BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Pengepungan


__ADS_3

Beberapa orang bertopeng menghadang mobil tuan Sam yang dikemudikan oleh Dave. Tampaknya orang-orang itu telah merencanakan aksi mereka sehingga memilih tempat yang cukup sepi. Orang-orang itu langsung menggedor pintu mobil dan menyuruh semua penumpang untuk turun. Bahkan ada yang berusaha untuk merusak kaca jendela mobil. Tuan Sam dan Dave tampak waspada. Begitu juga Amira dan Sandra yang duduk di jok belakang. Amira bahkan sudah mengambil gendongannya bersiap menggendong kedua putranya. Melihat itu Sandra memegang lengan Amira.


"Biarkan aku membawa salah satu bayimu agar kau dapat bergerak bebas..." ucap Sandra yang menyadari jika mungkin saja nanti mereka akan melakukan perkelahian.


Amira mengangguk setuju dengan usul Sandra. Untung saja ia dan tuan Sam membawa dua gendongan terpisah. Karena ia dan suaminya itu memang sepakat untuk berbagi membawa kedua putra mereka. Amira pun menyerahkan Samir pada Sandra dengan meletakkannya pada gendongan model belakang yang telah dikenakan oleh gadis itu. Setelah itu Sandra juga membantu Amira meletakkan Sahir di dalam gendongannya.


Sementara di bagian depan tampak tuan Sam sudah mengeluarkan sebuah senjata api dari dalam dashboard mobilnya. Begitu juga dengan Dave yang ternyata juga menyimpan senjata di balik pakaiannya. Kedua pria itu langsung mengokang senjata mereka masing-masing secara bersamaan.


Amira tampak terkejut saat melihat tuan Sam mengeluarkan senjatanya. Sebab selama ini ia tidak pernah melihat suaminya itu memegang senjata atau pun menyimpannya baik di rumah atau pun tempat lain. Tuan Sam yang merasa jika Amira tengah menatapnya langsung menoleh kebelakang.


"Tenang Meyaa... ini senjata resmi, kami memiliki surat-suratnya..." terang tuan Sam yang mengerti dengan fikiran istrinya saat ini.


Bahkan Dave pun mengangguk membenarkan ucapan tuan Sam.


"Kau jaga anak-anak ya ... biar kami yang mengurus mereka" lanjut tuan Sam kemudian membuka pintu mobil setelah menyembunyikan senjatanya di balik pakaiannya. Begitu juga dengan Dave pria itu juga mengikuti langkah temannya.


Kini dua pria itu telah keluar dari dalam mobil. Orang-orang itu juga menyuruh agar Amira dan Sandra untuk keluar. Kedua wanita itu pun keluar mengikuti perintah para penjahat bertopeng itu. Dalam hati mereka berempat masih dilanda tanda tanya apa yang sebenarnya diinginkan oleh para penjahat itu.


Tiba-tiba salah satu diantara orang bertopeng itu menarik tangan Amira dan menyeretnya ke depan pimpinan mereka. Tuan Sam yang tak rela istrinya diperlakukan kasar langsung berusaha menolong namun beberapa orang bertopeng itu menahannya dengan mengarahkan senjata api padanya. Amira yang melihat suaminya ditodong dengan senjata langsung menggelengkan kepalanya memberi tanda pada tuan Sam agar tidak melawan. Melihat itu tuan Sam pun menurut. Lagi pula ia tak ingin mati konyol dan tak bisa menyelamatkan istri dan kedua anaknya.


"Apa mau kalian?" tanya Amira tanpa rasa takut.


"Jadi kau perempuan pembuat masalah itu? hah..aku fikir akan sulit untuk menaklukkanmu tapi ternyata semudah ini..." kata pemimpin orang bertopeng itu tanpa mau menjawab pertanyaan Amira.


"Apa urusanku dengan kalian hah!"


"Urusanmu itu dengan bos kami gendut! kami hanya menjalankan perintahnya" sahut orang itu.


"Siapa bos kalian? berani-beraninya ingin mencelakai istriku!" sergah tuan Sam.


"Ck...ck...ck... sungguh sepasang suami istri yang sangat serasi... kalian sama-sama galak! meski sudah terkepung tapi masih punya nyali juga" sahut orang itu.

