BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Awal Berjumpa


__ADS_3

Ara sangat bahagia saat mengetahui jika keluarganya menyiapkan pesta kejutan untuknya. Rasa kesalnya tadi seketika menguap saat menerima ucapan selamat dari seluruh anggota keluarganya. Bahkan tuan Sam sengaja menunda meetingnya sore itu demi bisa menghadiri acara ulang tahun keponakannya itu. Acara ulang tahun sederhana itu terasa sangat meriah karena semua anggota keluarga berkumpul. Setelah acara selesai para pria dewasa berkumpul di ruang tamu untuk berbincang tentang bisnis.


Saat selesai makan malam Anna memberitahu kedua orangtuanya bahwa di sekolahnya akan diadakan karya wisata yang harus diikuti oleh setiap siswa kelas dua. Karena di sekolah Anna memang diadakan karya wisata untuk kelas dua setiap tahunnya karena saat kelas tiga nanti para siswa akan disibukkan dengan ujian kelulusan dan juga persiapan untuk masuk universitas.


"Memangnya kalian akan pergi ke mana untuk karya wisata?" tanya tuan Bram.


"Ke Bali pa..." jawab Anna.


"Bagaimana ma? apa kau mengizinkan Anna?" tanya tuan Bram pada nyonya Sarah.


Tuan Bram memang selalu meminta pendapat istrinya itu untuk setiap masalah dalam rumah tangga mereka.


"Iya pa... lagi pula Anna juga harus mulai belajar untuk bisa bepergian sendiri karena sebentar lagi dia akan lulus sekolah dan mulai kuliah... aku rasa ini bagus untuk pengalaman pertamanya pergi sendiri tanpa pengawasan keluarga..." sahut nyonya Sarah.


"Terima kasih ma..." ucap Anna langsung memeluk nyonya Sarah.


Memang sejak kejadian dulu nyonya Sarah dan tuan Bram tidak pernah membiarkan putri mereka pergi sendirian tanpa pengawasan langsung dari mereka. Bahkan saat karya wisata di SD dan SMP nyonya Sarah dan tuan Bram bahkan menyuruh dua orang pengawal pribadi untuk mendampinginya karena takut terjadi sesuatu pada putrinya itu. Tuqn Bram bahkan meminta izin khusus pada pihak sekolah saat akan menempatkan pengawal pada putrinya itu. Beruntung kejadian saat nyonya Sarah terluka dan mengharuskan Anna dan Adit melarikan dri bersama Amira masih sangat melekat pada ingatan Anna sehingga gadis itu sama sekali tidak protes atas perlakuan kedua orangtuanya.


"Kalau mama kamu sudah setuju maka papa juga setuju" kata tuan Bram memberikan keputusannya.


"Terima kasih papa..." ucap Anna kini memeluk papanya.


"Kalau begitu aku akan mengambil surat pernyataan dari sekolah untuk papa tanda tangani" sambung Anna sambil berlari kecil ke arah kamarnya.


"Apa kita akan menyuruh pengawal untuk kembali menjaganya mas?" tanya nyonya Sarah pada tuan Bram saat Anna sudah menjauh.


"Tentu saja sayang... tapi kali ini mereka akan mengawasinya dari jarak jauh agar Anna tidak merasa terkekang" terang tuan Bram yang langsung disetujui oleh nyonya Sarah.


Tak terasa hari dimana Anna akan pergi karya wisata pun tiba. Gadis remaja itu tampak sangat antusias. Sejak kemarin ia sudah menyiapkan segala sesuatu yang di perlukannya dalam perjalanan. Baru kali ini ia akan pergi sendiri tanpa keluarganya setelah terakhir saat karya wisata dengan teman sekolahnya saat SMP. Nyonya Sarah tampak tersenyum saat melihat Anna yang begitu bersemangat.


"Maafkan mama sayang yang tidak pernah memberimu kebebasan seperti gadis remaja lainnya..." batin nyonya Sarah.


Ya selama ini nyonya Sarah memang jarang memberikan izin pada putrinya itu untuk keluar rumah untuk sekedar bermain dengan teman sebayanya tanpa pengawasannya. Dan beruntungnya ia karena Anna pun tampak lebih betah berada di dalam rumah dibandingkan berkumpul dengan teman sebayanya di luar rumah. Anna hanya keluar rumah untuk keperluan sekolah dan les selain itu ia lebih senang berada di rumah.


