BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Meminta Restu


__ADS_3

Raja mengantarkan Anna sampai dekat rumah gadis itu atas permintaan Anna sendiri. Sebab gadis itu tidak ingin membuat orang di rumahnya curiga sebelum malam nanti Raja datang ke rumahnya dan mengungkapkan tentang hubungan keduanya pada kedua orangtua Anna.


"Aku pulang dulu MB..." pamit Anna sambil membuka sabuk pengamannya.


"Iya Honey Bee... jangan tegang dan takut... semua akan baik-baik saja..." ucap Raja sambil mengecup kening Anna sebelum gadis itu keluar dari dalam mobilnya.


Anna menganguk pelan dan membuka pintu mobil Raja lalu turun dari dalamnya. Setelah itu gadis itu pun melangkahkan kakinya menuju ke arah rumahnya. Sementara Raja memperhatikan kekasihnya itu dari dalam mobil hingga gadis itu masuk ke dalam rumahnya. Baru setelah itu ia pun melajukan mobilnya menuju ke apartemennya. Sesampainya di apartemen ia langsung menghubungi nyonya Sarah dan mengatakan jika ia ingin berbicara serius dengannya dan juga tuan Bram di rumahnya. Meski merasa agak aneh namun nyonya Sarah menyetujuinya.


Selesai menghubungi nyonya Sarah kini Raja giliran menghubungi tuan Sam. Ia juga mengajak pria itu bertemu di rumah nyonya Sarah bahkan ia juga menyuruh tuan Sam mengajak Amira. Sama seperti nyonya Sarah, tuan Sam pun setuju menemui Raja di rumah adiknya itu. Setelah menghubungi keduanya, Raja baru bisa mendudukkan dirinya diatas sofa ruang tamu apartemennya. Meski tadi ia bisa bicara dengan tenang pada nyonya Sarah dan tuan Sam namun sebenarnya ia juga merasakan kekhawatiran yang sangat besar.


"Semoga saja mereka semua mau mengerti dan menerima hubunganku dengan Anna..." batin Raja sambil menghembuskan nafasnya pelan.


Sungguh saat ini adalah saat yang paling menegangkan di dalam hidupnya. Meski dulu ia sering bertarung dengan para mafia yang sangat kejam dan bertaruh nyawa namun tak sekalipun Raja merasakan gentar. Ia bahkan tanpa fikir panjang bisa melawan beberapa orang sekaligus tanpa rasa takut sedikit pun. Tapi saat ini ia merasa jika nyalinya menciut saat akan mengadapi kedua orangtua kekasihnya untuk meminta restu.


Namun Raja sudah tidak bisa mundur lagi... apa lagi ini demi hubungannya dengan Anna. Menjadikan gadis itu sebagai pendampingnya membuat Raja siap menghadapi apa saja termasuk kedua orangtua gadis itu dan juga tuan Sam yang merupakan paman dari gadis pujaannya itu. Tak terasa hari sudah mulai gelap dan azan maghrib sudah berkumandang. Dengan memantapkan hati Raja bersiap menemui kedua orangtua Anna setelah dirinya berserah diri pada Tuhan nya tadi saat ia melaksanakan ibadahnya.


Di rumah nyonya Sarah...


Amira dan tuan Sam bersama ketiga anak mereka sudah datang sejak sebelum magrib. Pernyataan tuan Sam yang mengatakan jika Raja ingin membicarakan sesuatu padanya dan juga nyonya Sarah dan suaminya membuat ketiga orang dewasa itu merasa penasaran. Sementara Amira sudah mulai menduga jika sebentar lagi Raja akan mengungkapkan hubungannya dengan Anna pada keluarga gadis itu. Karenanya Amira juga sudah mulai merasa tegang. Ia takut terjadi hal buruk setelah pengakuan Raja dan Anna.


Raja datang dengan pakaian casual namun malah menampakkan ketampanannya. Ya... meski sudah berusia kepala empat namun penampilan pria lajang itu masih seperti berusia tiga puluhan. Begitu ia tiba tuan Bram dan juga tuan Sam langsung menyambutnya dengan hangat. Ketiganya bahkan melakukan pelukan sesama pria sebagai sesama sahabat.