__ADS_1


Tiba-tiba Amira langsung menyerang pria pimpinan penjahat bertopeng itu dengan tendangan dan pukulan bertubi-tubi sehingga mengejutkan orang itu dan juga anak buahnya. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh tuan Sam dan yang lainnya. Mereka langsung menyerang para penjahat yang ada disamping mereka. Bahkan tuan Sam yang tadi sempat ditodong senjata sudah dapat merebut senjata itu dari sang empunya dan menghajarnya.


Demikian juga dengan Dave dan Sandra mereka juga melakukan perlawanan yang sengit. Dan dalam waktu singkat beberapa orang dari para penjahat itu telah terkapar tak sadarkan diri. Dave yang baru saja menyaksikan kehebatan Sandra melawan penjahat sambil menggendong Samir tampak berdecak kagum.


"Kau biasa saja... aku kan anak pelatih karate" ujar Sandra mendengar decak kagum dari Dave.


Pria bermata biru itu pun hanya meringis sambil membenarkan ucapan Sandra. Sementara pertarungan Amira dan sang pemimpin orang bertopeng belum berakhir. Amira tampak gesit melakukan tendangan dan pukulan meski ada Sahir didalam gendongannya. Bahkan beberapa kali tendangan dan pukukannya tepat bersarang di tubuh dan wajah orang itu. Sedang orang itu tampak beberapa kali gagal menyarangkan pukulannya pada Amira karena wanita itu dengan cepat dapat menghindar dari serangan orang itu.


Tiba-tiba terdengar letusan senjata api yang membuat keduanya seketika menghentikan pertarungan mereka. Tampak seseorang menodongkan senjata ke arah Amira sambil berjalan mendekat. Saat itulah mereka tahu siapa orang yang baru datang itu.


"Keysha?" kata Amira, tuan Sam dan Dave secara bersamaan.


Hanya Sandra yang tidak tahu siapa wanita yang baru datang itu.


"Ha..ha..ha... akhirnya kita bertemu lagi Sam!" kata Keysha tanpa memperdulikan Amira.


Sedang pria bertopeng yang tadi bertarung dengan Amira langsung mengambil senjata dari balik pakaiannya dan menodongkannya pada Amira. Sedang Keysha perlahan menghampiri tuan Sam.


"Jadi kecelakaan Karina..." ucap tuan Sam terputus.


"Ya Sam... gadis bodoh itu mati karena campur tanganku!" potong Keysha dengan senyum masih mengembang dibibirnya.


"Kau keterlaluan Keysha! apa salah Karina padamu hah? dia begitu baik padamu dan juga Siska" seru tuan Sam tak menyangka jika perempuan itu tega menghabisi sahabatnya sendiri.


Memang setelah kematian Karina tuan Sam yang terpuruk langsung meninggalkan Indo tanpa mencaritahu sebab kecelakaan itu terjadi. Kini ia pun menyalahkan dirinya sendiri karena terlalu larut dalam kesedihan hingga melupakan untuk mencari keadilan bagi Karina.


"Kau tahu apa salahnya? salahnya karena sudah merebutmu dariku! padahal aku yang terlebih dulu mengenalmu... tapi dia yang mengambil hatimu!" ucap Keysha marah.


"Dan sekarang... kau justru memilih perempuan gendut ini untuk kau jadikan istrimu dan bukan aku! apa kekuranganku Sam?" teriak Keysha frustasi.


"Kau ingin tahu kekuranganmu Key?" tanya tuan Sam datar.

__ADS_1


Wanita itu langsung menatap tuan Sam dengan pandangan tak mengerti.


"Kekuranganmu itu adalah karena kau terlalu egois dan tak pernah perduli dengan orang lain! sifatmu itulah yang semakin lama membuatku muak dan kini bahkan aku sudah membencimu!" kata tuan Sam yang langsung membuat Keysha bertambah marah.


Wanita itu langsung meletakkan moncong senjatanya di pelipis tuan Sam meski ia harus sambil mendongak karena tingginya yang hanya sebahu pria itu.


"Apa kau masih berani berkata seperti tadi saat senjata ini ada dipelipismu hem?" tanyanya sambil menyeringai dingin.


"Tentu saja j*l**g! kau fikir aku akan takut dengan semua ancamanmu itu?" sahut tuan Sam tanpa rasa takut.


Sedang Amira langsung menggelengkan kepalanya tak setuju dengan sikap tuan Sam semakin membuat Keysha marah.