Dengan diantar sopir Anna berangkat sendiri ke sekolah. Tuan Bram memang menyuruh istrinya untuk tidak mengantar putri mereka hingga ke sekolah tempat para siswa berkumpul sebelum berangkat. Alasannya agar putrinya itu sama seperti teman-temannya yang lain yang datang sendiri tanpa didampingi orangtua. Meski agak keberatan namun setelah tuan Bram menjelaskan alasannya nyonya Sarah pun mengerti. Ia juga ingin putrinya memiliki kesempatan untuk bergaul dengan teman sebayanya.

__ADS_1


Setelah diberi pengarahan oleh kepala sekolah para siswa pun menaiki bus mereka masing-masing. Total ada dua bus pada karya wisata kali ini. Anna mendapatkan tempat duduk dengan teman sekelasnya yang cukup dekat dengannya yang bernama Sari. Sari anak yang memiliki sifat yang mirip dengan Anna sehingga mereka bisa dekat. Meski belum bisa dikatakan sahabat dekat namun kedekatan mereka di sekolah cukup membuktikan jika mereka berteman dekat.


"Ann... apa kali ini kamu benar-benar dilepas pergi sendiri oleh kedua orangtuamu?" tanya Sari yang sudah tahu jika dulu Anna selalu dikawal oleh orang suruhan orangtuanya jika mengikuti karya wisata.


"Sepertinya kali ini mama dan papaku sudah bisa mempercayaiku jika aku bisa menjaga diriku dengan baik Sar... buktinya sejak tadi aku tidak melihat orang-orang suruhan papaku yang biasa mengawasiku..." terang Anna sambil tersenyum.


"Syukurlah... kau tahu mendengar ceritamu yang selalu dikawal saat pergi sendiri membuatku merasa seperti selalu berada dalam bahaya jika bersamamu..." kata Sari yang memang sedikit penakut.


"Kau tenang saja Sar... selama inikan tidak ada kejadian yang mengancam keamanan kita..."


"Iya juga... tapi terus terang saja jika mendengar kata pengawal atau bodyguard aku berasa berada di film action yang selalu tegang takut ada kejadian buruk..."


"Ish kau ini... jangan terlalu penakut napa?"


"He... he... maaf... sudah dari sananya aku penakut Ann..." kekeh Sari mengakui kekurangannya.


Keduanya pun kembali mengobrol menghabiskan waktu dalam perjalanan. Saat mereka lelah keduanya pun memilih untuk beristirahat dan tidur karena perjalanan yang akan mereka tempuh sangat jauh. Perjalanan yang panjang membuat para siswa langsung bergegas masuk ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat saat mereka sudah sampai di penginapan mereka di Bali. Kembali Anna dan Sari mendapatkan satu kamar bersama. Setelah membersihkan diri keduanya langsung tertidur. Bahkan keduanya melewatkan makan malam karena terlalu lelah.


Pagi ini setelah sarapan para siswa akan memulai tur mereka di Bali. Rencana berada di Bali selama tiga hari membuat panitia merencanakan kegiatan yang cukup padat pada peserta tur. Meski mereka hanya mengunjungi tempat-tempat yang populer saja tapi mengingat waktu yang terbatas membuat mereka harus pandai membagi waktu dan memilih obyek wisata yang mereka inginkan. Namun begitu pada malam terakhir panitia memberikan waktu bebas pada para peserta untuk mengunjungi tempat favorit mereka asal pulang ke penginapan tidak lebih dari jam sepuluh malam. Karena keesokan harinya mereka akan langsung bertolak untuk pulang.


Selama dua hari para peserta tur sudah disuguhi oleh keindahan alam Bali di setiap obyek wisata. Dan tempat favorit para remaja itu adalah pantai Sanur. Disana mereka sangat senang bermain air dan menikmati pemandangan. Meski mereka dilarang keras untuk berenang disana. Panitia sengaja memberlakukan aturan ini untuk menghindari resiko tenggelam pada peserta tur. Meski pun rata-rata para siswa dapat berenang namun demi menghindari hal yang tidak diinginkan mereka tetap memberlakukan aturan tersebut.