"Kita makan malam bersama saja dulu..." ajak tuan Bram.


Anak-anak dari nyonya Sarah dan Amira tampak sangat bahagia mengetahui jika Raja datang. Mereka langsung mengerubungi paman kesayangan mereka itu. Dan tentu saja Raja juga tak lupa membawakan oleh-oleh untuk mereka. Hanya Anna yang terlihat biasa dan tidak terlalu heboh seperti saudaranya yang lain. Kedua orangtuanya dan juga tuan Sam pun menganggap itu wajar karena Anna sudah mulai beranjak dewasa sehingga tidak mungkin terus bermanja seperti adik-adiknya.


Selesai makan malam kini saatnya Raja berbicara serius dengan para orang dewasa. Mereka pun sepakat berbicara di ruang kerja tuan Bram yang memang cukup besar untuk menampung mereka semua di dalam sana dan agar tidak diganggu oleh anak-anak. Sedangkan anak-anak sudah sibuk bermain dengan masing-masing sepupu mereka di halaman belakang.


"Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan pada kami hingga kau menyuruh kami berkumpul seperti ini Raja?" tanya tuan Bram setelah mereka duduk saling berhadapan di sofa yang ada di dalam ruang kerja tuan Bram.


"Tunggu sebentar... ada seseorang yang harus kita tunggu kehadirannya sebelum aku bicara pada pada kalian..." sahut Raja.


Tak berselang lama terdengar ketukan pada pintu ruang kerja tuan Bram. Dan tanpa menunggu tuan Bram, Raja langsung menyuruh orang yang berada dibalik pintu itu untuk segera masuk. Alangkah terkejutnya mereka semua yang ada disana saat melihat Anna masuk ke dalam ruangan. Kecuali tentu saja Raja dan juga Amira. Dan tanpa diduga gadis itu malah mengambil tempat duduk disamping Raja membuat kedua orangtuanya dan juga tuan Sam mengerutkan keningnya.


"Sebelumnya aku minta maaf pada kalian semua atas kelancanganku saat ini..." ucap Raja hati-hati setelah Anna duduk disampingnya.


"Sejujurnya saat ini aku dan Anna telah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih..." lanjut Raja sambil menggenggam tangan Anna yang kini sudah terasa dingin.


Sementara gadis itu terus menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah kedua orangtuanya dan juga unclenya.


"Apa maksud kamu Raja?" seru tuan Bram yang merasa salah dengar dengan ucapan Raja.


"Aku dan Anna saling mencintai... dan kami sudah menjadi sepasang kekasih... saat ini kami ingin meminta restu kalian agar kami bisa menikah..." sahut Raja dengan suara tenang.


"Kau sudah GILA!" seru tuan Bram sambil menggebrak meja yang ada di depannya.


"Sabar mas..." ucap nyonya Sarah mengelus lengan suaminya pelan.


"Aku tidak rela putriku menikah dengan seseorang yang lebih pantas menjadi ayahnya!" teriak tuan Bram semakin emosi.

__ADS_1


"Mas!" seru nyonya Sarah sambil memeluk tubuh suaminya agar pria itu tidak bertambah emosi.


Sementara tuan Sam terlihat menggeretakkan gerahamnya tanda ia pun sedang menahan amarahnya. Amira yang berada di samping tuan Sam pun kini sudah berwajah pucat. Ini yang sudah ia takutkan... penolakan dari keluarga Anna yang nota bene juga keluarganya sekarang. Amira merasa seperti mendapat buah simalakama... ia tidak bisa memilih salah satu tanpa melukai yang lainnya.


Anna yang sedari tadi diam tampak mengeratkan genggamannya pada kekasihnya. Meski syok dengan penolakan keras dari papanya namun karena ia sudah menyiapkan mentalnya membuat gadis itu terlihat tenang meski dalam hatinya sangat ketakutan.


"Maafkan aku... tapi aku tulus mencintai Anna..."


Plak!