"Ha... ha... ha... kau memang keras kepala Sam! tapi tenang ... aku tidak akan menghabisimu dengan mudah... kau harus melihat perempuan gendut itu dan anak-anaknya mati didepan matamu sendiri baru kemudian kau bisa menyusul mereka..." sahut Keysha yang membuat tuan Sam marah.


Tanpa diduga pria itu langsung memukul tangan Keysha yang sedang memegang senjatanya. Karena sedari tadi ia sibuk berbicara membuat Keysha sedikit lengah sehingga tuan Sam dapat membuat pergerakan untuk menepis senjatanya. Terkejut dengan tindakan tuan Sam yang membuat senjatanya terlepas dari tangannya membuat Keysha semakin murka. Belum sempat Keysha berbuat lebih jauh tuan Sam sudah memberikan bogem mentahnya di wajah wanita itu.


Tuan Sam sudah tak perduli lagi jika yang dipukulnya itu seorang perempuan. Keysha langsung tersungkur akibat pukulan dari tuan Sam. Kesempatan itu juga dimanfaatkan Amira untuk merebut senjata pada pria yang tadi menodongkan senjatanya pada Amira. Keysha sangat terkejut dengan perlakuan tuan Sam padanya. Belum sempat Keyha berdiri dengan benar akibat pukulan tuan Sam, pria itu sudah mencekik lehernya sehingga membuat wanita itu kehabisan nafas.


Kemarahan tuan Sam bukan hanya karena mengetahui Keysha dalang kecelakaan yang menyebabkan Karina meninggal. Tapi juga karena wanita itu sudah berani mencoba untuk menghabisi istri dan juga kedua putranya.


"Berani sekali kau mencoba mencelakai istri dan juga anak-anakku!" ucapnya dengan wajah memerah siap untuk membunuh wanita yang ada dihadapannya itu.


Dorrr...!


Tiba-tiba terdengar suara letusan dan tubuh tuan Sam tiba-tiba limbung dan melepaskan cekikannya karena sebuah peluru sudah bersarang di perutnya. Amira dan yang lainnya terkejut melihat tubuh tuan Sam yang kini merosot ke tanah. Seketika Amira berlari ke arah suaminya itu dan memeluk tubuh tuan Sam yang kini sudah bersimbah darah. Dave menatap nanar ke arah orang yang telah menembak tuan Sam. Disana berdiri seorang wanita yang masih bergetar sambil memegang senjatanya.


Siska...


Ya... wanita itulah yang telah menembak tuan Sam. Siska memang sengaja menyusul Keysha saat wanita itu tidak sengaja melihat Keysha tengah melajukan mobilnya keluar kota. Karena penasaran ia pun mengikuti sahabatnya itu. Dan saat ia melihat Keysha menemui orang yang pernah disuruh untuk merusak rem mobil Karina ia pun langsung merasa tidak enak dan mengikuti kemana mereka pergi. Dan saat melihat tuan Sam mencekik Keysha, Siska diam-diam mengambil senjata salah satu dari anggota suruhan Keysha untuk menyelamatkannya.


Dave tak tinggal diam begitu juga dengan Sandra. Tanpa perundingan keduanya langsung menyerang. Sandra langsung melempari Siska dengan batu yang ditemukannya sehingga senjata yang dipegang wanita itu terlepas dari tangannya. Setelah itu dengan cepat Sandra menghajar Siska tanpa ampun. Sahir yang berada digendongan Sandra tampak tak terpengaruh dan hanya mengerjapkan matanya sejenak sepertinya bayi itu sudah terbiasa mendengar letusan senjata sejak dalam kandungan. Begitu pun dengan Samir yang tenang dalam gendongan Amira meski ibunya tengah terisak menangisi tuan Sam.

__ADS_1


Dave yang tengah bergumul dengan pimpinan penjahat suruhan Keysha tampak sudah dapat mengatasi lawannya. Sementara Sandra sedari tadi sudah membekuk Siska yang kini sudah dalam keadaan babak belur. Tentu saja karena wanita itu bak samsak saja bagi Sandra. Tak lama terdengar sirine polisi yang mendekat. Ternyata sebelum keluar dari dalam mobilnya tuan Sam sudah mengaktifkan alarm bahaya pada jam tangannya. Sehingga Lukas dapat segera mengetahui jika tuannya tengah membutuhkan bantuannya.


__ADS_2