
Sementara tuan Sam sudah berada di kamarnya sedang mendamprat anak buahnya melalui telfon.
"Kenapa kalian bisa kecolongan hah!" hardiknya kesal.
"Maaf tuan kami tak menyangka jika nona Amira kembali diikuti. Apalagi kami sempat terjebak lampu merah saat mengawasinya..." jawab anak buahnya yang ada diseberang telfon.
"Kalian memang tidak becus!" umpatnya.
"Maaf tuan, ini tidak akan terulang lagi..." kata orang itu lagi. "
Ya sudah lain kali aku tidak mau hal seperti ini terjadi lagi mengerti!"
"Ya tuan kami mengerti..."
Lalu tuan Sam pun langsung memutuskan sambungan telfonnya. Wajahnya masih terlihat marah karena akibat kecerobohan anak buahnya yang ia suruh untuk mengawasi dan menjaga Amira setelah kejadian terakhir dengan Maya, hampir saja membuatnya salah faham dan menghancurkan kepercayaannya pada Amira.
"Aarrghh..." teriaknya sambil mengacak rambutnya dengan kasar.
Tiba-tiba terdengar ketukan dari pintu kamarnya. Tuan Sam pun menoleh ke arah pintu dan mengernyitkan dahinya berfikir siapa yang berani mengganggunya.
"Siapa?" ucapnya dengan nada sedikit ketus.
"Ini aku, Sarah kak". Tuan Sam pun melangkah ke arah pintu dan membukanya.
Terlihat adiknya sudah berdiri di depan pintu sambil tersenyum jahil padanya.
"Ada apa?" tanya tuan Sam penasaran dengan tingkah adiknya itu.
"Bisa kita bicara sebentar?" tanya nyonya Sarah sambil masih dengan tersenyum.
"Hemmm... masuklah" kata tuan Sam sambil membukakan pintu kamarnya lebar.
Kemudian nyonya Sarah pun masuk ke dalam kamar kakaknya dan berjalan ke arah balkon kamar. Setelah menutup pintu tuan Sam menyusul langkah adiknya.
"Ada apa? kenapa tiba-tiba kau mau bicara, memangnya ada hal yang serius?" tanyanya setelah berada disamping adiknya itu.
"Hem... ini tentang Amira..." ucap nyonya Sarah menggantung.
Ditatapnya wajah kakaknya yang seketika terlihat cemas.
"Memangnya ada apa dengan anak itu?" tanya tuan Sam penasaran.
"Dia sepertinya ada masalah dan menyembunyikannya dariku" ungkapnya.
"Masalah?"
"Ya masalah. Soalnya akhir-akhir ini dia terlihat seperti sangaaaaat tertekan" ujar nyonya Sarah sambil menekankan kata sangat.
Terlihat raut wajah tuan Sam yang sudah berubah khawatir. Melihat itu nyonya Sarah tersenyum tipis.
"Kena kau kak...." ucapnya dalam hati.
Seketika tuan Sam terdiam, dalam fikirannya sudah tergambar hal-hal buruk yang terjadi pada Amira tanpa sepengetahuannya. Ingin sekali ia sekarang menghubungi anak buahnya yang bertugas mengawasi dan menjaga Amira agar ia bisa memarahi dan mengumpat mereka karena kembali tidak becus dalam tugasnya. Wajah tuan Sam kembali berubah jadi merah padam karena menahan amarahnya. Melihat itu senyum nyonya Sarah semakin melebar. Ia tambah yakin jika kakaknya ada hubungan dengan Amira.
"Kak..." panggil nyonya Sarah sambil menepuk lengan kakaknya itu.
__ADS_1
"Hem... ya?" tanya tuan Sam kaget.
"Apa kakak tahu masalah yang terjadi pada Amira?" tanya nyonya Sarah sambil menyembunyikan rasa gelinya karena mengerjai kakaknya yang super cuek itu.
"Tidak" jawab tuan Sam cepat.
"Kalau kau?" sambungnya.
Nyonya Sarah hanya menggelengkan kepalanya.
"Sepertinya aku harus mengenalkan Amira pada seseorang" ucap nyonya Sarah tiba-tiba.
"Maksud kamu?" tanya tuan Sam penasaran.
"Ya mungkin saja Amira merasa kesepian dan jika aku bisa mengenalkannya pada seseorang dan mereka bisa berjodoh bukankah itu bagus?" kata nyonya Sarah menerangkan rencananya.
Tanpa ia sadari wajah tuan Sam kembali memerah menahan emosinya. Ia tak terima jika Amira akan dijodohkan.
"Tapi mungkin saja kan jika Amira sudah punya pacar" kata tuan Sam.
"Bagaimana mungkin... sedangkan keluar rumah saja ia tak pernah sendiri. Bahkan dia juga jarang berkunjung ke rumah bu Wati" kata nyonya Sarah lagi.
"Jadi jika dia punya pacar aku pasti tahu kak" sambungnya sambil melirik tuan Sam.
Tuan Sam mendesah kasar, fikirannya sejenak jadi buntu karena tak menyangka jika adiknya punya ide untuk menjodohkan Amira dengan orang lain. Bagaimana mungkin ia akan membiarkan Amira berkenalan atau bahkan berhubungan dengan pria lain.
"Ini tidak boleh dibiarkan, Sarah tidak boleh menjodohkan Amira dengan pria lain" fikir tuan Sam frustasi.
Melihat wajah kakaknya yang sudah lecek itu sebenarnya nyonya Sarah sudah ingin tertawa terbahak-bahak namun sebisa mungkin ia tahan agar rencananya membuat kakaknya itu mengakui perasaannya pada Amira berhasil.
