengundang Zaeed untuk ikut makan malam bersama. Keempatnya pun menikmati makan malam bersama sambil berbincang riang.


__ADS_2