Semua orang terkejut saat tiba-tiba nyonya Sarah melayangkan tamparannya pada Raja. Dada wanita itu tampak turun naik karena emosi. Ia sangat marah karena merasa jika Raja sudah menipunya selama ini. Ternyata kedekatan pria itu dengan Anna bukan sekedar hubungan seorang paman dan keponakannya seperti yang ia kira selama ini.


"Sejak kapan kalian berhubungan?" tanya nyonya Sarah pada putrinya.


"Sejak empat bulan yang lalu ma..." jawab Anna lirih.


"Jadi kau saat bilang ingin meminta bantuan putriku itu bohong kan Raja?" tanya nyonya Sarah yang emosi saat menyadari jika hubungan keduanya berawal saat Raja mengajak putrinya keluar dengan alasan membantunya menolak seorang wanita.


Raja hanya bisa terdiam karena memang itulah kenyataannya. Ia sudah berbohong demi bisa bersama dengan Anna.


"Kamu keterlaluan!" seru nyonya Sarah.


"Lalu apa maumu hah? apa kau fikir kami akan menyerahkan putri kami begitu saja padamu? kau salah! aku tidak akan membiarkan putriku kehilangan masa depannya dan menikah denganmu!" kini tuan Bram memberikan keputusannya.


Anna menatap kedua orangtuanya tidak percaya. Sebegitu bencinya mereka pada kekasihnya Raja hanya karena pria itu mengakui jika ia mencintainya. Padahal selama ini mereka sangat dekat dan bersahabat.


"Mama sama papa jangan terus menyalahkan om Raja... karena bukan dia yang pertama jatuh cinta padaku... tetapi sebaliknya... akulah yang sejak dulu sudah mencintainya dalam diam... karena aku tahu kalian pasti akan menentang kami..." entah mendapat keberanian dari mana Anna kini mencoba membela kekasihnya.


"Iya ma... aku sudah mencintai om Raja bahkan sejak aku kecil... dia bahkan tidak tahu jika diam-diam aku sudah mencintainya selama ini..." sahut Anna dengan berderai air mata.


"Aku mohon ma... pa... uncle... tolong restui kami... aku janji setelah ini aku tidak akan meminta apa-apa lagi dari kalian..." sambung Anna.


"Apa kau sudah mencuci otak putriku hah?" sergah tuan Bram sambil mencengkeram leher kaos yang dikenakan oleh Raja.


Raja hanya menggelengkan kepalanya pertanda ia tidak merasa melakukan apa yang dituduhkan oleh tuan Bram. Melihat Raja yang hanya diam membuat tuan Bram bertambah emosi dan langsung memukul wajah pria itu.


Bug!


Semua orang terperangah dengan tindakan tuan Bram. Tuan Sam yang sedari tadi diam pun akhirnya bergerak dan mencoba melerai keduanya. Sementara Anna langsung memeluk kekasihnya dengan berlinang air mata.


"Sudah Bram!" serunya sambil menarik tubuh iparnya itu.


"Sarah bawa Anna ke kamarnya dan jangan biarkan dia keluar dari dalam sana!" perintah tuan Bram pada istrinya yang langsung melaksanakan perintahnya.


"Jangan ma... lepaskan! Anna mau disini saja..." tolak Anna yang masih ingin memeriksa luka pada wajah Raja.


"Ayo ikut mama dan jangan membantah!" seru nyonya Sarah sambil menyeret tubuh Anna keluar.


Amira yang merasa khawatir pada Anna langsung berlari menyusul keduanya. Kini di dalam ruangan itu hanya ada tiga pria dewasa yang saling berhadapan. Raja terlihat pasrah jika tuan Bram dan tuan Sam akan kembali memukulinya dan dia sama sekali tidak berniat untuk melawan demi Anna.

__ADS_1


"Apa kau tahu jika yang kau lakukan itu melukai perasaan kami?" tanya tuan Sam kini buka suara.


"Anna masih terlalu muda Raja... apa kau tidak berfikir jika mungkin saja ini hanya cinta sesaatnya sebagai seorang remaja?" ungkap tuan Sam mencoba untuk tidak ikut emosi.