Hatinya jadi ketar-ketir berfikir jika adiknya itu sangat serius dengan perkataannya.
"Hemm Sar, sebenarnya ada hal yang harus kamu ketahui" kata tuan Sam setelah berfikir sebentar.
"Tentang apa?" tanya nyonya Sarah yang sudah menduga jika kakaknya akan jujur dengan perasaannya.
"Sebenarnya aku tahu jika Amira itu sebenarnya sudah punya pacar..." ungkap tuan Sam.
"Oh ya? Kakak tahu dari siapa?" tanya nyonya Sarah penuh selidik.
"Tentu saja aku tahu ... karna akulah pacarnya...." teriak tuan Sam dalam hati.
"Itu... aku tahu dari anak buahku" kata tuan Sam beralasan.
"Kakak mengawasi Amira?" cecar nyonya Sarah.
"Iya.. karena aku takut kejadian kemarin terulang lagi. Bukankah kau dan kedua anakmu sangat menyayanginya?"kata tuan Sam.
Nyonya Sarah mendesah kasar, tak habis fikir dengan sikap kakaknya yang sulit mengakui perasaannya pada Amira.
"Maka dari itu aku ingin tahu siapa orangnya jika benar dia sudah punya pacar" kata nyonya Sarah masih tak menyerah.
"Kenapa?" tanya tuan Sam ingin tahu.
"Karena aku menyayanginya jadi aku tidak ingin dia salah dalam memilih pasangan" terang nyonya Sarah.
__ADS_1
"Tapi pacarnya itu orang baik" kata tuan Sam memuji dirinya sendiri.
"Kakak tahu dari mana?" tanya nyonya Sarah lagi.
"Memangnya kakak bisa jamin orang itu orang baik yang gak akan menyakiti Amira?" balas nyonya Sarah yang mulai kesal dengan sikap kakaknya yang masih berbelit-belit dan tak mau berterus terang padanya.
"Oke... aku akui aku kenal dengan orang itu... karena orang itu adalah AKU!" ungkap tuan Sam akhirnya.
Nyonya Sarah pun membuka mulutnya karena tak percaya jika ternyata hubungan kakaknya dan Amira sudah terjalin tanpa sepengetahuan dirinya.
"Kakak serius?" ucapnya setelah dapat mengendalikan dirinya.
"Tentu saja aku serius..." jawab tuan Sam dongkol.
"Sejak kapan?" tanya nyonya Sarah yang penasaran.
"Sejak malam setelah kami pulang dari pantai..." terang tuan Sam.
Nyonya Sarah menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
"Jadi kakak nembak dia di hotel?" tanyanya lagi. Tuan Sam hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Kakak jahat..." ucapnya sambil memukul lengan tuan Sam.
"Eh kenapa kau memukulku?" tanya tuan Sam tak terima.
"Kenapa nggak beritahu aku sejak tadi hah! kenapa harus berputar-putar dulu?" kata nyonya Sarah sebal dengan kelakuan kakaknya.
"Itu karena Amira yang memintaku untuk tidak memberitahu padamu dulu..." jelas tuan Sam.
"Tapi kenapa?" tanya nyonya Sarah.
"Mungkin dia takut jika kau tidak setuju dengan hubungan kami" ungkap tuan Sam sambil memandang adiknya dengan lembut.
"Hemm baiklah aku mengerti jika Amira merasa seperti itu" kata nyonya Sarah akhirnya.
"Jadi bagaimana... apa kau setuju dengan hubungan kami?" tanya tuan Sam hati-hati.
"Tentu saja aku setuju kak" jawab nyonya Sarah yang langsung disambut dengan pelukan erat dari tuan Sam yang menunjukkan betapa pria itu bahagia dengan restu yang ia dapat dari adik semata wayangnya itu.
"Sudah kak... sekarang aku akan membuat Amira mengakui hubungan kalian padaku" kata nyonya Sarah sambil mengurai pelukan kakaknya.
"Iya sana cepat kau lakukan agar kami bisa cepat meresmikan hubungan kami" ucap tuan Sam sambil mendorong tubuh adiknya itu keluar dari kamarnya.
"Baik kakakku..." kata nyonya Sarah sambil mengedipkan matanya kemudian berlalu.
Sepeninggalnya nyonya Sarah, tuan Sam langsung menutup pintu kamarnya.
"Yes...yes...yes..." teriaknya sambil melompat-lompat mirip anak kecil yang mendapatkan hadiah yang diinginkannya.
Sementara nyonya Sarah yang belum jauh dari kamar tuan Sam masih dapat mendengar suara kakaknya itu samar-samar. Dia pun hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tingkah kakaknya yang sudah seperti ABG labil.
Nyonya Sarah pun masuk ke dalam kamarnya sendiri untuk beristirahat. Mengorek informasi dari kakaknya itu ternyata sangat menguras tenaganya. Kini ia harus mengumpulkan tenaganya kembali agar ia dapat kembali mengorek keterangan kali ini dari Amira. Ya nyonya Sarah sudah bertekad agar hubungan kakaknya dan Amira dapat segera diresmikan. Ia tak sabar untuk melihat kebahagiaan kakaknya itu. Apalagi pilihan hati kakaknya jatuh pada Amira gadis chubby yang telah banyak berjasa padanya dan kedua anaknya itu.
"Ya Allah semoga mereka berdua berjodoh hingga maut memisahkan keduanya... aamiin" do'a nyonya Sarah untuk Amira dan tuan Sam. Tak lama nyonya Sarah pun akhirnya tertidur dengan senyum yang masih terukir dibibirnya.
__ADS_1