"Maaf..." ucap orang itu sambil menatap Anna.


"Tidak apa-apa..." sahut Anna yang sudah bisa berdiri tegak.


Namun tanpa diduga orang itu tiba-tiba merengkuh tubuh Anna dan mendekatkan wajahnya pada Anna. Saat Anna hendak berteriak protes pemuda itu malah membekap mulutnya dengan salah satu tangannya dan memberi isyarat agar Anna tetap diam dan menurut. Tak lama terdengar suara orang-orang melewati keduanya seperti sedang mencari seseorang. Posisi keduanya yang terlihat intim membuat orang-orang itu mengira keduanya adalah sepasang kekasih yang sedang bermesraan. Dan tanpa curiga mereka langsung melewati keduanya.


Setelah orang-orang itu pergi barulah pemuda itu melepaskan telapak tangannya dari mulut Anna.


"Kenapa kamu senbunyi dari mereka?" tanya Anna begitu pemuda itu melepaskan telapak tangannya.


"Mereka manajer dan juga fans fanatikku..." sahut pemuda itu sambil tersenyum canggung karena baru kali ini ada seorang gadis yang tidak mengenalinya.


"Fans? memangnya kamu artis?" tanya Anna polos.

__ADS_1


"Aku..."


"Anna!" panggil Sari yang sedang mencari Anna karena sebentar lagi waktu bebas mereka habis.


"Iya..." sahut Anna langsung meninggalkan pemuda yang ada dihadapannya dan berlalu ke arah Sari.


"Kau dari mana saja?" tanya Sari cemas.


"Aku baru dari sana..." tunjuk Anna pada toko souvenir tadi.


"O... lalu apa kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau?"


"Belum..." sahut Anna yang memang belum mendapatkan sesuatu untuk oleh-oleh keluarganya di rumah.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita ke toko sebelah sana saja... baru saja aku dari sana dan disana ada banyak barang yang sangat bagus" ajak Sari yang langsung diangguki oleh Anna.


Keduanya pun langsung bergegas masuk ke dalam toko yang disebutkan oleh Sari karena mereka harus cepat kembali ke penginapan. Sementara pemuda yang tadi bersama Anna masih memandangi gadis itu dari jauh. Ia sangat penasaran dengan sosok gadis yang tadi ditabraknya itu.


"Menarik..." gumam pemuda itu sambil tersenyum tipis.


Pemuda itu bahkan tidak beranjak dari tempatnya dan terus mengawasi Anna. Hingga akhirnya gadis itu keluar dari dalam toko bersama temannya dan berjalan ke arah sebuah bus pariwisata.


"SMU Guna Dharma...." baca pemuda itu dalam hati saat melihat spanduk yang terbentang di sisi badan bus.


Ia langsung tersenyum senang. Ia tahu SMU itu karena ia adalah salah satu alumni dari sana. Segera ia menghubungi seseorang.


"Hallo... apa acara itu jadi dilaksanakan?" tanyanya pada seseorang saat panggilannya dijawab dari seberang sana.


"......................."


"Baiklah... aku bersedia datang ke acara itu..." ucapnya setelah mendengar jawaban dari seberang sana.


Setelah mematikan ponselnya pemuda itu pun langsung meninggalkan tempat itu karena bus yang ditumpangi Anna pun sudah pergi dari sana.


"Anna... nama yang cantik... secantik orangnya..." batin pemuda itu sambil berjalan ke arah mobilnya.

__ADS_1


"Tunggu saja gadis cantik... kita akan berjumpa lagi segera..." gumam pemuda itu sambil menyalakan mobilnya yang sedari tadi terparkir tidak jauh dari tempatnya tadi bertemu dengan Anna.


Sementara Anna tampak tengah sibuk di dalam kamarnya bersama Sari untuk mengepak barang bawaan mereka karena besok pagi-pagi sekali mereka harus sudah siap untuk pulang. Cukup banyak oleh-oleh yang dibawa oleh Anna. Maklum ia bukan hanya membawakan oleh-oleh untuk keluarganya saja tapi juga untuk keluarga bundanya Amira.


__ADS_2