"Aku tidak memintanya menjadi pendampingku sekarang... aku akan memberinya waktu..." sahut Raja sambil memandang kedua pria yang ada di hadapannya.


Tuan Bram pun tampak sudah mulai tenang. Pria itu hanya memandangi Raja dengan tatapan tajam namun tidak berniat untuk melakukan kekerasan lagi.


"Kau keluarlah Bram... biar aku bicara berdua dengannya..." kata tuan Sam.


Tuan Bram hanya mendengus namun ia melakukan apa yang dikatakan oleh kakak iparnya itu. Setelah tuan Bram pergi tuan Sam mulai berbicara pada Raja.


"Apa Amira sudah tahu tentang ini?" tanyanya.


"Tidak... tidak ada yang tahu tentang hubungan kami termasuk Amira..." sahut Raja tegas.


Raja tahu tuan Sam akan menanyakan ini karena itulah ia mewanti-wanti agar Amira dan Anna tetap tutup mulut tentang Amira yang sudah mengetahui hubungannya dengan Anna terlebih dahulu. Tuan Sam menghela nafasnya kasar. Sungguh ia pun syok mendengar pengakuan Raja dan Anna tentang hubungan keduanya yang bukan seperti yang mereka duga selama ini. Tapi tuan Sam juga harus memastikan jika istrinya tidak tahu menahu tentang masalah ini karena jika tidak maka ia akan merasa sangat kecewa karena Amira sudah menyembunyikan sesuatu darinya.


"Kenapa kau bisa jatuh cinta pada Anna?"


"Entahlah... yang pasti aku merasa nyaman bersamanya meski usianya masih sangat muda namun ia juga bisa sangat dewasa... dan aku tidak bisa jika harus terpisah darinya..." terang Raja.


"Apa bukan karena dia mirip dengan Amira?" tanya tuan Sam yang tahu jika dulu Raja sempat mencintai istrinya itu.


"Bukan..." sahut Raja tegas.


"Sesungguhnya Anna berbeda dengan Amira... jika pun ada kesamaan itu hanya beberapa saja sifat mereka yang sama... selainnya... Anna sangat berbeda..." terang Raja sambil menatap tuan Sam langsung.


Ia tahu pertanyaan tuan Sam tadi menunjukkan jika pria itu khawatir kalau Anna hanya dijadikan pengganti Amira bagi Raja. Tapi sungguh saat ini Raja sangat yakin dengan perasaannya pada gadis belia itu. Bahwa sudah sejak lama nama Amira sudah tergantikan oleh Anna bahkan saat ia belum menyadari perasaannya yang sesungguhnya pada gadis itu.


"Kau tahu akan sangat sulit untuk mendapatkan restu dari Bram dan Sarah?"


"Aku tahu... tapi aku akan terus berusaha sampai mereka bisa menerimaku dan merestui hubunganku dengan Anna..." sahut Raja mantap.


"Baiklah... untuk saat ini kau sudah mendapatkan restu dariku sebagai paman dari Anna..." ucap tuan Sam kemudian membuat Raja langsung menoleh ke arah pria yang ada disampingnya itu.


"Sungguh?" tanyanya untuk memastikan.


"Ya" sahut tuan Sam sambil mengangguk.


Tanpa basa-basi Raja langsung memeluk tuan Sam dengan erat.


"Terima kasih... sudah mengizinkan pria tua ini untuk mencintai keponakanmu..." ucapnya.


"Sudah... jika kau tau sudah tua kenapa masih juga mengejar keponakanku heh?" ujar tuan Sam sambil melepaskan pelukan Raja.


"Kan aku sudah bilang... jika aku jatuh cinta pada keponakanmu itu... jadi aku tidak bersalahkan? karena cinta tidak bisa kita atur pada siapa akan menjatuhkan pilihannya..." sahut Raja tak mau kalah.


Keduanya pun kemudian tertawa bersama.

__ADS_1


"Sekarang siapkan dirimu untuk bisa membujuk Sarah dan juga Bram..." kata tuan Sam sambil menepuk pundak Raja.


Raja pun hanya bisa mengangguk karena perjuangannya memang masih sangat panjang dan tidak mudah.


__ADS_2